Mimpi di Tiga Atap Tanah Jawa

Tiga hari lagi, saya bersama beberapa rekan dari komunitas online akan backpacker-an menuju salah satu dataran tinggi terkenal di sentral tanah jawa, Dieng. Terkenal karena di daerah ini pernah terjadi tragedi gas beracun Kawah Sinila yang menewaskan 149 warganya pada tahun 1979. Perjalanan ini buat saya pribadi merupakan sebuah langkah awal untuk mewujudkan mimpi saya beberapa tahun lalu: menggapai atap-atap bumi di pulau Jawa. Awalnya saya berkeinginan untuk menggapai atap-atap tertinggi di masing-masing kawasan: Gunung Ciremai di barat, Merapi atau Slamet di tengah, dan Semeru di belahan timur. Tapi akhirnya pilihan mimpi itu pun dijajarkan dalam rentang waktu tiga tahun ke depan seperti di bawah ini:


Gede - Semeru - Gn Sikunir




















Dataran Tinggi Dieng – Tengah (2009)
Memilih dataran tinggi ini sebagai langkah awal semata-mata didasarkan atas kesiapan teknis. Jika saya tetap memilih Mrapi untuk menggapai atap tengah bumi Jawa, saya pikir cukup berisiko dengan pengalaman mendaki yang belum memadai. Dengan `hanya` mendaki bukit di Gunung Sikunir di kisaran 2.565m dapl, saya rasa akan menjadi bekal yang cukup untuk berekspedisi ke gunung-gunung yang lebih tinggi.


Gunung Gede – Barat (2010)
Gunung Gede merupakan pilihan yang paling didasarkan oleh hati dan pengalaman masa kecil. Hati karena saya lahir, besar, dan mungkin akan menghabiskan hidup saya di belahan barat Jawa. Hati karena saya terinspirasi oleh Gie yang sosoknya banyak memengaruhi semangat dan keberanian pendaki-pendaki gunung. Dan hati karena sejak kecil saya sangat menggemari serial Wiro Sableng, Pendekar Kapak Naga Geni 212, yang bermarkas di gunung ini hahaha.


Mahameru – Timur (2011)
Kemudian pilihan untuk menggapai atap di belahan timur terangkum di sebuah gunung yang terletak di ketinggian 3,676 di atas permukaan laut. Banyak cerita yang terserak, inspirasi yang terbetik, dan hikmah yang dapat diambil dari Raja Gunung di tanah jawa ini. Buat saya, hidup tanpa mencicipi Mahameru, seperti hidup tanpa garam. Ada bingkai yang tidak sempurna untuk mendokumentasikan fragmen-fragmen hidup saya.


Tiga gunung, tiga kawasan, di tiga tahun ke depan. Semoga Sang Kuasa memberikan saya kesempatan untuk dapat mengerti arti penaklukan puncak-puncak gunung: bahwa kita, manusia, adalah mahluk yang teramat lemah untuk mengkufuri nikmat hidup yang Ia berikan setiap harinya.

Sumber pengambilan gambar: 1, 2, dan 3.

92 thoughts on “Mimpi di Tiga Atap Tanah Jawa

  1. ikutan @ipied minta oleh-oleh, kalo dari dieng itu khasnya buah carica, ada makanan jamur-jamur juga (mmm) dan satu lagi sejenis cemilan kayak keripik yg di campur sama cabe rawit utuh *malah hafal makanannya*

    merapi punya foto-fotonya aja pas zaman kuliah deket gunung merapi*eh masih ada gak yah* (unsure)
    semoga terwujud deh mimpi-mimpinya gapai gunung-gunung itu…hati-hati dijalan (worship)

  2. wah mimpi yang pasti indah banget,,, dan klo terwujud bakalan menjadi kenangan yang g mungkin terlupakan.. aq april kmren baru dari bromo dan bner² Subhanaallah… indah bngt om.. waktu sunriese.. dari atas kawah… pokoknya bner² g bisa terlupakan lah… aq planning seh nggak ada om.. tapi klo d ksih kesmpatn buat naek.. pasti aq manfaatin bner²..

    Moga impian Om terwujud ya.. amin…amin.. ya robbal alamin

  3. pengen ikut :-( tapi kenapa mesti tanggal segitu c kang..
    berhubung dirimu meninggalkan tim event disini kang, maka oleh2 buat kami harus ada..
    dan itu adalah makanan (mmm)

  4. bener2 mimpi yang indah…top markesot dod!!!…dua jempol plus klingking deh…

    gw cuma sebatas mimpi…smoga cepet klaksana…jangan cuma di mimpi…!!!

  5. wah mas, saya baru nyampe Ciremai aja. Untuk Semeru aduhh lain kali, serem mas liat berita2 di TV..hehe.. Goodluck for the trip dan salam kenal!

  6. Kalau ini sih mimpi yang insyAllah akan menjadi nyata mas:).
    Semoga semua mimpi tersebut bisa menambah rangkaian fragmen cerita kehidupan yang akan meningkatkan kualitas diri kita d hadapan Sang Pencipta, amiiin…
    Selamat menempuh dan menikmati perjalanannya, dan kita tunggu “oleh-oleh” ceritanya ya:)

    • Saia tinggal di Depok, Mas hehe.. Ada keinginan menetap di Bogor atau Bandung.

      Kalo sebelum puasa, dari sisi persiapan materiil dan fisik saja mungkin belum cukup ya Mas hehe.. Tapi kalo nanti-nanti kita kabarin pas ada outdoor activities, ikut ya :-D

  7. mampir sob, semua puncak gunung membuatku nyaman, karena dekat dengan langit, langit bisa gw sentuh, awan bisa gw kelitikin. tp yang masih membekas di hatiku memang puncak mahameru meski gak pernah lamaa2an di puncak :D

  8. semoga cepet kesampaian… saya sudah pensiun sejak 10 th lalu, soalnya sekarang nafasnya nafas tanya kenafa, hehehe…
    soal Jateng, sepertinya merapi kurang menantang (walaupun itu gunung teraktif)… lebih maknyus kalau naik ke sumbing turun terus dilanjut ke sindoro… atau slamet yg juga asyik, hutannya masih bagus…

  9. Semeru 2011,,mmm gimana kalo 2010 aj ( hehehe nawar) coz saya jg pengen bgt kesana,,,pi 2009 nie belum nemuin tmen2 yg mu kesana jd t’paksa dpending d,,,,,;(

  10. next planning yang juga mbayar Nazar juga kesemeru, mungkin 2011 atau akhir 2010 ini, untuk gunung Gede dah pernah juga beberapa tahun lalu tapi soal rute gunung yang dah pernah kudaki saya paling suka ma gunung ini, natural … alias masih alami :) … moga saja bisa ktemu di puncaknya para dewa …

  11. Dari dulu pengen mendaki puncak Gunung Dempo, tp ga dpt restu ortu… (lonely)

    Sampai sekarang rasanya ingin… sekali menaklukkan puncak gunung mana pun, tp mana ada yg mo ngajak cewek ribet kyk saya, hiks hiks… (lonely)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>