27 January 2010
Menuntaskan Petualangan Yang Tertunda
Ditulis oleh dhodie dalam: Curhat; Petualangan .
Dua puluh tahun yang lalu, saya bersama teman-teman sekampung pernah memiliki tempat-tempat bermain yang begitu mengesankan di bilangan perkampungan Bekasi. Sawah-sawah yang mengelilingi kampung kami biasa dijadikan tempat memancing ikan, nguseup, atau membuat rumah-rumahan berbahan jerami ketika musim panen tiba. Sedangkan kali yang menyisir sisi kampung kami jadikan tempat mandi setelah lelah bermain di sore hari. Di kali ini pula, pertama kalinya saya belajar berenang. Sebagai perenang pemula, teman-teman memaksa saya memakan udang hidup-hidup agar bisa langsung berenang. Alasannya jelas bahwa udang malang itu akan menggerakkan otot-otot saya dari dalam tubuh
. Terlepas dari alasan absurd itu, pada kenyataannya saya tidak langsung tenggelam ketika pertama kali mencebur ke kali. Saya hanya menggerak-gerakkan tubuh saya mengikuti gaya berenang yang sering saya lihat di TV, dan ternyata berhasil. Coincidence? You bet!
Di antara banyak rekam perjalanan di masa kecil saya, ada satu keinginan yang terbersit sewaktu masih duduk di bangku SD, yaitu petualangan keluar dari wilayah kampung. Saya dan teman-teman memang biasa mencari ikan di kalenan, mencuri pisang di kebon orang, atau memancing belut di pematang, akan tetapi tempatnya selalu berada di desa kami. Kami ingin lebih!
Sebagaimana layaknya jagoan masa lampau, kami pun berembug untuk menentukan petualangan terakbar versi kami: Mencapai Laut Bekasi. Dengan menggunakan peta Bekasi yang tergantung di kelas, kami pun memeragakan layaknya Harun menunjuk Lenggang di film Laskar Pelangi. Tentu saja kami begitu bersemangat melihat kampung kami berjarak tak lebih dari beberapa jengkal ke Muara Gembong (laut Bekasi). Berbekal keyakinan ini, kami berenam merencanakan untuk menggunakan 4 sepeda ke sana. Alasannya kalau ada yang capek, bisa bergantian membonceng.
Petualangan 1990
Pada hari yang ditentukan, kami memulai perjalanan pada pukul 9 pagi menggunakan dua patokan jalan: mengikuti jalur angkot 9B sampai di pangkalan dan mengikuti aliran sungai setelahnya. Petuah legendaris yang kami pakai jelas lagu keroncong yang sangat melegenda itu:
air mengalir sampai jauh, akhirnya ke laut…
Dengan mengikuti aliran sungai, lama-lama akan sampai ke laut juga kan (?)
Sebagaimana cerita di setiap awal perjalanan yang selalu menyenangkan, kami pun sering becanda di samping jalan sambil ber-haha hihi mengejek teman kami yang tertinggal jauh di belakang. Kami memasuki perkampungan, melintasi pekuburan cina, sampai mengikuti aliran sungai yang semakin lama semakin membesar dengan penuh suka cita. Sampai akhirnya kami menyadari bahwa jalan yang kami tempuh tidak ada habisnya padahal kaki-kaki kami mulai lelah mengayuh. Di beberapa titik pemberhentian, beberapa teman mulai mengeluh kecapean dan merengek pulang, tetapi pada akhirnya kami tetap melanjutkan perjalanan. Ketika akhirnya kami sampai di pangkalan 9B, kami sangat berharap bisa mencium bau pantai di sana. Meski kenyataannya kami tetap mencium bau khas lumpur-lumpur sawah sementara kaki sudah mulai kram. Sampai matahari terbenam, kami semakin tidak percaya diri untuk dapat sampai di pantai sebelum malam. Di sebuah pematang sawah, kami menghibur diri menghalusinasikan pandangan bahwa di kejauhan sudah terlihat deretan kapal laut. Tepat setelah senyum kami memudar, kami balik kanan.
