1 September 2009
Menepinya Perahu Kertas
Ditulis oleh dhodie dalam: Review .
In Love with Kugy
Di awal membaca buku ini, saya bertanya-tanya dalam hati ini benar karangan Dee? Koq rasanya jauh lebih ringan dibanding saat ia “menjadi” Bodhi di Akar atau Etra di Petir (dua sekuel Supernova). Prosesi membaca pun selesai dalam hitungan jam karna selain bahasanya ringan, ceritanya pun dekat dengan keseharian banyak orang. Tentang perjuangan cinta Kugy dan Keenan. Tentang mereka yang tidak suka dengan keseragaman hidup. Tentang bagaimana mereka menghadapi kejutan demi kejutan dalam `hubungan` mereka.Saya jatuh cinta dengan Kugy, definitely. Salah satu karakter tokoh perempuan yang saya suka. Bagaimana apa adanya dia dan kecintaannya kepada dunia anak-anak hingga ia memilih mengajar anak-anak tidak mampu di pelosok desa. `Beda`, itu yang saya suka.
55++ Days
Dee menjadikan media blog sebagai sarana untuk menceritakan liku-liku penulisan Perahu Kertas dalam periode Oktober 2007-Maret 2008. Saya terkenang bagaimana ia mencari Head Quarter (baca: tinggal di kos), bernostalgia dengan Rida dan Sita untuk kemudian terjebak di antara Slanker dan Viking, dan bagaimana ketika akhirnya target menyelesaikan penulisan buku yang awalnya 55 hari melar menjadi 60 hari. Saya sangat menikmati cerita-ceritanya itu. Catatan: ia menuliskan semua ceritanya itu dalam blog.
Well, bagi kamu yang agak ilfeel dengan beratnya Supernova, buku ini sangat recommended untuk dibaca. Dijamin refreshing your mind! Buat yang sudah atau sedang baca, bisa share kesan setelah membacanya di sini. Untuk Dee, selamat untuk Perahu Kertas-nya dan saya masih menunggu dengan sabar Partikel-nya.
Sumber pengambilan gambar di sini.
76 Opini so far...
Cipu berkomentar:
1 September 2009 at 10:57.
aku udah komen pertama di blog 55 days nya Dee untuk postingan terbarunya. Gak rugi deh baca buku ini. She is a marvelous writer. Meski sebenarnya saya masih menantikan supernova selanjutnya
tikapinkhana berkomentar:
1 September 2009 at 10:57.
Wah..kayaknya seru, soalnya ga suka baca yang berat-berat…apalagi kalau disuruh bawa buku yang berat-berat.uhm..boleh pinjam ga pak kepala suku he he he he
ipied berkomentar:
1 September 2009 at 10:57.
sedang membaca buku ini juga… nantikan reviewku ya… sorei belum bisa komen banyak kerja dulu hehehe
alisyah berkomentar:
1 September 2009 at 11:00.
pesan yang disampaikan bukunya apa mas? perjuangan wanita?
novi muharrami berkomentar:
1 September 2009 at 11:01.
*ngelisting sebagai buku yg harus dibeli bulan ini*
Ranna Subhan berkomentar:
1 September 2009 at 11:09.
harganya berapa sih??
jadi pengen baca juga,, heu,,
sama kayak Mas Dhodie, saia jg nunggu Partikel!!
iLLa saja berkomentar:
1 September 2009 at 11:40.
makasih inponya bang, bukan kebetulan kiranya saia membaca review ini, mang niat nyari buku baru wat stok bulan ini soalnya. Tengkyu tengkyu
iman berkomentar:
1 September 2009 at 12:53.
Baru baca supernova, yang lainnya belum. Boleh pinjem kan? hehehe
Rafareds berkomentar:
1 September 2009 at 14:09.
dhod…gw menerima sumbangan buku…heu…apalagi yg bekas lu baca!!
Pradna berkomentar:
1 September 2009 at 16:18.
hmm…semoga persewaan buku sini menyediakan, ini buat dipinjamkan *jelas, blm mampu beli*
d'starz berkomentar:
2 September 2009 at 19:55.
huwaaa…ga sabar pengen baca, tapi tunggu kiriman dari kakakku, baru mau beli ternyata sudah dibelikan, hehehe
eskopidantipi berkomentar:
2 September 2009 at 22:04.
bahasanya berat gak yah?
maklum terakhir baca buku judulnya Traveller’s Tale: Belok Kanan Barcelona…
setelah itu belum beli buku lagi….
dhodie menanggapi:
September 2nd, 2009 at 22:08
Nggak koq, bahasanya di atas cheeklit tapi di bawah Supernova
.. Apalagi ceritanya pun kebanyakan orang pernah ngalamin, jadi cenderung mudah diserap. Meski bahasa Dee selalu membuat kita merenung di beberapa partnya
morishige menanggapi:
September 3rd, 2009 at 02:32
@eskopidantipi, wedew.. udah lama banget ya berarti? :mrgreen:
dobleh yang malang berkomentar:
2 September 2009 at 23:51.
aduh aku pasti cari bukunya dee ini
salam persahabatan
salam hangat selalu
morishige berkomentar:
3 September 2009 at 02:31.
bukunya sudah di rak saya, gan..
tapi masih nunggu antrian.. :mrgreen:
ini keknya bakalan jadi buku Dee pertama yang saya baca.. :mrgreen:
masoglek berkomentar:
3 September 2009 at 10:56.
masuk daftar beli dulu, nanti kalo udah gajian moga-moga inget buku ini
sawali tuhusetya berkomentar:
3 September 2009 at 17:04.
saya malah belum membaca buku itu, mas dhohie. rupanya layak juga utk saya beli nih!
luvie berkomentar:
3 September 2009 at 17:56.
belanja buku.. belanja buku..
