23August2010

Pesta Blogger 2010: Less Hope, More Participate

Ditulis oleh dhodie dalam: Opini.

deblogger-on-the-spotTahun lalu, saya masih ingat begitu perhelatan PB2009 selesai diadakan di SMESCO building, saya beserta beberapa teman-teman komunitas blogger Depok langsung menyatakan ketidakpuasan atas event yang diselenggarakan lewat blog-blog pribadi kami. Reportase lengkap saya saat itu dapat dibaca di sini.

Gelombang ketidakpuasan banyak blogger terhadap perhelatan Pesta Blogger itu sendiri sebenarnya bukan cerita baru. Ini terjadi hampir di setiap tahun penyelenggaraan. Rata-rata suara yang dikemukakan adalah bahwa Pesta Blogger kurang membumi, tidak komunal, dan lebih bersifat seremonial. Bahwa komunitas-komunitas blogger yang hadir di acara puncak justru sebagian besar ternafikkan keberadaannya. Jika blogger berbasis komunitas saja merasakan kesan terabaikan seperti ini, terlebih lagi blogger yang datang atas inisiatif sendiri. Bayangkan bagaimana kesan ada atau tidak adanya mereka, Pesta Blogger tidak merugi sedikit pun.

Hampir setahun setelahnya, saya mulai lebih intens mengikuti perkembangan persiapan Pesta Blogger selanjutnya melalui jejaring sosial. Irayani Queencyputri atau yang dikenal dengan Rara, akhirnya terpilih menjadi blogger wanita pertama yang menjadi Chairperson Pesta Blogger. Dengan latar belakang di luar reriuhan seleblog, Rara pun maju menerima tantangan dengan keinginan lebih mengakomodasi suara-suara negatif yang timbul selama ini. Mengambil tema “Merayakan Keberagaman”, panitia yang sebagian bermuka lama dan baru pun membuka posisi baru kepada blogger yang tertarik menjadi jembatan komunikasi antara panitia dengan komunitas blogger itu sendiri, Community Liaison (CL). Saat itu, saya memutuskan untuk menjemput bola menjadi CL wilayah Depok bersama rekan saya dari komunitas koprol untuk memastikan bahwa suara blogger-blogger Depok dapat terdengar di sana.

Tentu timbul pertanyaan, jika memang tidak puas dengan penyelenggaraan Pesta Blogger kemarin, kenapa malah justru berpartisipasi lebih di perhelatan tahun ini? Begini, saya punya prinsip akan mendukung setiap acara-acara blogger yang bertujuan untuk lebih memasyarakatkan blogger sebagai media opini alternatif masyarakat Indonesia. Entah itu penyelenggaraannya formal atau tidak. Oleh karena itu, saya pun senang-senang saja ketika membantu perhelatan Amprokan Blogger 2010 di Bekasi, atau ikut serta acara Sharing Online lan Offline (SOLO). Dan tentunya yang ada di depan mata, Pesta Blogger 2010. Jika ada kekurangan yang terjadi yang saya dapatkan, ya tinggal saya sampaikan kepada pihak-pihak yang berwenang terhadap acara untuk kemudian jika memungkinkan diperbaiki bersama-sama. Dan kalau ternyata suara saya tidak didengarkan, ya saya akan gunakan prinsip saya ketika mengikuti sebuah acara: less hope, more participate.

Less Hope

Kurangi berharap yang muluk-muluk semisal ingin agar presenternya menyebutkan seluruh komunitas-komunitas yang hadir di acara atau keinginan agar bisa berkenalan dengan lebih dari seribu blogger yang hadir di sana. Kalau pada akhirnya, saya datang ke acara ya karena ingin kopdar. Sudah disebutkan berkali-kali kan kalau pesta blogger adalah ajang kopdar blogger terbesar di Indonesia? Jadi ya kopdar saja, kenalan dengan sebelah, ngobrol bareng komunitas lain saat makan siang, dan tentu nilai terpenting sebuah kopdar: foto-foto. Dengan meringankan niat seperti ini, saya enggak akan kecewa-kecewa amat ketika nanti misalnya nama deBlogger tidak disebutkan lagi oleh presenter meski yang hadir saat itu cukup signifikan jumlahnya.

Saran buat yang akan ikut Pesta Blogger pertama kalinya, mulai sekarang carilah teman blogger sebanyak-banyaknya di dunia online atau offline. Bisa melalui blogwalking, ber-social media, atau hadir di acara-acara komunitas seperti FreSh, Start up Lokal, atau kopdar regular komunitas. Setidaknya enggak mati gaya karena tidak kenal seorang pun di sana. Jauh lebih menyenangkan memiliki teman terlebih dahulu ketika menghadiri sebuah acara kan?

