26 October 2009
Pesta Blogger 2009, Hope and Reality
Ditulis oleh dhodie dalam: Blogging; Komunitas; Reportase .
The party was over on last Saturday. There were many hopes for the event and in the end, some of it still remain unfulfilled.
Buat saia pribadi, acara ini lebih cocok disebut kopdar akbar atau seminar akbar blogger ketimbang bayangan sebuah “pesta” yang ada di benak saia. Disebut kopdar akbar dikarenakan acara ini mampu mempertemukan kurang lebih 1.200 blogger, yang diantaranya terdapat blogger mancanegara semisal dari Australia, Singapura, dan Amerika Serikat. Disebut seminar akbar karena acara ini menyajikan banyak sesi break out yang dipandu blogger-onliner kenamaan Indonesia dan luar negeri. Dan tidak memilih disebut dengan “pesta” karena sepanjang acara, Pesta Blogger tidak mengesankan acara yang fun dan penuh keakraban khas komunitas.
Persiapan Mengikuti Pesta Blogger 2009
Blogger-blogger Depok sendiri yang berada di titik terdekat dibanding kota-kota penyangga Jakarta lainnya, menuju SMESCO sebagai venue acara di Jl.Gatot Subroto dengan konvoi delapan motor pukul 8 pagi. Ketika sampai ke venue acara, belum apa-apa kami sudah dibuat kecewa dengan pemberian lokasi stand bazaar komunitas yang berlokasi di selasar kanan venue berjarak lebih dari 100 meter pintu masuk. Saia nda habis pikir kenapa menempatkan stand komunitas terpisah jauh dari venue acara sementara di dalam pun masih banyak ruangan yang kosong. Alhasil keinginan kami untuk memperkenalkan deBlogger ke pengunjung pun tidak kesampaian.
Sebelum acara pembukaan dimulai, saia pun bertemu muka dengan beberapa blogger-onliner yang sering saia lihat profilnya di internet. Sementara banyak blogger-blogger kenamaan yang banyak berkiprah di dunia blogging Indonesia justru pertama kali saia kenali wajahnya di acara Muktamar BHI, Blogging for Nothing sehari sebelumnya. Di sana saia berkenalan dengan Pak Nukman, Ndoro Kakung, Gajah Pesing, beberapa perwakilan komunitas TPC, Kayubaimbai, dan pasti yang punya Jakarta, BHI dan Kojaker.
Indonesia Informatif
Salah satu yang menyelamatkan acara Pesta Blogger 2009 adalah acara ini dihadiri oleh Menkominfo terpilih Kabinet Indonesia Bersatu II, Tifatul Sembiring. Dalam pidato singkat penuh makna, Tifatul mempromosikan slogan Indonesia Informatif mengenai upaya menggunakan internet sebagai ujung tombak penyebaran informasi di Indonesia. Tidak seperti birokrat lain yang sering berpanjang lebar mengisi pidato pembukaan, Tifatul hanya memberikan janji penyebaran teknologi informasi dengan slogan: Komunikasi lancar, Informasi benar. As Pesta Blogger 2009’s chairman said, Iman Brotoseno, he was stealing the show.
Pesta Blogger sebagai Orangtua Komunitas Blogger
Sebagai event tahunan yang paling diakui eksistensinya di Indonesia, sebenarnya sebagai pribadi atau pun ketua deBlogger, saia mengharapkan Pesta Blogger dapat berperan sebagai orang tua seluruh komunitas blogger yang ada di Indonesia. Orang tua tentunya akan merasa senang, bangga, dan bahagia ketika jabang bayi komunitas lahir ke permukaan. Coba saja telaah beberapa komunitas yang baru muncul setahun sebelum penyelenggaraan Pesta Blogger 2009: Bengawan, deBlogger, Cimart, dan terakhir Be-Blog.
Sadly to say, jangankan menceritakan bayi komunitas-komunitas tersebut kepada kepada keluarga besar Blogger Indonesia, pembawa acara hanya mengira-ngira komunitas mana yang hadir di acara kali ini. Kalau sampai panitia tidak tau seluruh komunitas yang hadir di acara ini, satu PR tidak dikerjakan dengan baik!
