18 February 2010
Potret Superman Ibukota
Ditulis oleh dhodie dalam: Photoblog .

Jika ada yang masih mengeluh bagaimana tidak adilnya pekerjaan yang dijalani, bertanyalah pada mereka. Mereka bahkan mungkin tidak memiliki pilihan lain ketimbang harus mencengkeram kaki kuat-kuat agar tidak terpeleset, memaksimalkan kontraksi mata agar tidak buram, atau memegang erat tali yang berseliweran agar tidak terjatuh. Salah satu potret superman ibukota.
117 Opini so far...
morishige berkomentar:
18 February 2010 at 14:09.
demi nyari duit, nyawa dipertaruhkan.. asal ada asuransi aja sih, bro. :mrgreen:
kabarnya di Australia pekerjaan ‘kasar’ dan berbahaya macam gini gajinya lebih tinggi dari pekerja kantoran lho.. soalnya gak semua orang berani kerja beginian.
cici silent berkomentar:
18 February 2010 at 14:18.
Mungkin bukannya tidak adil, tapi… memang ada pada pilihan masing2. Bahkan yang lebih heran lagi, ada yang membela ‘hobi’ *bukan pekerjaan* yang sangat ekstrim dan menantang jiwa! Semacam menaklukkan salah satu puncak tersulit di dunia, K2. *efek membaca Three Cups of Tea*
Anyway, liat di plurk td kirain postingan di Posterous *tertipu*.
katakataku menanggapi:
February 18th, 2010 at 19:28
@cici silent, yups, smuanya tergantung pada pilihan (keputusan) masing2. dan jangan menganggap enteng dari sebuah pilihan (bae ato buruk)
jadi pengen muncak *wkwkwkkk* –efek baca komennya cici–
dhodie menanggapi:
February 21st, 2010 at 13:26
@cici silent untuk kasus di atas, saya koq yakin itu bukan masalah pilihan
iLLa berkomentar:
18 February 2010 at 14:20.
wihh… tiba2 jadi malu pada diri yg pernah berpikir untuk “menyerah” 
bilang saya melow, tapi betul2 terharu liad orang2 itu.. *berkacakaca*
thanks
mayasaridotnet berkomentar:
18 February 2010 at 14:23.
makanya gak usah mengeluh dan merasa gak adil… jalani aja semuanya dengan iklhas….
bOm² KDB berkomentar:
18 February 2010 at 14:24.
wuah..ini yang masang papan reklame rokok dan semacamnya itu ya? ngeri ya…
Montoq berkomentar:
18 February 2010 at 14:49.
hidup itu pilihan
tapi tak semua orang punya kesempatan memilih
bersyukurlah jika masih bisa memilih
alisyah berkomentar:
18 February 2010 at 15:11.
mudah2an mereka dijamin asuransinya sama yang mempekerjakan
mandor tempe berkomentar:
18 February 2010 at 15:32.
Berapa meter mas? saya pernah memasang antena 75 meter. Memang, tidak semua orang berani melakukan itu dan bagi sebagian orang malah terasa tidak adil. Tapi kalau tidak ada pilihan yang lain, apa boleh buat.
etapi … sampeyan kan tukang insinyur tower toh, berarti sampeyan sudah pernah memanjat melebihi itu dong :P
annosmile berkomentar:
18 February 2010 at 15:34.
malah inget..
dulu pernah nyoba naik baliho cuma ampe tengah2 tiang..
cuma buat uji nyali..ngeri juga
Pojok Pradna berkomentar:
18 February 2010 at 15:43.
takut ketinggian
(eh itu bukannya spiderman ibukota?)
iman berkomentar:
18 February 2010 at 15:58.
Syukuri apa yg ada. Hidup adalah anugerah … 
Jangan menyerah … jangan menyerah …. jangan menyerah *D’masive mode*
Eiittt dah … itu yg kerja nggak pake peralatan safety???
Piecha berkomentar:
18 February 2010 at 16:05.
jika kita selalu melihat pada kesuksesan orang lain kita tidak akan pernah bersyukur, sesekali tengoklah kesusahan orang lain, maka kita akan lebih pandai bersyukur.. nice pic..
sawali tuhusetya berkomentar:
18 February 2010 at 20:47.
wah, bener2 adegan yang bisa memicu adrenalin nyali kita, mas dhodie.
Cipu berkomentar:
18 February 2010 at 22:47.
Dod, lo dimana di foto itu??? Hebat yah…. ternyata Dhodie kerjanya banyak juga
Okkots berkomentar:
18 February 2010 at 22:48.
It needs “begadang” on the street to take this picture :)
arman berkomentar:
18 February 2010 at 23:54.
gile itu gak pake pengaman ya… kalah dah fear factor ya.. hehe
hersu berkomentar:
18 February 2010 at 23:56.
Yah begitulah hidup, kadang ada yang tidak bisa memilih. tinggal menikmatinya saja…
choreed berkomentar:
19 February 2010 at 00:50.
@morishige, @katakataku: Yang terjadi di Australia & US belum tentu juga terjadi di Indonesia. Karena biasanya pekerjaan “spiderman” kayak ini ya tetap aja dianggapnya pekerja kasar, meski sebenarnya nyawa mereka taruhannya.
@katakataku, @cipu: Boss Dhodie lah juragannya? Iya gak Gan? Tanya! Dibayar berapa tuh mereka, sesuai UMR atau diatasnya? Atau jangan-jangan dibawahnya lagi. Peace :)
senja berkomentar:
19 February 2010 at 02:35.
Waw,…luar biasa bgt pekerjaan mereka,apalagi buat aku yg jelas phobia bgt sm ketinggian dod :(
smg ada jaring2 Tuhan yg senantiasa menjaga mereka ya….
