Pesta Blogger 2009, Hope and Reality

The party was over on last Saturday. There were many hopes for the event and in the end, some of it still remain unfulfilled.

Buat saia pribadi, acara ini lebih cocok disebut kopdar akbar atau seminar akbar blogger ketimbang bayangan sebuah “pesta” yang ada di benak saia. Disebut kopdar akbar dikarenakan acara ini mampu mempertemukan kurang lebih 1.200 blogger, yang diantaranya terdapat blogger mancanegara semisal dari Australia, Singapura, dan Amerika Serikat. Disebut seminar akbar karena acara ini menyajikan banyak sesi break out yang dipandu blogger-onliner kenamaan Indonesia dan luar negeri. Dan tidak memilih disebut dengan “pesta” karena sepanjang acara, Pesta Blogger tidak mengesankan acara yang fun dan penuh keakraban khas komunitas.


Persiapan Mengikuti Pesta Blogger 2009
Meeting Point deBloggerBlogger-blogger Depok sendiri yang berada di titik terdekat dibanding kota-kota penyangga Jakarta lainnya, menuju SMESCO sebagai venue acara di Jl.Gatot Subroto dengan konvoi delapan motor pukul 8 pagi. Ketika sampai ke venue acara, belum apa-apa kami sudah dibuat kecewa dengan pemberian lokasi stand bazaar komunitas yang berlokasi di selasar kanan venue berjarak lebih dari 100 meter pintu masuk. Saia nda habis pikir kenapa menempatkan stand komunitas terpisah jauh dari venue acara sementara di dalam pun masih banyak ruangan yang kosong. Alhasil keinginan kami untuk memperkenalkan deBlogger ke pengunjung pun tidak kesampaian.


Sebelum acara pembukaan dimulai, saia pun bertemu muka dengan beberapa blogger-onliner yang sering saia lihat profilnya di internet. Sementara banyak blogger-blogger kenamaan yang banyak berkiprah di dunia blogging Indonesia justru pertama kali saia kenali wajahnya di acara Muktamar BHI, Blogging for Nothing sehari sebelumnya. Di sana saia berkenalan dengan Pak Nukman, Ndoro Kakung, Gajah Pesing, beberapa perwakilan komunitas TPC, Kayubaimbai, dan pasti yang punya Jakarta, BHI dan Kojaker.


Indonesia Informatif
Tifatul SembiringSalah satu yang menyelamatkan acara Pesta Blogger 2009 adalah acara ini dihadiri oleh Menkominfo terpilih Kabinet Indonesia Bersatu II, Tifatul Sembiring. Dalam pidato singkat penuh makna, Tifatul mempromosikan slogan Indonesia Informatif mengenai upaya menggunakan internet sebagai ujung tombak penyebaran informasi di Indonesia. Tidak seperti birokrat lain yang sering berpanjang lebar mengisi pidato pembukaan, Tifatul hanya memberikan janji penyebaran teknologi informasi dengan slogan: Komunikasi lancar, Informasi benar. As Pesta Blogger 2009’s chairman said, Iman Brotoseno, he was stealing the show.


Pesta Blogger sebagai Orangtua Komunitas Blogger
PB logoSebagai event tahunan yang paling diakui eksistensinya di Indonesia, sebenarnya sebagai pribadi atau pun ketua deBlogger, saia mengharapkan Pesta Blogger dapat berperan sebagai orang tua seluruh komunitas blogger yang ada di Indonesia. Orang tua tentunya akan merasa senang, bangga, dan bahagia ketika jabang bayi komunitas lahir ke permukaan. Coba saja telaah beberapa komunitas yang baru muncul setahun sebelum penyelenggaraan Pesta Blogger 2009: Bengawan, deBlogger, Cimart, dan terakhir Be-Blog.


Sadly to say, jangankan menceritakan bayi komunitas-komunitas tersebut kepada kepada keluarga besar Blogger Indonesia, pembawa acara hanya mengira-ngira komunitas mana yang hadir di acara kali ini. Kalau sampai panitia tidak tau seluruh komunitas yang hadir di acara ini, satu PR tidak dikerjakan dengan baik!


