18 August 2009

Semangat Harmoni Dieng

Ditulis oleh dhodie dalam: Petualangan .

Akhirnya perjalanan menelusuri magis-nya Dataran Tinggi Dieng itu terlaksana juga pada tanggal 14-17 Agustus. Suatu perjalanan yang sangat mengesankan karena pernik cerita yang menyertai bersama Amri, Novi, Kristian, dan Aris. Mulai dari keberangkatan yang menghabiskan hampir tujuh belas jam, miskalkulasi biaya total, sampai cerita peminjaman kamera yang hampir-hampir gagal. Akan tetapi itu semua terbayar ketika langkah kaki menjejak Wonosobo, salah satu kabupaten yang mengurusi Dieng selain Banjarnegara.

Paket Lengkap
Dodi di SikidangDataran tinggi yang terletak 2,096 meter di atas permukaan laut ini ini merentang tepat di tengah-tengah nadi pulau Jawa: 500 km dari Ujung Kulon dan Selat Bali. Sebagaimana wisata vulkanis lainnya Dieng pun memiliki kesan dingin, sunyi, dan magis. Perjalanan untuk menikmati serangkaian objek wisata dimulai tepat satu jam ketika kaki-kaki kami mencapai penginapan di sabtu sore. Penat yang dirasakan seketika hilang ketika badan-badan lusuh ini dibasuh air dingin Dieng. Mempertimbangkan bahwa waktu yang dimiliki hanya tiga jam, akhirnya guide lokal di sana mengajak kami ke tiga tempat: Telaga Warna, jajaran gua Semar, Jaran, dan Sumur, dan diakhiri kawah paling indah di Dieng, Sikidang.

Sementara itu di hari kedua, sisa-sisa objek wisata terlengkapi dengan mengunjungi kompleks candi Arjuna, Gatotkaca, dan Bima; Sedangkan tempat non-candi yang kami kunjungi adalah Kawah Sileri, Telaga Pengilon, dan Sumur Jalatunda.

Memperhatikan objek wisata yang ditawarkan oleh Dieng, saya melihat keunggulannya terletak di paket wisata yang lengkap. Rangkaian telaga, gua, candi, sumur, kawah, sampai perkebunan khas pegunungan disajikan lengkap dengan landskap yang indah. Menurut saya, Dieng merupakan perpaduan eloknya liku perbukitan Puncak, magisnya Prambanan, dinginnya udara Garut, dan indahnya mentari terbit Bromo.

Mentari Terbit Sikunir
Dodi di SikunirTanpa memperoleh foto-foto sunrise di Bukit Sikunir, perjalanan ke Dieng tidaklah terasa lengkap. Itulah sebabnya kami begitu bersemangat mengejar mentari tersebut ketika jarum jam dinding mendentang di angka empat. Bersama dua puluhan orang yang ingin menjadi saksi keindahan sunrise di Dieng, langkah kaki pun tetap ditegakkan meski dingin mencucuk tulang. Meski rute pendakian membuat kami semua terengah-engah, kami pun memperoleh foto-foto yang indah dan magis di sana.

Pendakian kecil di Gunung Sikunir banyak memberikan saya suntikan semangat. Bahwa momen di atas sana, ingin saya ulangi di bukit dan gunung-gunung yang lain di Indonesia. Tantangan itu ada di sana dan hanya keinginan kuat dari kita yang mampu menaklukkannya.

Semangat Harmoni Dieng

Toleransi menghasilkan Harmoni
Harmoni melahirkan kebahagiaan

Kutipan harmoni dicetuskan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik ketika ia meresmikan Museum Kaliasa tahun lalu. Museum ini menyajikan perjalanan agama Hindu di Dieng lengkap dengan rekaman historikal semasa Dinasti Syailendra dalam waktu delapan menit. Mengambil latar musik Titi Kolo Mongso (Sujiwo Tedjo), rekaman ini justru lebih khidmat dinikmati ketimbang rekaman yang disajikan di Dieng Plateau Theatre. Mungkin karena yang terakhir lebih bercerita dari aspek ilmiah ketimbang historisnya.