Sesi Break Out yang Memprihatinkan
Sedianya, acara ini yang paling saia harapkan untuk memberikan pencerahan dari aktivitas ngeblog saia selama ini, tapi apa lacur pembagian kelas break out dengan hanya sekat-sekat dalam sebuah hall menghancurkan semuanya. Bagaimana bisa sesi-sesi tersebut digabung dalam sebuah hall dengan mikrofon yang menyalak-nyalak dari tiap kelas? Jangan bayangkan gimana kecewanya Pak Nukman yang mengisi sesi break out Blogpreneur dengan mikrofon yang nyaris tak terdengar. Membaca gerak bibir beliau? you’re kidding me, right.
Hal yang tidak jauh berbeda dialami oleh sesi breakout yang saia ikuti, Leadership in New Era yang dipandu Budi Putra, Country Editor Yahoo! Indonesia.
Daripada stres mendengarkan multi input suara dari semua sesi, akhirnya saia pun memutuskan untuk nongkrong di depan venue acara, berdiskusi sengit dengan Mba Ajeng perihal Lomba Penulisan Blog-Photoblog yang sedang digodog oleh panitia be-Blog. Dan yang paling berkesan adalah ngobrol ringan dengan sesepuh blogger Bandung, Ikhlasul Amal seputar Baraya Blogger dan wacana pemindahan kota penyelenggara Pesta Blogger.
After Pesta Blogger 2009

Satu big point yang saia harapkan dari acara ini sebenarnya adalah Pesta Blogger dapat menjadi orang tua semua komunitas yang hadir di Jakarta. Coba saja bayangkan berapa banyak blogger-blogger luar daerah yang bersemangat hadir di sini hanya untuk mendapatkan pencerahan dari kegiatan ini. Kalau tidak ada kesan yang panitia hadirkan kepada mereka, dari sekadar mengikuti upacara pembukaan dan mengikuti seminar, jangan terlalu banyak berharap mereka akan datang kembali di Pesta Blogger selanjutnya.
Di sisi lain, Pesta Blogger berhasil membuat saia berkenalan dan bersitatap dengan Kang Ikhlasul Amal (sesepuh BBV), Enggar, Ilman Akbar (Pencetus ayongeBlog dan anakUI.com), Satya Witoelar (Pendiri mikroblog Indonesia, Koprol), serta bertemu kembali dengan praktisi openSuse, Mas Vavai (who’s my senior at SMAN 2 Bekasi). Hal ini sedikit banyak mengobati kekecewaan saya terhadap penyelenggaraan Pesta Blogger kali ini.
Harapan Pesta Blogger Tahun Depan

Entah apakah acara ini akan ada lagi tahun depan dan entah apakah saia pun masih punya antusiasme yang tinggi seperti saat ini, saya hanya ingin memberikan masukan untuk penyelenggaraan Pesta Blogger selanjutnya:
• Pilih tempat yang lebih representatif dibanding venue acara sekarang. It’s totally big lose point dari penyelenggaraan Pesta Blogger tahun ini.
• Berikan apresiasi kepada semua komunitas blogger yang hadir untuk memperkenalkan daerahnya kepada semua audiens.
• Coba diubah rundown acara yang lebih seperti seminar akbar dengan acara-acara yang lebih fun dan berkesan. Meminta setiap komunitas untuk unjuk gigi di depan panggung, buat saia secara pribadi jauh lebih menarik dan berkesan. Seminar-seminar seperti itu bisa kami peroleh di lain waktu.
For what it’s worth, thank you panitia Pesta Blogger 2009 yang sudah mempertemukan saia dengan blogger-blogger dari seluruh Indonesia, big applause to you!
141 Opini so far...
ramadoni berkomentar:
26 October 2009 at 09:22.
pertamax gak yah….
hhmm. benar sekali Om Dhod… komunitas kurang diberi kesempatan untuk show up kemarin itu… but over all, lumayan lah, memang cukup susah sih ngadain acara sebesar itu… tapi kalo semangat belajar kita tinggi InsyaAllah bisa lebih baik lagi untuk PestaBlogger 2010 nanti…
andri berkomentar:
26 October 2009 at 09:22.
saya ngga dateng
d3vy berkomentar:
26 October 2009 at 09:22.
hmm… temen saya yg hadir disana pun, menyuarakan hal yg serupa.
