24 November 2009
Setahun Bersama Plurk
Ditulis oleh dhodie dalam: Curhat; Komunitas .
Dalam perjalanan saia di dunia online sejauh ini, Plurk menempati posisi yang istimewa dibandingkan social network lainnya. Plurk memberikan ruang yang sama kepada tiap-tiap orang berinteraksi sehingga kita merasa dihargai keberadaannya. Dan dibandingkan dengan Twitter yang cenderung dingin atau Facebook yang terlalu kaya fitur, tawaran kesederhanaan Plurk ditambah emoticon khas Plurk menjadikannya social network yang cukup setia dinikmati kalangan onliner.
Masa Pendekatan
Membuat akun Plurk pada tanggal 21 November ‘08, lingkaran awal saia berkisar teman-teman kerja di Surabaya, Makasar, dan Banjarmasin. Merasa bahwa lingkarannya terlalu terbatas, di bulan Desember saia memutuskan untuk membuka keran komunikasi dengan semua plurker yang sudah eksis. It feels wow! Ternyata menjalin silaturahmi di dunia online tidak kalah hangat dengan di offline. Berkat plurk, saia bisa berkenalan dengan blogger-onliner yang memanfaatkan Plurk sebagai media promosi atau personal branding mereka.
Masa Bulan Madu
Saia menyebutnya masa bulan madu karena di masa-masa ini saia begitu menikmati menit-menit kegiatan ngeplurk saia. Yang paling menyenangkan tentu saja kopi darat (kopdar). Episode Plangi, Burger and Grill Depok, Warung Desa, Bumbu Desa, Pasar Festival, Pejaten Village, Lapangan Tembak Senayan, Bogor, Bandung, dan yang terakhir di Mbah Jingkrak, Blok M merupakan rangkaian kopi darat yang pernah saia ikuti.
Tak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan kopdar, bisa mengenal penampakan plurker dan mencoba mencari chemistry komunikasi yang telah terbangun di dunia online merupakan sesuatu yang selalu membuat saia semangat, somehow.




Di masa ini pula, akhirnya saia bisa jalan-jalan ke Dieng bareng Amri, Novi, Aris, dan Kristian. Satu perjalanan yang sangat berkesan yang akan diikuti oleh perjalanan-perjalanan di tempat lainnya.
Masa Rehabilitasi
No plurk is a good plurk–blogger
Plurk itu tempat sampah–blogger
Sepanjang waktu, saia mencoba untuk mematahkan opini ini. Memang tidak ada yang bisa melarang sebuah opini, tetapi saia cukup yakin there’s something good in Plurk. Selain persahabatan, saia mempunyai beberapa teman plurker yang sangat informatif thread-nya. Entah itu informasi berita, postingan blog, atau pun kondisi faktual di tempatnya masing-masing.
Akan tetapi akhir-akhir ini, saia pribadi merasa memang ada benarnya dengan pendapat pertama di atas. Terlalu banyak informasi insignificant yang diberikan di Plurk—demi karma, yang pada akhirnya membuat saia lelah. Jangankan untuk plurkwalking, untuk membacanya saja kadang butuh energi yang tidak sedikit.
Yeah… maybe I’ve reached the saturation point right now.
Tips Ngeplurk
Anyway, saia beruntung bisa menikmati kegiatan ngeplurk sejauh ini. Terbukti sampai sekarang untuk ukuran lokasi di Depok, saia menempati peringkat pertama profile views-nya (siap dipentung):
How to enjoy your plurking? Here’s my tips:
• Jangan alay!
Once alay detected, bersiaplah anda untuk diremove as friend atau yang paling beruntung timeline anda tidak akan diikuti. I still don’t understand why they enjoy alayisme. I still don’t!
• Rajin plurkwalking
Terutama untuk plurker-plurker baru yang ingin menikmati thread-nya dikomentari orang lain, jangan mojok di thread sendiri. Gak ada asyiknya ngeplurk hanya untuk diri sendiri.
