2 December 2009

Pantai-pantai Perawan di Garut Selatan

Ditulis oleh dhodie dalam: Petualangan .

The tripper

















Berawal dari keinginan untuk doing something extraordinary ketimbang hanya weekend di rumah, akhirnya gua menyambangi belahan lain kota kelahiran gua sendiri, Garut Selatan tanggal 27-29 November kemarin. Perjalanan kali ini bisa dibilang sangat spontan karena baru direncanakan jam 13.00 dan tau-tau jam 19.30 udah siap berangkat. Spontanitas perencanaan kayak gini sebenernya seru juga soalnya kalau bisa berhasil akan sangat menyenangkan dan kalau tidak, nothin to lose. Meski gua tetap lebih milih ada perencanaan matang.

Mencoba mengontak Dienger yang ternyata semuanya sibuk (Novi dan Amri kena jadwal masuk kerja, Aris yang habis sakit, dan Ian lagi di rumah saudaranya), gua pun mengalihkan tawaran ke teman-teman lain. Akhirnya terkumpullah Ratu dari Bekasi, Aci dari Cibubur, dan Belgaman dari Bandung. Mutual connection-nya ada di gua: kenal Ratu di be-blog, dan kenal Aci dan Belgaman di plurk dan blog. Mendapat teman baru selalu menyenangkan, kan?

Thawaf Bis di Rambutan
DodiSebenernya rencana ini hampir-hampir gagal karena Aci yang susah mendapat izin dari nyonya besar (baca: ibunya) dan Belgaman yang ada tugas negara (baca: keluarganya). Sampai jam 17.30, akhirnya kabar baik itu datang dari Aci. Gua pun langsung sms Ratu untuk mulai packing. Titik pertemuan ditetapkan di terminal Kp.Rambutan jam 19.00. Sebagai ibu guru teladan, Aci datang tepat waktu, gua telat setengah jam, dan Ratu 45 menitan. Di perjalanan menuju terminal, gua mendapat kabar baik lain dari Belgaman karna akhirnya bisa join sama kita. Setelah makan malam sekaligus pertemuan pertama Aci dan Ratu, kami pun memutuskan naik bis tujuan Garut yang tersedia, Saluyu.


Mengetahui ada 17 backpacker yang akan ke Garut juga, bisa sedikit melegakan kami karena bis yang kami naiki ini masih kosong melompong sampai jam 20.15. Padahal sudah confirm ke Belgaman ancer-anceran jam berangkat dari Jakarta jam 20.00. Kelegaan itu tetap tinggal harapan ketika akhirnya bis berangkat dari terminal. Hal ini dikarenakan bis berputar-putar di jalur Pasar Rebo-Jalan Baru-Rambutan sampai 3x untuk memenuhi kuota penumpang. Jengkel rasanya mengetahui bahwa bis baru berangkat jam 21.50.

Jakarta – Bandung - Garut
Janjian ketemu sama preman Cicaheum, Belgaman di pintu tol keluar Cileunyi, jam 22.00-23.00, akhirnya baru bener-bener ketemu jam 24.00 teng karena keterlambatan pemberangkatan ini. Sebenernya, bis melaju cukup kencang karna beberapa kali gua merasa terbang di jalan tol Padalarang. Dan itu terbukti ketika jalur Cileunyi-Garut ditempuh kurang dari satu jam. Tau-tau jam 00.45 kita sudah sampai di Tarogong aja. Menggunakan delman malem-malem dan gua merenungkan niat jadi tukang delman dengan duduk di depan, kami menuju kediaman Bunda Okky untuk beristirahat. Karena sudah diceritakan Aci kita adalah blogger-blogger bukan seleb tapi eksis, bincang-bincang pun tidak jauh dari blog dan komunitasnya.

Menuju Pantai Santolo
Keesokan harinya, kami langsung berkemas begitu bangun tidur karena perjalanan panjang yang akan ditempuh. Photo session pertama akhirnya dimulai di depan warnet Bunda Okky.
Bunda Okky
Sekeluarnya dari sana, kami pun sarapan terlebih dahulu di dekat alun-alun Tarogong. Tentu tidak lupa foto-foto ala pahlawannya.
Tarogong




























































Menaiki Elf ditemani lagu-lagu Wali yang iramanya gitu-gitu aja :-& , mobil ini ternyata mempunyai virus yang sama dengan Saluyu: virus thawaf. Dikarenakan Garut punya beberapa arah menuju terminalnya, supir menggunakan beberapa jalan untuk kembali ke titik semula. 2? 3? atau 4 kali muter.. ah sudahlah kami sudah terlalu pusing mikirin kejadian thawaf semalam sebelumnya (lonely) Elf akhirnya baru benar-benar meninggalkan kota Garut setelah sang kernet mencium ada elf lain di belakangnya.