gegepoweranger berkomentar:
26 October 2009 at 09:23.
for what it’s worth…it should have been better..my first Pesta Blogger was so so..tahun depan kita gantiin maverick aja deh hahaha
Montoq berkomentar:
26 October 2009 at 09:29.
untung gua ga dateng 
tapi kalo emang bener sesuai cerita lu om, itu sih emang bakal ngecewain orang2 yang jauh2 dateng kesono
achie berkomentar:
26 October 2009 at 09:34.
hmmm…hmmmm
bukannya pesta blogger garing itu udah cerita lama? setidaknya itu menurut pengakuan beberapa orang 
dan ternyata setelah ngubrul dengan beberapa orang untuk PB tahun ini pun tidak jauh dari kata kurang memuaskan hihihih. kurang adanya rasa kekeluargaan, pedahal di dunia onlen kan kita berasa banged brotherhoodnyah 
kalo saya peribadi, yaaahhhh gabisa komeng….wong ndak dateng heuheu
ipied berkomentar:
26 October 2009 at 09:36.
hahahaha….. bayangkan bagaimana rasanya yang tahun lalu? saya malah lebih tidak nyaman yang tahun lalu apalagi kalo kamu datang ke sana sebagai perorangan, ndak punya embel2 komunitas, dan ndak kenal siapapun! bayang kan!
seharusnya kamu lebih bersyukur dod, kamu punya komunitas dan kamu punya teman dan kamu punya link!
ah inrospeksi aja ahhhh…..
*ngaca dulu ah gw…*
dhodie menanggapi:
October 27th, 2009 at 08:02
`For what it’s worth, thank you PB2009`.. It means saia bersyukur atas hal-hal baik yang telah PB upayakan 
Kalo untuk pertanyaannya, justru saia balik. Saia saja yang ketua komunitas dan punya lumayan banyak link dibuat `manyun`, gimana lagi blogger perorangan? Ini kan sama saja membunuh antusiasme kami. Itu saja
mamisinga berkomentar:
26 October 2009 at 09:42.
seru juga ceritanya…
semoga kekurangan-kekurangan tahun ini nggak terjadi lagi di masa mendatang.
belgaman berkomentar:
26 October 2009 at 09:47.
wah jadi hasil diskusi ama mas amal, taun depan pesta blogger di Bandung nih?
Obi-Wan berkomentar:
26 October 2009 at 09:49.
Woh! itu potonya depan kober ya? Jadi inget dulu jaga rental ps di sebelahnya latanete :P
Saya gak dateng ke pb kemaren. :((
iLLa berkomentar:
26 October 2009 at 09:53.
saya menyayangkan ndak ikut PB cuman karena dihadiri sama menkominfo yg baru, Uzt Tifatul (blush). Sering2 aja ikut acaranya beliau bang, speechnya nda jauh2 beda sama Anis Matta. Singkat, Cerdas, lugas, poko’nya worth to hear dwehhh…. :napa jadi malah promosiin uzt Tifatul yak:
wat PB 2010… ikut gag yah?
dhodie menanggapi:
October 27th, 2009 at 08:20
Terasa sekali mengidolakannya
… Biar bagaimana pun hebatnya Pak TS di partainya, kita tetap mesti objektif La. Karena ini adalah ranah yang berbeda, partai yang ibaratnya satu visi-misi dengan departemen yang berlatar belakang beragam.
Jadi stay cool, biar waktu yang membuktikan
Bandit Pangaratto™ berkomentar:
26 October 2009 at 10:40.
hehehhe…. kapan ya Maumere ikut yg begituan? hehehhe
pinkparis berkomentar:
26 October 2009 at 11:03.
agree, komunitas bloggerngalam juga gak disebut sama sekali, padahal ada temen yang udah dateng jauh-jauh dari Jatim. Dan sayangnya aku lebih suka PB tahun lalu :( karena bisa dapet ilmu lebih banyak dan yang pasti karena gak kepanasan.
niQue berkomentar:
26 October 2009 at 11:17.
setubuh dod, emang mengecewakan sangat!
hihihi ….mungkin ada perbedaan kamus dalam mengartikan kata PESTA????