More Participate

Ketimbang mengkritisi terus-menerus, saya ingin lebih berpartisipasi. Pengalaman ngeblog dan berorganisasi di deBlogger, mengajarkan saya bahwa membuat event itu tidak mudah, apalagi seperti Pesta Blogger yang berskala nasional. Apa yang kita lihat saat acara, sejatinya membutuhkan perjuangan yang berdarah-darah di baliknya. Tak jarang, emosi sulit dikontrol menjelang hari H penyelenggaraan. Jadi saya cukup memahami bahwa kerja panitia yang hanya berjumlah 14 orang itu selayaknya diapresiasi dengan dukungan dari rekan-rekan blogger itu sendiri. Kalau khawatir ternyata hasilnya sama saja atau justru lebih buruk dari sebelumnya, ya tidak apa-apa tho? Yang terpenting adalah kita mencoba untuk tidak bersikap apriori terhadap kekurangan dan kelemahan penyelenggaraan yang terjadi selama ini.

Pada tanggal 6-7 Agustus kemarin, deBlogger diminta panitia untuk mengirimkan 2 perwakilannya mengikuti acara Roadtrip bersama XL (#XLnetrally) di Semarang, dan kami senang-senang saja menyanggupinya meski tidak dibayar. Jangan sebut segenap suvenir, akomodasi, dan transportasi itu bentuk bayaran karena di mana-mana yang namanya peserta undangan ya mendapatkannya gratis. Dan ternyata, salah seorang perwakilan kami, Bradley Marlissa, menjadi pemenang pertama lomba menulis berhadiah Netbook. Sebuah prestasi yang membanggakan dari deBlogger.

Sekarang, Pesta Blogger+ 2010 sudah bergulir dengan resmi sejak tanggal 18 Agustus kemarin. Dalam agendanya, rangkaian Pesta Blogger+ 2010 ini akan mengadakan blogshop di 10 kota: Makassar, Padang, Manado, Pontianak, Banjarmasin, Aceh, Medan, Surabaya, Madura, dan Yogyakarta yang tidak hanya mengikutsertakan blogger sebagai peserta, tetapi juga netizen lainnya, semisal tweep, koproller, linuxer dan lainnya (makna ‘+’ di judul acara).

Jadi yuk ramaikan pestanya dan kurangi harapan muluk-muluknya. Yang penting kopdar!

Merayakan Keragaman












21 

26July2010

Your Job is not Your Career

Ditulis oleh dhodie dalam: Review.

Berawal ketika membaca tulisan blog Jerry Aurum, saya memutuskan untuk membeli buku ini impulsively hampir satu bulan yang lalu. Asumsi awal saya, buku ini akan seperti self-developing books lainnya: tebal, teoretis, dan banyak cerita berulang di dalamnya. Akan tetapi, tepat ketika membuka beberapa lembar pertama buku ini, asumsi itu gugur. Di halaman-halaman awal, buku ini seakan tidak peduli dengan pemborosan karena hanya menyertakan satu kalimat untuk menguatkan awal cerita.. THAT’s interesting.

Sesuai warna yang mendominasi lembaran buku setebal 160 halaman ini, yang sama sekali tak nampak setebal itu karena isinya yang ringan, Rene Suhardono membagi bukunya ke dalam tiga bagian utama:

  • mempertanyakan ulang definisi pekerjaan, karir, dan hidup itu sendiri.
  • membantu menemukan passion hidup (the strongest part).
  • merevitalisasi pengertian values, kontribusi, dan pada akhirnya arti kebahagiaan hidup.

Buku ini memiliki magnet yang kuat untuk dinikmati lembar demi lembarnya. Penuh ilustrasi yang menggemaskan sekaligus mencerahkan dan yang terpenting tepat sasaran. Saya sendiri akhirnya mempertanyakan apakah saya benar-benar berada di jalur karir yang tepat setelah membaca buku ini.

Dulu yang menjadi entitas pengukuran jalur karir saya selalu dikaitkan dengan apa yang terbaik yang bisa saya lakukan. Sebut tiga contoh berikut ini:

  • saya paling mahir mengerjakan soal-soal kimia, maka saya pernah bermimpi menjadi chemical engineer saat UMPTN.
  • saya suka planning and research, maka saya tidak menolak bekerja sebagai purchasing officer di perusahaan pertama saya.
  • saya selalu percaya saya dilahirkan untuk menjadi guru, maka saya berani ambil risiko menjadi guru tentor di sebuah sekolah meski dengan penghasilan yang tidak masuk di akal.

