22 January 2010

Forum Diskusi Pengembangan Konten Lokal

Ditulis oleh dhodie dalam: Blogging; Komunitas .

Selasa lalu, saya mendapat email dari staf Direktorat Aplikasi Telematika, Departemen Komunikasi dan Informatika, untuk mengikuti Forum Diskusi Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Konten Lokal pada tanggal 21 Januari 2010. Di sini, saya diundang sebagai wakil komunitas blogger Depok bersama praktisi konten lokal seperti perwakilan media online (Kompas, Detik, Vivanews, Okezone, Kapanlagi), praktisi/asosiasi (IMOCA, Indonesia Mobile and Online Content Association; MIKTI, Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia dan asosiasi lain), onliner konten lokal (Politikana, Ngerumpi, Bicara Film, FreSh), dan tentu saja perwakilan blogger (Blogfam, Anging Mammiri, Cahandong, deBlogger, Be-Blog, Kopdar Jakarta, anakUI).


Konten Lokal
Konten lokal itu sendiri merupakan aplikasi atau fitur yang dikreasikan anak bangsa agar konsumsi pengguna telematika di Indonesia tidak melulu berbasis luar negeri. Jika kita mengenal berbagai social media seperti Facebook, Twitter (mikroblog), atau Wordpress dan Blogspot (blog) sebagai konten asing yang sering digunakan; konten lokal yang saat ini dikembangkan seperti film animasi lokal, fitur berita di handphone, citizen journalism yang digalakkan oleh komunitas blogger, atau komunitas berbasis interest seperti ngerumpi, bicara film, atau politikana.


Gelaran Diskusi
Freddy TulungDiskusi yang diadakan di Ruang Operasional Depkominfo di bilangan Medan Merdeka Barat ini menampilkan Kepala Badan Informasi Publik, Freddy Tulung sebagai perwakilan pemerintah. Diskusi dibuka dengan penjelasan tentang maksud dan tujuan diadakannya diskusi ini, yaitu kick off kerjasama pemerintah dengan stake holder ICT Indonesia. Pak Freddy kemudian menjelaskan program Desa Berdering—salah satu program 100 hari Menkominfo, Tifatul Sembiring. Keinginannya adalah ketika desa-desa tersebut sudah punya internet (desa pinter), konten sebagai ujung tombak informasi yang diakses masyarakat mampu dimanfaatkan oleh praktisi konten Indonesia semaksimal mungkin.


Setelah uraian panjang lebar yang disampaikan mantan Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (SKDI) ini, diskusi bergerak ke floor. Pemerintah mendengarkan gambaran usaha yang telah dilakukan oleh praktisi konten lokal, berikut hambatan yang dialami. Ivan Lanin (Wikimedia Indonesia) menggambarkan masih banyaknya orang Indonesia yang tidak pintar menulis, Donny BU (detik) mengungkapkan bahwa minat masyarakat kita pun akan turut berperan dalam pengembangan konten lokal, kemudian usulan virtual governance untuk memvalidasi akun-akun yang bertebaran di dunia online sempat disampaikan peserta diskusi.


Sementara itu, perwakilan komunitas blogger kampus, Ilman Akbar (anakUI) mengemukakan diperlukannya peningkatan penghargaan atas kreasi pengguna internet seperti Internet Sehat Awards untuk blogger. Suara komunitas berbasis daerah kali ini diwakili oleh Aris Heru Utomo yang menggambarkan perjuangan blogger dalam mengenalkan blog sebagai media komunikasi grass root dengan pemerintah daerah di Bekasi.


Meski jawaban-jawaban yang diberikan oleh perwakilan Depkominfo belum menyentuh substansi permasalahan, kita perlu mengapresiasi kick off ini. Setidaknya pemerintah mendapat gambaran secara menyeluruh permasalahan yang dialami oleh seluruh peserta diskusi. Hal terpenting dari poin diskusi kemarin ada di poin terakhir, di mana apakah feedback yang sudah/akan dilaporkan ini ada tindak lanjutnya oleh Depkominfo atau tidak. Mari kita buktikan bersama-sama.