Kayaknya ditelusuri dari situ dulu deh, karena klo dari awal sudah beda persepsi,
ya kita2 yg merasa tidak puas, kudu maklum.
iya niy, denger2 taon depan di bandung?
di mana aja di welcome deh, asal bukan jakarta lagi, BOSAN!!!!
kasi dong kota lain kesempatan mengundang blogger seluruh Indonesia,
sekalian promosiin kota mereka …
napa jadi luwas ginih ngomongnya? hohoho … mangap ye dod,
ikutan panas setelah mbaca tulisanmu :P
fit berkomentar:
26 October 2009 at 11:31.
untung ga dateng (loh?). But thanks buat reportase PB2009nya y,
setyo berkomentar:
26 October 2009 at 11:42.
oo.. gitu tho… saya hanya pengamat… dan tiap tahun pasti ada kekurangan,,, hhmmm… bukannya kalo udah tiap tahun di adain harusnya tambah bagus. bagaimana hasil evaluasi-nya.. apakah evaluasi hanya sebatas di tulis di LPJ aja…
kips berkomentar:
26 October 2009 at 11:43.
PB memang begitu Dhod, yang sebelumnya pun gak jauh beda. Secara pribadi saya setuju pendapatnya, jadi kalau menghadirinya bisa memperoleh kepuasan tersendiri. Semoga saja ditahun berikutnya bisa lebih baik *kalau ada* jadi semangat untuk menghadirinya
kawanlama95 berkomentar:
26 October 2009 at 12:24.
tahun depan bikin acaranya di Bandung aja pak. Isnya Allah akan lebih meriah lagi. dan dipersiapkan jauh-jauh hari. wah aku belom tertarik. seeh
piazola berkomentar:
26 October 2009 at 12:39.
sudah kuduga jadinya akan seperti ini lagi…makanya dari awal gak antusias datang…hehehe…tapi mudah-mudahan tahun depan acaranya lebih bagus lagi dan lebih menggakomodir kebutuhan para blogger…
Nukman Luthfie berkomentar:
26 October 2009 at 13:10.
Saya tuliskan sedikit hasil breakoutsession kemarin:
Hidup di Antara Dua Dunia: Karyawan dan Pengusaha
http://sudutpandang.com/2009/10/hidup-di-antara-dua-dunia-karyawan-dan-pengusaha/
iman berkomentar:
26 October 2009 at 13:33.
PB 2009 memang merupakan yg pertama saya ikuti, bagaimana pun kita nggak puas kita tetap harus mengapresiasi kerja keras panitia. Terbayang lah betapa beratnya beban panitia menyiapkan acara se akbar ini.
Cuma bisa berharap next PB bisa lebih baik, kan bisa mengambil plus minus dari PB pertama hingga ke tiga kemarin. Tetap semangat :)
amril berkomentar:
26 October 2009 at 15:35.
Dhodie, Terimakasih banyak atas laporan dan kritiknya pada acara kemarin.
Semoga kedepan bisa lebih baik lagi..
Sukses buat De-Blog
dhodie menanggapi:
October 27th, 2009 at 08:39
Sama-sama Daeng.. Tujuan kritikan ini memang untuk menyuarakan kekurangan yang terjadi di penyelenggaraan kemarin. Dengan tujuan akhir di penyelenggaraan berikutnya bisa lebih baik lagi.
Makasih ya atas kerja keras Daeng dan temen-temen panitia yang sudah sukses menyelenggarakan PB 2009
isti berkomentar:
26 October 2009 at 16:17.
walapun saya datang terlambat, aura “pesta” tidak bergaung disana. Hal ini juga yang saya bahas dengan b’adel..semoga tahun depan bisa lebih baik
fadli berkomentar:
26 October 2009 at 16:38.
Assalaamu’alaikum…
Ni sy, Fadli, yg baru gabung n ketemu deBlogger pas pesta blogger 2009.
web deBlogger-nya uda sy buka, tp bingung gmn mau daptarnya….? mohon bantuannya y. makasi :)
elia bintang. berkomentar:
26 October 2009 at 18:03.
kita kmrn ketemu ga sih? kl ga, taun depan ketemu dong bos.. hehe :mrgreen:
mandor tempe berkomentar:
26 October 2009 at 19:21.
saya nggak bisa dateng, selain gak dapet tiket, saya juga bloger pemula. Selamat atas pesta blogernya, pastinya makan-makan kan …
sawali tuhusetya berkomentar:
26 October 2009 at 19:28.
mas dhodie, saya sebenarnya sangat respek dg ide2 kreatif yang berupaya mempererat tali silaturahmi dg sesama bloger, entah melalui jalur komunitas atau kopdar. tapi jujur saja, utk pesta blogger saya kurang suka dg istilah yang digunakan. kenapa lya tdk diganti aja, misalnya, temu bloger atau silturahmi blogger. hehe …
morishige menanggapi:
October 26th, 2009 at 20:20
@sawali tuhusetya, menurut saya istilah “Pesta” itu cuma untuk menarik peminat, pak. kalau misalnya diganti jadi Temu Blogger atau Lokakarya Blogger, namanya kurang menjual..
toh nyatanya gak seperti pesta, kan?
saya malah kurang suka dengan penyebutan “PESTA DEMOKRASI” atau “PESTA OLAHRAGA”… Pesta identik dengan hura-hura.. masak demokrasi dibilang hura-hura?