Pertanyaan yang kemudian diapungkan oleh ReneCC adalah apakah saya benar-benar menikmati pekerjaan-pekerjaan itu? Karena definisi passion sesungguhnya bukan hal-hal yang terbaik yang bisa kita lakukan, tetapi hal-hal yang paling kita nikmati ketika melakukannya. Dan setelah membaca buku ini, Rene berhasil menuntun saya untuk merangkai benang-benang merah antusiasme hidup saya.

Saya belum berani menggaransi I’ve already found my passion sebelum berkonsultasi dengan si empunya buku suatu saat kelak (my wish-list). Tetapi, tanpa ragu saya memasukkan buku ini sebagai salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. A must read book!

70 

15July2010

Stasiun Bumi Indosat

Ditulis oleh dhodie dalam: Opini; Photoblog.

Menolak Privatisasi
Pagi ini, tiba-tiba teman semasa kuliah saya men-tag sebuah foto saat kami melakukan kegiatan kampus, studi ekskursi (studek) ke Stasiun Bumi Indosat di Jatiluhur tahun 2003. Kunjungan yang cukup mencerahkan mencermati bagaimana salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia ini menyediakan layanannya. Saya masih ingat saat tiba-tiba sebuah satelit parabola sebesar rumah bergerak sangat cepat untuk menangkap sinyal satelit. Simply amazing.


Ada pun gambar di atas adalah saat kami diminta oleh karyawan PT. Indosat untuk ikut serta mendukung penolakan privatisasi Indosat kepada Singapore Technologies Telemedia (STT). Saat itu, isu privatisasi menjadi bola yang sangat panas menggoyang pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Karena kami pun tidak menyetujui langkah keblinger pemerintah ini, dengan senang hati kami berfoto membentang spanduk pernyataan protes mereka. A nice memory.


Anyway, ada yang tau di mana saya di foto itu?

66 

8July2010

Satu Tahun Pertama

Ditulis oleh dhodie dalam: Blogging; Opini; Review.

One

Akhirnya blog ini berulang tahun juga. Sebutlah ia voice recorder, buku agenda, diari, atau kamera hidup saya karena selama setahun hidup saya banyak terekam di sini. Tidak berputar di kisah pribadi–biarlah ia menjadi cerita pribadi–melainkan belajar bercerita dalam konteks atau sudut pandang yang lebih umum.

Beberapa niche atau tematis tulisan pernah saya coba untuk mengeksplorasi feel menulis yang paling membuat saya nyaman. Dan pada akhirnya saya serahkan proses itu kepada waktu.

Teman, bolehkah saya meminta bantuan kepadamu untuk menjawab sedikit pertanyaan di bawah:

Apa komentar teman-teman tentang blog ini? Di mana letak kekurangannya?

Jangan khawatir, setiap jawaban yang diberikan di kolom komentar (minus atau plus) akan saya terima dengan senang hati. Yakinlah bahwa itu semua akan memotivasi saya untuk lebih bersemangat lagi dalam menulis. 

Ucapan terima kasih tulus saya ucapkan atas kesediaan menjawab pertanyaan ini.

63 

24June2010

Ujicoba Implementasi LTE Telkomsel

Ditulis oleh dhodie dalam: Reportase.

LTEHari senin (21 Juni) kemarin, saya ikut menghadiri diskusi panel teknologi seluler next generation, Long Term Evolution (LTE) dari Telkomsel. Diskusi sekaligus demo teknologi ini dihadiri oleh pemain-pemain lama di bidang seluler (Nokia Siemens Network, Huawei, dan Ericcson), praktisi telekomunikasi, akademisi, dan surprisingly cukup banyak blogger diundang sebagai representasi pengguna internet di Indonesia.

Diskusi panel yang diadakan di ballroom Hotel Gran Melia ini menghadirkan empat panelis dari masing-masing bidang. Enda Nasution (blogger), Suhono H.S. (akademisi), Iwan Krisnadi (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia), dan Siswanto Dasijo (Telkomsel). Enda menyoroti pengguna internet di Indonesia yang demikian cepat menjadi salah satu negara teraktif di dunia. Beliau mengambil kasus kurang lebih 2.34% pengguna twitter berasal dari Indonesia (the twitter capital of Asia).

Sementara itu Suhono H.S., akademisi ITB, mengemukakan transformasi perkembangan zaman yang terjadi mulai dari agrikultur, industri, IT, sampai dengan creative economy. Internet di sini berperan sebagai killer technology dengan C-generationnya. Peralihan teknologi seluler dari GSM, GPRS, sampai ke HSPA saat ini akan membawa era baru di dunia telekomunikasi, broadband economy. Teknologi pengawal untuk era ini dipercayakan kepada LTE dan Wimax.