Actually, perjalanan menuju Santolo itu sendiri sangat mengesankan. Jika saya pernah terkesima dengan pemandangan menuju Dieng dari kota Wonosobo, ternyata Garut bagian selatan pun tak kalah indahnya. Bahkan gua akui pemandangannya ngalahin Dieng. Deretan pegunungan yang diterpa sinar matahari, sementara elf kami diselubungi rintik hujan mengingatkan gua pada Selandia Baru entah darimana gua bisa kepikiran tempat itu. Dan yang paling WAW itu ngeliat lembah yang diapit bukit-bukit dan dibelah sungai berair jernih. Ah tidak ada kata terucap selain, Subhanallah. Indah tak terperi.
Melaju to Santolo
Dikarenakan jalannya cukup kecil, berkelok-kelok, dan pastinya jauh tak berujung.. kami semua akhirnya ketiduran. Hingga akhirnya terbangun karena udara panas, tau-tau kami sudah berada di Pameungpeuk, kecamatan terakhir menuju Pantai Santolo. Terima kasih untuk supir elf yang baik hati itu mengantarkan kami hingga ke penginapan begitu mengetahui tujuan kami ke laut.

Menelusur Keindahan Santolo
Pantai Santolo sendiri merupakan belokan pantai di Garut Selatan dengan pemandangan yang indah. Berikut ini citra satelit untuk pantai ini:
Santolo




































Setelah mendrop barang-barang di penginapan, kami langsung memanfaatkan waktu untuk menikmati spot-spot bagus di pantai ini. Untuk menuju pulaunya yang entah kenapa disebut pulau padahal masih bersatu dengan daratan, kami harus naik perahu. Spot penting untuk direkam di pantai ini itu pantai berkarang. Meski ombaknya cukup tinggi, tetap akan buyar sebelum mencapai bibir pantai karena teredam benteng karang di pantainya. Di sinilah kami, para fotografer handal dan modelnya mulai beraksi. O yeah!
Nice
Menjelang sore, kami bergerak ke sisi kanan Santolo untuk mengejar sunset. Kami sengaja mengambil tempat yang agak jauh dari keramaian supaya bisa ngelakuin pose-pose aduhai dan ciamik. Akhirnya view yang kami dapatkan awesome selepas 300 meter dari bibir penginapan. Langit saat itu berkolaborasi mendukung kami dengan memberikan warna emas yang luar biasa indah. Oiya, di sini kami pun mulai beraksi menunjukkan bakat yang terpendam terlalu lama : lompat-lompat!
Lompat!






































Bermain Sinar di Malam Hari
Setelah kelelahan bermain air sendirian dan baru tau kalau ada kasus orang keseret ombak di pantai ini (nottalking) , kami beristirahat sejenak di penginapan sebelum mengeksplorasi kemampuan kamera di malam hari. Hasilnya keren kan?
blog
Beranjak balik jam 23.00, kami pun langsung terlelap begitu bertemu bantal karena akan bangun jam 4 pagi untuk mengejar sunrise di Puncak Guha.

Pesona Puncak Guha
Berangkat dari Santolo jam 4.30, kami menggunakan mobil omprengan menuju Ranca Buaya. Dikarenakan jalan yang tak mulus, mobil bergerak pelan ditemani dongeng guide dadakan. Sampai di Puncak Guha sebenarnya agak telat karena warna keemasan sudah berubah jadi kuning. Kami pun langsung merekam pemandangan yang ada. Dan hasilnya sekali lagi tak mengecewakan. It just awesome seperti di Selandia Baru sekali lagi gua gak tau kenapa bisa bandingin sama tempat itu .
Serenade






































Begitu menyadari bahwa tempat ini membentang di antara hamparan rumput nan hijau dan langit biru yang cerah, akhirnya sesi foto loncat pun dilanjutkan. Sampai titik ini kalian udah gak bisa ngiri kan? Terlalu ngiriii… untuk dilupakaaann….
Lompat!
Tebing Expression










































































Napak Tilas di Ranca Buaya
Setelah puas foto-foto, mobil bergerak ke arah Ranca Buaya (sekitar 2 km dari Puncak Guha). Gua sebenarnya maksain pergi ke tempat ini karna pengen tau aja alasan Dee gunain tempat ini di salah satu seting novel Perahu Kertas.
Ranca Buaya
Tempatnya sebenarnya cukup oke, tapi karna banyak karang di mana-mana. Hal ini menyebabkan kami tidak leluasa mengeksplor pantainya. Apalagi kami belum sarapan, sehingga energinya pun tinggal sisanya saja. Setelah mendapat spot-spot yang menarik hati , gua akhirnya memilih untuk duduk terdiam di atas pasir ngebayangin jadi Keenan yang tiba-tiba didatengin Kugy di akhir cerita.

