Film sci-fi yang mengambil setting di Hawaii ini menceritakan konflik antara perusahaan tambang yang dikelola manusia dengan penduduk asli Pandora, Na’vi, untuk mendapatkan Unobtanium, material bernilai 20 juta dolar per kilo. Avatar sendiri merupakan program hibridisasi manusia-Na’vi agar manusia dapat mempelajari kehidupan Pandora tanpa harus mati karena tidak dapat bernafas di atmosfirnya. Peran sentral film ini adalah Jake Sully, eks marinir cacat yang datang ke Pandora menggantikan saudara kembarnya yang mati terbunuh. Dengan antusiasme tinggi karena ia dapat bergerak bebas di Pandora, Jake dipercaya oleh perusahaan tersebut untuk membujuk Na’vi pindah dari pohon keramat. Alih-alih dapat membujuk, Ia malah jatuh cinta dengan Neytiri dan kehidupan Pandora sehingga dilema terjadi ketika waktu yang ditentukan habis. Dengan menggunakan militer berteknologi mutakhir, perusahaan tersebut membombardir Pandora yang dilawan oleh segenap penduduk aslinya sampai titik darah penghabisan.
They killed their Mother Earth.. now they’re here to kill yours.
Secara cerita, film ini bukanlah film pertama yang mengangkat konflik antara ilmuwan dengan pihak kapitalis; Akan tetapi secara sinematografi film ini yang terbaik yang pernah saia tonton. Absolutely superb! Cameron sangat memperhatikan detail film sehingga penggambaran film ini terasa sangat nyata dan kita seperti diajak menikmati keindahan Pandora secara langsung. Terlebih ketika film memasuki final battle, emosi dan adrenalin penonton diaduk-aduk ke dalam cerita sehingga durasi film selama 162 menit tidak terasa sama sekali. Simply the best!
Buat yang belum menonton film ini, kamu rugi kawan. This is one of the best movies of all time. Dan untuk yang sudah menonton filmnya dalam format non 3D, much better to see it in 3D. I’ll do it next week.
Trivia:
- Unobtanium adalah sebutan untuk materi yang mustahil eksis secara fisik, semisal yang digunakan ilmuwan untuk dapat mengebor inti bumi di film The Core.
- Meski tahun film tidak pernah disebutkan dalam film, catatan video Jake Sully menyebutkan tahun 2154 sebagai setting film.
- Cameron yakin imajinasinya terhadap Pandora dapat difilmkan setelah ia melihat peran Gollum di film Lord of The Ring.