Iwan Krisnadi dari BRTI menyoroti regulasi penggunaan spektrum frekuensi yang akan diberikan untuk LTE. Mencermati pengembangan teknologi Wibro yang dianggap gagal di Korea, BRTI berharap agar nantinya perkembangan telekomunikasi yang berkesinambungan membawa Indonesia menjadi world class qualified industries pada tahun 2025.

Sesi terakhir digunakan oleh VP Technology and Master Plan Telkomsel, Siswanto Dasijo untuk menjelaskan teknologi terbaru yang dikembangkan dalam tajuk Inovasi untuk Negeri. Akhir tahun lalu, Telkomsel mendapatkan lisensi 1 carrier baru sehingga bisa menghasilkan kecepatan unduh 42Mbps dengan teknologi dual carrier HSPA (DC-HSPA). Sementara itu, teknologi LTE yang secara teoritis mampu menembus kecepatan 150Mbps, ketika diujicoba di Medan, Jakarta, dan Denpasar mencapai kecepatan 69.3Mbps di Jakarta.

Diproyeksikan teknologi ini baru akan diaplikasikan paling cepat pada tahun 2012 mempertimbangkan implementasi Wimax yang baru berjalan. Pada akhirnya, kedua implementasi di atas akan membuktikan bahwa broadband economy bukan sesuatu hal yang mustahil. Kita nantikan bagaimana kedua teknologi ini menembus jurang penyebaran informasi di pelosok-pelosok desa di Indonesia.

Quotes from panelists:

Rise of individual and entrepreneur… the picture of the future (Enda Nasution)

Internet is a killer technology (Suhono H.S.)

If operator gives us more bandwith, what killer applications you’ll provide for that? (Siswanto Dasijo)

Credit to Mba Rara, Syarif, Doni, Aksa, dan Luvie yang menemani sepanjang acara.

54 

16June2010

Intro

Ditulis oleh dhodie dalam: Musik.

Andai aku bisa
Memutar kembali
Waktu yang tlah berjalan
Tuk kembali bersama, di dirimu slamanya

Lagu lama. Dari seorang maestro penyanyi Indonesia. Tapi saya suka lagunya, suka banget malah. Bukan, bukan karena video klipnya dibintangi Titi Kamal yang saat itu baru kerasa banget cantiknya (catatan: berarti sekarang udah enggak lagi hihi). Atau karena lirik yang menyatu dengan lagunya. Tetapi saya terkesan dengan intro lagu ini. Coba dengarkan awalan lagu ini ketika alm. Chrisye  bernyanyi. Menurut saya: megang banget.

Pada umumnya, kebanyakan lagu memang berintro pelan. Akan tetapi, saya paling suka dengan lagu-lagu yang menjaga kontinuitas kekerasan lagunya dari awal sampai akhir. Jadi, tidak tau-tau langsung teriak di awal atau monoton pelan dari awal sampai akhir. Menurut saya, lagu yang dikemas dengan intro yang pelan, semakin keras, dan mencapai tahap yang maksimum di overtune itu baru lagu yang benar-benar asyik. Jadi bukan seperti Hysteria yang di awal pelan terus langsung meledak di reff atau Karma Police yang pelan dari awal sampai akhir (catatan: saya penggemar berat Muse dan Radiohead). Saya lebih suka salah satu lagu Coldplay di album A Rush of Blood To The Head, Green Eyes. Di lagu ini, gumaman yang dilantunkan Chris Martin di intro bertransformasi menjadi teriakan di overtune terakhir. Selain dimainkan secara akustik, kekuatan lagu ini ada pada liriknya yang bagus banget (lagi-lagi menurut saya). Simak sebait liriknya:

I came here with a load
And it feels so much lighter since I’ve met you

Selalu dan selalu lagu ini bisa membuat saya mendetak kaki dan menggelengkan kepala ketika mendengarkannya. Fab!

42 

21May2010

Puncak miladeBlogger

Ditulis oleh dhodie dalam: Event; Komunitas; Kopdar.

Blog Your Life
Tahun lalu, perkenalan komunitas blogger Depok (deBlogger) dihadiri oleh 124 blogger dari berbagai kalangan, mulai blogger newbie, blogger senior, sampai kalangan yang hanya tau blogger. Tahun ini? Dijamin lebih banyak lagi pesertanya karena kami pun mengundang komunitas-komunitas dari berbagai daerah.