Mengamati kehidupan di Dieng mengingatkan saya akan kebesaran negara ini. Meski sampai sekarang dataran ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya dewa-dewa kepercayaan agama Hindu, saat ini mayoritas penduduk Dieng justru muslim. Harmoni yang manis sekali ketika mereka yang muslim berusaha menjaga dan melestarikan kebudayaan agama lain.

Hikmah Perjalanan
Perayaan hari kemerdekaan tahun ini banyak memberikan saya semangat untuk berbhakti kepada negeri ini. Dan Dieng mengajarkan saya harmoni, bahwa perbedaan akan lestari ada di mana pun untuk mengingatkan manusia akan ketidaksempurnaannya.

Oleh-oleh foto Di Dieng:
Lima Sekawan
Lompat terbaik di Telaga Warna
Best Jump

58 Opini so far...

ajengkol berkomentar:

18 August 2009 at 14:15.

I love Dieng dan kenangan tentang dia

Balas

dhodie menanggapi:

Pasti semakin diingat, semakin bikin ngangenin Mba Ajeng (cozy)

Balas

Novi Muharrami berkomentar:

18 August 2009 at 14:19.

(dance) yesss, foto-foto ke-3, 4, 5 … taken by: NOVI MUHARRAMI !!!!

Balas

Novi Muharrami menanggapi:

@Novi Muharrami, (doh) kamsutnya, 3 (tiga), 6 (enam), 7 (tujuh) foto2nya … hahahaha (lmao) soriii (goodluck) - Inget! Foto by NOVI MUHARRAMI –> tdk segan untuk mengulang

Balas

dhodie menanggapi:

Terbukti bahwa jabatan asisten redaktur Okezone bukan bualan semata hehehe. Nice skill you have ;-)

Balas

Rafareds berkomentar:

18 August 2009 at 14:22.

kabitttaaaaaa….!!!!

Balas

dhodie menanggapi:

Sengajaaaaa (haha)

Balas

By Galih berkomentar:

18 August 2009 at 14:32.

wah….wah alhamdulillah akhrnya rencana pertama om terlaksana (worship) wah ternyata keren juga ya om d sana… Subhanallah.. moga² aq juga bisa menikmati panorama dan harmoni di dieng… amin..amin.. (worship)

Balas

dhodie menanggapi:

Banget Gal… saya doakan semoga ente bisa ke sana juga (worship)

Balas

Montoq berkomentar:

18 August 2009 at 14:38.

mantab.. taon depan kita persiapkan lebih matang lagi om (drinking)

Balas

Novi Muharrami menanggapi:

@Montoq, (lmao) sekali lagi montoq, jikalau tahun depan belum merit juga, ayo! kita taklukkan rencana kita .. ha ha ha

Balas

Montoq menanggapi:

@Novi Muharrami, (lmao) yuukkk.. siapa takut (gym)

Balas

dhodie menanggapi:

Iya, wajar pengalaman pertama.. tapi no regret at all kan di perjalanan kali ini (evil_grin)

Balas

Pradna berkomentar:

18 August 2009 at 15:17.

Dieng memang moyy…

*Berharap ada wisata Blogger Wonosobo 2010*

Balas

Andy MSE menanggapi:

@Pradna, sama… aku juga berharap ada Wisata Blogger 2010 di Wonosobo… kalau aku nggak kesana kemarin dulu itu. pastinya belum sempat ketemu sama Linuxer Expert ini…

Balas

dhodie menanggapi:

Aku yo kemaren itu berharap banget ketemu Pradna sama Tyovan. Tapi gak kesampean karna mepet banget acara jalan-jalannya. Kalo sendirian, tak jabanin kopdar kemarin (lonely)

Balas

amri berkomentar:

18 August 2009 at 15:40.

tunggu postingan gw nanti malem.. (rock)

Balas

dhodie menanggapi:

Nice posting gan ;-)

Balas

diazuwi berkomentar:

18 August 2009 at 15:44.

kang dhodie sungguh terlalu…. (tears)

Balas

dhodie menanggapi:

Maafiiinnn (cozy)

Balas

mima berkomentar:

18 August 2009 at 15:46.

wuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.. foto2nya bikin mupeng (tears)
menyebalkan sekali ga bisa ikut T_T

Balas

dhodie menanggapi:

Hehehe beneran bagus foto-fotonya. Apalagi kalo taken by Mima, wah bisa maksimal banget kali yak.

