Menepinya Perahu Kertas

Saat saya membaca Perahu Kertas hasil unduhan sebuah situs hampir setahun yang lalu (maaf Dee), di akhir bacaan saya tertohok ketika menyadari bahwa dua bab terakhir buku ini tidak diikutsertakan. Entah karena alasan apa. Dan dikarenakan saya pun malas berlangganan versi digitalnya, saya memutuskan untuk menunggu terbitnya buku itu dalam versi cetak. Toh saya berpikir memang semestinya saya membelinya untuk menghargai kerja keras Dee selama penulisannya. Setelah diulur-ulur waktu janji penerbitnya, Perahu Kertas pun rampung menepi pada tanggal 28 Agustus 2009 di toko-toko buku terdekat.


In Love with Kugy
Perahu KertasDi awal membaca buku ini, saya bertanya-tanya dalam hati ini benar karangan Dee? Koq rasanya jauh lebih ringan dibanding saat ia “menjadi” Bodhi di Akar atau Etra di Petir (dua sekuel Supernova). Prosesi membaca pun selesai dalam hitungan jam karna selain bahasanya ringan, ceritanya pun dekat dengan keseharian banyak orang. Tentang perjuangan cinta Kugy dan Keenan. Tentang mereka yang tidak suka dengan keseragaman hidup. Tentang bagaimana mereka menghadapi kejutan demi kejutan dalam `hubungan` mereka.


Saya jatuh cinta dengan Kugy, definitely. Salah satu karakter tokoh perempuan yang saya suka. Bagaimana apa adanya dia dan kecintaannya kepada dunia anak-anak hingga ia memilih mengajar anak-anak tidak mampu di pelosok desa. `Beda`, itu yang saya suka.


55++ Days
Dee menjadikan media blog sebagai sarana untuk menceritakan liku-liku penulisan Perahu Kertas dalam periode Oktober 2007-Maret 2008. Saya terkenang bagaimana ia mencari Head Quarter (baca: tinggal di kos), bernostalgia dengan Rida dan Sita untuk kemudian terjebak di antara Slanker dan Viking, dan bagaimana ketika akhirnya target menyelesaikan penulisan buku yang awalnya 55 hari melar menjadi 60 hari. Saya sangat menikmati cerita-ceritanya itu. Catatan: ia menuliskan semua ceritanya itu dalam blog.


Well, bagi kamu yang agak ilfeel dengan beratnya Supernova, buku ini sangat recommended untuk dibaca. Dijamin refreshing your mind! Buat yang sudah atau sedang baca, bisa share kesan setelah membacanya di sini. Untuk Dee, selamat untuk Perahu Kertas-nya dan saya masih menunggu dengan sabar Partikel-nya.


Sumber pengambilan gambar di sini.

79 thoughts on “Menepinya Perahu Kertas

  1. aku udah komen pertama di blog 55 days nya Dee untuk postingan terbarunya. Gak rugi deh baca buku ini. She is a marvelous writer. Meski sebenarnya saya masih menantikan supernova selanjutnya :D

  2. sayang sekali saya belum begitu gemar membaca buku-buku novel seperti ini, (tapi KCB sudah lunas 2 Jilid, satu2nya judul novel yang saya baca 5 tahun terakhir) hehehe…
    semangat buat review selanjutnya….
    *masih kagum sama jumlah komen di blognya Om Dhod* (worship)

  3. nama cak dhodie jadi suatu jaminan bagi sebuah rekomendasi bacaan :D yup, saya tertarik jadinya. dengan demikian bertambah panjanglah daftar wishlist belanja buku ku haha..

    thx atas reviewnya, cak

  4. jadi pengen baca bukunya…blog memang media yg paling efektif untuk menulis suatu rangkaian cerita atau hanya sekedar share informasi… saluut buat dee yang telah merealisasikan mimpi saya juga :)

    • Hihihi iya yah terlalu umum. Resensinya sih perjuangan dua anak manusia yang gak berani terus terang untuk bilang sayang, padahal rasa itu dimiliki keduanya. Pokoknya seru cha (goodluck)

  5. Waaa thanks mas, sudah berbagi informasi nih, aku tuh udah dari dulu berniat membaca secara total buku nya Dee, tapi belum kesampaian juga sampai sekarang. Mudah2an ini bisa segera teralisasi ya…Pernah sekilas baca tulisan dee tentang filosofi kopi, tulisan dia emang enak dibaca, penuh dengan pesan2 dan bahkan terkadang di luar yang kita bayangkan…

  6. salam mas dhodie,..
    saya baca komen Anda di blognya Dee di tulisan ttg Mama. pas mampir sini,ternyata ada reviewnya perahu kertas.wah saya suka sekali novel inspiring ini. dan jujur,saya juga sangat,sangat jatuh cinta sama Kugy. apalagi,dia dan tokoh2nya seumuran dengan saya (19 taun). makanya novel ini sangat menyentuh saya scr psikologis sebagai remaja yang beranjak dewasa.
    meskipun lebih ringan dari novel2 dee sebelumnya, tapi yang paling lama yang saya baca. tiga hari. pertama, memang sih bacanya ndag sekai duduk karena waktu itu banyak pekerjaan,alias banyak disuruh ini itu karena menjelang lebaran..hehee. kedua, karena ada beberapa dialog dan kalimat (lebih tepatnya ungkapan penulis sendiri yg tentu berdasarkan pengamatan dan pengalaman) yang saya baca berulang-ulang. sangat pantas dikenang dan memang sangat orisinil. saya masih ingin membacanya. belum tau mau sampai berapa kali! :)

    • Wah senangnya ada fans berat Dee yang mampir ke sini :-D .. salam kenal Fikri.
      Banyak hikmah yang bisa diambil dengan membaca PK, dan jika addicted membacanya sampai berulang, jangan sampai mengorbankan kegiatanmu yang lain ya :-))

      • wah..tenang aja mas, aku nganggur setaun sebelum kuliah tahun depan. kemarin menjelang snmptn aku kena sakit soalnya. makanya, ada banyak waktu untuk dengar musik, online dan baca tentunya. apalagi baca buku2nya Dee. heheheee….

  7. Pingback: Perahu Kertas, Kugy, Mimpi dan Hidup Saya « Bintang Bercerita…

  8. aku gak tau berapa kali aku baca perahu kertas yang jelas begitu banyak nilai, inspiring, magis, realistis, dan dekat dengan kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>