Sampai jarum jam menunjuk angka 9, kami bergerak pulang ke penginapan. Perjalanan balik ke Jakarta dalam bayangan kami bisa jadi sangat melelahkan. Dan itu akhirnya terbukti.

Cobaan Elf
Menggunakan mobil omprengan yang sama, akhirnya kami meninggalkan Santolo ketika matahari sudah menyengat dengan teriknya. Mobil berusaha mengejar elf yang lewat tapi karena hari itu minggu dan siang hari, akhirnya kami seperti backpackeran yang nunggu mobil di tengah jalan. Elfnya selalu penuh dan jangan tanya kapasitas maksimum mobil di sini. Kernet akan tetap bilang masih kosong kalau kaki masih bisa dimasukin.

Di sinilah penderitaan di mulai. Gua dan Belgaman dapet paling belakang, sementara Aci dan Ratu di depan. Belgaman meringis karena sepanjang jalan harus sujud dan Aci-Ratu yang umpel-umpelan bareng penumpang di depan. Ketika akhirnya bisa lepas dari perangkap elf selama 4.5 jam, kami menyempatkan diri menyambangi rumah seorang plurker Garut, Lanymeeladh. Dijamu ala keraton dengan makanan lebaran kurban, kami berterima kasih untuk dagingnya, obrolannya, dan molennya sebagai bekal perjalanan menembus Jakarta.
Lany








































Back to the Real World
Menggunakan bus Karunia Bhakti yang ngetem cukup lama, akhirnya bis benar-benar bergerak jam 22.00. Penderitaan belum berakhir kawan, baru beberapa kilometer bis berangkat, laju kendaraan stuck di tempat selama dua jam. Macetnya edaaasss!! Setelah jam 22.00, kami baru bisa melewati Nagrek dengan lancar. Fyuh.

Menempuh tol Cipularang dengan lapang, gua mutusin untuk nginep di rumah kakak di Bekasi karna takut kemaleman. So bareng Ratu, gua turun di Tol Timur dan langsung mencegat ojek. Lagi-lagi mendapati kejengkelan lain karena dibohongi tukang ojek dengan mbayar 2x lipat pantes itu abang-abang ramaaahh banget selama perjalanan.

Buat gua, perjalanan kali ini sangat berkesan, meski kami masih berbicara di permukaan (belum dari hati-ke-hati seperti pengalaman bareng Dienger), tidak dipungkiri kami menjadi lebih dekat. Tidak ada yang lebih menyenangkan bisa mengenal pribadi-pribadi teman berpetualang seperti mereka. Hail Aci, Belgaman, and Ratu for the trip!
LOVE
Catatan:
Total dana yang mesti disiapin Rp.232.000 per orang di luar biaya makan.
Sumber gambar hasil jepretan: Dodi, Aci, Belgaman

133 Opini so far...

mayasari berkomentar:

2 December 2009 at 14:50.

pengen bisa jalan2 lagi kek gitu [inget jaman muda dulu] …
its a very beautiful adventure, Mister… [ngiri juga ih ama kameranya]

Balas

dhodie menanggapi:

kalau sudah berkeluarga apalagi perempuan agak susah ya mba untuk adventure seperti ini :-))
hihihi iya, kamera memang salah satu faktor penentu kesuksesan juga sih :-D

Balas

belgaman berkomentar:

2 December 2009 at 15:00.

ooo pantes mr dodi mau nalangin dulu biaya sewa mobil *yang gw lupa kmaren byar* (doh). Ternyata punya misi khusus toh, heheheh.

Thx for the trip

Balas

dhodie menanggapi:

Hehehe misi khusus yang akan diketahui setelah trip ^^
Sama-sama Om :-D

Balas

Pradna berkomentar:

2 December 2009 at 15:03.

joss tenan!

pemandangannya…
petualangannya…
persahabatannya…

Balas

dhodie menanggapi:

kapan pergi bareng Ratu dan gua? :-))

Balas

Achie berkomentar:

2 December 2009 at 15:04.

huaaah.,panjang skali postingannya.
aku udah posting juga tuh dod,ntar aku link ke postingan ini yak…

thanx for the lovely trip (rock) aya caritaeun jang anak incu (ninja)

Balas

dhodie menanggapi:

terima kasih sudah dilink chie hehehe
that’s a lovely trip :-D

Balas

Montoq berkomentar:

2 December 2009 at 16:31.

Siapin diri buat taon depan (gym)
latihan lompat
latihan nahan laper

Taon depan harus lebih manteb dr taon ini (rock)

*andai gua sehat kemaren* Hiks

Balas

dhodie menanggapi:

ayoooo dong jalan-jalan lagi. masa di Jakarta mulu (nottalking)
meriangnya udah rebes kan sekarang? (rock)

Balas

neng ucrit berkomentar:

2 December 2009 at 18:00.

koq teh lany nya nunduk gitu sih.. ga keliatan.. hehe

Balas

dhodie menanggapi:

lany pemalu, beda sama prihandini (goodluck)

Balas

Guru Go!Blog berkomentar:

2 December 2009 at 22:54.

Masak ada pantai Perawan mas Dodhi?

Balas

dhodie menanggapi:

ada dongs.. pantai yang belum terjamah manusia :-P

Balas

Mariska berkomentar:

2 December 2009 at 23:05.

Kalau Mariska sih malah masih benar-benar perawan kak Dodi…

Balas

dhodie menanggapi:

aw aw aw (evil_grin)

Balas

Wandi thok berkomentar:

2 December 2009 at 23:14.

Wah, jan bener-bener bagus mas pantainya. Kapan ya aku bisa ke sana.

Balas

dhodie menanggapi:

do something… do something. perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah (rock)

Balas

Belajar SEO Wordpress berkomentar:

2 December 2009 at 23:33.

mantabs kang, teu ajak2 atuh xixixi, eta c aci asa endut xixi

Balas

dhodie menanggapi:

bwahahaha ada yang merhatiin perutnya juga ternyata (rofl)

Balas

achie menanggapi:

@dhodie, (idiot) emang udah gendut dari dolo taaaaaaaauuuuuuuu

Balas

dhodie menanggapi:

(haha) (rofl) (lmao)

Balas

quinie menanggapi:

@dhodie, untung gua ga dikomen gendut juga :D

Balas

achie menanggapi:

@dhodie, semprruuuuuullllllllllll seneng banged dah (idiot) (idiot)

Balas

Technomizer berkomentar:

2 December 2009 at 23:39.

wow. Fotonya keren. :mrgreen:

Salam kenal ya.

Balas

dhodie menanggapi:

terima kasih dan salam kenal juga :-D

Balas

elia|bintang berkomentar:

3 December 2009 at 00:10.

mengeksplorasi kameranya kenapa harus tulisan blog ya? haha.. seru2! saya juga ga nolak kok kalo diajak.. huehe :P

Balas

dhodie menanggapi:

karena kita ketemu, kenal, dan melakukan perjalanan berkat blog. Blog changes us! :-D

Balas

Mobil Retro berkomentar:

3 December 2009 at 01:34.

Duh…..rasanya seminggu disana tetap ngga cukup yah ?
Tempatnya bagus banget.

Balas

dhodie menanggapi:

enaknya memang mengeksplor tanpa dikejar waktu.. bisa bener-bener menyambangi satu per satu pantainya :-D

Balas

bandit™ berkomentar:

3 December 2009 at 07:20.

wahaooooo…..
fotp loncat’ ketemu disini ternyata… hehehehe

amazing Om…
Amazing…

*berharap suatu saat kesana…

Balas

dhodie menanggapi:

hohoho foto loncat yang keren yah.. dibackground dengan alam yang dahsyat.. amazing kata yang tepat :-D
You must go there someday bro (drinking)

Balas

mima berkomentar:

3 December 2009 at 11:57.

mupenggggggg.. (tears)

Balas

dhodie menanggapi:

ayoo dong lepas sedikit kesibukannya mim (cozy)

Balas

quinie berkomentar:

3 December 2009 at 12:31.

owww… lu udah posting toh ternyata..
yaaahh nasib gua hanya sebagai model, sebagian besar poto2 dari kamera kalian semua udah di publish di blog masing2…

gua pake poto apa dong :((

btw, poto yang rangkulan itu emang ga di uplod ya?
gua cariin dari kemaren

Balas

dhodie menanggapi:

hehehe masalahe elo gak dateng sih saat transaksi file fotonya, jadinya gak bisa milih sepuasnya :-D
ayo postinggg (dance)

Balas

quinie menanggapi:

@dhodie, knp harus jam lunch, hari biasa pula sih? coba kalo hari jumat… yuk mariii

Balas

dhodie menanggapi:

kalo jumatan, ya saia jumatan neng (goodluck)

Balas

ajengkol berkomentar:

3 December 2009 at 13:22.

Nice trip hehehe wah semoga akhir tahun bisa jalan jalan . . . Yogya Yogya Yogya . . Bali Bali Bali

Balas

dhodie menanggapi:

Let’s relaxing our body (banana_rock)

Balas

d3vy berkomentar:

3 December 2009 at 13:38.

next time jangan dadakan yaa… :)

Balas

dhodie menanggapi:

hahaha salah satu calon korban yang gagal didapatkan.
*noted*

Balas

ramadoni berkomentar:

3 December 2009 at 15:14.

waaawwww… kereeeennnn poto2nya… (worship)
harus ikutan ah kapan-kapan…
muantap gann… poto loncat2nya apalagi… *daritadi perasaan cuma ngomentarin fotonya doank, iihihi*

Balas

dhodie menanggapi:

loncat-loncat memang memberikan inspirasi kepada yang lain untuk tidak begitu-begitu saja berpose di depan kamera hehehe

Balas

martha berkomentar:

3 December 2009 at 15:44.

wih, aku baru tau foto yg ada tulisan BLOG itu bukan rekayasa photoshop. gimana caranya sih, kasih tau dong…. :)
membaca liputan perjalanan ini aku jadi kangeeeeeeeeeennn… pengen pulang dan pengen ke puncak guha lagi…

Balas

dhodie menanggapi:

Iyaa teh, itu tanpa sotoshop… maenin shutter speed aja koq. Adit nu jago mah.
Puncak Guha memang ngangenin (tears)

Balas

Novi berkomentar:

3 December 2009 at 15:50.

Hahaha, jadi responden ke-20 …. wah, tiada kesan tanpa kehadiranku … seharusnya lebih seru, kalo sekalian merayakan ulang tahunku … (lmao) … whew, kangen pantai nih gue, secara sudah setahun tak bobok di atas pasir putih … biar tahu bedanya pantai utara jajaran kepulauan Indonesia dengan yang bagia selatan Indonesia … (goodluck)

Kapan sesi foto2 lagi? tas make up dan kostum gue dah mulai lengkap nih .. jadi tinggal beraksi kok .. :D — *siyap dipentung* (idiot)

(tongue) dah gue bilang kan, panjang nih komen … foto … mmm, nothing comments lah … better day by day (rock)

Balas

dhodie menanggapi:

Iyah padahal momennya perfect sebenarnya (goodluck)
Tuh kan ada misi pantai khususnya :-P

Ayoo bertualang lagii (rock)

Balas

ari230387 berkomentar:

3 December 2009 at 16:50.

mo meninggalkan jejak seperti yg disuruh sm mas DODI, hehehehe..

btw acara jalan2nya keren bgt y! bisa disuasana yg asri dan indah bgt, jd pengen jg.

klo ada jalan2 lagi, ikutan y mas! ok… ok… ok…

Balas

dhodie menanggapi:

rrrr mbayar pajak dulu baru boleh ikutan (devil)

Balas

RitaSusanti berkomentar:

4 December 2009 at 02:45.

Wah perjalanan yang menyenangkan yah!, semua teman baru kenal lewat dunia maya yah?
ckckckc, hebat bisa mewujudkan sebuah perjlanan dengan rencana yang dadakan, salut!!

Balas

dhodie menanggapi:

iyah, semuanya berkat blog :-D
terima kasih rit (worship)

Balas

quinie berkomentar:

4 December 2009 at 07:33.

pertanyaan ga penting : kenapa disini kata ganti orang pertamanya jadi GUA ya? bukannya biasanya saia?

Balas

dhodie menanggapi:

nah gua pengen trial and error aja. what do you think when you read GUA and SAIA in my writings? (thinking)

Balas

achie menanggapi:

@dhodie, kepengaruh sama puncak gua?
bacanya asa preman yang nulis teh….hihih
kebiasaan baca saia soale (goodluck)

Balas

dhodie menanggapi:

Ho oh.. baiklah akan balik ke saia di tulisan berikutnya (worship)

Balas

quinie menanggapi:

@dhodie, good. saia is better than gua. hihi… gua is cave, right?

Balas

yusako berkomentar:

4 December 2009 at 08:10.

koq baca inih tulisan rada warm gimana gituh dengan “gua”, meruntuhkan poto hasil jepretan yang bagusnya.. ehh taunya kwini dah nulis di komennya.. yaa.. nice picture! moment nya pas cerah…. :)

Balas

dhodie menanggapi:

meruntuhkan poto hasil jepretan. berarti gak cocok pake gua yah :-(

Balas

quinie menanggapi:

@dhodie, btw, dari kemaren gua mencerna komennya si yusako ini, tapi kok masih tetep bingung ya?
warm = hangat, bukan berarti lebih bagus? tapi pas liat kalimat selanjutnya kok malahan berbeda maksud?
yang gua tangkep sih juga penggunaan kata ganti gua, tapi kok warm?!

