) dan Hericz (2006) yang menggunakan acuan peringkat Technorati, Patung menggunakan tujuh buah acuan sebagai dasar pemeringkatan sehingga dirasa lebih eligible menggambarkan perpetaan blogger di tanah air.
Top 100 Blog Indonesia tahun 2007:

Top 100 Blog Indonesia tahun 2008:

Tujuh Acuan Peringkat di Indonesia Matters
- Page Rank, pemeringkatan Google tentang seberapa penting page sebuah blog di internet. Hal ini dilakukan dengan menghitung kualitas dan jumlah tautan page tersebut di page lain.
- RSS Subscribers, jumlah pembaca blog yang berlangganan update postingan blog melalui feedburner.
- Yahoo! Backlinks, jumlah total tautan sebuah blog di site lain di dunia internet.
- Backtweet, jumlah bookmark sebuah blog yang di-tweet di Twitter.
- Social Bookmarks, jumlah bookmark sebuah blog di Del.icio.us.
- Engagement Score, tingkatan rata-rata interaksi penulis dan pembaca di postingan blog. Terutama menghitung banyak komentar di setiap postingan. Akan tetapi, juga memperhitungkan seberapa banyak postingan tersebut di-mention di social media.
- Traffic Rank, pemeringkatan Alexa terhadap jumlah pengunjung yang datang ke sebuah blog dalam tiga bulan terakhir.
Batasan di Indonesia Matters
Indonesia Matters sendiri membatasi blog-blog yang dapat mengikuti layanannya. Di antara yang tidak diterima yaitu blog yang berisi unsur pornografi, informasi IT/komputer/gadget, tips blogging, SEO, beasiswa, lowongan kerja, agregator, atau blog yang belum berusia lebih dari 6 bulan. Sementara itu penonaktifan peringkat dilakukan jika sebuah blog tidak diupdate dalam jangka waktu yang lama.
Update Mutakhir, 9 Januari 2010
Untuk perkembangan blog terakhir sendiri, beberapa blogger baru berhasil menembus peringkat atas—selain tentu saja seleb blog yang sudah kita kenal selama ini. Dee yang semakin sadar pengaruh sebuah blog sebagai media komunikasi selain buku, Diana Rikasari yang begitu ngetop sebagai blog fashion, atau Pak Sawali yang sangat berdedikasi di dunia blogging. Mereka bertiga menduduki tiga peringkat teratas hasil update terakhir, 9 Januari.

Memang masih banyak blogger-blogger handal yang belum tercantum di sana, misal Mas Kuncoro, Harry Sufehmi, atau Mas Priyadi sendiri. Pengelola situs ini mesti mampu menjawab pertanyaan “mengapa blog mereka tidak ada di Top 100?”.
Tentang Blog Ini
Dhodie.com sendiri mengikuti pemeringkatan Indonesia Matter setelah mendapat informasi dari Om Galih Satria. Dan secara tidak sopan, untuk update termutakhir, duduk di peringkat ke-10 [21 (5 Jan), 87 (Des ’09)]. Tidak sopan karena usia blog saya baru 6 bulan. Tidak sopan karena saya baru membuat 30 postingan. Dan tidak sopan karena masih banyak blogger idola saya yang berhak menduduki posisi ini
.
Ada sedikit cerita menarik terhadap salah satu acuan perhitungan yang digunakan, Backtweet. Awalnya saya berkeyakinan untuk acuan satu ini, blog saya berada di posisi juru kunci (lah wong jumlah tweet saya saja baru 18 buah). Akan tetapi, ada juga tweeps yang me-mention blog saya (total 10 buah) di tweetnya, dan setelah ditelaah ada dua tweet yang membuat saya tersenyum. Tweet pertama dari Ilman Akbar menjawab pertanyaan Pitra tentang blog lokal yang sedang dibaca saat ini dan bukan blog populer. Sedangkan tweet kedua dari Lia yang berkomentar tentang postingan Setahun Bersama Plurk saya. Means a lot to me
So, sudahkah teman bergabung di Indonesia Matters? Tinggal klik di sini.