Ekstase Efek Rumah Kaca

Jujur, saya sedang mengagumi karya band indie pop lokal yang satu ini. Selain karena musik alternatifnya cocok di telinga saya, lirik lagu yang mereka tulis terasa sangat kuat melawan mainstream musik Indonesia yang mendayu-dayu. Perhatikan bagaimana interpretasi mereka terhadap surat Al Ashr di Debu-debu Beterbangan, sindiran mereka terhadap budaya konsumtif masyarakat kita di Belanja Terus Sampai Mati, atau keprihatinan mereka terhadap perilaku free sex di Kenakalan Remaja di Era Informatika.

Jujur, sudah cukup lama saya tidak mengikuti perkembangan musik Indonesia. Muak! itu saja. Buat saya, Cholil, Adrian, dan Akbar hadir untuk menyelamatkan telinga kita.

Jujur, setelah era Padi memudar, baru kali ini saya merasakan ekstase yang sama dalam menikmati karya band lokal.

Terus berkarya Efek Rumah Kaca!

106 thoughts on “Ekstase Efek Rumah Kaca

  1. akan ke manakah aku dibawanya ?
    hingga saat ini menimbulkan tanya
    engkau dan aku menuju ruang hampa
    tak ada sesiapa hanya kita berdua
    kau belah dadaku mengganti isinya
    dihisap pikiranku memori terhapus
    terkunci mulutku menjeritkan pahit…
    (music)

    one of the best from ERK, i mean for me :-D

  2. Belum pernah dengar nama band ini …
    Belum pernah dengar lagunya …
    Belum sempat mencari di google …
    Belum bisa berkomentar lebih dari ini hehehe

    (dipentung Dodi)

  3. malem minggu besok “efek rumah kaca” bakalan mentas di ITB Fair… klo saia ga salah baca status di fesbuk orang, mau dikejar kesana ngga Dod? ;)

  4. musiknya kaya apa si? penasaran.com

    soalnya blakangan ini agak gimana gitu liat band band indonesah yang lagunya mirip mirip dan wajahnya juga mirip mirip…hihi :-P

    • Mereka ngakunya pop aja karna jarang make distorsi gitar. Kalo gw sih lebih senang bilangnya indie pop atau alternatif.
      Makanya gw bilang ERK salah satu pemberi warna alternatif musik kita (worship)

  5. benar kang, Efek Rumah Kaca emang keren, liriknya, musiknya…Membuat saya kembali mendengarkan lagu Indonesia lagi…Paling suka Jatuh Cinta itu biasa saja ma Balerina…salut buat band yang masih bertahan dengan idealisme mereka di tengah serangan lagu2 pop Melayu…

  6. koq ga pernah mampir ke blogku lagi gan :D *ngarep*

    sejak awal kehadirannya ERK emang beda..
    trus knp ga pernah ada pengamen yg kenal atau nyanyiin lagunya.. keren itu langka yah T_T

  7. ERK album sekarang keren,yang sebelumnya juga keren, musiknya agak dark kelam gituh,beda…hi salam kenal,lagi blogwalking nih…mampir-mampir ya

  8. IMHO, bagus juga sindirannya.. tapiii maaf, d Indo biasanya gerakan2 “hijau” gitu cuma kenceng di awalnyaa.. Semoga ada follow up yg bagus…

    Misal ada gerakan tanam sejuta pohon. BAGUSS… tapi sayangg.. habis ditanam gak ada gerakan RAWAT SEJUTA POHON….

    hiks..

  9. analisisnya dalem, saya dengerin lagu itu tapi gak sampai ambil kesimpulan seperti itu, paling dalam pikiran saya, ya karena orang Indonesia suka lagu melayu, jadi terkesan monoton dan sulit untuk di ajak berubah, padahal jaman juga lama-lama berubah, dalam artian ke arah yang lebih baik.

    • mungkin karena setelah mendengar lagunya, saya juga mencari tau asbabun nuzul lagu ini bisa tercipta. Ini salah satu faktor penting sebuah lagu, IMHO :-D

  10. kl saya sejujurnya malah kurang suka. lagunya banyak yg nyindir dan ngeritik. mnrt saya, musicians are entertainers, not politicians. jadi berkaryalah untuk menghibur, bukan mengkritik. gitu sih hehe.. (rock)

    • ehm untuk kasus ini kita berbeda pandangan, bro. Buat gw sih menghibur nggak mesti bermanis-manis, berpahit-pahit pun tetap menghibur. Lagu-lagu bertema sosialita masyarakat yang dulu sempat dikawal oleh Bang Iwan, Franky S dll menurut saya saat ini hilang entah ke mana. Padahal kita butuh diingatkan, dicerahkan… dan musik salah satu jalan untuk itu hehehe (rock)

  11. joejoer, memang agak kagok sama apapun yg berhubungan dengan musik akhir2 ini, kalopun dengar lagu, paling dengar lagu lamanya Padi atw Dewa, atw kembali ke jaman SMA, boyband (LOL)

  12. indie = sepertinya bersih dari segala macam permintaan dan keterpaksaan. bebas lepas sesuai dari keinginan ;-)

    rata-rata saat ini produk band yang keluar dari major label malah sepertinya itu-itu melulu, baik dari segi musik maupun liriknya. apa (dan memang) sudah di plot begitu oleh yang punya rekaman (doh) lihat dan denger saja band2 yang nangkring di radio ato tipi saat ini, rasana semuanya sama saja –ga ada beda = kebanyakan band negeri ini follower, dan anehnya malah banyak ngikutin trend lokal sendiri.

    musik indie – undeground (applause)

    efek rumah kaca – cinta melulu | lagu kesepian (music)

  13. pernah sekali liat pideo klipnya di salah satu stasiun telivisi nasional (kenapa nasional…karna selamat dari libasan UU Pertelevisian dan nyampe ke purwokerto)

    pertama liat, agak aneh dengan nama band-nya…saat itu kirain si tivi sedang kampanye Efek Rumah Kaca

    eh begitu dengar lagunya…*jreng,jreeng…*
    langsung jatuh hati pada pendengaran pertama

    (Obrolan Sore dah apdet!)

  14. secara warna musik dan tema lagu dari grup band satu ini meman unik dan menarik, namung gak norak.. kereng dah pokonya (duh gara2 abis main dari okkots.com jadi begini dah)

  15. Pernah denger ALV Band yang digawangi Nugie? Muncul sekitar medio 2000-an. Band alternative bagus yang mengusung tema “Save the Earth”, sekarang entah kemana… Hanya mengeluarkan 2 album saja…

    • Alv keluar setelah Nugie nelurin 3 album solonya ya bro… Waktu itu kayaknya mereka gagal cetak hits deh bro, makanya kayak ngilang setelah nelurin satu album :-D

  16. warna musiknya emang beda mas dhodie, apalagi kalo dibandingin kuburan band, hancur band, warteg boys.. duh jauh. Saya sendiri lbh suka band-band lawas semisal Kahitna, Sheila on 7,,
    btw salam kenal yaa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>