Dalam perjalanan saia di dunia online sejauh ini, Plurk menempati posisi yang istimewa dibandingkan social network lainnya. Plurk memberikan ruang yang sama kepada tiap-tiap orang berinteraksi sehingga kita merasa dihargai keberadaannya. Dan dibandingkan dengan Twitter yang cenderung dingin atau Facebook yang terlalu kaya fitur, tawaran kesederhanaan Plurk ditambah emoticon khas Plurk menjadikannya social network yang cukup setia dinikmati kalangan onliner.
Masa Pendekatan
Membuat akun Plurk pada tanggal 21 November ’08, lingkaran awal saia berkisar teman-teman kerja di Surabaya, Makasar, dan Banjarmasin. Merasa bahwa lingkarannya terlalu terbatas, di bulan Desember saia memutuskan untuk membuka keran komunikasi dengan semua plurker yang sudah eksis. It feels wow! Ternyata menjalin silaturahmi di dunia online tidak kalah hangat dengan di offline. Berkat plurk, saia bisa berkenalan dengan blogger-onliner yang memanfaatkan Plurk sebagai media promosi atau personal branding mereka.
Masa Bulan Madu
Saia menyebutnya masa bulan madu karena di masa-masa ini saia begitu menikmati menit-menit kegiatan ngeplurk saia. Yang paling menyenangkan tentu saja kopi darat (kopdar). Episode Plangi, Burger and Grill Depok, Warung Desa, Bumbu Desa, Pasar Festival, Pejaten Village, Lapangan Tembak Senayan, Bogor, Bandung, dan yang terakhir di Mbah Jingkrak, Blok M merupakan rangkaian kopi darat yang pernah saia ikuti.
Tak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan kopdar, bisa mengenal penampakan plurker dan mencoba mencari chemistry komunikasi yang telah terbangun di dunia online merupakan sesuatu yang selalu membuat saia semangat, somehow.




Di masa ini pula, akhirnya saia bisa jalan-jalan ke Dieng bareng Amri, Novi, Aris, dan Kristian. Satu perjalanan yang sangat berkesan yang akan diikuti oleh perjalanan-perjalanan di tempat lainnya.
Masa Rehabilitasi
No plurk is a good plurk–blogger
Plurk itu tempat sampah–blogger
Sepanjang waktu, saia mencoba untuk mematahkan opini ini. Memang tidak ada yang bisa melarang sebuah opini, tetapi saia cukup yakin there’s something good in Plurk. Selain persahabatan, saia mempunyai beberapa teman plurker yang sangat informatif thread-nya. Entah itu informasi berita, postingan blog, atau pun kondisi faktual di tempatnya masing-masing.
Akan tetapi akhir-akhir ini, saia pribadi merasa memang ada benarnya dengan pendapat pertama di atas. Terlalu banyak informasi insignificant yang diberikan di Plurk—demi karma, yang pada akhirnya membuat saia lelah. Jangankan untuk plurkwalking, untuk membacanya saja kadang butuh energi yang tidak sedikit.
Yeah… maybe I’ve reached the saturation point right now.
Tips Ngeplurk
Anyway, saia beruntung bisa menikmati kegiatan ngeplurk sejauh ini. Terbukti sampai sekarang untuk ukuran lokasi di Depok, saia menempati peringkat pertama profile views-nya (siap dipentung):
How to enjoy your plurking? Here’s my tips:
• Jangan alay!
Once alay detected, bersiaplah anda untuk diremove as friend atau yang paling beruntung timeline anda tidak akan diikuti. I still don’t understand why they enjoy alayisme. I still don’t!
• Rajin plurkwalking
Terutama untuk plurker-plurker baru yang ingin menikmati thread-nya dikomentari orang lain, jangan mojok di thread sendiri. Gak ada asyiknya ngeplurk hanya untuk diri sendiri.
• Balas respons
Saia termasuk plurker yang berprinsip untuk menjawab semua respons yang masuk se-insignificant apapun responsnya. Buat saia mereka wajib dihormati, terlepas dari kenal atau tidaknya saia terhadap mereka.
• Add and approve friend
Jangan ragu untuk membuka keran komunikasi anda terhadap plurker-plurker baru. Tak ada yang lebih menyenangkan dibanding mendapatkan teman baru di dunia online ini.
• Jangan terlalu banyak buat thread
Kalau bukan thread informasi, thread-thread semacam ini menunjukkan ketidakkonsistenan emosi anda.
• Kopi darat
Ini yang paling menyenangkan. Anda tidak ingin hanya dikira plurker tanpa raga kan? Tidak ingin thread anda disebut thread hoax kan? Maka kopdar lah. Sepanjang ingatan saia, kopdar plurker biasanya lebih ramai dan rileks dibanding kopdar lainnya. Dan mereka punya kode-kode sendiri seperti: worship, lmao, doh untuk emoticon ini:
,
,
yang tentunya hanya eksis di dunia plurking.
So do you enjoy your plurking, plurkind?
Keterangan gambar:
(1) Kopdar plurker pertama saia di Plangi – Sheed (2) Kopdar Ultah saia di Pasar Festival – Riky (3) Kopdar Bandung – Wenny (4) Kopdar Bukber Mbah Jingkrak – eskopidantipi