Potret Kumpul Blogger Muslim 2009

Posted in Blogging, Komunitas
KUBUSBerawal dari tawaran untuk mengisi salah satu sesi seminar FUKI Fair, Kumpul Blogger Muslim (KUBUS) 2009, saya akhirnya dipertemukan oleh teman-teman blogger baru pada hari sabtu, 21 November 2009. Mereka yang bermimpi untuk membangkitkan kembali salah satu komunitas blogger muslim yang sedang vakum saat ini, Indonesian Muslim Blogger (IMB).


Pada masanya, komunitas ini merupakan salah satu wadah komunitas yang bertujuan untuk menyuarakan sisi lain dunia blogging, yaitu sisi dakwah. Tercatat di agregator blog mereka, saia mengenal Iqbal (kakak kelas di kampus), Yons (deBlogger), Mas Vavai dan Mas Daus (Bloggerbekasi), atau pun mereka yang sudah dikenal luas kiprahnya di bidang masing-masing seperti Bayu Gawtama, Harry Sufehmi, Romi Satrio Wahono, dan Fatih Syuhud.


Kumpul Blogger Muslim 2009
Meski gaung promosinya masih belum optimal, wacana untuk membangkitkan kembali komunitas ini ke permukaan oleh panitia sepatutnya diapresiasi. Tercatat acara ini dihadiri oleh mahasiswa Universitas Indonesia dari beberapa fakultas, perwakilan milis KCB yang sedang semangat-semangatnya mengembangkan komunitas dakwah via film islami, komunitas blogger daerah seperti deBlogger dan bloggerbekasi, serta beberapa blogger luar Depok yang sangat bersemangat mengikuti acara sampai selesai. Sayang acara ini terlambat diketahui oleh Blogor (Komunitas Blogger Bogor) yang baru mengetahui acaranya pada hari H.
Pembicara
Acaranya sendiri dibagi menjadi tiga sesi seminar plus networking session. Di sesi seminar, tampil pertama blogger terbaik di Pesta Blogger 2009 untuk kategori Blog Bisnis Terbaik, Mada Azhari. Ia mempresentasikan bagaimana cara menciptakan sebuah brand melalui blog yang sangat antusias diikuti oleh peserta. Kemudian, seminar dilanjut oleh Suci `Leni` Lestarini (penggagas Indonesiaberprestasi dan Ladangbuku) yang menceritakan bagaimana proses membangun web indonesia berprestasi yang menceritakan profil-profil inspiratif anak-anak bangsa. Sesi seminar diakhiri oleh saya sendiri yang menceritakan bagaimana suka duka membangun komunitas blogger Depok bersama teman-teman saya. Di sini, saya menggunakan komunitas blogger lain yang saia ikuti, bloggerbekasi sebagai benchmarking.


Sementara itu untuk networking session, MC acara Asad Fatchul, memberi kesempatan pada tiap-tiap peserta yang hadir untuk memperkenalkan diri dan menceritakan sejauh mana mengenal IMB dan harapan terhadapnya di masa datang. For your information, salah satu peserta yang paling bersemangat mengikuti acara ini, Akbar, diketahui belum memiliki blog. What a surprise!

After the show


























Di akhir acara, blogger-blogger yang menghadiri acara bersepakat untuk mencoba menghidupkan kembali Indonesian Muslim Blogger yang sedang mati suri. Diharapkan komunikasi tahap awal dilakukan melalui blog dan berbagai situs social network hingga akhirnya diluncurkannya (kembali) komunitas ini ke permukaan.

Semoga di sisa kesibukan saat ini, saia masih bisa berkontribusi. Amin.

Setahun Bersama Plurk

Posted in Curhat, Komunitas
PlurkDalam perjalanan saia di dunia online sejauh ini, Plurk menempati posisi yang istimewa dibandingkan social network lainnya. Plurk memberikan ruang yang sama kepada tiap-tiap orang berinteraksi sehingga kita merasa dihargai keberadaannya. Dan dibandingkan dengan Twitter yang cenderung dingin atau Facebook yang terlalu kaya fitur, tawaran kesederhanaan Plurk ditambah emoticon khas Plurk menjadikannya social network yang cukup setia dinikmati kalangan onliner.