*nambah satu buku di keranjang belanjaan* thank you rekomendasinya, dhod..
aci berkomentar:
3 September 2009 at 23:33.
dodoooooddd
aku baru mo ngeriview buku inih….
masih tahap finishing bacanyah
tunggu yak riview dari akoh ;)
ramadoni berkomentar:
5 September 2009 at 05:29.
sayang sekali saya belum begitu gemar membaca buku-buku novel seperti ini, (tapi KCB sudah lunas 2 Jilid, satu2nya judul novel yang saya baca 5 tahun terakhir) hehehe…
semangat buat review selanjutnya….
*masih kagum sama jumlah komen di blognya Om Dhod*
Wonokaerun berkomentar:
8 September 2009 at 06:30.
nama cak dhodie jadi suatu jaminan bagi sebuah rekomendasi bacaan
yup, saya tertarik jadinya. dengan demikian bertambah panjanglah daftar wishlist belanja buku ku haha..
thx atas reviewnya, cak
isti berkomentar:
8 September 2009 at 10:26.
jadi pengen baca bukunya…blog memang media yg paling efektif untuk menulis suatu rangkaian cerita atau hanya sekedar share informasi… saluut buat dee yang telah merealisasikan mimpi saya juga :)
piazola berkomentar:
8 September 2009 at 16:14.
kok gak ada resensinya?? bagi dikit dong, ceritanya tentang apa?
Yessi berkomentar:
10 September 2009 at 12:44.
waaa…aku belum baca niy…nunggu kiriman dari seorang sahabat…
seorang sahabat saya langsung tergila-gila ma Kugy..entah kenapa…
RitaSusanti berkomentar:
13 September 2009 at 23:48.
Waaa thanks mas, sudah berbagi informasi nih, aku tuh udah dari dulu berniat membaca secara total buku nya Dee, tapi belum kesampaian juga sampai sekarang. Mudah2an ini bisa segera teralisasi ya…Pernah sekilas baca tulisan dee tentang filosofi kopi, tulisan dia emang enak dibaca, penuh dengan pesan2 dan bahkan terkadang di luar yang kita bayangkan…
fikri yathir berkomentar:
21 September 2009 at 12:42.
salam mas dhodie,..
saya baca komen Anda di blognya Dee di tulisan ttg Mama. pas mampir sini,ternyata ada reviewnya perahu kertas.wah saya suka sekali novel inspiring ini. dan jujur,saya juga sangat,sangat jatuh cinta sama Kugy. apalagi,dia dan tokoh2nya seumuran dengan saya (19 taun). makanya novel ini sangat menyentuh saya scr psikologis sebagai remaja yang beranjak dewasa.
meskipun lebih ringan dari novel2 dee sebelumnya, tapi yang paling lama yang saya baca. tiga hari. pertama, memang sih bacanya ndag sekai duduk karena waktu itu banyak pekerjaan,alias banyak disuruh ini itu karena menjelang lebaran..hehee. kedua, karena ada beberapa dialog dan kalimat (lebih tepatnya ungkapan penulis sendiri yg tentu berdasarkan pengamatan dan pengalaman) yang saya baca berulang-ulang. sangat pantas dikenang dan memang sangat orisinil. saya masih ingin membacanya. belum tau mau sampai berapa kali! :)
dhodie menanggapi:
September 21st, 2009 at 18:24
Wah senangnya ada fans berat Dee yang mampir ke sini
.. salam kenal Fikri.
Banyak hikmah yang bisa diambil dengan membaca PK, dan jika addicted membacanya sampai berulang, jangan sampai mengorbankan kegiatanmu yang lain ya
fikri yathir menanggapi:
September 22nd, 2009 at 18:01
wah..tenang aja mas, aku nganggur setaun sebelum kuliah tahun depan. kemarin menjelang snmptn aku kena sakit soalnya. makanya, ada banyak waktu untuk dengar musik, online dan baca tentunya. apalagi baca buku2nya Dee. heheheee….
boleh boleh
jadi nyambung sama postingan laen gini
… Oh iya, Isti kapan nih mau bergabung dengan kawan-kawan blogger lain? Ditunggu loh di sana 













dhodie menanggapi:
September 1st, 2009 at 20:00
Saya juga sudah melihat user name `Cipu` as the first commentator there
Balas