Balas

adetruna berkomentar:

4 December 2009 at 08:48.

salam kenal dan minta ijin:D, itu yang seperti iklan axe aku save photonya…inspiring!
jepretan yang tidak sembarangan…sip!

Balas

dhodie menanggapi:

silahkan bro.. eh btw, yang seperti iklan axe itu yang mana ya? (goodluck)

Balas

lany berkomentar:

4 December 2009 at 08:56.

wedew,,,, hehehehe….. makasih udah nyempetin berkunjung (cozy)

Balas

dhodie menanggapi:

sama-sama lan.. jangan kapok yaaa (cozy)

Balas

andy berkomentar:

4 December 2009 at 09:18.

wah . . .tempat2nya kayaknya keren ni . . . perlu diagendakan sepertinya . . .

Balas

dhodie menanggapi:

you have to bro.. it’s WAW! (rock)

Balas

komuter berkomentar:

4 December 2009 at 09:20.

asik jalan-jalan……….

Balas

dhodie menanggapi:

pastinyaa :-D

Balas

Oemar_kawanlamamuygpernah1kampus berkomentar:

4 December 2009 at 09:42.

wow! that’s a great journey… :)

Balas

dhodie menanggapi:

hehehe nama lo panjang amat mar :-P
It is a great journey :-))

Balas

senny berkomentar:

4 December 2009 at 10:08.

kirain pantainya isinya perawan semua

Balas

dhodie menanggapi:

kalo itu judulnya diganti jadi: Perawan di pantai-pantai Garut Selatan (LOL)

Balas

d'starz berkomentar:

4 December 2009 at 11:56.

poto2nya asli bikin ngiri…..(nottalking)
pengen jalan2 yang seru kek gitu jugahh…

Balas

dhodie menanggapi:

ayo dimulai.. perjalanan yang dekat2 saja dulu (dance)

Balas

Lex dePraxis berkomentar:

5 December 2009 at 01:22.

Hai sobat, selamat akhir pekan. Hanya memberitahu sudah ada entri terbaru di blog saya, berjudul Racun Pengembangan Diri. Sekedar untuk semakin menambah wawasan saja.

Lex dePraxis
Unlocked!

Balas

dhodie menanggapi:

terima kasih informasinya :-D

Balas

iLLa berkomentar:

5 December 2009 at 02:15.

penasaran sama tulisan “blog” di gambar itu, caranya bijimana bang?
biayanya gag mahal2 amat yak. kapan2 ke arah timur dunk bang, pesiarnya… :D

Balas

dhodie menanggapi:

maenin speed shutter la.. pasti akan sampai ke sana (dance)

Balas

niQue berkomentar:

5 December 2009 at 09:41.

hohoho … sepertinya aku mencium bau2 konspirasi dari perjalanan kemarin xixixixi
menyimpulkan dari tulisan di atas maka mari kita nantikan ada apa dengan pribadi2 yang sudah semakin saling kenal … hahaha

eniwe, beneran bikin ngiri, dan paling ngiri kenapa engga ngajakin ‘pengantin anyar’ inih, takut pada ngiri yah klo kami ikutan? kami b2 juga kan siap lho klo dadakan LOL LOL

ywd … semoga masih ada lain x yak … *sempetin melet sama DEVY yang urung jadi model dadakan mendampingi RATU*

Balas

dhodie menanggapi:

Tidak ada konspirasi di saia koq, gak tau yang lain yak (evilsmirk)
bener yak waktu itu gak kepikiran ngajakin Ninik dan Azies.. next time yak (cozy)

Balas

quinie menanggapi:

@dhodie, knp pada bilang ada konspirasi ya? emang ga bole jalan2 yah? xixixi… kayanya yang ada lanjutannya si ehm ehm deh. ya kan?

Balas

morishige berkomentar:

6 December 2009 at 18:23.

oh, itu to rancabuaya yang di perahu kertas. keren juga.

nice report nih bro. :D

Balas

dhodie menanggapi:

bagus memang bro.. you should visit there someday.
Thank you (drinking)

Balas

zenteguh berkomentar:

6 December 2009 at 19:41.

hepi wiken mas, asyik banget tuh kayaknya, jadi ngiri abiss…

Balas

dhodie menanggapi:

sama-sama mas.. Ayo kunjungi (rock)

Balas

Cloud berkomentar:

6 December 2009 at 21:58.

waah.. jepretannya bagus..

pernah ke pagaralam.. disana pemandangannya ngga kalah juga.. puncak bogor juga.. :D

Balas

dhodie menanggapi:

wah itu asal teman blogger saia, cici silent tuh :-D
someday, ingin ke sana :-))