Next trip ikut yak (cozy)

Balas

bunda_nurul berkomentar:

18 August 2009 at 18:27.

Subhanalloh, salah satu keagungan Illahi ini bila dijaga kelestariannya akan tetap mempesona yang melihatnya

Balas

dhodie menanggapi:

Iya Bun… Dieng tetap memesona saia setiap kali mengingatnya.. Alhamdulillah ada kesempatan mengunjungi tempat ini :-D

Balas

Ask.ruL berkomentar:

18 August 2009 at 20:16.

enak banget. jadi iri (annoyed)

Balas

dhodie menanggapi:

Sengaja bikin iri sampean rul.. biar ke sini juga (haha)

Balas

Ask.ruL berkomentar:

18 August 2009 at 20:17.

wuihh, hebat. gimana caaranya bisa tampilin emo plurk ?? ajarin bang . *Coba emot yg ini* (lmao) (lmao)

Balas

dhodie menanggapi:

Hehehe ada di blog Cak Dadan tuh rul cara-caranya

Balas

tikapinkhana berkomentar:

19 August 2009 at 09:17.

Senangnya…sayang ga bisa liat langsung tempatnya :(, mungkin lain kali bisa melihat sendiri kecantikan telaga warna itu :)

Balas

dhodie menanggapi:

Telaga warna akan lebih terasa indah jika dilihat dari atas pegunungan, berdampingan dengan Pengilon.. takjub melihat pesonanya :-D

Balas

eskopidantipi berkomentar:

19 August 2009 at 09:52.

mantep mas….

pengen si naek gunung, cuma kayaknya cape ya.. (goodluck)

Balas

dhodie menanggapi:

Ayo-ayo mas kita backpackeran bareng-bareng hehehe…

Setimpal koq sama sensasi di puncak gunungnya mas :-D

Balas

cici silent berkomentar:

19 August 2009 at 13:00.

Subhanallah…. harmoni alam menyatu dengan jiwa… Jadi kepengen kesana….. *kapan yach*

Balas

dhodie menanggapi:

Nanti diajak sama calon suami aja ci (goodluck)

Balas

Iman berkomentar:

19 August 2009 at 21:00.

Subhanallah … liputan yang dalem. jadi pingin ke sana tapi nggak bisa. Moga diberi umur untuk sempat menikmatinya juga. Sekarang palingan yang bisa dilakukan ikutan lompat juga deh hehehe

Balas

dhodie menanggapi:

Jiah mesti ke sana bro… great adventure ;-)

Balas

iLLa saja berkomentar:

20 August 2009 at 12:43.

sayang yak, futu2 lompatnya cuman siluet, xixixi….

wuahhh enaknya bisa merayakan kemerdekaan ditempat seperti itu, jadi ingat buku 5 cm :)

Balas

dhodie menanggapi:

Memang terinspirasi sama 5cm..

Ada lengkap tuh foto-fotonya di fesbuk hehe

Balas

leni berkomentar:

20 August 2009 at 15:57.

tulisannya bagus kang..
jadi ingin ke sana juga..

:)

Balas

dhodie menanggapi:

Makasih Len..

Hayo nanti next trip ikutan yak (gym)

Balas

morishige berkomentar:

21 August 2009 at 09:03.

mantap bro…
menikmati alam memang selalu meninggalkan kesan yang mendalam…

diri ini jadi lebih melankolis..

Balas

dhodie menanggapi:

Boleh melo asal nggak cengeng *bedanya apa ya bro* hehehe..