Mingle
Secuplik mingle yang dilakukan oleh perwakilan blogger setelah diskusi berlangsung:
Mingle
[ki-ka]: Dhodie (deBlogger), Ratu (be-Blog), Ilman Akbar (anakUI), Mas Amril (Anging Mammiri), Tikabanget (Dagdigdug), Simbok Venus (Ngerumpi), Chic (Kopdar Jakarta). Gambar diambil oleh Pak Eko (Blogger Cikarang).

92 Opini so far...

ramadoni berkomentar:

22 January 2010 at 14:55.

yang penting pesen dulu pertamaxnya….

Balas

katakataku menanggapi:

@ramadoni, (fish_hit)

Balas

katakataku menanggapi:

@katakataku, lum apdet emotnya (doh)

Balas

ramadoni menanggapi:

@katakataku, kecolongan ya bos?? (goodluck)

Balas

annosmile menanggapi:

@katakataku, emo apa lagi itu (idiot)

Balas

katakataku menanggapi:

@annosmile, emo nirvana (tongue) bukan emo koRn (LOL)

Balas

ramadoni menanggapi:

@ramadoni, itu fotonya si Ilman kagak disebut..

hhmm… sepakat, konten lokal memang harus digalakkan, dan sebagai webhoster (ceilee) saran ane adalah itu harga akses server IIX (server lokal Indonesia), mbok ya diturunkan harganya, jadi makin banyak blog2 berbayar yg milih server IIX ketimbang US… soalnya masih jauh lebih murah sewa server US… gimana mau konten lokal berkembang dengan baik, kalo blog2nya aja servernya masih di luar… trafiknya tetep aja donk ke luar negeri?? CMIIW

Balas

dhodie menanggapi:

@ramadoni (applause)
@katakataku (lmao)
@ramadoni kalau kasus elo ini, konten lokal dari sisi infrastruktur bro. bener banget trafik tetap yang dihitung :-D

Balas

Achot Euy menanggapi:

@ramadoni, setujuuuuu… mungkin server indo IIX masih terlalu mahal kali gan.. makanya netter jarang yang ngelirik.. disamping itu juga dari segi akses yang belum maksimal.. halah.. ga nyambung.

Balas

pharzone menanggapi:

@ramadoni, ini bro ramadoni yang punya biang web bukan…??
hihihi…sok tau

Balas

katakataku berkomentar:

22 January 2010 at 14:56.

pertmax………..xx

Balas

annosmile menanggapi:

@katakataku, pertamax udah habis (idiot)

Balas

danang berkomentar:

22 January 2010 at 14:57.

wah..wah…wah….ane dukung om

Balas

dhodie menanggapi:

Harus dong.. demi Indonesia kita! (rock)

Balas

amriltg berkomentar:

22 January 2010 at 15:05.

Wow, laporannya keren dan paten, Dod. Saya baru mau bikin malam ini. Hehehe..Telat banget ya?

Balas

dhodie menanggapi:

tak ada kata terlambat Mas (worship)

Balas

cici silent berkomentar:

22 January 2010 at 15:09.

Hmm… konten lokal… (thinking)

Balas

dhodie menanggapi:

Segini aja komennya (okok)

Balas

katakataku berkomentar:

22 January 2010 at 15:18.

program 100 hari pak tif…. tinggal 6 hari lagi dong, sukseskah..???? (thinking) *kring…kring…kring…* weddewww…… …virtual governance untuk memvalidasi akun-akun… spesifikasinya kek akun apa dan untuk apa/dalam hal apa ? Apa undangan tersebut bukan karena *mitos* permintaan tim kecil dari istana kah? (ninja)

ah btw eniwei, kalo itu memang untuk perbaikan dan / atau pengarahan kepada pengguna inet di negeri ini ke arah yang lebih baik lagi mari kita dukung dan sukseskan (gym)

Balas

dhodie menanggapi:

sepertinya gimana, die? (okok)
virtual governance itu mungkin kepengen diintegrasi dengan no ID seperti dulu heboh registrasi nomer HP. complicated dan berlebihan? (evil_grin)
semoga demikian (okok)

Balas

katakataku menanggapi:

@dhodie, hooh, yg reg-reg id hape ntu. tp akhirnya mah tenggelam juga yah, ato tetep aja masih banyak yg pake id paslu (doh) at last, sama aja :-))

Balas

senja berkomentar:

22 January 2010 at 15:19.

thanks share nya mas ^^

wahhh,disitu ada dhodie…disitu ada queen (ratu ) hehehe,…..