Taruma berkomentar:
26 October 2009 at 20:04.
IYah juga sih. tempatnya kurang mendukung..
saya ikut yang di blog ethic.. udah tempatnya panas, gelap, dan tidak ada mikrofonnya pulak. Bu prita kan, suaranya kurang kencang. Jadinya, agak gimana gitu..
Tapi, overall, (menurut saya) semuanya menarik.
morishige berkomentar:
26 October 2009 at 20:09.
[..]tidak mengesankan acara yang fun dan penuh keakraban khas komunitas.[..]
wah! mending kopdaran aja kalo begitu, kang. bukankah pesta blogger ini tujuannya buat merealisasikan keakraban yang udah terjalin di dunia maya?
kalo cuma asik sendiri, mending ngenet aja di depan komputer. 
toh sama aja..
dhodie menanggapi:
October 27th, 2009 at 08:52
Itu dia bro masalahe’.. kan disebutkan di awal acara bahwa PB ini menjembatani komunitas-komunitas yang hadir untuk bertegur sapa. Tapi kalau di dalam rundown acaranya sendiri tidak difasilitasi, ya repot
RitaSusanti berkomentar:
26 October 2009 at 21:52.
Hmm, jadi secara umum seperti itu yah Pesta Blogger yg kemarin…Saya ndak datang ke sana, jadi trims banget nih infonya…Wah menyedihkan yah, bila ternyata persaudaraan di dunia nyata tidak sehangat yg kita rasakan di dunia maya. Kira2 apa yah penyebabnya???
senny berkomentar:
27 October 2009 at 01:13.
gedung SMESCO itu panas gilaaaaa….
parah nih panitia nyediain tempat
dan tempat itu sebenernya lebih cocok untuk pesta nikahan daripada pesta blogger
eh btw, kok kita ga ketemu yah? padahal kan situ ngobrol sama mas Ikhlasul Amal dan gue satu bisa sama dia (ga penting)
dhodie menanggapi:
October 27th, 2009 at 08:59
Hahaha sama dengan komentar beberapa teman yah tentang pendingin ruangannya 
Nah itu, berarti kita ketemu pas entar elo jadi panitia PB 2010 ajah
tikapinkhana berkomentar:
27 October 2009 at 01:15.
Paling ngga bisa ketemu dengan banyak orang yang sebelumnya cuma ketemu didunia maya :)
Untuk kelasnya saya senang memilih Photoblogging yang di Lt.2 karena dapat suara jernih ga terbagi2 ruangan dengan kelas lainnya.
Pradna Satunya berkomentar:
27 October 2009 at 02:17.
saatnya pesta komen di mana ditulis Pesta Blogger 2009, yeah!
Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang berkomentar:
27 October 2009 at 02:41.
emang keren coy, sayang gw ngga hadir di sana
Andy MSE berkomentar:
27 October 2009 at 05:29.
saya hanya ingin menyapa mas Dhodie, tidak akan komentar soal itu…
quinie berkomentar:
27 October 2009 at 06:49.
hm.. ada banyak hal yang mau gua keluhkan juga sih… *lu tau sendiri kan kalo gua kejam dalam berkomplain..xixixiix*
and gua setuju kalo PB2008 better than this year.
hm… setelah gua baca2 tulisan lu akhir2 ini *ya karena emang baru sering baca2 akhir2 ini, pas deket2 launching be blog*, gua ngeh cara lu menulis. and i love it.
kayanya lu bisa jadi salah satu petinggi be blog deh dengan gaya tulisan lu ini *yang bukan curhatan kaya gua :D*
OOT.
makasih untuk semua petunjuk jalannya, gua tuh sindrom BLOK M. bener2 trauma kalo ke blok m, selalu nyasar mulu karena kebanyakan molnya. dari dulu g ga berani euy ke blok m kalo sendirian, bisa2 gua ga bisa balik :). baru tau kalo lu mantan supir bajaj
dhodie menanggapi:
October 27th, 2009 at 09:10
untuk komplainnya:
Ditungguu.. pasti menyayat-nyayat
aih, saia ngerasa masih banyak kekurangan koq quin.. masih tahap belajar.