Jika perjalanan pulang selalu terasa lebih dekat dibanding perginya, kami pun merasakan hal yang sama. Meski kaki-kaki kami sedemikian lelahnya, kami memaksakan mengayuh pedal lebih cepat lagi karena kecemasan kami pulang terlambat. Ancamannya jelas bahwa kami akan dihukum berat. Ketika akhirnya rombongan sampai di depan kampung, kami sangat terkejut mengetahui ibu-ibu kami berdiri dengan gagahnya di bawah gapura kampung. Seakan-akan mereka ingin menerkam anaknya sendiri. Dan sememangnya, petualangan hari itu pun diakhiri dengan omelan ibu-ibu kami sepanjang malam. Selentingan yang beredar sampai seminggu kemudian adalah:
“Awas kamu ya main lagi sama Dodi!” ucap Ibu #1
“Dodi itu si biang kerok” fitnah Ibu #2
dst..
Sudahlah laut tak dicapai, tubuh kami capai, omelan ibu-ibu itu terasa sangat lebay.
Petualangan 2010
Kegagalan mencapai laut Bekasi memang tidak menjadi mimpi buruk, meski mencoreng daftar kesuksesan petualangan masa kecil saya. Atas alasan ini pula lah saya memutuskan untuk menuntaskan petualangan yang tertunda itu minggu kemarin. Bersama teman saya, kami berangkat dari Bekasi Cyber Park jam 14.00 menggunakan motor. Waktu tersebut kami pilih untuk mendapatkan timing sunset yang pas di pantainya. Awalnya, saya berinisiatif untuk membeli peta Bekasi tetapi tidak tersedia di toko buku terdekat, sehingga kami pun menggunakan patokan perjalanan yang sama di masa lalu: mengekor 9B dan mendempet aliran sungai.
Dikarenakan mengendarai motor 160cc, perjalanan ke pangkalan 9B tidak sulit untuk dicapai. Tantangan dimulai selepasnya karena banyaknya jalan bercabang sehingga kami pun mesti sering bertanya-tanya kepada penduduk sekitar. Pertanyaannya selalu sama: “Kalo mau ke laut, lewat mana ya?” Dan layaknya orang desa, mereka akan dengan senang hati membantu kami. Jalanan mulai mengalami kerusakan di sana-sini ketika kami memasuki kecamatan terakhir sebelum Muara Gembong. Di sini kami pun semakin bersemangat karena lebar sungai yang semakin membesar menunjukkan laut sudah tidak jauh lagi.

Ketika akhirnya kami sampai di tugu perbatasan Muara Gembong, dengan semangat 45 kami melajukan motor tanpa bertanya-tanya ke arah pantai mana yang hendak dituju? Kenyataannya satu jam sesudahnya, kami mendapati jalanan dan sungai di samping kami semakin menyempit
. Bukankah sungai seharusnya semakin membesar ketika hendak mencapai laut? Menyadari bahwa kami sudah tersesat, kami bertanya ke penduduk tentang pantai di depan kami. Dan penduduk pun memberitahu bahwa pantai tersebut tidak ada bagus-bagusnya, hanya dibuat dam saja. Balik kanan karena matahari pun semakin terancam tenggelam, kami langsung melesat menuju Pantai Pakis yang diketahui satu-satunya wisata terdekat di situ. Dengan menyeberangi sungai dan melintasi beberapa sawah dan tambak, akhirnya kami sampai juga di bibir pantainya tepat ketika azan maghrib berkumandang.
Meski sebenarnya pemandangan pantai ini biasa-biasa saja, tetap saja nilai historis perjalanannya jauh lebih mengesankan saya. Sebuah perasaan luar biasa karena petualangan masa kecil yang tertunda dua puluh tahun itu akhirnya bisa ditaklukkan. I reach that shore!