Sesi Break Out yang Memprihatinkan
Sedianya, acara ini yang paling saia harapkan untuk memberikan pencerahan dari aktivitas ngeblog saia selama ini, tapi apa lacur pembagian kelas break out dengan hanya sekat-sekat dalam sebuah hall menghancurkan semuanya. Bagaimana bisa sesi-sesi tersebut digabung dalam sebuah hall dengan mikrofon yang menyalak-nyalak dari tiap kelas? Jangan bayangkan gimana kecewanya Pak Nukman yang mengisi sesi break out Blogpreneur dengan mikrofon yang nyaris tak terdengar. Membaca gerak bibir beliau? you’re kidding me, right.


Hal yang tidak jauh berbeda dialami oleh sesi breakout yang saia ikuti, Leadership in New Era yang dipandu Budi Putra, Country Editor Yahoo! Indonesia.


Daripada stres mendengarkan multi input suara dari semua sesi, akhirnya saia pun memutuskan untuk nongkrong di depan venue acara, berdiskusi sengit dengan Mba Ajeng perihal Lomba Penulisan Blog-Photoblog yang sedang digodog oleh panitia be-Blog. Dan yang paling berkesan adalah ngobrol ringan dengan sesepuh blogger Bandung, Ikhlasul Amal seputar Baraya Blogger dan wacana pemindahan kota penyelenggara Pesta Blogger.

After Pesta Blogger 2009
deBlogger on the spot




































Satu big point yang saia harapkan dari acara ini sebenarnya adalah Pesta Blogger dapat menjadi orang tua semua komunitas yang hadir di Jakarta. Coba saja bayangkan berapa banyak blogger-blogger luar daerah yang bersemangat hadir di sini hanya untuk mendapatkan pencerahan dari kegiatan ini. Kalau tidak ada kesan yang panitia hadirkan kepada mereka, dari sekadar mengikuti upacara pembukaan dan mengikuti seminar, jangan terlalu banyak berharap mereka akan datang kembali di Pesta Blogger selanjutnya.


Di sisi lain, Pesta Blogger berhasil membuat saia berkenalan dan bersitatap dengan Kang Ikhlasul Amal (sesepuh BBV), Enggar, Ilman Akbar (Pencetus ayongeBlog dan anakUI.com), Satya Witoelar (Pendiri mikroblog Indonesia, Koprol), serta bertemu kembali dengan praktisi openSuse, Mas Vavai (who’s my senior at SMAN 2 Bekasi). Hal ini sedikit banyak mengobati kekecewaan saya terhadap penyelenggaraan Pesta Blogger kali ini.


Harapan Pesta Blogger Tahun Depan
Indonesia Raya
































Entah apakah acara ini akan ada lagi tahun depan dan entah apakah saia pun masih punya antusiasme yang tinggi seperti saat ini, saya hanya ingin memberikan masukan untuk penyelenggaraan Pesta Blogger selanjutnya:
• Pilih tempat yang lebih representatif dibanding venue acara sekarang. It’s totally big lose point dari penyelenggaraan Pesta Blogger tahun ini.
• Berikan apresiasi kepada semua komunitas blogger yang hadir untuk memperkenalkan daerahnya kepada semua audiens.
• Coba diubah rundown acara yang lebih seperti seminar akbar dengan acara-acara yang lebih fun dan berkesan. Meminta setiap komunitas untuk unjuk gigi di depan panggung, buat saia secara pribadi jauh lebih menarik dan berkesan. Seminar-seminar seperti itu bisa kami peroleh di lain waktu.


For what it’s worth, thank you panitia Pesta Blogger 2009 yang sudah mempertemukan saia dengan blogger-blogger dari seluruh Indonesia, big applause to you!

Sumber gambar dari album facebook: Eno, Tika, dan Doni.

143 thoughts on “Pesta Blogger 2009, Hope and Reality

  1. pertamax gak yah….
    hhmm. benar sekali Om Dhod… komunitas kurang diberi kesempatan untuk show up kemarin itu… but over all, lumayan lah, memang cukup susah sih ngadain acara sebesar itu… tapi kalo semangat belajar kita tinggi InsyaAllah bisa lebih baik lagi untuk PestaBlogger 2010 nanti…

    • Benar sekali bung Doni, saia melihat komunitas lah kepanjangan tangan dari PB 2009, kalau mereka tidak diberi kesempatan ya beginilah jadinya..
      Saia tidak menafikan kelancaran acara yang akhirnya tetap sukses. Semoga kritikan ini jadi masukan mereka ke depannya :-D