Balas

cici silent menanggapi:

@dhodie, Hayuk… ke Pagar Alam… (evil_grin) *baru liat komen inih*

Balas

itempoeti berkomentar:

7 December 2009 at 01:48.

suasananya ok banget…
terutama keguyubannya…

Balas

dhodie menanggapi:

Iya Kang, memang menginginkan suasana yang akrab dan penuh kehangatan (cozy)

Balas

Abied berkomentar:

7 December 2009 at 08:41.

Gambarnya mantep eui!
Pake kamera apaan Bang?
Salam kenal …
:-)

Balas

dhodie menanggapi:

Dua kamera Prosumer dan satu kamera DSLR. Memang mantap hasilnya :-D
Salam kenal juga ya (worship)

Balas

Treante berkomentar:

7 December 2009 at 11:16.

waduh, komplit bin panjang

tapi keren poto-potonya :)

yang bikin aku penasaran, siapa yang pegang kameranya? ;)

Balas

dhodie menanggapi:

hahaha malah teman saia di sebelah buat dalam 5 postingan tersendiri (goodluck)
Yang pegang kamera, pastinya tetap manusia hehehehe

Balas

isnuansa berkomentar:

7 December 2009 at 14:20.

Cuma ada satu kata: PENGEN…

Bosen dengan sumpeknya Jakarta….

Balas

dhodie menanggapi:

ayo rencanakan dari sekarang, biar eksekusinya lebih mantaps! (rock)

Balas

martha berkomentar:

7 December 2009 at 14:28.

OOT: itu kenapa ya skr banyak yg pake kata “saia”? EYD udh berubah gitu? *serius pengen tau, bukan ngeledek*

btw aku jd penasaran juga, yg mana sih foto yg mirip iklan Axe?

Balas

dhodie menanggapi:

Mungkin ketika saya mulai terbuka di ruang blog/mikroblog, saya konsisten menggunakan kata `saia`.. Jadi temen-temen udah nyaman baca kata pengganti yang biasa saya gunakan dengan kata `saia`.. khas (saya pertama kali nemuin ini dari Om Gajahpesing).
Nah kan, saia juga gak ngerti yang mana yang iklan Axe (doh)

Balas

quinie menanggapi:

yg lu pajang di puisi lu itu yg kaya iklan axe

Balas

mandor tempe berkomentar:

7 December 2009 at 15:21.

dudududu jalan-jalan teruss
kapan saya bisa ke sana yaa

Balas

dhodie menanggapi:

Yoi dong… eh mana fotomu pas kopdar kemariin? (devil)

Balas

asepsaiba berkomentar:

7 December 2009 at 15:45.

Kang Dhodie memang benar2 memanfaatkan masa muda (dan masa lajang? hehe.. piss) -nya dengan baik dan benar… :)

Balas

dhodie menanggapi:

hehehe harus bro, kalau sudah diiket di rumah da rada-rada susah keluar (goodluck)

Balas

a2i3s berkomentar:

7 December 2009 at 21:05.

waaaaaaa…. ga ngajak ngajak… (idiot) (idiot) (idiot) << rev edition

Balas

a2i3s menanggapi:

emotna ga muncul :(

Balas

dhodie menanggapi:

(haha) makanya jangan mentung-mentung sembarangan (lmao)
next trip? berani coba?

Balas

Lani berkomentar:

7 December 2009 at 21:07.

waa.. kapan2 ajak2 atuh mas.. ^_^
pengen jadi backpaker.. tapi selalu ketunda..

hmm..
emang yang paling sering terjadi itu, yang kadang ga kita rencanakan dengan matang sebelumnya..

terimakasih sharingnya.. jadi tambah semangat untuk jadi backpaker.. hehe..

kalo ada rencana lagi.. ajak2 ya mas.. :D

Balas

dhodie menanggapi:

Ayoo backpackeran (rock)

Balas

Andy MSE berkomentar:

7 December 2009 at 21:23.

wow…. keren polll

Balas

dhodie menanggapi:

(worship)

Balas

DV berkomentar:

8 December 2009 at 06:50.

Postingan ini bercerita banyak baik lewat gambar maupun kata-kata.
Aku sangat suka pada pantai dan pantai2 di Indonesia sebenarnya termasuk yang paling bagus di dunia.

Semoga keperawanan pantai2 terutama di Garut Selatan tetap terpelihara….

Balas

dhodie menanggapi:

betul mas, sebenarnya masih banyak pantai-pantai perawan di seluruh Indonesia yang nggak kalah sama negara lain, salah satunya Garut ini.