125 Opini so far...
andri berkomentar:
27 January 2010 at 09:58.
Mantap…
Senengnya bisa menyelesaikan misi yang tertunda… gw tau nguseup, manci belut, xixixixii..
iLLa berkomentar:
27 January 2010 at 09:59.
ehm
iLLa menanggapi:
January 27th, 2010 at 10:09
[komen lengkapnya disini]
kereeeen view yg terakhir, biru mendominasi, ughh… keren keren keren deh poko’na.
Ternyata eh ternyata, bakat petualang itu sudah dari bawaan orok ya, sayang aja dulu blom ada acara si bolang
amri berkomentar:
27 January 2010 at 10:00.
“udang malang itu akan menggerakkan otot-otot saya dari dalam tubuh”
bwahahaha parah banget
kalau mau cerita petualangan masa kecil gue, wah panjang banget. Diceritain di serial bolang trans 7 pasti sampai ribuan episode. kekekkeke (blush)
Iman berkomentar:
27 January 2010 at 10:15.
Njiyaaahhhh … cowok matre ke laut aje hehehehe. Gayanya kaya Dodi Hirata aja
Wuih tertarik mempraktikkan tips udang hidup2 nya
cici silent berkomentar:
27 January 2010 at 10:18.
Dari semua episode hidup, kenakalan masa kecil memang selalu indah untuk dikenang. Saya tak bisa menahan tawa saat membaca. “kami sangat terkejut mengetahui ibu-ibu kami berdiri dengan gagahnya di bawah gapura kampung. Seakan-akan mereka ingin menerkam anaknya sendiri.”
Pada intinya, menapaki liku perjalanan hidup dan berpetualang memang akan selalu menakjubkan.
Rose berkomentar:
27 January 2010 at 10:36.
nguseup : teh naon mas dhodi?…weleh 20th yg lalu masih detail bener yg diingat :-d
bandit™ berkomentar:
27 January 2010 at 10:59.
hahaha… ternyata kita ada beberapa kemiripan Om.. kecuali yang makan udang idup-idup itu… hahaha
and the shot is great..!
Tince berkomentar:
27 January 2010 at 11:06.
senangnya akhirnya bisa mencapai keinginan masa kecil .. biarpun pantainya udah dibuat dam-dam tapi pasti buat lu indahnya sama kayak gili trawangan atau pantai2 indah lainnya ya??
jadi udang idupnya beneran bikin lu bisa berenang gak dhod?
taftazani berkomentar:
27 January 2010 at 11:52.
Wew… Nice post Gan, mengingatkan saia pada waktiu kecil ga boleh main ke sungai, namun pada akhirnya tetep nyemplung juga. Meski habis itu dimarahi nyokap habis2an… Hahahaha…
Namanya juga anak-anak *justifikasi diri* hehehe
Cipu berkomentar:
27 January 2010 at 13:24.
Semoga di perjalanan ku berikutnya bersama dodi, mama tidak menjewer kuping ku karena terhasut ikut oleh Dodi si biang kerok
(kabuuuur)
yelli berkomentar:
27 January 2010 at 14:19.
wakaka akhirnya terwujud juga ya (haha),seruuu
Mila Said berkomentar:
27 January 2010 at 16:54.
weks! Gw tinggal di bekasi kog baru tau ya klo di bekasi ada lautnya *tepok jidat*
senja berkomentar:
27 January 2010 at 21:37.
dodie,….aku terpaku nih memandang panorama dalam frame dodie yang indahhhh bgt ^^
panorama pantainya yg biruuuu….
senangnya melakukan petualangan2 seru ya…aku kapan y ???? *_*
dobleh yang malang berkomentar:
27 January 2010 at 22:26.
senang menerima post yg maniz ini bang
salam hangat dari blue
p cabar
Montoq berkomentar:
27 January 2010 at 22:43.
Quote
————————–
“Awas kamu ya main lagi sama Dodi!” ucap Ibu #1
“Dodi itu si biang kerok” fitnah Ibu #2
dst..