makasih ya kalo suka sama tulisannya
OOT.
kenapa gw tau jalan ke wetiga, sebenernya karena gw pun pernah nyasar di daerah sana
.. ho oh supir bajaj teaaaa
Pencerah berkomentar:
27 October 2009 at 08:56.
semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.
salam kenal kang
katakataku berkomentar:
27 October 2009 at 11:24.
jadi berapa persenkah harapan itu terwujud dalam pesta tersebut
indra1082 berkomentar:
27 October 2009 at 12:50.
Walau saya tidak datang ke acara, sepertinya ada betulnya opini mas dhodi…
semoga tahun depan lebih fun lagi… :)
Cipu berkomentar:
27 October 2009 at 14:49.
Dod, I didn’t feel ONE SPIRIT ONE NATION when I was in PB 2009. Coz less people mingle with each other, those from Bandung just stucked with their Bandung friends, Makassar people just with their Makassar buddies and so on. No session for us to know each other cos we were forced to follow the flow that has been set by the committee. To me it was more like a workshop rather than a party.
Wish we really have a party in PB 2010, not a workshop
But still “TWO THUMBS UP” for those who organize this agenda.
Hajier berkomentar:
27 October 2009 at 15:15.
Semoga panitia belajar dari kekurangan-kekurangan yang ada dalam postingan ini dan membenahi kekurangan yang ada agar pesta blogger selanjutnya bisa lebih baik.
Saya gak tahu menahu dan komentar banyak tentang PB’09 coz gak bisa hadir hiks….
Lam kenal
iphan berkomentar:
27 October 2009 at 18:10.
kalo aku bilang, ini kopdar raksasa… wadah untuk kopdar dengan temen2 blogger se indonesia :)
dhodie menanggapi:
October 27th, 2009 at 20:54
Then diubah yah tag-nya, jangan PB, tapi KB (Kopdar Blogger) 
Makasih udah mampir sob
Rindu berkomentar:
27 October 2009 at 20:07.
Saya juga tinggal di Depok, tapi koq gak di halo halo yah biar bisa kumpul :) lupa deh pasti.
dhodie menanggapi:
October 27th, 2009 at 20:58
coba ikut milisnya di sini. Komunikasi utama blogger-blogger Depok di sana.. beberapa rekan baru sudah berkunjung.. ditunggu ya, Rindu
dobleh yang malang menanggapi:
October 27th, 2009 at 21:11
@Rindu, hallo jeung rindu…….pa cabar?
ehhehehhehe………….biar blue saja deh yang menghalo halo u ok
tuk om ded….wah senangnya bisa datang……….seharusnya blue juga ikut naun keburu kesiangan
leni berkomentar:
27 October 2009 at 21:26.
well written kang! saya juga banyak kecewa kemarin itu..
celengan-celengan yang sudah saya buat satu-satu dengan penuh kasih sayang *lebayyy*
jadi tidak bisa diperkenalkan dengan baik kepada para pengunjung.. :’(
entah mengapa dari dulu kok sepertinya gak ada perubahan dari Pesta Blogger ya hehehe *ups bisa dipentung-pentung deh aye ama penyelenggare wkwkwk*
semoga aja para penyelenggara pesta blogger berikutnya baca postingan kang dhodie ini
dhodie menanggapi:
October 27th, 2009 at 21:57
sudah ada Daeng Amril yang membaca Len.. semoga saja mereka tidak menafikan kritikan-kritikan yang masuk ke mereka. Demi kebaikan bersama, bukan?
