14 September 2009
Surat Terbuka Bahwa Aku Patah Hati
Ditulis oleh dhodie dalam: Curhat; puisi .
Aku tak ingat kapan pertama kali aku merasa kamu adalah pilihan hatiku. Entah saat aku dan ayah bertamu ke hunian paman di Matraman, yang aku meronta keras memaksa ayah untuk pulang bersamamu; Atau saat aku dan kakakku mudik dari Bekasi, yang aku bersikeras pergi bersamamu sementara ia memaksa memilih Prima. Hanya alasanku bersamamu, adalah satu dari sekian momen-momen ternyamanku.
Tetapi aku ingat beberapa momen ajaib bersamamu. Saat aku memaksa masuk tapi kamu hanya mampu mencengkeram sebelah kakiku padahal saat itu efek diare sudah melemahkanku–yang hampir membuatku pulang tinggal nama. Atau saat aku menjadi pengagum rahasia perempuan yang setiap hari berdiri dalam radius satu meter tetapi tidak ada satu kata pun yang mampu mencairkan percakapan bisu kami. Tahukah kamu sesuatu, selang beberapa hari setelah aku didera sakit, ia pun tiba-tiba puff… hilang tak berbekas dari pandanganku. Meski aku yakin, dari tatapan kami, rasa kehilangan itu tidak kutanggung sendiri.
Aku pun tak mengerti mengapa aku selalu membelamu ketika mereka menghujat karena alasan ketidakmanusiaanmu. Aku hanya merasa mereka belum sepenuhnya mengenalmu, tentang sensasi kebersamaan yang kamu tawarkan, kesederhanaan yang kamu berikan, dan hikmah keikhlasan yang kamu ajarkan. Jika saja mereka bertahan sedikiiit lebih lama, aku yakin mereka akan berbalik mencintaimu.
Tetapi hari ini aku benar-benar tak mengerti bagaimana cara memaafkan kesalahanmu. Lebih dari lima pemberangkatan bulan ini kedatanganmu dibatalkan, lebih-lebih tak ada ucapan penyesalan secuilpun dari orang-orang yang mengatur jadwalmu. Tahukah kamu sesuatu, subuh tadi aku sengaja terjaga agar tidak melewatkan kedatanganmu, pagi tadi aku berangkat lebih awal agar tidak kehilangan informasi jadwalmu, dan tadi ongkosku pun tak cukup untuk diberikan ke pengendara motor yang mengantarku.
Maaf jika kesetiaan ini pun luruh dengan rekam keterlambatan yang mencorengku
Ikhlaskan jika besok aku akan memilih temanmu yang lebih baru untuk keberangkatanku
Imajimu masih tersimpan rapi di sini
118 Opini so far...
aldo berkomentar:
14 September 2009 at 12:17.
hohohoho, kirain apaan. saya jg banyak kenangan dengan yang membuat mas patah hati itu
shandyisme berkomentar:
14 September 2009 at 12:27.
Weleh, saya sih belum pernah tuh dikecawakan oleh dia, terlebih karena memang saya jarang sekali bertemu dengannya..
Mila Said berkomentar:
14 September 2009 at 12:28.
Oalaaaaah….
aku pikir apaan.. hihihiii….
Montoq berkomentar:
14 September 2009 at 12:30.
ah.. kirain… padahal kan lebih seru si om patah hati gara2 wanita..
amri berkomentar:
14 September 2009 at 12:32.
“Imajimu masih tersimpan rapi di sini” inti ceritanya ada disini, kekeke
Pradna berkomentar:
14 September 2009 at 12:38.
semoga hati yang telah patah segera terobati dengan datangnya fajar di hari yang Fitri…
yah, seenggaknya dapat saudari-nya Fitri
Novi Muharrami berkomentar:
14 September 2009 at 12:43.
kan dah bunda bilang … cari other solution … gimana gimana ???
*menunggu di tenda Sate Klatak*
Bunda Nurul berkomentar:
14 September 2009 at 13:04.
hehehehe emang sepurnya kemana @dhodie ? ikhlas dia Dhodie beralih ke yg lain. yang penting tidak akan pernah menyesal bila harus beralih dg yg lain…..
bandit pangaratto berkomentar:
14 September 2009 at 13:59.
hahahaha…
jadi memang bukan ttg wanita ya…
tentang angkutan buat mudik tho..
hahahahah
morishige berkomentar:
14 September 2009 at 14:05.
*nyanyiin lagu voodoo buat backsound*
“bawa pergi cintaaaaakuuu
ajak kemanaaa pun engkau beeerada…..”
:mrgreen:
ajengkol berkomentar:
14 September 2009 at 14:29.
Habis nunggunya di Matraman . . agak ke barat dikit aku nunggu di Salemba yah kapan ketemu (jadi bukan berarti aku nggak setia dan membuatmu patah hati)
Gambir Gambirrrrr
Sabeum Yudhi berkomentar:
14 September 2009 at 14:40.
walaupun saya bekerja di sana, tapi saya kerap menjadi korban dari lingkaran setan kebobrokan perusahaan, pemerintah dan pemakai. Semua berhak memberikan komentar.
Semoga engkau dapat yang lebih baik
Vebby Paskarina berkomentar:
14 September 2009 at 18:13.
patah hati gegara “si doi” terlambat datang? yah cemen… :P
( akhirnya komen juga disini….:P)
iLLa berkomentar:
14 September 2009 at 18:30.
beralihnya ke apaan jadinya? mang bang dhod mudik juga gituh?
quinie berkomentar:
14 September 2009 at 19:51.
huahaahahaha… gokiiillll…. KRL, sayah juga dulu punya kenangan ama KRL ini.