Masa Pendekatan
Membuat akun Plurk pada tanggal 21 November ’08, lingkaran awal saia berkisar teman-teman kerja di Surabaya, Makasar, dan Banjarmasin. Merasa bahwa lingkarannya terlalu terbatas, di bulan Desember saia memutuskan untuk membuka keran komunikasi dengan semua plurker yang sudah eksis. It feels wow! Ternyata menjalin silaturahmi di dunia online tidak kalah hangat dengan di offline. Berkat plurk, saia bisa berkenalan dengan blogger-onliner yang memanfaatkan Plurk sebagai media promosi atau personal branding mereka.

Masa Bulan Madu
Saia menyebutnya masa bulan madu karena di masa-masa ini saia begitu menikmati menit-menit kegiatan ngeplurk saia. Yang paling menyenangkan tentu saja kopi darat (kopdar). Episode Plangi, Burger and Grill Depok, Warung Desa, Bumbu Desa, Pasar Festival, Pejaten Village, Lapangan Tembak Senayan, Bogor, Bandung, dan yang terakhir di Mbah Jingkrak, Blok M merupakan rangkaian kopi darat yang pernah saia ikuti.

Tak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan kopdar, bisa mengenal penampakan plurker dan mencoba mencari chemistry komunikasi yang telah terbangun di dunia online merupakan sesuatu yang selalu membuat saia semangat, somehow.
Kopdar plurker pertama di Plangi.. Gak kenal tapi tetap sayang :-PKopdar Pasar Festival... oh i remembered, it's my birthday party hehe
Kopdar Bandung... Once I'd no destination to go there :-DKopdar Mbah Jingkrak.. Buka Puasa Bersama :-D






















































































































Di masa ini pula, akhirnya saia bisa jalan-jalan ke Dieng bareng Amri, Novi, Aris, dan Kristian. Satu perjalanan yang sangat berkesan yang akan diikuti oleh perjalanan-perjalanan di tempat lainnya.

Masa Rehabilitasi

No plurk is a good plurk–blogger
Plurk itu tempat sampah–blogger

Sepanjang waktu, saia mencoba untuk mematahkan opini ini. Memang tidak ada yang bisa melarang sebuah opini, tetapi saia cukup yakin there’s something good in Plurk. Selain persahabatan, saia mempunyai beberapa teman plurker yang sangat informatif thread-nya. Entah itu informasi berita, postingan blog, atau pun kondisi faktual di tempatnya masing-masing.

Akan tetapi akhir-akhir ini, saia pribadi merasa memang ada benarnya dengan pendapat pertama di atas. Terlalu banyak informasi insignificant yang diberikan di Plurk—demi karma, yang pada akhirnya membuat saia lelah. Jangankan untuk plurkwalking, untuk membacanya saja kadang butuh energi yang tidak sedikit.

Yeah… maybe I’ve reached the saturation point right now.

Tips Ngeplurk
Anyway, saia beruntung bisa menikmati kegiatan ngeplurk sejauh ini. Terbukti sampai sekarang untuk ukuran lokasi di Depok, saia menempati peringkat pertama profile views-nya (siap dipentung):

How to enjoy your plurking? Here’s my tips:
Jangan alay!
Once alay detected, bersiaplah anda untuk diremove as friend atau yang paling beruntung timeline anda tidak akan diikuti. I still don’t understand why they enjoy alayisme. I still don’t!
Rajin plurkwalking
Terutama untuk plurker-plurker baru yang ingin menikmati thread-nya dikomentari orang lain, jangan mojok di thread sendiri. Gak ada asyiknya ngeplurk hanya untuk diri sendiri.
Balas respons
Saia termasuk plurker yang berprinsip untuk menjawab semua respons yang masuk se-insignificant apapun responsnya. Buat saia mereka wajib dihormati, terlepas dari kenal atau tidaknya saia terhadap mereka.
Add and approve friend
Jangan ragu untuk membuka keran komunikasi anda terhadap plurker-plurker baru. Tak ada yang lebih menyenangkan dibanding mendapatkan teman baru di dunia online ini.
Jangan terlalu banyak buat thread
Kalau bukan thread informasi, thread-thread semacam ini menunjukkan ketidakkonsistenan emosi anda.
Kopi darat
Ini yang paling menyenangkan. Anda tidak ingin hanya dikira plurker tanpa raga kan? Tidak ingin thread anda disebut thread hoax kan? Maka kopdar lah. Sepanjang ingatan saia, kopdar plurker biasanya lebih ramai dan rileks dibanding kopdar lainnya. Dan mereka punya kode-kode sendiri seperti: worship, lmao, doh untuk emoticon ini: (worship) , (lmao) , (doh) yang tentunya hanya eksis di dunia plurking.