Balas

dhodie menanggapi:

yoi dong, ada saia tentunya (haha)

Balas

Aris Heru Utomo berkomentar:

22 January 2010 at 15:31.

keren Dod laporannya … saya akan menulis dari sisi yang berbeda ach

Balas

dhodie menanggapi:

Ayo pak, ditunggu resumenya (goodluck)

Balas

mandor tempe berkomentar:

22 January 2010 at 16:06.

ternyata ada jalan-jalan ya kemarin.

Balas

dhodie menanggapi:

setiap hari saya jalan bro dari stasiun ke kantor (okok)

Balas

ilmanakbar berkomentar:

22 January 2010 at 16:38.

hihihihi.. belum sempet nulis juga.. ah ga mau kalah ama kang dhodie dan mas amril :D

Balas

dhodie menanggapi:

manteb tulisannya, man (applause)

Balas

niQue berkomentar:

22 January 2010 at 16:46.

program 100hari yak?
pasti telat, tp lebih baik molor drpd kaga toh :P

Balas

dhodie menanggapi:

iya, pun yang terpenting bukan slogan “100 hari”, “Desa Berdering” dsb, tapi kebermanfaatannya untuk bangsa ini :-D

Balas

yulyanto berkomentar:

22 January 2010 at 16:52.

Sip mas, mudah-mudahan jangan cuma sekedar wacana karena target 100 hari yach:-)
Untuk menjalankan Good Corporate Gorvenance (GCG) hal ini harusnya sudah dilakukan pemerintah sejak lama:-), makanya blogger bekasi menuangkan hal tersebut dalam visi dan misinya seperti itu……

Agar pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi untuk bangsa ini!….

Salam
YY

Balas

dhodie menanggapi:

hehe kita buktikan saja langkah kongkrit mereka. Salut deh untuk be-Blog (worship)

Balas

budiono berkomentar:

22 January 2010 at 16:58.

diversity of content diversity of ownership..

Balas

dhodie menanggapi:

He eh :-D

Balas

eshape berkomentar:

22 January 2010 at 20:40.

Salam.

Senang membaca tulisan mas Dhodie. Akan lebih senang lagi kalau disebut bahwa yang motret kelompok narsis itu adalah diriku yang hina ini [simak lagu Oma Irama setetes air hina].

Balas

dhodie menanggapi:

lupa Om :-D .. sudah ditambahkan koq sekarang (worship)

Balas

quinie berkomentar:

22 January 2010 at 22:17.

nice angle… *perasaan lu kaga nyatet deh pas acara, sibuk ngambil angle2 candid?!*
btw, kok cuma 2 poto yang dipajang?

Balas

dhodie menanggapi:

hahaha ngeliat gw mencet-mencet hape? Itu sebenernya gw lagi buat note diskusi di aplikasi mobile-nya (goodluck)
Dua foto cukup *lho KB kalii* (haha)

Balas

Pengembangan Konten Lokal « Kehangatan Blog Eshape berkomentar:

22 January 2010 at 22:42.

[...] Mas Dodie yang pengurus BeBlog juga diundang bukan sebagai pengurus BeBlog tetapi sebagai wakil dari komunitas Blogger Depok. [...]

achie berkomentar:

22 January 2010 at 23:00.

lanjutkaaaannnnnn!!!! (rock)

Balas

dhodie menanggapi:

semangat bener (evilsmirk)

Balas

Zippy berkomentar:

22 January 2010 at 23:04.

Enak yah, disana blogger2′x bisa berkembang dengan informasi yang ada…
Nah di Jayapura, boro2 deh, ckckckckkc….
Pengen deh ikutan diskusi seperti itu…

Balas

dhodie menanggapi:

hehehe… sering-sering komunikasi aja bro dengan blogger seluruh Indonesia. setidaknya bisa keep in touch virtually (goodluck)

Balas

iman berkomentar:

23 January 2010 at 00:08.

Wacana bagus banyak bertebaran kayaknya di pertemuan kemarin itu ya, tinggal menunggu follow up dan realisasinya (goodluck).