    • Yep, coba liat komentar di bawah, ada perwakilan blogger Jawa Timur yang datang, tapi tidak disebut sama sekali.. Berarti kan ada atau tidak ada kita, nggak ngaruh (okok)

  2. hmmm…hmmmm
    bukannya pesta blogger garing itu udah cerita lama? setidaknya itu menurut pengakuan beberapa orang (goodluck)
    dan ternyata setelah ngubrul dengan beberapa orang untuk PB tahun ini pun tidak jauh dari kata kurang memuaskan hihihih. kurang adanya rasa kekeluargaan, pedahal di dunia onlen kan kita berasa banged brotherhoodnyah (ninja)
    kalo saya peribadi, yaaahhhh gabisa komeng….wong ndak dateng heuheu

    • Sayangnya di cerita lama itu saia tidak menjadi saksi ci.. That’s why saia tetap datang. Yep, begitulah adanya.. terasa sekali kita yang mesti melakukan movement (doh)

  3. :D hahahaha….. bayangkan bagaimana rasanya yang tahun lalu? saya malah lebih tidak nyaman yang tahun lalu apalagi kalo kamu datang ke sana sebagai perorangan, ndak punya embel2 komunitas, dan ndak kenal siapapun! bayang kan!

    seharusnya kamu lebih bersyukur dod, kamu punya komunitas dan kamu punya teman dan kamu punya link!

    ah inrospeksi aja ahhhh…..

    *ngaca dulu ah gw…*

    • `For what it’s worth, thank you PB2009`.. It means saia bersyukur atas hal-hal baik yang telah PB upayakan ;-)
      Kalo untuk pertanyaannya, justru saia balik. Saia saja yang ketua komunitas dan punya lumayan banyak link dibuat `manyun`, gimana lagi blogger perorangan? Ini kan sama saja membunuh antusiasme kami. Itu saja :-D

    • Insya Allah mam.. kritikan ini sebagai penyeimbang saja bahwa masih banyak kekurangan yang terjadi, dan yang sebagaimana kita harapkan itu tidak terjadi lagi di event selanjutnya (cozy)

  4. saya menyayangkan ndak ikut PB cuman karena dihadiri sama menkominfo yg baru, Uzt Tifatul (blush). Sering2 aja ikut acaranya beliau bang, speechnya nda jauh2 beda sama Anis Matta. Singkat, Cerdas, lugas, poko’nya worth to hear dwehhh…. :napa jadi malah promosiin uzt Tifatul yak: (LOL)

    wat PB 2010… ikut gag yah? (thinking)

    • Terasa sekali mengidolakannya :-)) … Biar bagaimana pun hebatnya Pak TS di partainya, kita tetap mesti objektif La. Karena ini adalah ranah yang berbeda, partai yang ibaratnya satu visi-misi dengan departemen yang berlatar belakang beragam.
      Jadi stay cool, biar waktu yang membuktikan (goodluck)

  5. agree, komunitas bloggerngalam juga gak disebut sama sekali, padahal ada temen yang udah dateng jauh-jauh dari Jatim. Dan sayangnya aku lebih suka PB tahun lalu :( karena bisa dapet ilmu lebih banyak dan yang pasti karena gak kepanasan.

    • Terasa sedih yah kita sudah semangat sekali hadir di sana, tetapi seperti tidak diakui eksistensinya. Sepertinya voting telah menetapkan bahwa PB2008 is better than this year, sorry to say that :-D

  6. setubuh dod, emang mengecewakan sangat!
    hihihi ….mungkin ada perbedaan kamus dalam mengartikan kata PESTA????
    Kayaknya ditelusuri dari situ dulu deh, karena klo dari awal sudah beda persepsi,
    ya kita2 yg merasa tidak puas, kudu maklum.

    iya niy, denger2 taon depan di bandung?
    di mana aja di welcome deh, asal bukan jakarta lagi, BOSAN!!!!
    kasi dong kota lain kesempatan mengundang blogger seluruh Indonesia,
    sekalian promosiin kota mereka …

    napa jadi luwas ginih ngomongnya? hohoho … mangap ye dod,
    ikutan panas setelah mbaca tulisanmu :P