Btw, ada blogger, isti namanya, dia bilang dia udah ikutan deblogger, tapi kok selalu kelewatan acara2nya deblogger ya? bisa tolong bantu ya?
thx before
ps. hm..okey dikau emang narsis walau sedikit kalem..xixixixixi :P
nice to meet you yesterday :)
dhodie menanggapi:
September 15th, 2009 at 13:00
Iya sering komen-komenan di sini juga koq. Mungkin Isti belum ikut milis kali yak 
Nanti saia bantu yak
DENI berkomentar:
14 September 2009 at 19:55.
Siapa pun pernah merasakan patah hati.
Termasuk saya….
Sedih banget kalau mengingatnya….
Tapi…itu masa lalu, lupakan saja lah…
dobleh yang malang berkomentar:
14 September 2009 at 20:11.
nice
mantab
keren dech sahabat
salam hangat selalu
andif berkomentar:
14 September 2009 at 21:33.
sabar saja mas, tak akan lari gunung di kejar :)
*memangnya gunung*
Pencerah berkomentar:
14 September 2009 at 21:52.
sakit hatiiiii
bikin patah hati
(kebalik gak ya….?)
cici silent berkomentar:
14 September 2009 at 22:52.
Ah…. coba gak usah dikasih oprekannya Dod! Biar lebih seru… dari clue di kalimat2 itu khan para pembaca bs menebak apa itu ;) Daku paling suka kalimat yg ini, “Aku hanya merasa mereka belum sepenuhnya mengenalmu, tentang sensasi kebersamaan yang kamu tawarkan, kesederhanaan yang kamu berikan, dan hikmah keikhlasan yang kamu ajarkan. Jika saja mereka bertahan sedikiiit lebih lama, aku yakin mereka akan berbalik mencintaimu.” Sepertinya patah hati ini merupakan ujian kesabaran dr Dia Yg Maha Memberi cinta
sawali tuhusetya berkomentar:
15 September 2009 at 02:12.
sungguh, sebuah imajinasi yang menggantung dan bikin pembaca penasaran. walah, ya, jelas, patah hati, masd dhodie, sudah lima kali pemberangkatan ternyata dikecewakan terus2an, hehe ….
bamz berkomentar:
15 September 2009 at 08:15.
gini nih klo pujangga uda bikin surat, skali, dua kali, ketiga kali dibaca baru ngerti, dalem banget kata2nya sob,,, mantabbb
genthokelir berkomentar:
15 September 2009 at 09:18.
kirain tentang ehm ehm wakakaka rupanya ada makana tersirat di balik semua mas hehehe salut
d'starz berkomentar:
15 September 2009 at 13:26.
Ampun…ta’kirain beneran patah hati…mana tulisannya serius banget!!
Rafareds berkomentar:
15 September 2009 at 17:21.
gak jadi Roker lagi ya dhod…
waaah..sayang banget..mudah2an gak nyesel..:-D
neng ucrit berkomentar:
16 September 2009 at 14:51.
(muhaha)
Pendekar_Kutu berkomentar:
16 September 2009 at 16:29.
Aku kira kamu jatuh hati sama kreta yang itu tuh…..:-)
tyan berkomentar:
16 September 2009 at 22:02.
wah yg jd inspirasi postingan ini patut berbangga diri…
DV berkomentar:
17 September 2009 at 12:27.
Wah blognya keren! Posting tanggal 14 yang komen udah 82, heibat! Salam kenal ya!Jangan patah hati lagi!
kawanlama95 berkomentar:
17 September 2009 at 12:32.
tulisan yang indah ,maafkan saja mas. bila memafkan orang lain banyak yang akan kita dapatkan. maafkan saja. semoga
STUDENT berkomentar:
17 September 2009 at 12:37.
bos salam kenal…orang bekasi ya?sama donk,,hehehehe
Novianto berkomentar:
17 September 2009 at 15:25.
Wah sempat terkecoh dengan judulnya…. Salam kenal balik dari surabaya, moga2 suatu saat bisa kopdar bareng, amin :)
zenteguh berkomentar:
18 September 2009 at 02:28.
whwhwahahahh…patah hati yang romantis sekali mas. Selamat menikmati kehidupan yang lebih indah dan penuh semangat
(trims udah mampir)
spydeeeyk berkomentar:
18 September 2009 at 04:17.
hmmm.. ga ngerti yang ginian.. (pura2 lugu mode on.. xixixi..)
salam kenal mas..
cyzko berkomentar:
18 September 2009 at 12:38.
saya sudah baca hampir 3 x tapi saya tidak tahu siapa dia hehehhe
boyin berkomentar:
21 September 2009 at 12:08.
patah hati tapi jangan patah semangat yah…sekalian ngucapin selamat hari raya Idul Fitri 1430H. Mohon maaf lahir dan batin
katakataku berkomentar:
28 September 2009 at 15:48.
untung saia ga mengenalnya, jadinya ga pernah patah hati olehnya deh
galihsatria berkomentar:
29 September 2009 at 18:03.
Ah, menyentuh sekali mas dodhie. Semoga cepat sembuh patah hatinya
icha berkomentar:
4 October 2009 at 11:59.
astaga suratnya romantis sekali tapi ternyata cuma buat.. Y_Y
RitaSusanti berkomentar:
11 October 2009 at 20:35.
Hihihi tak kirain tadi berpaling ke wanita lain, eh tahunya berpaling meninggalkan gerbong2 tua.:)
Tapi kesetiaan emang tak perlu dipertahankan mas untuk sesuatu yg selalu memberikan kekecewaan bagi hati, tak perlu itu :)…
perkenalannya dengan penipuan yak. Maafkan saia














dhodie menanggapi:
September 15th, 2009 at 12:14
Dia memang selalu dikenang, entah baik atau buruknya
Balas