Yep, saia pun sangat kecewa karena beberapa program kerja divisi sosial kita tidak jalan. sangat kecewa
enggar berkomentar:
27 October 2009 at 21:49.
Hehe, saya pernah datang di PB1. Pernah kasi masukan juga. Tapi kemudian merasa bahwa saran saya mungkin tak terdengar :). Dan memutuskan tidak datang di PB2. Di PB3 awalnya ragu tapi akhirnya ikutan, karena berharap dan sungguh berharap akan lebih baik dari yang sudah-sudah. Kesan saya untuk PB3 so so… tapi saya cukup terhibur di break session. Setuju tuh kayanya ganti penyelenggara usulan yang menarik.. :)
andtheree berkomentar:
27 October 2009 at 22:29.
wah.. saya sebagai pemula belum tau kayak gini-gini ini..
tapi selamet ya atas partisipasiny..
kanglurik berkomentar:
28 October 2009 at 08:56.
kanglurik liatnya semangat one spirit one nation nya kurang dan hanya dijadikan simbol aja. Dimana letak semangat satu bangsa sebagai bloggernya…
Ndari berkomentar:
28 October 2009 at 11:03.
salam kenal mas dhodie..:)
Saya kemaren ga bisa dateng di PB 09, ada tanggung jawab di kantor..dan sempet mupeng karena ke kantornya nge-lewatrin SMESCO ..
Tapi….kalo memang seru-an pb 08…
thank’s God..I came at pb08 and didn’t come at PB09..hkhk
dobleh yang malang berkomentar:
29 October 2009 at 09:26.
pagi bang…….
semangat semnagat y
salam hangat selalu
ajengkol berkomentar:
29 October 2009 at 16:40.
duh aku ketemu siapa yah ? praktis nggak bisa kemana mana
gajah_pesing berkomentar:
29 October 2009 at 16:40.
lo? kamu duduk disebelah mana dhodie? aku kan juga datang tapi poto saia gak ada…
fanari berkomentar:
31 October 2009 at 13:51.
Wow lengkap sekali ulasannya! :)
Sayang saya ngga bisa ikut PB 2009 kemaren :’( mungkin tahun depan deh moga2 saya bisa ikutan kopdaran bareng temen2 di PB 2010
Zulhaq berkomentar:
31 October 2009 at 18:19.
semoga tahun depan acaranya lebih meriah lagi dengan persiapan yang lebih bagus lagi
gw kemarin pas breakout session, ikut yang creative industry, kerena abis deh pokoknya :)
seneng berjumpa dan berkenalan dengan anggota d blogger :)
salam sinting!!!
Wawan berkomentar:
2 November 2009 at 12:17.
Senang bertemu anda di pesta blogger,
berharap kita jumpa lagi di pesta blogger 2009
salam buat deblogger
ayahshiva berkomentar:
2 November 2009 at 16:30.
waktu road show di palembang aku cm ikut workshop nya aja, tapi pas gathering malem nya gak ikutan :(
nuuii berkomentar:
3 November 2009 at 23:09.
nga datang ke PB 2009 tapi cukup dapat gambaran dari sini….. :)
Hendra Lesmana berkomentar:
11 November 2009 at 06:42.
hehehehehehe kecewa biasa bro toh dari 2007, 2008 banyak yang kecewa sama BP eh PB 
lagi ngebundel yang kecewa nih aku bro mo di bekukan xixixi..
taun depan gak ada pesta blogger, diganti totall jadi BLOGGER INDONESIA tag Suara Bersama Anak Bangsa (gak pake english) xixixi chairman kang dhodie
Kouba berkomentar:
12 November 2009 at 23:04.
Thank you! You often write very interesting articles. You improved my mood.
order viagra
betania berkomentar:
9 December 2009 at 08:26.
wahh..saya juga ikutan peta blogger 2009 ini kak…
yahh, sayangnya saya blm kenal kk ya..hehehe..
:blogwalking:
salam kenal ya kak..
mampir ke blog saiia..
http://pelangiituaku.wordpress.com
Dhodie Weblog berkomentar:
23 August 2010 at 13:26.
[...] Tahun lalu, saya masih ingat begitu perhelatan PB2009 selesai diadakan di SMESCO building, saya beserta beberapa teman-teman komunitas blogger Depok langsung menyatakan ketidakpuasan atas event yang diselenggarakan lewat blog-blog pribadi kami. Reportase lengkap saya saat itu dapat dibaca di sini. [...]
koq sampean malah nda dateng


komentarnya ditunggu di YM aja Kang
kalo saia mungkin kebalikkan














dhodie menanggapi:
October 27th, 2009 at 07:54
Benar sekali bung Doni, saia melihat komunitas lah kepanjangan tangan dari PB 2009, kalau mereka tidak diberi kesempatan ya beginilah jadinya..
Saia tidak menafikan kelancaran acara yang akhirnya tetap sukses. Semoga kritikan ini jadi masukan mereka ke depannya
Balas