  7. oo.. gitu tho… saya hanya pengamat… dan tiap tahun pasti ada kekurangan,,, hhmmm… bukannya kalo udah tiap tahun di adain harusnya tambah bagus. bagaimana hasil evaluasi-nya.. apakah evaluasi hanya sebatas di tulis di LPJ aja… :D (ninja)

  8. PB memang begitu Dhod, yang sebelumnya pun gak jauh beda. Secara pribadi saya setuju pendapatnya, jadi kalau menghadirinya bisa memperoleh kepuasan tersendiri. Semoga saja ditahun berikutnya bisa lebih baik *kalau ada* jadi semangat untuk menghadirinya :-D

  9. sudah kuduga jadinya akan seperti ini lagi…makanya dari awal gak antusias datang…hehehe…tapi mudah-mudahan tahun depan acaranya lebih bagus lagi dan lebih menggakomodir kebutuhan para blogger…

  10. PB 2009 memang merupakan yg pertama saya ikuti, bagaimana pun kita nggak puas kita tetap harus mengapresiasi kerja keras panitia. Terbayang lah betapa beratnya beban panitia menyiapkan acara se akbar ini.

    Cuma bisa berharap next PB bisa lebih baik, kan bisa mengambil plus minus dari PB pertama hingga ke tiga kemarin. Tetap semangat :)

    • Sama-sama Daeng.. Tujuan kritikan ini memang untuk menyuarakan kekurangan yang terjadi di penyelenggaraan kemarin. Dengan tujuan akhir di penyelenggaraan berikutnya bisa lebih baik lagi.

      Makasih ya atas kerja keras Daeng dan temen-temen panitia yang sudah sukses menyelenggarakan PB 2009 :-D

  11. walapun saya datang terlambat, aura “pesta” tidak bergaung disana. Hal ini juga yang saya bahas dengan b’adel..semoga tahun depan bisa lebih baik

  12. Assalaamu’alaikum…
    Ni sy, Fadli, yg baru gabung n ketemu deBlogger pas pesta blogger 2009.
    web deBlogger-nya uda sy buka, tp bingung gmn mau daptarnya….? mohon bantuannya y. makasi :)

  13. mas dhodie, saya sebenarnya sangat respek dg ide2 kreatif yang berupaya mempererat tali silaturahmi dg sesama bloger, entah melalui jalur komunitas atau kopdar. tapi jujur saja, utk pesta blogger saya kurang suka dg istilah yang digunakan. kenapa lya tdk diganti aja, misalnya, temu bloger atau silturahmi blogger. hehe …

    • @sawali tuhusetya, menurut saya istilah “Pesta” itu cuma untuk menarik peminat, pak. kalau misalnya diganti jadi Temu Blogger atau Lokakarya Blogger, namanya kurang menjual.. :D

      toh nyatanya gak seperti pesta, kan?

      saya malah kurang suka dengan penyebutan “PESTA DEMOKRASI” atau “PESTA OLAHRAGA”… Pesta identik dengan hura-hura.. masak demokrasi dibilang hura-hura?

  14. IYah juga sih. tempatnya kurang mendukung..

    saya ikut yang di blog ethic.. udah tempatnya panas, gelap, dan tidak ada mikrofonnya pulak. Bu prita kan, suaranya kurang kencang. Jadinya, agak gimana gitu..

    Tapi, overall, (menurut saya) semuanya menarik. :D

  15. [..]tidak mengesankan acara yang fun dan penuh keakraban khas komunitas.[..]
    wah! mending kopdaran aja kalo begitu, kang. bukankah pesta blogger ini tujuannya buat merealisasikan keakraban yang udah terjalin di dunia maya?

    kalo cuma asik sendiri, mending ngenet aja di depan komputer. :D
    toh sama aja.. :D

  16. Hmm, jadi secara umum seperti itu yah Pesta Blogger yg kemarin…Saya ndak datang ke sana, jadi trims banget nih infonya…Wah menyedihkan yah, bila ternyata persaudaraan di dunia nyata tidak sehangat yg kita rasakan di dunia maya. Kira2 apa yah penyebabnya???

