22 January 2010
Forum Diskusi Pengembangan Konten Lokal
Ditulis oleh dhodie dalam: Blogging; Komunitas .
Konten Lokal
Konten lokal itu sendiri merupakan aplikasi atau fitur yang dikreasikan anak bangsa agar konsumsi pengguna telematika di Indonesia tidak melulu berbasis luar negeri. Jika kita mengenal berbagai social media seperti Facebook, Twitter (mikroblog), atau Wordpress dan Blogspot (blog) sebagai konten asing yang sering digunakan; konten lokal yang saat ini dikembangkan seperti film animasi lokal, fitur berita di handphone, citizen journalism yang digalakkan oleh komunitas blogger, atau komunitas berbasis interest seperti ngerumpi, bicara film, atau politikana.
Gelaran Diskusi
Diskusi yang diadakan di Ruang Operasional Depkominfo di bilangan Medan Merdeka Barat ini menampilkan Kepala Badan Informasi Publik, Freddy Tulung sebagai perwakilan pemerintah. Diskusi dibuka dengan penjelasan tentang maksud dan tujuan diadakannya diskusi ini, yaitu kick off kerjasama pemerintah dengan stake holder ICT Indonesia. Pak Freddy kemudian menjelaskan program Desa Berdering—salah satu program 100 hari Menkominfo, Tifatul Sembiring. Keinginannya adalah ketika desa-desa tersebut sudah punya internet (desa pinter), konten sebagai ujung tombak informasi yang diakses masyarakat mampu dimanfaatkan oleh praktisi konten Indonesia semaksimal mungkin.Setelah uraian panjang lebar yang disampaikan mantan Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (SKDI) ini, diskusi bergerak ke floor. Pemerintah mendengarkan gambaran usaha yang telah dilakukan oleh praktisi konten lokal, berikut hambatan yang dialami. Ivan Lanin (Wikimedia Indonesia) menggambarkan masih banyaknya orang Indonesia yang tidak pintar menulis, Donny BU (detik) mengungkapkan bahwa minat masyarakat kita pun akan turut berperan dalam pengembangan konten lokal, kemudian usulan virtual governance untuk memvalidasi akun-akun yang bertebaran di dunia online sempat disampaikan peserta diskusi.
Sementara itu, perwakilan komunitas blogger kampus, Ilman Akbar (anakUI) mengemukakan diperlukannya peningkatan penghargaan atas kreasi pengguna internet seperti Internet Sehat Awards untuk blogger. Suara komunitas berbasis daerah kali ini diwakili oleh Aris Heru Utomo yang menggambarkan perjuangan blogger dalam mengenalkan blog sebagai media komunikasi grass root dengan pemerintah daerah di Bekasi.
Meski jawaban-jawaban yang diberikan oleh perwakilan Depkominfo belum menyentuh substansi permasalahan, kita perlu mengapresiasi kick off ini. Setidaknya pemerintah mendapat gambaran secara menyeluruh permasalahan yang dialami oleh seluruh peserta diskusi. Hal terpenting dari poin diskusi kemarin ada di poin terakhir, di mana apakah feedback yang sudah/akan dilaporkan ini ada tindak lanjutnya oleh Depkominfo atau tidak. Mari kita buktikan bersama-sama.
Mingle
Secuplik mingle yang dilakukan oleh perwakilan blogger setelah diskusi berlangsung:

[ki-ka]: Dhodie (deBlogger), Ratu (be-Blog), Ilman Akbar (anakUI), Mas Amril (Anging Mammiri), Tikabanget (Dagdigdug), Simbok Venus (Ngerumpi), Chic (Kopdar Jakarta). Gambar diambil oleh Pak Eko (Blogger Cikarang).