So do you enjoy your plurking, plurkind?

Keterangan gambar:
(1) Kopdar plurker pertama saia di Plangi – Sheed (2) Kopdar Ultah saia di Pasar Festival – Riky (3) Kopdar Bandung – Wenny (4) Kopdar Bukber Mbah Jingkrak – eskopidantipi

“Building deBlogger” in Kumpul Blogger Muslim 2009

Posted in Komunitas
KUBUS 2009
Officially, I will share the experiences of building deBlogger with my friends and the joy of participating be-Blog in Kumpul Blogger Muslim (KUBUS 2009) this saturday. In this seminar, I will introduce our very first year programme, focus on the social activities and network building. Meanwhile, Suci Lestarini, another deBloggeris, will share her experiences in building Indonesia Berprestasi and Ladang Buku one day before.

Join with us and wish us a luck!

Empat Warna di Cihampelas

Posted in Petualangan, Photoblog
The Titans

On Red

On Green

On blue
























































































































































(1) The Titans in Original (2) Tiket in Red (3) Tiket in Green (4) Five Minutes in Blue. I was quite impressed with Richie, Five Minutes‘s vocalist whose energy reminds me of Armand Gigi and Giring Nidji. The show was held in Cihampelas Walk, Bandung in 7 November 2009 at Star Mild Unity in Harmony concert. Taken the pictures in those multi color lightning was awesome. Note that all the above pictures uploaded here without any editing.

Sang Pemimpi The Movie, Most Awaited Movie 2009

Posted in Review
Official Film PosterApa ekspresi pertamamu ketika akhirnya melihat poster Sang Pemimpi The Movie di samping yang diproduksi Miles Production? Saya sendiri langsung tersenyum lebar melihat hasil pencarian bakat yang dilakukan oleh tim Riri Riza terhadap ketiga tokoh utama di film ini: Ikal, Arai, dan Jimbron. It’s just nice!


Kemarin, berkat sebuah status di mikroblog teman blogger saia, Pinkparis, saya tiba-tiba tersadar bahwa sudah lebih dari setahun film terlaris sepanjang sejarah perfilman Indonesia, Laskar Pelangi dirilis. Sesuai janji Mira waktu itu, ia akan menyelesaikan sekuelnya, Sang Pemimpi The Movie, di akhir tahun depan. Selidik punya selidik, Mira menepati janjinya dan ternyata kemarin adalah tanggal peluncuran poster film bersama trailer berdurasi 2 menit 31 detik.


Masterpiece Tetralogi Laskar Pelangi
Saia termasuk generasi pertama pencinta tetralogi ini. Jika buku Laskar Pelangi saia baca pada medio 2005, Sang Pemimpi saia beli langsung pada tanggal 26 Oktober 2006, tentu saja cetakan pertamanya. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan buku ini pun termasuk salah satu yang tercepat, 10 jam. Jadi saia mulai membaca selepas maghrib dan selesai ketika adzan subuh berkumandang. Tidak tidur tentu saja karena buku ini terlalu menarik untuk tidak dihabiskan sekali baca.


Di antara keempat novel Tetralogi Andrea Hirata, saia menilai masterpiece-nya justru terletak di buku Sang Pemimpi. Belajar dari kekurangan Laskar Pelangi, Andrea mulai lebih teratur memainkan alur cerita, membumikan gaya bahasa hiperbolis, dan menipiskan jumlah halaman buku menjadi 292 halaman. So all the packages he used were perfect!