Tahun lalu, Enda Nasution mengawal acara talkshow dan Adhitia Sofyan menghibur dengan tembang-tembang akustik. Tahun ini? Dijamin lebih menarik dan inspiratif karena semakin banyak lagi elemen masyarakat yang kami rangkul untuk memeriahkan acara.

Tahun lalu, kita stay di salah satu kafe hip kota Depok dengan elegansi venue yang membuat semua peserta betah menikmati acara. Tahun ini? Kami akan membawa peserta berkeliling Depok mengunjungi beberapa landmark kota sebelum kita berkumpul di rumah rakyat, Balaikota Depok.

Tahun lalu, teman-teman pelajar mendapat kesempatan mengikuti lomba menulis blog yang juara favoritnya dimenangi oleh pelajar SMAN 2 Depok, Aldo Moses. Tahun ini? Tidak hanya satu atau dua, kami akan adakan 5 lomba seperti live tweet contest, lomba blog dan photoblog, bahkan akan ada launching Lomba Blog berhadiah total Rp.22.500.000 yang diadakan oleh pemerintah kota Depok sendiri.

Jadi adakah alasan teman-teman blogger untuk tidak mengikuti acara puncak ulang tahun deBlogger ke-1 tanggal 29 Mei 2010 besok? Tidak ada!

Daftarkan diri kamu untuk mengikuti tour Depok dan puncak miladeBlogger sekarang! Gratis!



Informasi terkait:

62 

6May2010

Ini Indonesia

Ditulis oleh dhodie dalam: Histori.

Pernahkah kita mempertanyakan asal-usul nama kita kepada orang tua kita? Pasti pernah bukan? Satu waktu ketika duduk di bangku sekolah dasar, saya pernah bertanya kepada ayah mengapa saya bermarga mulyana, bukan bermarga dirinya. Beliau pun tergelak menjelaskan bahwa nama itu diambil dari nama tokoh di kampung halamannya yang baru saja pulang haji saat saya lahir. Beliau ingin saya mendapatkan berkah dari nama mulyana. Dan memang ada keinginan besar untuk memberangkatkan orang tua saya naik haji kelak.

Terkait asal-usul sebuah nama, iseng saya melontarkan pertanyaan kepada sepuluh teman saya tentang nama bangsa kita, Indonesia. Pertanyaannya seperti ini:

Tau asal kata “Indonesia” itu dari mana? dan siapa yang menggagasnya?

Berikut ini jawaban yang diberikan oleh sahabat-sahabat saya:

Pernah denger tentang ini, tapi lupa sekarang (aktivis mahasiswa)

Klo muncul kata indonesia itu sudah dari awal dijajah belanda, tetapi tidak resmi. Seinget saya bung tomo atau bung hatta sudah makai koq di tahun 1924 (finansial advisor)

Indonesia dari kata hindia, kepulauan di samudra Hindia. Penggagasnya nggak tau, mungkin orang Belanda (HRD)

Dari kelompok mahasiwa Indonesia di Belanda yang membuat sebuah majalah yang judulnya Indonesia. Asalnya hindia dan austronesia, jadi digabung jadi Indonesia. Majalah itu sempat dibredel oleh Pemerintah Belanda, tapi terus jadi cikal bakal perjuangan untuk memerdekakan Indonesia (pegawai BUMN)

Gak tau, bang (mahasiswa)

India dan nesos atau Indu. Penggagasnya orang Inggris (web designer)

Saya nggak tau, orang kalo pelajaran Kewarganegaraan saya suka ngantuk (staf IT)

Pastinya nama indo itu bukan karangan orang Indonesia, tapi orang Inggris (mahasiswa S2)

Enggak tau, malu saya (programmer, entrepreneur)

Kalo tidak salah berasal dari bahasa sanskerta, penggagasnya saya nggak tau (engineer)

Ternyata saya dan banyak teman lain tidak tau pasti sejarah penyematan nama Indonesia. Lantas jika kelak kita berlibur ke luar negeri dan ada orang asing yang menanyakan, malukah kita? Atau jika dirasa mimpi itu terlalu jauh, jika kita punya anak dan ia menanyakan hal yang sama, risihkah kita? Jujur, saya risih dan malu.

Ini Indonesia

Nama resmi negeri ini sampai merdeka di tahun 1945 memang Hindia Belanda. Got the reason? Asia tenggara saat itu dinamai Hindia Belakang oleh bangsa Eropa dan Belanda lah yang beruntung menghisap kekayaan negeri kita. Bagaimana akhirnya nama Indonesia tersemat menggantikan nama Hindia Belanda lah yang jarang terpublish di buku-buku sejarah sekolah.