91 Opini so far...
ramadoni berkomentar:
22 January 2010 at 14:55.
yang penting pesen dulu pertamaxnya….
ramadoni menanggapi:
January 22nd, 2010 at 15:01
@ramadoni, itu fotonya si Ilman kagak disebut..
hhmm… sepakat, konten lokal memang harus digalakkan, dan sebagai webhoster (ceilee) saran ane adalah itu harga akses server IIX (server lokal Indonesia), mbok ya diturunkan harganya, jadi makin banyak blog2 berbayar yg milih server IIX ketimbang US… soalnya masih jauh lebih murah sewa server US… gimana mau konten lokal berkembang dengan baik, kalo blog2nya aja servernya masih di luar… trafiknya tetep aja donk ke luar negeri?? CMIIW
dhodie menanggapi:
January 26th, 2010 at 09:34
@ramadoni 
@katakataku 
@ramadoni kalau kasus elo ini, konten lokal dari sisi infrastruktur bro. bener banget trafik tetap yang dihitung
amriltg berkomentar:
22 January 2010 at 15:05.
Wow, laporannya keren dan paten, Dod. Saya baru mau bikin malam ini. Hehehe..Telat banget ya?
katakataku berkomentar:
22 January 2010 at 15:18.
program 100 hari pak tif…. tinggal 6 hari lagi dong, sukseskah..????
*kring…kring…kring…* weddewww…… …virtual governance untuk memvalidasi akun-akun… spesifikasinya kek akun apa dan untuk apa/dalam hal apa ? Apa undangan tersebut bukan karena *mitos* permintaan tim kecil dari istana kah?
ah btw eniwei, kalo itu memang untuk perbaikan dan / atau pengarahan kepada pengguna inet di negeri ini ke arah yang lebih baik lagi mari kita dukung dan sukseskan
dhodie menanggapi:
January 26th, 2010 at 11:14
sepertinya gimana, die? 
virtual governance itu mungkin kepengen diintegrasi dengan no ID seperti dulu heboh registrasi nomer HP. complicated dan berlebihan? 
semoga demikian
katakataku menanggapi:
February 9th, 2010 at 03:01
@dhodie, hooh, yg reg-reg id hape ntu. tp akhirnya mah tenggelam juga yah, ato tetep aja masih banyak yg pake id paslu
at last, sama aja
senja berkomentar:
22 January 2010 at 15:19.
thanks share nya mas ^^
wahhh,disitu ada dhodie…disitu ada queen (ratu ) hehehe,…..
Aris Heru Utomo berkomentar:
22 January 2010 at 15:31.
keren Dod laporannya … saya akan menulis dari sisi yang berbeda ach
ilmanakbar berkomentar:
22 January 2010 at 16:38.
hihihihi.. belum sempet nulis juga.. ah ga mau kalah ama kang dhodie dan mas amril
niQue berkomentar:
22 January 2010 at 16:46.
program 100hari yak?
pasti telat, tp lebih baik molor drpd kaga toh :P
yulyanto berkomentar:
22 January 2010 at 16:52.
Sip mas, mudah-mudahan jangan cuma sekedar wacana karena target 100 hari yach:-)
Untuk menjalankan Good Corporate Gorvenance (GCG) hal ini harusnya sudah dilakukan pemerintah sejak lama:-), makanya blogger bekasi menuangkan hal tersebut dalam visi dan misinya seperti itu……
Agar pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi untuk bangsa ini!….
Salam
YY
eshape berkomentar:
22 January 2010 at 20:40.
Salam.
Senang membaca tulisan mas Dhodie. Akan lebih senang lagi kalau disebut bahwa yang motret kelompok narsis itu adalah diriku yang hina ini [simak lagu Oma Irama setetes air hina].
quinie berkomentar:
22 January 2010 at 22:17.
nice angle… *perasaan lu kaga nyatet deh pas acara, sibuk ngambil angle2 candid?!*
btw, kok cuma 2 poto yang dipajang?
Pengembangan Konten Lokal « Kehangatan Blog Eshape berkomentar:
22 January 2010 at 22:42.
[...] Mas Dodie yang pengurus BeBlog juga diundang bukan sebagai pengurus BeBlog tetapi sebagai wakil dari komunitas Blogger Depok. [...]
Zippy berkomentar:
22 January 2010 at 23:04.
Enak yah, disana blogger2′x bisa berkembang dengan informasi yang ada…
Nah di Jayapura, boro2 deh, ckckckckkc….
Pengen deh ikutan diskusi seperti itu…
iman berkomentar:
23 January 2010 at 00:08.
Wacana bagus banyak bertebaran kayaknya di pertemuan kemarin itu ya, tinggal menunggu follow up dan realisasinya (goodluck).