Banyak kejadian mengharukan yang dirasakan ketika membaca buku ini. Saat ketika si Simpai Keramat dijemput Ikal dan ayahnya, ketika Ikal dihardik dan diberi wejangan oleh Pak Mustar, dan yang paling saia suka ketika ayah Ikal tetap bangga tak terperi mengambil raport mereka berdua meski saat itu Ikal mempermalukan ayahnya dengan rangking yang turun drastis dari rangking 3 ke 75. Ah tak perlu lah kuceritakan semua di sini kawan, baiknya kau cari lah tuh toko buku dan baca sendiri ceritanya :-P


Andrea sendiri mempersembahkan buku ini kepada ayahnya, Seman Said Harun, yang telah memberikan keleluasaan lebih kepadanya untuk bersekolah.


Produksi Film
The castingFilm Sang Pemimpi sendiri berlatar di Manggar, Tanjung Pandan, Jakarta, dan Bogor. Menghabiskan dana 11 milyar, film ini diharapkan mengikuti kesuksesan kakaknya yang mampu menarik lebih dari empat juta penonton di akhir tahun 2008. Film ini tetap digawangi oleh duo ikal yang lain, Riri Riza (sutradara) dan Mira Lesmana (produser).


Jika di Laskar Pelangi, duo artis Cut Mini dan Tora Sudiro mengisi cerita, maka di Sang Pemimpi justru didominasi duo penyanyi, Nugie si Burung Gereja (Pak Baila) dan Nazril Ilham (Arai dewasa). Nama terakhir adalah nama asli vokalis band papan atas Indonesia, Ariel Peterpan. Alasan Mira menggunakan nama asli Ariel ketimbang nama panggungnya adalah karena di sini Ariel bertindak sebagai pelakon, bukan penyanyi.


Ketiga pemeran utama yang akan mendominasi cerita film ini diperankan oleh pemuda asli Belitong, Vikri Setiawan (Ikal), Rendy Ahmad (Arai), dan Azwir Fitrianto (Jimbron). Sementara Ikal kecil dan Ikal dewasa masih akan diperankan pemeran yang sama di Laskar Pelangi, Zulfani dan aktor watak Lukman Sardi.


Ekspektasi Berbatas
Jujur, saia tidak mengikuti perkembangan film ini seperti yang saia lakukan untuk Laskar Pelangi The Movie. Alasan utamanya adalah saia tidak ingin berpengharapan terlalu muluk film ini akan mentransformasikan bayangan-bayangan liar yang ada di benak saia terhadap bukunya. Jadi proses pencarian trio Vikri, Rendy, Azwir untuk pemeran utama film, cerita proses shooting yang menyenangkan dari Mira, dan Ariel Peterpan yang lulus casting saia ikuti seadanya.


Jangan sebut saia tidak cinta atau apa, tetapi saia mengharapkan sebuah kejutan indah dari Riri dan Mira untuk visualisasi film ini. Apakah saia akan menonton tiga kali seperti yang saia lakukan di film Laskar Pelangi? Kita lihat saja nanti.


Trailer Sang Pemimpi The Movie
Untuk menghubungkan Sang Pemimpi dengan film pendahulunya, Riri masih akan sekilas Ikal kecil dalam ceritanya (yang tidak dilakukan Andrea di bukunya). Melihat peran-peran yang dipilih oleh sang sutradara, film ini saya kira lebih dekat dengan bukunya ketimbang film pendahulunya. Simak trailer film yang juga sudah diunggah di Youtube:



Film Pembuka JiFFest 2009
Film ini akan diputar secara terbatas sebagai film pembuka di Jakarta International Film Festival (JiFFest) pada tanggal 4 Desember 2009. Catatan prestasi yang membanggakan karena ini adalah film Indonesia pertama yang menjadi pembuka di festival berumur sepuluh tahun ini. Sementara itu, tanggal 17 Desember 2009 film ini akan ditayangkan serentak di bioskop-bioskop. Informasi lebih lanjut tentang seluk beluk film ini dapat diikuti di Page Facebook-nya.


Can I wait to watch till 17 December? Not so sure actually (devil) .


Sumber gambar: flickmagazine, detik.