Kayaknya menkominfo kita ini lumayan agresif ya (evilsmirk) Kita dukung aja (goodluck)

Balas

dhodie menanggapi:

ah dulu pun Muh Nuh diharapkan bisa melakukan langkah yang spektakuler, tapi akhirnya memble karena banyak langkah2nya terlalu lamban. Jangan terlalu berharap dulu (tongue)

Balas

tyan berkomentar:

23 January 2010 at 02:01.

sebaiknya acara-acara seperti itu harus di tingkatkan…,

Balas

dhodie menanggapi:

dipersering mungkin mas :-D

Balas

ilmanakbar berkomentar:

23 January 2010 at 07:46.

kang dhodie, numpang nyolong fotonya buat ditaro di blog saya yaa :D

Balas

dhodie menanggapi:

mangga, man :-D

Balas

sauskecap berkomentar:

23 January 2010 at 11:44.

saya juga mau turut meramaikan dunia perinternetan… terutama di bidang kuliner…

Balas

dhodie menanggapi:

selamat meramaikan (applause)

Balas

neo berkomentar:

23 January 2010 at 12:42.

saya rasa menulis bukan kepintaran tapi merupakan keahlian yg dapat dilatih… (rock)

Balas

dhodie menanggapi:

untuk mengalirkan tulisannya agar enak dibaca, kita memang butuh latihan. Media blog salah satu yang paling menyenangkan :-D

Balas

Tutorial Admob berkomentar:

23 January 2010 at 13:26.

aneh…

disaat mereka diskusi dan menggalakkan konten lokal, tatapi dan jangan-jangan setelah keluar ruangan diskusi job review menumpuk.. dan akhirnya tetep deh konten luar yang ditulis :mrgreen: ;) pissss bung

Balas

dhodie menanggapi:

curcol yaa (tongue)

Balas

ALRIS berkomentar:

23 January 2010 at 17:00.

Mau konten lokal atau luar yang penting andal dan murah. Salam gretong

Balas

dhodie menanggapi:

Kapan perhatian sama bangsa sendiri?

Balas

si Rusa Bawean berkomentar:

23 January 2010 at 17:10.

wahhh
mau donkkk kapan2 diundang jugaaa

Balas

dhodie menanggapi:

hehehe kontak langsung Depkominfo-nya bro :-D

Balas

ajengkol berkomentar:

23 January 2010 at 21:01.

Tetep semangat yah Dhod menjadi Blogger yang Rendah Hati hehehe jadi inget Priyadi deh LOL

Balas

dhodie menanggapi:

amiin.. Insya Allah. (worship)

Balas

Nur Ali Muchtar berkomentar:

23 January 2010 at 21:20.

weiiiisss
saluth kk, LANJUTKAN!!

tp btw, saia kok gak pernah dapet PERTAMAXXX yah di blognya kk

Balas

dhodie menanggapi:

telat sih, makanya gerak cepat dong B-)

Balas

Detik Pradna berkomentar:

24 January 2010 at 01:07.

tapi ga ada makan siangnya, kaan… (muka tak percaya)

tambah lagi hambatan internet di desa, adalah sedikit mengalihkan perhatian masyarakat yang baru seneng-senengnya kenal internet, dari fesbuk ke blog.