• Balas respons
Saia termasuk plurker yang berprinsip untuk menjawab semua respons yang masuk se-insignificant apapun responsnya. Buat saia mereka wajib dihormati, terlepas dari kenal atau tidaknya saia terhadap mereka.
• Add and approve friend
Jangan ragu untuk membuka keran komunikasi anda terhadap plurker-plurker baru. Tak ada yang lebih menyenangkan dibanding mendapatkan teman baru di dunia online ini.
• Jangan terlalu banyak buat thread
Kalau bukan thread informasi, thread-thread semacam ini menunjukkan ketidakkonsistenan emosi anda.
• Kopi darat
Ini yang paling menyenangkan. Anda tidak ingin hanya dikira plurker tanpa raga kan? Tidak ingin thread anda disebut thread hoax kan? Maka kopdar lah. Sepanjang ingatan saia, kopdar plurker biasanya lebih ramai dan rileks dibanding kopdar lainnya. Dan mereka punya kode-kode sendiri seperti: worship, lmao, doh untuk emoticon ini:
,
,
yang tentunya hanya eksis di dunia plurking.
So do you enjoy your plurking, plurkind?
Keterangan gambar:
(1) Kopdar plurker pertama saia di Plangi - Sheed (2) Kopdar Ultah saia di Pasar Festival - Riky (3) Kopdar Bandung - Wenny (4) Kopdar Bukber Mbah Jingkrak - eskopidantipi
146 Opini so far...
Novi Muharrami berkomentar:
24 November 2009 at 11:08.
Hahaha
ini dia yg ditunggu, plurk nya akang ultah juga ya *ngeles*
ayo!!!!!! berpetualang lagi
neng ucrit berkomentar:
24 November 2009 at 11:13.

eh btw tips pertama : jangan alay 
respond!!
ikh belum pernah ikut kopdar
icha berkomentar:
24 November 2009 at 11:17.
huehehehhehe saya termasuk org yg gila kopdar….
anyway plurk emang tempat pelarian yg pas buat saya klo lagi pusing ama yg nyata2 hehehe
happy bday plurk-nya dhodie ^_^
iman berkomentar:
24 November 2009 at 11:22.
Don’t try nge-plurk at home … ini bikin ketagihan
Plurk memang sebuah fenomena buat saya pribadi yang baru 6 bulan bergabung, menjadikan sosok-sosok introvet menjadi lebih mudah untuk bersuara. terbukti ketika beberapa kali kopdar ternyata banyak sekali sosok pendiam bahkan nyaris ga bersuara, padahal di plurk mereka tuh berisik sekali hehehe.
Di plurk pun aneka ragam mahluk bisa ditemui di sini (ada kucing, singa, sapi etc), sangat menyenangkan bisa menambah teman, sahabat, bahkan saudara di sini.
Senang bisa berbagi kebahagiaan bahkan kadang curhat dengan teman2 di sana. Ulasan yg sangat bagus Gan. Tararengkyu
Montoq berkomentar:
24 November 2009 at 11:35.
poto gua ga ada 
pentung2 om @dhodie
(taser)
makan2…..
@copymoe berkomentar:
24 November 2009 at 12:02.
sangat setuplurk sama tulisan bang @dhodie, terus terang saya jg merasakan hal yg sama.. karma atau ke-eksis-an bukan alasan utama saya ngeplurk, tapi interaksi sama teman2 yg bikin saya gak tahan untuk nutup plurk. selalu menunggu kalo ada berita kopdar ato info2 lain.
i do addicted to plurk, tapi lebih tepatnya, i do addicted to make friends..