Kayaknya menkominfo kita ini lumayan agresif ya
Kita dukung aja
ilmanakbar berkomentar:
23 January 2010 at 07:46.
kang dhodie, numpang nyolong fotonya buat ditaro di blog saya yaa
sauskecap berkomentar:
23 January 2010 at 11:44.
saya juga mau turut meramaikan dunia perinternetan… terutama di bidang kuliner…
neo berkomentar:
23 January 2010 at 12:42.
saya rasa menulis bukan kepintaran tapi merupakan keahlian yg dapat dilatih…
Tutorial Admob berkomentar:
23 January 2010 at 13:26.
aneh…
disaat mereka diskusi dan menggalakkan konten lokal, tatapi dan jangan-jangan setelah keluar ruangan diskusi job review menumpuk.. dan akhirnya tetep deh konten luar yang ditulis :mrgreen: ;) pissss bung
ALRIS berkomentar:
23 January 2010 at 17:00.
Mau konten lokal atau luar yang penting andal dan murah. Salam gretong
ajengkol berkomentar:
23 January 2010 at 21:01.
Tetep semangat yah Dhod menjadi Blogger yang Rendah Hati hehehe jadi inget Priyadi deh LOL
Nur Ali Muchtar berkomentar:
23 January 2010 at 21:20.
weiiiisss
saluth kk, LANJUTKAN!!
tp btw, saia kok gak pernah dapet PERTAMAXXX yah di blognya kk
Detik Pradna berkomentar:
24 January 2010 at 01:07.
tapi ga ada makan siangnya, kaan… (muka tak percaya)
tambah lagi hambatan internet di desa, adalah sedikit mengalihkan perhatian masyarakat yang baru seneng-senengnya kenal internet, dari fesbuk ke blog.
annosmile berkomentar:
24 January 2010 at 07:04.
pembahasan konten lokal masih ngambang ya bro..
ditunggu kelanjutannya
morishige berkomentar:
24 January 2010 at 11:36.
Keinginannya adalah ketika desa-desa tersebut sudah punya internet (desa pinter), …
saya kok merasa rada aneh ya sama rencana program ini. maksudnya punya internet, cuma di kantor2 perangkat desa atau rumah-rumah di desa udah berinternet? atau malah warnet masuk desa? menurut saya sih, idealnya ide ini digelontorkan ketika perekonomian masyarakat desa sudah cukup baik untuk menunjang gaya hidup berinternet. kalau sekarang dipaksakan, gak bakalan efektif. ujung2nya yang muncul cuma anak-anak desa yang facebookan atau chatting di warnet.usulan virtual governance untuk memvalidasi akun-akun yang bertebaran di dunia online sempat disampaikan peserta diskusi.
baik sih idenya. tapi apa nggak berlebihan?
![]()
dhodie menanggapi:
January 25th, 2010 at 08:45
Yang disebut desa pinter itu adalah desa yang minimal sudah memiliki 1 komputer di wilayahnya. Jadi ada akses internet yang keluar-masuk desa ini. Karena infrastruktur yang digunakan menggunakan saluran telepon, maka program Desa Pinter ini dilakukan setelah tahapan sebelumnya, yaitu Desa Berdering.
Untuk virtual governance, menurut saya pun a lil bit impossible (kalaupun bisa, gunain budget yang super). Wacana ini dikemukakan oleh salah satu peserta rapat mencermati sahih tidaknya Gerakan Satu Juta Facebooker yang akhir-akhir ini berkembang
*good comment*
Hariez berkomentar:
24 January 2010 at 23:42.
setuju sama shige gw sob..apa ga terlalu dini ?
dan jika dicermati lebih dalam lagi ada unsur keterpaksaan nantinya (jika dipaksakan) program 100 hari kerjanya MENKOMINFO sangat baik. Tapi kenapa ga melibatkan perwakilan sekolah-sekolah ya ? hmm..apa hanya untuk kalangan pengguna iNet saja forum ini digelar ?
dhodie menanggapi:
January 26th, 2010 at 11:37
Sudah dijawab untuk pertanyaan shige yak, riez 
sebenernya forum kemarin itu bukan hanya sebagai pengguna, tapi provider konten lokal juga sih.. karena ini pun baru kick off, mari kita lihat langkah selanjutnya *biasanya sih adem ayem*
andri berkomentar:
25 January 2010 at 00:15.
Hmmm…
Bicara masalah konten, dari sudut pandang pengguna pasti yang dilirik adalah (1) fitur (2) kemudahan (3) jaringan. Ini merupakan tantangan bagi pembuat konten lokal untuk mengambil perhatian pengguna lokal untuk bersaing dengan konten luar. kalau itu sudah terjawab, setelah itu tinggal habituasi pengguna terhadap konten lokal itu.