Mundur ke belakang di tahun 1847, dua orang etnologis, James Richardson Logan dan George Samuel Earl menulis majalah ilmiah tahunan (Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia, JIAEA) tentang kepulauan india dan asia timur. Pada tahun keempatnya, Earl mengusulkan untuk memberi nama yang berbeda untuk kepulauan Hindia karena sering terjadi kerancuan dengan penyebutan India yang lain (volume IV, hal.71):

“… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians”

Earl memilih nama Malayunesian untuk kepulauan India ini, sementara Logan di majalah yang sama mengambil nama Indunesian dan mengubah vokal u menjadi o dengan alasan mempermudah pengucapannya (volume IV, hal 254):

Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago.

Sejak saat itu lah nama Indonesia mulai terdengar di bidang geografi dan etnologi.

Pada tahun 1884, Adolf Bastian mulai memopulerkan istilah indonesia di kalangan sarjana Belanda. Konsistensi penggunaan nama indonesia yang ditunjukkan dalam bukunya menimbulkan kesan bahwa ia lah yang menciptakan nama indonesia. Padahal sebenarnya ia mengambilnya dari Logan. Orang Indonesia pertama yang menggunakan nama Indonesia adalah Suwardi Surjaningrat (Ki Hajar Dewantara) yang dibuang ke Belanda tahun 1913. Ia mendirikan sebuah biro pers, Indonesische Pers-bureau. Dan sejak saat itu, banyak pahlawan pergerakan Indonesia menggunakan nama Indonesia sebagai nama partai atau nama pergerakannya. Peresmian nama Indonesia sebagai nama tanah air, bangsa, dan bahasa negeri ini dikumandangkan di Kerapatan Pemoeda-pemoedi Indonesia pada tahun 1928, yang terkenal dengan Sumpah Pemuda.

Semoga mulai sekarang kita tidak akan menjawab “tidak tau” asal nama negeri yang kita cintai sepenuh hati ini. Ini indonesia kita.

Sumber tulisan di sini dan gambar di sini

70 

27April2010

Meet the Idol

Ditulis oleh dhodie dalam: Curhat.

Apa yang biasa kamu lakukan ketika akhirnya mimpi untuk bertemu idolamu tercapai? Histeris menubruk dan memeluknya? Menceracau dengan ratusan pertanyaan? Curhat bagaimana hidupmu berubah karena idolamu? Atau semuanya?

Saya ingin berbagi sedikit cerita tentang pengalaman saya bertemu tiga idola saya. Secara pribadi, sebenarnya saya bukan orang yang terobsesi harus bertemu dan mengobrol panjang lebar dengan orang-orang yang menginspirasi saya. Akan tetapi, kalau kesempatan itu datang, kenapa tidak?

Kuncoro Wastuwibowo
idola1Salah satu blogger berpengaruh Indonesia yang tampak sangat hidup di tulisan-tulisannya, but similar with other geeks, berpenampilan kalem-kalem saja di dunia nyata. Catatan-catatan beliau di blog pribadinya menjadi konsumsi wajib sejak tahun 2002 saat saya membutuhkan referensi layer-layer jaringan telekomunikasi. Uraian yang jelas dan tidak bertele-tele menjadikan saya dengan senang hati mem-bookmark blognya sejak saat itu.

Setelah 6 tahun mengikuti perkembangan blognya, kesempatan untuk mengobrol dengannya terjadi saat itu mas Kun berkantor di salah satu BUMN di kawasan medan merdeka pada tahun 2008. Awal berpapasan dengannya di lobi gedung saat itu tidak ada yang dapat saya lakukan, tiba-tiba mulut saya terasa terkunci. Begitupun di waktu-waktu berikutnya ketika tak sengaja bertemu di ruang tunggu lift atau di lobi. I just couldn’t say any words.

Kesempatan berikutnya datang saat Pesta Blogger 2009 yang heboh itu. Di sela-sela mengikuti acara, saya melihat wajah seorang perempuan yang nampak familiar akibat aktivitas blogwalking saya, Enggar, yang ternyata ada mas Kun di sampingnya. Mereka berdua nampak sangat asyik berdiskusi. Hingga saat pesta usai dan foto bareng deBlogger di karpet merah terekam, saya bertemu dengan Enggar di masjid. Karena keakraban yang baru terbina dalam aktivitas blogwalking lah akhirnya saya berani untuk menegurnya. Dan untungnya saat itu ia mengenali saya. Tidak lama berbincang dengan perempuan cerdas ini, kembali ada mas Kun di sana (don’t ask me why). Seperti kejadian-kejadian sebelumnya, saya tetap speechless untuk berkenalan dan memilih untuk mengambil wudhu saat itu (doh) .