————————–
End Quote
ibu2 ke 3-5 pasti lebih dahsyat ucapannya
Gua kapan diajak lagi neh
Tweets that mention Dhodie Weblog -- Topsy.com berkomentar:
27 January 2010 at 23:48.
[...] This post was mentioned on Twitter by Dodi Mulyana, Megan edoghawa. Megan edoghawa said: RT @dhodie: Menuntaskan Petualangan Yang Tertunda http://goo.gl/fb/wKtL [...]
Pradna berkomentar:
28 January 2010 at 01:00.
pantai yang bagus dan pengalaman masa kecil yang menyenangkan..
(standar banget,yak)
freesmsc berkomentar:
28 January 2010 at 09:38.
wow pasti menyenangkan sangat
berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya maksih
faiza berkomentar:
28 January 2010 at 13:06.
dan gak tau kenapa sampe sekarang gue gak bisa berenang..
annosmile berkomentar:
28 January 2010 at 14:35.
petualangan yang indah..
20 tahun yg lalu mungkin sudah berbeda dari sekarang..
nggak ada foto jaman kecil ya bro :(
akhirnya bisa juga nyampe sana, pas sunsetnya keren lagi..
tapi kok jalan yang bercabang-cabang itu nggak ada fotonya seh..
bikin penasaraan perjalanannya
Nur Ali Muchtar berkomentar:
28 January 2010 at 15:04.
hahaha, 20 tahun broo unek-unek itu ditahan. luar binasa.
wah, dimuara gembong ya? lumayan deket tuh dengan marunda, jakarta utara tempat saia tinggal.
tuteh berkomentar:
28 January 2010 at 15:54.
Hmmm… suka liat gambar yang paling akhir tuw… KEREN~ :)
Perawan Desah berkomentar:
28 January 2010 at 17:31.
Saya kok jadi ikut ingat sama rumah dan masa kecilku yang berada di lingkungan hutan belantara ya mas. Salam kenal dari pendatang baru nih. (Eny-Semarang)
quinie berkomentar:
28 January 2010 at 17:36.
ow disitu toh bljr renangnya. Btw, knp si suka dipoto tampak blakang? Masi ‘gelap’ yak? Xixi
Mariska Ayu berkomentar:
28 January 2010 at 17:37.
Mariska rumahnya dekat Eny itu kak, jadi ikutan ingat rumah nih. Salam kenal juga ya kak.
trisnok berkomentar:
28 January 2010 at 19:13.
wow..perjalanan yang panjang dan semangat yang hebat sampe bisa tahan bertahun-tahun
vany berkomentar:
28 January 2010 at 19:33.
cerita petualangannya bnr2 seru nih…
kpn2 saia diajak jg dong
Bisnis online berkomentar:
29 January 2010 at 00:06.
perjalanan yang sepertinya nggak bisa di lupakan ya bro , betah aku baca nya asiiik , thanks
elia|bintang berkomentar:
29 January 2010 at 05:41.
kok cuma dipinggirnya aja dod? ga berenang? oo gue tau.. disitu ga ada udang idup yak?
H berkomentar:
29 January 2010 at 11:52.
sama kayak kepuasaan seseorang sama action figure, dulu dia belum bekerja cuma bisa melihat dari etalase toko. tapi sekarang udah bekerja atau udah mapan dia mampu membeli barang yang dari kecil dia lihat.
Elisa berkomentar:
29 January 2010 at 14:05.
Akhirnya petualangan diselesaikan, jadi kebayang anak2 kecil penuh semangat spt di Laskar Pelangi. Btw foto yang paling bawah keren..
niQue berkomentar:
30 January 2010 at 02:58.
baru tau klo di Bekasi ada pantai juga …
jadi pengen ke sana juga kapan2 …
tks info nya ya Dod
gajah_pesing berkomentar:
30 January 2010 at 12:53.
selamat berpetualangan dod.. kelihatannya satu kemintana yang sama dengan annosmile
deni berkomentar:
1 February 2010 at 22:29.
Alhamdulillah, betapa senang dan indahnya…..