keep on plurking
b43r berkomentar:
24 November 2009 at 12:17.
wah sby juga sering kopdar.. bener tuh mas dodie lebih enak plurk dari pada twiter mari ngeplurk… http://www.plurk.com/nguik_nguik
quinie berkomentar:
24 November 2009 at 12:47.
hihihi.. sayah juga bertemu temen2 blogger dari plurk. *mengenang masa2 indah sebagai plurker* xixiix
kips berkomentar:
24 November 2009 at 13:07.
Ongkoh kedah ngarespon tapi disabled berarti hoyong dipasihan ieu nya
Cipu berkomentar:
24 November 2009 at 13:40.
wah plurk ku di blok kantor, jadi kurang bisa eksis… cuman bisa hit and run sekali kali dari hape… huhu hu
Tince berkomentar:
24 November 2009 at 13:47.
Kudos to dhodie for this post, emang kadang bosen juga nge plurk.. tapi bener kata lu dhod, ada yang bikin kangen sama orang2nya, komen2nya.. dan menyenangkan liat temen2 lama jadi kenal dengan temen2 baru
achie berkomentar:
24 November 2009 at 15:26.
huehehehehe…..
baru dua kali nih merawanin plurk 
sempat meninggalkan dunia plurk…tapi ternyata tidak bisa bertahan lama
emang addict!!!! ajaib deh social networking satu inih
iLLa berkomentar:
24 November 2009 at 15:30.
sayah baru bisa nyampe karma setelah pake modem di kos2an, hakhak… 
plurk memang tempat curhat dan sedikit nyampah
paling ampuh, emotnya lucu2 sih..
eskopidantipi berkomentar:
24 November 2009 at 16:11.
halooooo…udah lama ndak online saya… makanya plurk ta tinggalin dengan ngefreeze karma (lol)
iseng2 ta intip2 lagi, ternyata masih rame ya
btw fotonya bagus, apalagi yg terakhir (lol)
lukman berkomentar:
24 November 2009 at 21:15.
saya plurker loh
*dipentung*
aaa pokoknya ikut bikin artikel plurk kalo karma udah cepek
luvie berkomentar:
24 November 2009 at 21:19.
ada satu lagi yang unik dhod.. emoticon
yang susah di temukan di tempat lain..
aly mipa ui berkomentar:
24 November 2009 at 22:12.
bang, daku belom ngeplurk tuh
segera mudah-mudahan
aly mipa ui berkomentar:
24 November 2009 at 22:16.
bang dhodie
situ pernah ngajar di BTA LA ya?
dikenalin tuh wajahnya ma manajer BTA
masih inget ma maz mawan??
marsudiyanto berkomentar:
24 November 2009 at 23:39.
Karma saya dari 95 sekarang tinggal 0.00 Mas….
Yessi berkomentar:
25 November 2009 at 09:55.
jujur…aku ga punya plurk and know nothing about plurk… ;)
Zuchri berkomentar:
25 November 2009 at 12:19.
Plurk itu sejenis makhluk apa yah Kang Dodi …??? btw thanks yah, dah bagi ilmunya di Blogshop Bekasi …
morishige berkomentar:
25 November 2009 at 12:32.
saya punya akun di plurk. tapi keknya saya merasa lebih nyaman main di twitter. :mrgreen:
tuteh berkomentar:
25 November 2009 at 12:43.
Saya juga tepat Agustus kemarin ultah Plurk yang pertama. Nggak seperti blog (yang udah ultah ke-6 tahun), saya nggak merayakan apalagi ngepost khusus soal ultah plurk ini hueheuehue. Tapi teteup ya, pendapat saya dan beberapa teman, PLURK emang lebih KEREN ketimbang yang lain. Facebook itu metabolisme-nya terlalu cepat dan akhirnya nggak ada yagn spesial
hhihihi.. Twiter terlalu dingin
jadinya hampa. Plurk tetep pilihan utama (pernah juga ngebahas ini di blog) hehehe…
Hidup PLURKERs!!!!!!
(Inget istilah2nya ada Plurk Village juga ;p)
eshape berkomentar:
25 November 2009 at 13:31.
Agustus 2008 aku sudah ikut plurk dan sampai saat ini tetap setia dengan PLURK, meskipun tidak bisa seperti mas DD.