Yep, alam memang mengajarkan kita untuk grounded dengan hidup kita (worship)

Balas

ipied berkomentar:

21 August 2009 at 12:49.

wa…… bikin ngiler hehehehe (mmm)

enanti kalo ke sana lagi aku ikutan ya… kabar-kabari ya… :))

Balas

dhodie menanggapi:

Kalo nanti-nanti, kita trip ke tempat lain pied.. ikutan yak :-D

Balas

Ihwan berkomentar:

24 August 2009 at 21:07.

Suka dengan suasana sunrise 8->

Balas

dhodie menanggapi:

Betul Kang.. energi yang diberikan `mentari terbit` itu magis terasa buat orang-orang yang bisa mengambil hikmah dari keindahannya ;-)

Balas

marsudiyanto berkomentar:

25 August 2009 at 08:37.

Pernah ke Dieng juga to…
Wah, enak, muter2 bebas kemana2…
Saya ke Jakarta saja baru sekali, itupun karena rombongan

Balas

dhodie menanggapi:

Betul Om.. hebat landskapnya.

Baru sekali ya ke Jakarta? Jera atau malah kepengen lagi balik ke Jakarta? hihihi

Balas

-tikabanget- berkomentar:

25 August 2009 at 13:32.

sayah blom pernah ke dieng.. :(

eh, betewe, kok form komentarnya lompat lompat begini?
*by safari on mac*

Balas

dhodie menanggapi:

Wah senangnya Mba Tika mampir di sini (cozy)
Wah Dieng itu wajib dikunjungi, too good to be told.

Sepertinya itu karena postingan yang ini emang panjaaangg (kebanyakan foto), sementara layoutnya ngebatesin batasan panjangnya, jadilah seperti lompat2 *lagi dicari setingan yg tepat* (goodluck)

Balas

kopisusu berkomentar:

27 August 2009 at 21:52.

Waaaaaaaaaaaaaaaah .. Jadi pengen ke Dieng ! (woot) (woot)

Balas

dhodie menanggapi:

Hayuk atuh next backpackeran kita jalan (yahoo)

Balas

belgaman berkomentar:

28 August 2009 at 10:28.

nice report :)… Yu kita jalan2 ke Gunung lainnya, tar kalian naik ke puncak, saya jaga basecamp aja *lirik2 angka di timbangan berat badar* (yahoo)

Balas

dhodie menanggapi:

Jiahaha pamalesan :P

Balas

Dhodie Weblog berkomentar:

8 December 2009 at 14:29.

[...] di sempit ruang kereta, atau pun ketika menghabiskan malam-malam nun jauh di sana (Semarang, Dieng, Bandung, Santolo). Dan biasanya saia menulisnya di sebuah mikroblogging. Sekadar untuk berbagi, [...]

Dhodie Weblog berkomentar:

16 December 2009 at 13:38.

[...] setahun ini. Dimulai dengan bergabung di komunitas blogger Depok dan Bekasi, sampai berpetualang ke Dieng, Santolo, dan Curug Cilember. Kalian tau apa poin terbaik yang saia dapatkan dari ngeblog? [...]

Dhodie Weblog berkomentar:

30 December 2009 at 11:27.

[...] untuk mengenal daerah-daerah indah Indonesia. Tahun ini saia berhasil merasakan dinginnya Dataran Tinggi Dieng, indahnya Pantai Santolo, dan serunya Curug Cilember. Bagaimana tahun depan? Gonna be farther, [...]

10 Things I Thank for in 2009 | bloggerbekasi.com berkomentar:

30 December 2009 at 11:54.

[...] untuk mengenal daerah-daerah indah Indonesia. Tahun ini saia berhasil merasakan dinginnya Dataran Tinggi Dieng, indahnya Pantai Santolo, dan serunya Curug Cilember. Bagaimana tahun depan? Gonna be farther, [...]

Tinggalkan Jejak (Plurk-based emoticon)

Tentangku

A transmission engineer who loves blogging for its mind sharing reason. A long lasting student who has passion to teach and help unlucky communities. A literature lovers who can ignore the crowd when drew to the interesting poems, history books, or novels. If you have these three keywords: life observer, natural lover, and book worm, we can sync ourselves easily.

Meet me at

Calendar

August 2009
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Tulisan Terakhir

Kategori

Top Commentator

Kicau Harian

Networked Blog

Google Friend Connect

Participate on

Blogroll

Blog Stats