Balas

faiza berkomentar:

8 December 2009 at 08:22.

Mantep bro..
Hunting Terus Pantang Mundur…

Balas

dhodie menanggapi:

Enak aja.. gw bisa dipecat sama si bos kalo kagak balik2 (tongue)

Balas

ainee berkomentar:

8 December 2009 at 11:29.

Wheeewwwwwww….(woot)
Bikin mupeng euyyyyyyy,,,, soooo wonderful journey,,,,
*highly recommended 4 the next adventure*

P.S Kugy Keenan in a real world,dunk! :-))

Balas

dhodie menanggapi:

hayuk dicobain aja.. pasti seru (dance)
kenalin, saia Keenan (blush)

Balas

chrizna berkomentar:

8 December 2009 at 11:56.

mantap mas..
saia ada rencana mo ke santolo juga, pertengahan bulan ini insya Allah.
boleh minta rekomendasi penginapan dan bgmn u/ tempat makan disana?

salam kenal dan wassalam.

Balas

dhodie menanggapi:

Maaf.. beribu maaf kalau balasnya telat. Akhir-akhir ini saia sering ke luar kantor soalnya.
Untuk penginapan kalau yang di pinggir pantai berkisar antara 150rb-200rb. Kalau agak ke dalam, bisa dapat 100rb.
Untuk tempat makan, bisa mencari di sekitar situ koq. Yah semuanya makanan laut, jadi rada susah kalo mau cari pecel ayam atau tongseng sapi hihihi.. harganya standar :-D

Balas

Dhodie Weblog berkomentar:

8 December 2009 at 14:30.

[...] ruang kereta, atau pun ketika menghabiskan malam-malam nun jauh di sana (Semarang, Dieng, Bandung, Santolo). Dan biasanya saia menulisnya di sebuah mikroblogging. Sekadar untuk berbagi, tidak lebih. [...]

betania berkomentar:

9 December 2009 at 08:27.

assalamualaikum kak^^
salam kenal iahh…
saya seneng deh baca postingan ttg pantai ” di Garut…
soalnya saya seneng berpetualang n bakcpacker-an…hehehehe…^^
abis UAS mau jalan” ke sana ajah deh..

mampir iah ke blog saya..^^

http://pelangiituaku.wordpress.com

Balas

dhodie menanggapi:

(woot) bagus bagus… berpetualang lah sepuas-puasnya sebelum dilarang orang tua :-D

Sip, nanti saia akan berkunjung ke rumahnya :-D

Balas

katakataku berkomentar:

18 December 2009 at 16:55.

jadi ngiri ga bisa ikut :(

Balas

dhodie menanggapi:

lain kali, ikutan yak

Balas

ipied berkomentar:

19 December 2009 at 13:06.

asyik.. mantap deh :D

Balas

dhodie menanggapi:

tapi pengen yang ke bromo (tears)

Balas

Cipu berkomentar:

22 December 2009 at 00:16.

Ahhhh sayangnya aku ga ikut trip yang ini (sad)

Balas

dhodie menanggapi:

tahun depan mesti lebih seru, lebih jauh, dan lebih berkesan lagi pastinya Cip (gym)

Balas

Cipu menanggapi:

@dhodie, emang tahun depan mo kemana dod? (bloon mode) Wakakakak

Balas

ahmed berkomentar:

29 December 2009 at 22:42.

waah nampak seru abang² dan tanteu² rencananya saya sama temen² juga mau ke santolo so kira² ada tips khusus g nih buat perjalanan ntar hohoho..

Balas

nanin berkomentar:

20 January 2010 at 11:40.

wahhhhh aq mau kesana ….
minta referensi penginapan dan mobil omprengan yg bisa digunakan dong hehehe

Balas

dhika berkomentar:

24 March 2010 at 09:28.

bisa naik bis yg kayak metro mini ga si ke pantai sana?

Balas

dhodie menanggapi:

bisa.. jalannya udah bagus koq diaspal. Lebih bagus dari jalan ke Ujung Genteng :-D

Balas

abdullah21 berkomentar:

30 August 2010 at 05:55.

bner tuh,,,
dsana msh byk pntai yg perawan :) hha
ga bkl nyesel dah

Balas

Tinggalkan Jejak (Plurk-based emoticon)

Tentangku

A transmission engineer who loves blogging for its mind sharing reason. A long lasting student who has passion to teach and help unlucky communities. A literature lovers who can ignore the crowd when drew to the interesting poems, history books, or novels. If you have these three keywords: life observer, natural lover, and book worm, we can sync ourselves easily.

Meet me at

Calendar

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Tulisan Terakhir

Kategori

Top Commentator

Kicau Harian

Networked Blog

Google Friend Connect

Participate on

Blogroll

Blog Stats