Salut buat tipsnya mas. Tipsku bertolak belakang dengan tips mas DD.
Hahaha..bagusan punya mas DD deh.
Didien® berkomentar:
25 November 2009 at 14:44.
saya sudah lama main internet, tp blm pernah nyoba plurk..sepertinya menarik juga..coba² ahhhh..
salam, ^_^
Caride™ berkomentar:
25 November 2009 at 14:44.
asik juga ya punya plurk..bisa semakin luas interaksi kita di dunia maya..
d-Gadget™ berkomentar:
25 November 2009 at 14:46.
Plurk sama g yah dg twitter ato FB? soalnya rada gaptek neh masalah situs jejaring..hehehe
zenteguh berkomentar:
25 November 2009 at 21:19.
top article. review tentang perjalanan plurk. Saya sebenarnya juga udah nyemplung, tapi gak aktif mas. Karma masih nol he..he..maklum masih tersandera
Hariez berkomentar:
25 November 2009 at 22:00.
malem sob..
yupzz..bener gw juga lebih enakan ngeplurk selain bisa ningkatin karma, jadi sambil komunikasi juga sama temen. itu semua gw tahu pas di invite sama seorang temen di plurk yang sekarang udah ga eksis lagi. ternyata setelah sedikit-demi sedikit di pelajari, kalo buat status FB & tweeter juga melalui plurk aja biar ga kebanyakan ngetik *males buka sono-sini* and…gw udah add juga tuh sob
met malem met beristirahat brotha
-salam-
Pradna berkomentar:
25 November 2009 at 23:04.
hoo…kirain link plurk-nya mau : http://www.plurk.com/dhodie/invite
yang jelas plurk bikin perasaan sperti roller-coaster…keranjingan-bosen-keranjingan-muntah2-antri tiketnya lagi-naik lagi-keranjingan-bosen-keran…
Bunda Nurul berkomentar:
26 November 2009 at 13:21.
Assalamu’alaikum A’Dhodie,
Setuju banget nih dg tulisan Dhodie, didunia Plurk ini saya memang serasa menemukan kelompok teman, sahabat, keluarga yg sedang ngobrol dg berbagai gaya masing-masing, meskipun banyak belum pernah saling ketemu. Ada yg begitu serius, konyol, santai dll. Dg dunia plurk sedikit banyak dapat dikeketahui setiap watak pribadi pemainnya juga :-).
Tapi saya termasuk salah satu yg tidak rajin kopdar (tapi saya punya raga lho ya
)
Ok lah yg perlu rajin kopdar memang yg muda aja, yg tua cukup ikut meramaikan plurk saja
Tapi saya tidak menutup diri bila ada yg ingin silaturakhim langsung/kopdar
cici silent berkomentar:
26 November 2009 at 13:38.
Hmm… setahun bersama plurk ya…? Kalo daku dah brp lama ya… Kalo nggak salah September 2008 deh, zaman awal2 plurking… mengejar2 karma buat dpt emoticon
Daku jd inget tret daku wkt itu yg bikin Bung Dhodie *esmosy* :p Yg tentang rokok
Indah mengenangnya…
cici silent berkomentar:
26 November 2009 at 14:57.
Karmaku mah dua bln terakhir ini naek turun… Ga heran dikau msh inget detilnya, melankolis sih… hehe
*peace* Sip dah kalo gitu, semoga nnt bnr2 bs meninggalkan rokok, amiin
*ngarep*
enggar berkomentar:
26 November 2009 at 15:38.
weehh… kopdar terus ya Dod? Boleh tanya nggak, apa ya artinya alay? Murid saya suka pakai kata ini untuk bercanda sama teman2 mereka. Tiap kali mau tanya saya lupa terus. thks ya :)
dhodie menanggapi:
November 26th, 2009 at 15:50
Alay itu anak layangan atau anak lebay gitu teh. Suka lebaaay lah pokona mah *ini jadi bingung ngomongnya* Yang paling jelas terlihat itu kalo nulis suka huruf gede kecil trus ganti-ganti sama nomer. Ini Definisi Alay yang lengkap
zulhaq berkomentar:
26 November 2009 at 16:05.
gw sampe sekarang masih gaptek, dan masih seneng gaptek2an
jadi gak punya dan belum pernah pake plurk :)
seru bgt yah kopdarnya *jadi pengen* he he he
enggar berkomentar:
26 November 2009 at 17:11.
hehehe, thank you.. thank you.. infonya lengkap pisan euy
kenanga berkomentar:
26 November 2009 at 18:35.
hai hai..
kunjungan perdana nh..
ikut semangati tujuan hidupku yah
Joko Setiawan berkomentar:
26 November 2009 at 18:49.
Mari bertakbir seraya memuji nama-Nya.
Allahu Akbar 3x
Laa Ilaa Ha Illallahu Allahu Akbar
Allahu Akbar Walillah Ilham. KUMANDANGKAN TAKBIR KEMENANGAN!!!!!
katakataku berkomentar:
27 November 2009 at 02:35.

wah saia bulan depan tuh ultar nyemplurknya 
tapi gag tau tuh tanggal pastinya
d'starz berkomentar:
27 November 2009 at 17:50.
kapan yah bisa kopdar bareng om dhodhie???
tipsnya oke juga,wkwkwk…
itempoeti berkomentar:
27 November 2009 at 17:54.
lagi difreeze biar karma gak turun… 
soalnya lagi gak bisa rutin ngeplurk… 
hidup plurker !!!
Lov4Live berkomentar:
27 November 2009 at 17:56.
yang paling bikin plurk ngangenin itu candaannya itu lhooo yang konyol…
kadang (sering juga seehh..) sampai cekikikan sendiri kalau lagi ngeplurk…
ayahshiva berkomentar:
28 November 2009 at 17:54.
pernah buat akun plurk, tapi gak pernah login ke pulrk, soalnya udah kena virus twitter
New Bie Oon berkomentar:
29 November 2009 at 17:39.
duh.. jadi pengen aktipin plurk lagi nih… enak juga ngomong sendirian kek orang bego.. hkhkhkhk… selalu uptodate..
ammadis berkomentar:
30 November 2009 at 06:58.
Somehow…?
Oooh I hope it will be made up, friend…!
Banyak tuu ceweknya yaaa….ayo pilih yg mana…ato dah dapat,bos…????
komuter berkomentar:
30 November 2009 at 12:31.
pernah punya plurk, namun entah mengapa lebih asik ngeblog. facebook cuma trend saja…
athirzweet berkomentar:
30 November 2009 at 19:21.
Emank plurk tetap yg terbaik, walaupun saia pernah selingkuh darinya, but tetep kembali untuk eksis…
Om dod, aq add yach….
ranna subhan berkomentar:
2 December 2009 at 13:14.
sama kang!
saia bikin plurk waktu tgl 28 November 2008. gak kerasa aja udah setahun.
kapan ya saia bisa kopdar sama kang dhodie??
martha berkomentar:
7 December 2009 at 14:22.
plurk? apa tuh plurk? 
saya ga ngeplurk, soalnya saya sangat mudah kecanduan.. :P
ajengkol berkomentar:
17 December 2009 at 12:48.
Kapan yah kepengen ngeplurk lagi hiks FB aja sekarang udah mulai males hehehe
donno lah
cingamed berkomentar:
23 December 2009 at 21:35.
ga di plurk ga di blog tetep rame ya postingannya…
jadi iri saya kang….hehe
fotokuuuuu (blush)

*siyul2 ga mau nyimpulin*














dhodie menanggapi:
November 26th, 2009 at 09:46
Yoits ternyata nda beda jauh ya jarak ultahnya
Ayoo bertualang
Balas