Setelah program “Desa Berdering” (desa-desa tersebut sudah punya internet) bukan hanya konten yang menjadi ujung tombak, tapi bagaimana meng-edukasi masyarakat supaya dapat memfilter informasi dengan cerdas, itu saya rasa yang lebih penting.
dhodie menanggapi:
January 25th, 2010 at 08:49
Betul, tantangan sekaligus kekhawatiran konten yang diakses pengguna internet berubah menjadi sesuatu yang kontraproduktif terhadap masyarakat kita. Contoh mudah akses pornografi dsb.
Sedikit koreksi bro, Desa Berdering itu desa yang terkoneksi telepon (minimal memiliki 1 SST di desanya), kalau yang punya Internet namanya Desa Pinter
. Kalau untuk ujung tombak, saya kira sama-sama penting, tinggal bagaimana sinergi provider konten lokal dengan asosiasi penyuluhan Internet sehat (misalnya) bareng-bareng mencerahkan penggunaan Internet di Indonesia.
*another good comment*
itempoeti berkomentar:
25 January 2010 at 14:55.
“Meski jawaban-jawaban yang diberikan oleh perwakilan Depkominfo belum menyentuh substansi permasalahan…”
wajar kalau gak menyentuh substansi… kegiatan-kegiatan yg diselenggarakan oleh pemerintah seperti yg dilakukan oleh Depkominfo biasanya sekedar proyek untuk menghabiskan anggaran.
saya berani bertaruh pasti anggaran untuk penyelenggaraan acara ini 50% nya habis dibagi-bagi antar mereka.
Mamah Aline berkomentar:
26 January 2010 at 01:26.
saya kok malah terkesan dengan teman dodhie yang berkaca mata, senyumnya mengembang tulus walau agak sedikit lebar hehehe
'dee berkomentar:
26 January 2010 at 10:48.
dhodie… sorry OOT… — sudah baca bukunya kan? ngga mau ikutan kontes? masih cukup waktu lho… sampe tanggal 30
salam, d.~
dhodie menanggapi:
January 26th, 2010 at 11:41
halo dee… baru sebagian sih, suka dengan gaya bahasanya (applause).
sedang mikir-mikir nih untuk ikutan. semoga masih bisa
zulhaq berkomentar:
27 January 2010 at 16:16.
semoga pemerintah bisa menjembatani dengan segala fasilitasnya untuk kemajuan akses media yang berbasis dalam negeri….
BungErik berkomentar:
27 January 2010 at 20:09.
jalan2 ke blog tetangga..kang dhodie yang seorang blogger sejati
rawi wahyudiono berkomentar:
28 January 2010 at 00:19.
walaupun sudah di set untuk datang tapi apa daya ada aja halangannya…. syukur ada mas dodie yang bisa lengkap njelasinnya…
peace man
Mirza Sharz berkomentar:
31 January 2010 at 15:22.
Salut deh, masih muda tapi udh jago ngeblog dan nulis artikel berbobot…














katakataku menanggapi:
January 22nd, 2010 at 14:57
@ramadoni, (fish_hit)
Balas
katakataku menanggapi:
January 22nd, 2010 at 15:01
@katakataku, lum apdet emotnya
Balas
ramadoni menanggapi:
January 22nd, 2010 at 15:07
@katakataku, kecolongan ya bos??
Balas
annosmile menanggapi:
January 24th, 2010 at 07:04
@katakataku, emo apa lagi itu
Balas
katakataku menanggapi:
February 9th, 2010 at 02:58
@annosmile, emo nirvana
bukan emo koRn
Balas