Adhitia Sofyan
Adhitia Sofyan and me
Saya menyukai karya sosok indie singer satu ini sejak mendengar single pertamanya, Adelaide Sky mengisi musik film Kambing Jantan: The Movie. Setelah mendownload satu album Quite Down gratis dari blognya, saya berpendapat Adhitia Sofyan memiliki potensi menjadi salah satu alternatif penyanyi asyik di antara serbuan band menye-menye di dunia musik Indonesia. Musik Adhitia sederhana, didominasi gitar akustik, tetapi ada taste internasional. Jadilah saat Adelaide Sky menjadi hits di Indonesia, saya berharap bisa berkenalan dengan beliau.

Pertemuan saya dengannya terjadi saat deBlogger melaunching komunitasnya tanggal 31 mei 2009. Kami meminta beliau perform di acara ini yang ternyata sukses mendapat apresiasi penonton. Adhitia sendiri datang satu jam sebelumnya dengan wardrobe sederhana seperti tampak di beberapa rekaman Youtube-nya. Pengalaman bertemu salah satu musisi idola saya ini memperbaiki catatan sebelumnya karena saya beberapa kali dapat memulai percakapan dengannya. Meski setelah satu jam berlalu, penggal-penggal obrolan masih terasa kurang greget. Nampak Adhitia pun bukan pribadi yang easy to get in touch dengan orang yang baru dikenalnya, jadi sebuah pertemuan yang tetap berkesan bagi saya (worship) .

Bayu Gawtama
Me and Bayu Gawtama
Aktivis sosial satu ini saya kenal sejak saya pertama kali mengenal dunia blog di tahun 2003. Waktu itu, saya bahkan sempat mem-bookmark akun blogspot-nya untuk membaca pengalaman hidupnya. Tulisan-tulisannya sederhana namun berenergi: tentang bagaimana ia sangat mencintai ibunya, tentang bagaimana pengalamannya di kereta api dan puluhan tulisan lainnya yang masih tersimpan rapi di akun blognya. Selain di blogspot, saya juga mengikuti tulisan-tulisan bang Gaw, panggilan akrabnya, di rubrik Oase Iman, Eramuslim. Ketika akhirnya tiba-tiba dirinya berhenti ngeblog sejak 18 November 2008 tanpa alasan yang jelas, saya benar-benar merasa kehilangan.

Pertemuan saya dengan bang Gaw akhirnya terlaksana sabtu lalu di kediamannya di Taman Melati, Sawangan sebagai salah satu agenda miladeBlogger. Kunjungan ini bertujuan untuk mendapat berbagai sudut pandang pembangunan kota Depok dari kaca mata tokoh-tokohnya. Saya yang biasanya sangat canggung untuk mengobrol dengan idola saya terbantu dengan teman-teman yang mendampingi: Syarif Furqon, Istiana Sari, dan Aksa Bass. Pribadi bang Gaw yang mudah akrab dengan orang lain pun menjadikan wawancara berubah menjadi obrolan penuh keakraban. Ia lancar menceritakan pengalaman bekerjanya di Eramuslim sampai menjadi Programme Director di sebuah lembaga sosial, Aksi Cepat Tanggap. Tanggapannya tentang kota Depok sendiri masih mempertanyakan mau dibawa ke mana kota ini ke depannya. Sayang waktu yang tersedia hanya dua jam padahal banyak pencerahan yang kami dapatkan dari pengalaman hidupnya sejauh ini. Tapi saya yakin, kami akan bertemu lagi.

Masih ada beberapa tokoh lain yang menginspirasi kehidupan saya. Salah satunya adalah penggagas CareerCoach, Rene Suhardono, yang tiba-tiba menjadi salah satu orang terpenting dalam perjalanan karir saya. Apa dan bagaimana dengan Rene, tunggu di postingan berikutnya.

Bagaimana pengalamanmu bertemu idolamu?

54 

7April2010

Benang Merah Buku, Multiply, dan Internet Sehat

Ditulis oleh dhodie dalam: Profil.

Hari ini saya ingin bercerita tentang buku, multiply, dan internet sehat. Untuk yang biasa berselancar di ranah daring, saya yakin kita akan mengenali ketiganya: sebuah jendela dunia, layanan penyedia blog, dan yang terakhir gerakan penggunaan internet secara sehat oleh ICT Watch. Lantas adakah hubungan ketiganya? Mari kita telaah sejenak.

Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia
SeBUAIGerakan ini lahir dari keprihatinan masih banyaknya anak-anak yang kurang beruntung mendapatkan akses membaca di Bekasi. Sebenarnya, gerakan pengumpulan buku seperti ini bukan gerakan baru di ranah daring. Tercatat gerakan 1000 buku dan bloggers for bangsari adalah dua dari sekian gerakan yang pernah digagas. Akan tetapi pengkhususan kata anak dan Indonesia yang dipilih menciptakan energi tersendiri untuk bisa diterima luas.

Saat ini pun, beberapa komunitas blogger daerah di Indonesia memiliki keprihatinan yang sama. Sebut saja gerakan Hibah Sejuta Buku yang digagas komunitas blogger Pekanbaru (Bertuah) dan SoloSinau oleh komunitas blogger Solo (Bengawan). Saya berpikir jika ini dapat dijadikan gerakan setiap komunitas yang ada di Indonesia, it’s gonna be a massive movement!

Beberapa aksi nyata yang telah dilakukan oleh SeBUAI antara lain mendistribusikan sumbangan buku untuk anak-anak di pinggiran kali Bekasi dan berbaur bersama kelompok pengamen jalanan. Kabar terakhir, mereka telah membuka Perpustakaan Anak Jalanan di Gedung Joeang 45, Bekasi. Info lebih lanjut dapat diikuti di situs resmi dan fans page SeBUAI.

Helping Hands Project
HHP LogoDengan moto every little help counts, komunitas independen ini percaya bahwa satu perbuatan kecil oleh satu individu bila dilakukan secara kolektif akan menghasilkan sesuatu yang besar. Di tahun pertama, HHP berhasil mengumpulkan Rp 17.000.000 dana tunai dan berbagai barang lainnya untuk disumbangkan ke Panti Asuhan Murni Jaya, Cilincing. Oleh Panti Asuhan, sumbangan ini pun dikelola untuk membuat pemancingan/empang, merenovasi kamar-kamar, dan membayar uang sekolah anak-anak panti tersebut.

Project yang awalnya berasal dari reriungan komunitas multiply Indonesia ini ingin bergerak lebih luas lagi tahun ini. Oleh karena itu mereka akan melaunch situs resmi HHP yang berisi informasi lengkap kegiatan mereka dari awal perencanaan, survey, sampai laporan kegiatan. Adapun target tahun ini adalah memberikan bantuan pengadaan dan perbaikan infrastruktur sekolah di SDN Sukamanah, Desa Cigombong, Bogor dan membantu pembangunan rumah singgah untuk pasien kanker anak di RS Dharmais setelahnya. Informasi lebih lengkap tentang waktu pelaksanaan dan dana yang dibutuhkan dapat dilihat di Multiply HHP.

Follow-Donate Internet Sehat
follow-donateBerawal dari pemberian penghargaan khusus kepada para blogger, kampanye penggunaan internet secara sehat di Indonesia ini mencoba untuk lebih sosial tahun ini. Dengan menjadi follower Internet Sehat di Twitter, secara tidak langsung kita telah menyumbangkan Rp.100,- untuk kegiatan ini. Satu follower sama dengan Rp. 100,-. Target Internet Sehat adalah mendapatkan 50.000 follower untuk dikonversi menjadi sumbangan Rp. 5.000.000,- dari mitra kerjanya. Rencananya sumbangan ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di kawasan Pasar Minggu, Jakarta.

Just follow and you’ll already be involved in this campaign! Saya sudah ikuti twitternya dan ternyata mencerahkan. Selain pernah menjadi lucky follower ke-800, saya mendapat tips-tips berinternet sehat yang diberikan secara rutin.

Jadi benang merah cerita saya hari ini adalah gerakan-gerakan sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung. Saya kenal Adyanti Rahmarina (ketua SeBUAI), Ronn Ramadhan (pengurus HHP) dan pasti mengidolai beberapa blogger senior di Internet Sehat. Mengutip kalimat HHP, Together we can work to achieve something BIG!

They do it, how about us?

67 

Tentangku

A transmission engineer who loves blogging for its mind sharing reason. A long lasting student who has passion to teach and help unlucky communities. A literature lovers who can ignore the crowd when drew to the interesting poems, history books, or novels. If you have these three keywords: life observer, natural lover, and book worm, we can sync ourselves easily.

Meet me at

Calendar

September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Tulisan Terakhir

Kategori

Top Commentator

Kicau Harian

Networked Blog

Google Friend Connect

Participate on

Blogroll

Blog Stats