Balas

dhodie menanggapi:

makan siang? (lmao)
Itu dia bro.. masih mending fesbuk, lah kalo nyarinya yang esek-esek lebih parah kan? (doh)

Balas

annosmile berkomentar:

24 January 2010 at 07:04.

pembahasan konten lokal masih ngambang ya bro..
ditunggu kelanjutannya

Balas

dhodie menanggapi:

sangat ngambang.. coba perhatiin komen dari Kang Itempoeti di bawah bro. Oiya, mungkin karena ini baru kick off juga ya. Kita liat saja nanti (okok)

Balas

venus berkomentar:

24 January 2010 at 08:44.

aaaaaa….saya belum nuliiiiiiissss…. :-))

Balas

dhodie menanggapi:

(haha)

Balas

morishige berkomentar:

24 January 2010 at 11:36.

Keinginannya adalah ketika desa-desa tersebut sudah punya internet (desa pinter), …

saya kok merasa rada aneh ya sama rencana program ini. maksudnya punya internet, cuma di kantor2 perangkat desa atau rumah-rumah di desa udah berinternet? atau malah warnet masuk desa? menurut saya sih, idealnya ide ini digelontorkan ketika perekonomian masyarakat desa sudah cukup baik untuk menunjang gaya hidup berinternet. kalau sekarang dipaksakan, gak bakalan efektif. ujung2nya yang muncul cuma anak-anak desa yang facebookan atau chatting di warnet.

usulan virtual governance untuk memvalidasi akun-akun yang bertebaran di dunia online sempat disampaikan peserta diskusi.

baik sih idenya. tapi apa nggak berlebihan? :D

Balas

dhodie menanggapi:

Yang disebut desa pinter itu adalah desa yang minimal sudah memiliki 1 komputer di wilayahnya. Jadi ada akses internet yang keluar-masuk desa ini. Karena infrastruktur yang digunakan menggunakan saluran telepon, maka program Desa Pinter ini dilakukan setelah tahapan sebelumnya, yaitu Desa Berdering.

Untuk virtual governance, menurut saya pun a lil bit impossible (kalaupun bisa, gunain budget yang super). Wacana ini dikemukakan oleh salah satu peserta rapat mencermati sahih tidaknya Gerakan Satu Juta Facebooker yang akhir-akhir ini berkembang :-D

*good comment* (worship)

Balas

tary berkomentar:

24 January 2010 at 11:46.

lokal dan luar ayik2 aja yg penting murah heheh

Balas

dhodie menanggapi:

Kapan perhatian sama bangsa sendiri? (evil_grin)

Balas

Hariez berkomentar:

24 January 2010 at 23:42.

(thinking) setuju sama shige gw sob..apa ga terlalu dini ?

dan jika dicermati lebih dalam lagi ada unsur keterpaksaan nantinya (jika dipaksakan) program 100 hari kerjanya MENKOMINFO sangat baik. Tapi kenapa ga melibatkan perwakilan sekolah-sekolah ya ? hmm..apa hanya untuk kalangan pengguna iNet saja forum ini digelar ? (thinking)

Balas

dhodie menanggapi:

Sudah dijawab untuk pertanyaan shige yak, riez :-D
sebenernya forum kemarin itu bukan hanya sebagai pengguna, tapi provider konten lokal juga sih.. karena ini pun baru kick off, mari kita lihat langkah selanjutnya *biasanya sih adem ayem* (okok)

Balas

Hariez menanggapi:

semoga aja ada tindakan untuk kedepannya bukan hanya obrolan semata :-))

Balas

andri berkomentar:

25 January 2010 at 00:15.

Hmmm…

Bicara masalah konten, dari sudut pandang pengguna pasti yang dilirik adalah (1) fitur (2) kemudahan (3) jaringan. Ini merupakan tantangan bagi pembuat konten lokal untuk mengambil perhatian pengguna lokal untuk bersaing dengan konten luar. kalau itu sudah terjawab, setelah itu tinggal habituasi pengguna terhadap konten lokal itu.

Setelah program “Desa Berdering” (desa-desa tersebut sudah punya internet) bukan hanya konten yang menjadi ujung tombak, tapi bagaimana meng-edukasi masyarakat supaya dapat memfilter informasi dengan cerdas, itu saya rasa yang lebih penting.