    • banyak yang bilang seperti itu Rita.. IMO, salah satu penyebabnya acara yang satu arah, tidak ada interaktivitas antara pembawa acara dengan audiens, terlebih-lebih antar komunitas.. Yah, semoga suara-suara ini didengar mereka :-D

    • tidak separah itu koq bro.. PB tetap mampu menarik sponsor2 besar itu, mendatangkan lebih dari 1.200 orang untuk ikut dalam sesi break out yang jempolan.. Itu adalah poin-poin keberhasilan utama mereka :-D

  17. gedung SMESCO itu panas gilaaaaa….
    parah nih panitia nyediain tempat
    dan tempat itu sebenernya lebih cocok untuk pesta nikahan daripada pesta blogger

    eh btw, kok kita ga ketemu yah? padahal kan situ ngobrol sama mas Ikhlasul Amal dan gue satu bisa sama dia (ga penting)

  18. Paling ngga bisa ketemu dengan banyak orang yang sebelumnya cuma ketemu didunia maya :)
    Untuk kelasnya saya senang memilih Photoblogging yang di Lt.2 karena dapat suara jernih ga terbagi2 ruangan dengan kelas lainnya.

  19. hm.. ada banyak hal yang mau gua keluhkan juga sih… *lu tau sendiri kan kalo gua kejam dalam berkomplain..xixixiix*
    and gua setuju kalo PB2008 better than this year.

    hm… setelah gua baca2 tulisan lu akhir2 ini *ya karena emang baru sering baca2 akhir2 ini, pas deket2 launching be blog*, gua ngeh cara lu menulis. and i love it.
    kayanya lu bisa jadi salah satu petinggi be blog deh dengan gaya tulisan lu ini *yang bukan curhatan kaya gua :D*

    OOT.
    makasih untuk semua petunjuk jalannya, gua tuh sindrom BLOK M. bener2 trauma kalo ke blok m, selalu nyasar mulu karena kebanyakan molnya. dari dulu g ga berani euy ke blok m kalo sendirian, bisa2 gua ga bisa balik :). baru tau kalo lu mantan supir bajaj :D

    • untuk komplainnya:
      Ditungguu.. pasti menyayat-nyayat (haha)

      aih, saia ngerasa masih banyak kekurangan koq quin.. masih tahap belajar.
      makasih ya kalo suka sama tulisannya :-D

      OOT.
      kenapa gw tau jalan ke wetiga, sebenernya karena gw pun pernah nyasar di daerah sana (haha) .. ho oh supir bajaj teaaaa (LOL)

    • Insya Allah bro.. kritikan dan masukan seperti di postingan saia semata-mata menginginkan agara perhelatan “pesta” yang diharapkan bersama-sama bisa dinikmati bersama-sama pula (worship)

  20. Dod, I didn’t feel ONE SPIRIT ONE NATION when I was in PB 2009. Coz less people mingle with each other, those from Bandung just stucked with their Bandung friends, Makassar people just with their Makassar buddies and so on. No session for us to know each other cos we were forced to follow the flow that has been set by the committee. To me it was more like a workshop rather than a party.
    Wish we really have a party in PB 2010, not a workshop

    But still “TWO THUMBS UP” for those who organize this agenda.

    • Yep yep.. agree with you, it’s more like a giant workshop rather than a party.. I think that’s why we’re really hoping that the next event much much better :-D
      Yep, big applause to them (applause)

  21. Semoga panitia belajar dari kekurangan-kekurangan yang ada dalam postingan ini dan membenahi kekurangan yang ada agar pesta blogger selanjutnya bisa lebih baik.
    Saya gak tahu menahu dan komentar banyak tentang PB’09 coz gak bisa hadir hiks….

    Lam kenal

  22. well written kang! saya juga banyak kecewa kemarin itu..
    celengan-celengan yang sudah saya buat satu-satu dengan penuh kasih sayang *lebayyy*
    jadi tidak bisa diperkenalkan dengan baik kepada para pengunjung.. :’(
    entah mengapa dari dulu kok sepertinya gak ada perubahan dari Pesta Blogger ya hehehe *ups bisa dipentung-pentung deh aye ama penyelenggare wkwkwk*
    semoga aja para penyelenggara pesta blogger berikutnya baca postingan kang dhodie ini

    • sudah ada Daeng Amril yang membaca Len.. semoga saja mereka tidak menafikan kritikan-kritikan yang masuk ke mereka. Demi kebaikan bersama, bukan?
      Yep, saia pun sangat kecewa karena beberapa program kerja divisi sosial kita tidak jalan. sangat kecewa :-(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>