Maaf baru silaturahmi lagi…
oglek berkomentar:
1 February 2010 at 23:18.
menuntaskan misi, walaupun udah terlambat 20 tahun tapi kepuasannya mungkin sama seperti ketika anak kecil dapet mainan baru *analisa gak nyambung*. BTW pic sunsetnya keren juga tuh :)
ramadoni berkomentar:
3 February 2010 at 08:43.
jauh dari kata pertamax nih
hehehe….
Hmmm… bekasi… jadi inget sesuatu… (banyak suatu sih sebetulnya) ini lah kota dimana saya dibesarkan, menjadi pemuda yang sangat kental dengan dunia entrepreneur, dari kota inilah saya bisa menjadi diri yang sekarang…
kapan lagi ya bisa menjelajah layaknya masa SD, SMP, dan SMA dulu… hhmmm… jadi terinspirasi mau bikin postingan tentang masa2 konyol dulu waktu SD di Bekasi nih… hihihihihi
Fenty berkomentar:
3 February 2010 at 10:18.
mulai membaca …. skip skip skip …. liat foto terakhir, oohh yang ada di posterous *dikeplak*
lagi males baca, dod … hihihi
darahbiroe berkomentar:
3 February 2010 at 13:54.
wow keren uey
berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih
zulhaq berkomentar:
3 February 2010 at 15:08.
kirain petualangan cinta, terus tiba2 ada undangan merit wkwkwkwkw
morishige berkomentar:
7 February 2010 at 14:27.
buset dah! penantiannya lama sekali.. obsesi saya waktu kecil apa ya? ehm, keknya sih udah terpuaskan dengan mengunjungi seluruh kota di sumatra barat.
icha berkomentar:
8 February 2010 at 11:47.
kereeeenn…penantian yg panjang, worth it ato gak,perasaan mencapai hal tertunda itu tak terlukiskan hehe. Kalo bicara soal petualangan yg tertunda gue gak ada tapi gue punya keinginan masa kecil yang belum terwujud sampe sekarang, `ketemu kesatria baja hitam di jepang` (blush) :P masih ada gk sih 
btw…semoga target petualanganmu yg satu itu akan segera terwujud tahun ini dan maksimal tahun depan..amiiinnn :)
dhodie menanggapi:
February 8th, 2010 at 22:38
Ksatria Baju Hitam?
masih lah cha.. ntar kalo kita backpacker ke Jepang, cari si ksatria yaa 
Amiiinn… that’s one of my biggest dreams in my life
icha menanggapi:
February 8th, 2010 at 22:58
@dhodie, **baja** bukan baju
sip sip temani saya ke Jepang suatu hari nanti, saya kasih piring selusin deh
amiiin, smoga bukan cm mimpi semata :)
alisyah berkomentar:
8 February 2010 at 14:26.
Ibu-ibunya lebay ya hahaha
maksudnya laut dibuat dam gimana ya? ora mudeng
Amprokan Blogger berkomentar:
8 February 2010 at 22:31.
(dance)… Horee.. Akhirnya cita-cita Dodi menjemput impian masa kecil tercapai juga…
/me masih suka salah ngucapin Muara Gembong atau Gembong, hehehehe
dhodie menanggapi:
February 8th, 2010 at 22:35
Wakakak siapaaa nih yang bikin komen ini 
Ayoooo juragan-juragan Amprokan udah ada yang ke Muara Gembong belonan?
Mukhtaruddin berkomentar:
9 February 2010 at 09:07.
OSok Nguseup Oge Kang Dhodie Teh…?? :)) seru kang ceritanya,, seneng deh kalau baca tulisan Kang Dhodie cocok buat saya…
Program kasir berkomentar:
3 March 2010 at 14:40.
wah asik ya, berpetualang.
Jangan lupa santap kuliner nya juga mas …
sewa mobil di bali berkomentar:
22 June 2010 at 08:49.
thanks to info….kalau mau cerita petualangan masa kecil gue, wah panjang banget. Diceritain di serial bolang trans 7 pasti sampai ribuan episode. hahahaha,,,,
















dhodie menanggapi:
January 31st, 2010 at 07:46
ini kata lain pertamax ya ndri
Balas