Balas

dhodie menanggapi:

Betul, tantangan sekaligus kekhawatiran konten yang diakses pengguna internet berubah menjadi sesuatu yang kontraproduktif terhadap masyarakat kita. Contoh mudah akses pornografi dsb.

Sedikit koreksi bro, Desa Berdering itu desa yang terkoneksi telepon (minimal memiliki 1 SST di desanya), kalau yang punya Internet namanya Desa Pinter :-D . Kalau untuk ujung tombak, saya kira sama-sama penting, tinggal bagaimana sinergi provider konten lokal dengan asosiasi penyuluhan Internet sehat (misalnya) bareng-bareng mencerahkan penggunaan Internet di Indonesia.

*another good comment* (worship)

Balas

itempoeti berkomentar:

25 January 2010 at 14:55.

“Meski jawaban-jawaban yang diberikan oleh perwakilan Depkominfo belum menyentuh substansi permasalahan…”

wajar kalau gak menyentuh substansi… kegiatan-kegiatan yg diselenggarakan oleh pemerintah seperti yg dilakukan oleh Depkominfo biasanya sekedar proyek untuk menghabiskan anggaran.

saya berani bertaruh pasti anggaran untuk penyelenggaraan acara ini 50% nya habis dibagi-bagi antar mereka.

Balas

dhodie menanggapi:

sudah jadi rahasia umum ya, kang? Makanya banyak temen pun agak apatis sama pertemuan seperti ini (doh)

Balas

Mamah Aline berkomentar:

26 January 2010 at 01:26.

saya kok malah terkesan dengan teman dodhie yang berkaca mata, senyumnya mengembang tulus walau agak sedikit lebar hehehe

Balas

dhodie menanggapi:

naksir yaa (haha)

Balas

'dee berkomentar:

26 January 2010 at 10:48.

dhodie… sorry OOT… — sudah baca bukunya kan? ngga mau ikutan kontes? masih cukup waktu lho… sampe tanggal 30 :D salam, d.~

Balas

dhodie menanggapi:

halo dee… baru sebagian sih, suka dengan gaya bahasanya (applause).
sedang mikir-mikir nih untuk ikutan. semoga masih bisa (worship)

Balas

'dee menanggapi:

@dhodie,

masih bisa sampai tanggal 30 ini koq… masih cukup waktu… ditunggu ya? :-) salam, d.~

Balas

zulhaq berkomentar:

27 January 2010 at 16:16.

semoga pemerintah bisa menjembatani dengan segala fasilitasnya untuk kemajuan akses media yang berbasis dalam negeri….

Balas

zulhaq berkomentar:

27 January 2010 at 16:17.

loh komen gw ilang yah

Balas

BungErik berkomentar:

27 January 2010 at 20:09.

jalan2 ke blog tetangga..kang dhodie yang seorang blogger sejati :D

Balas

rawi wahyudiono berkomentar:

28 January 2010 at 00:19.

walaupun sudah di set untuk datang tapi apa daya ada aja halangannya…. syukur ada mas dodie yang bisa lengkap njelasinnya…

peace man

Balas

Mirza Sharz berkomentar:

31 January 2010 at 15:22.

Salut deh, masih muda tapi udh jago ngeblog dan nulis artikel berbobot…

Balas

dhodie menanggapi:

Saya masih belajar Pak Mirz…. Oiya, blognya yang di Ujungkulon oke juga (applause) keep silaturahim ya (worship)

Balas

Tinggalkan Jejak (Plurk-based emoticon)

Tentangku

A transmission engineer who loves blogging for its mind sharing reason. A long lasting student who has passion to teach and help unlucky communities. A literature lovers who can ignore the crowd when drew to the interesting poems, history books, or novels. If you have these three keywords: life observer, natural lover, and book worm, we can sync ourselves easily.

Meet me at

Calendar

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Tulisan Terakhir

Kategori

Top Commentator

Kicau Harian

Networked Blog

Google Friend Connect

Participate on

Blogroll

Blog Stats