Vebby berkomentar:
19 February 2010 at 09:27.
ng….gimana kalo dalam fotonya diperlihatkan ketinggian dari billboard itu ya?…tapi nanti supermannya ngga jelas dong?….ngga tau ah
Tutorial Admob berkomentar:
19 February 2010 at 09:33.
mas mau tanya… :
itu ngambil fotonya pake kamera apa ?? kalau bisa + spesifikasi :mrgreen: soalnya bener2 buagus salut deh
ramadoni berkomentar:
19 February 2010 at 10:15.
Luar biasa semangat kerjanya, sepertinya memang sudah gak ada pilihan lagi.. kalo bisa memilih saya yakin kalaupun mereka cinta dengan pekerjaan sebagai “superman”, mereka memilih untuk menjadi superman bohongan yang selalu mengguunakan peralatan untuk menjamin keselamatan kerja mereka…
tapi mau gimana lagi itulah yang harus mereka jalani, beruntung bagi kita yang walaupun mengaku kurang sreg dengan pekerjaannya namun gak harus berjudi dengan nyawa seperti sang superman itu…
boyin berkomentar:
19 February 2010 at 10:15.
wah pas banget ama postingan saya hari ini…life is not fair get used to it
- H - berkomentar:
19 February 2010 at 10:18.
Ayo mas dhodie bantu aku buat angkat kasur supaya pas mereka jatuh nggak sakit
gajah_pesing berkomentar:
19 February 2010 at 10:35.
superman-superman seperti mereka hanyalah demi perut dan anak-istri di rumah
peri berkomentar:
19 February 2010 at 11:22.
ya begitulah manusi yg tidak punya rasa syukur :)
salam peri
Anas berkomentar:
19 February 2010 at 13:30.
Supermannya kok gak pakai K3. kalau jatuh nyalahin sapa???
intan rawit berkomentar:
19 February 2010 at 22:57.
wah ngeriiiiii,,btw jadi inget waktu kecil saya hobinya panjat pohon, waktu sma juga suka manjat tower2 ,,hehehe…
ambon kaart berkomentar:
20 February 2010 at 11:11.
rada mencurigakan nih. kok kerja malam2? apa jangan2 mau nyolong kerangkanya?! hehe.
sori negative thinking duluan. tapi emang dulu pernah liat sendiri yg model kayak gini, dikira kerja gak taunya nyolong :(
Hajier berkomentar:
21 February 2010 at 00:58.
Sudah menjadi pilihan mereka untuk bekerja seperti itu dan mereka juga pasti tahu resiko dari pekerjaan yang dipilihnya. Bersyukur aja yang sudah punya pekerjaan, coz nyari pekerjaan sekarang susah hehehe…
achoey berkomentar:
21 February 2010 at 16:58.
mereka para pemberani
demi nafkah diri
dan mungkin juga utk anak dan istri :)
tyan berkomentar:
21 February 2010 at 21:48.
sungguh pekerjaan yang berbahaya..,
semoga faktor keselamatan jadi yang utama…,
hanif IM berkomentar:
22 February 2010 at 06:43.
dunia ini penuh keseimbangan, ada yang bekerja di kantor ada yang bekerja sebagai “superman” kota. hehe, unik juga penamaannya, “superman” yah, walau tak bisa terbang, tapi mereka kuat untuk tetap dapat menyambung hidup meraih rupiah dengan mempertaruhkan nyawa.
asepsaiba berkomentar:
22 February 2010 at 15:29.
U-N-S-A-F-E-A-C-T
Tidak ada yang bisa dipersalahkan, kecuali KETIDAKPEDULIAN akan keselamatan…
adelay berkomentar:
22 February 2010 at 16:03.
Nyari duit dengan resiko mengadu nyawa macam itu, rasanya pantas kalo gajinya gede deh.
Paling tidak tunjangannya yang berlipat ganda.
quinie berkomentar:
22 February 2010 at 18:39.
hohoho.. makin keren ajah pak poto2nya. btw, ini gag diikutin dalam akuh cinta bekasih ?
Hariez berkomentar:
22 February 2010 at 21:55.
ini yang paling gw suka sob..ketika sikon diri dalam kejenuhan, gw menyaksikan perjuangan orang lain dengan penuh semangat hidup
seolah menegur gw yang harus belajar dari semangat mereka I like this brotha
selamat malam & selamat beristirahat sob
-salam hangat-
kips berkomentar:
24 February 2010 at 08:29.
Syukur nikmat menjadi kunci utamanya. Setuju bgt dengan yg dikupas kalau melihat orang lain yg tidak seberuntung kita, sangat nyata dengan jelas jadi wajib kita syukuri berbagai keberuntungan kita. Sip.
isnuansa berkomentar:
24 February 2010 at 12:10.
Jika ada pilihan lain, tentu saya akan mencari pekerjaan selain maen panjat-panjatan. Takut ketinggian soalnya. Menyeberang jembatan penyeberangan aja suka takut, milih menyeberang jalan raya dengan resiko ketabrak mobil lebih besar. :lol:
Tapi bagi mereka, ya mungkin tidak ada pilihan lain selain mengerjakan itu, dengan tingkat bahaya yang tinggi. Entah berapa standar gaji buat mereka, dengan pengaman yang seadanya seperti itu. [Saya bahkan nggak dapat melihat seutas tali yang menjaga tubuhnya jika terjatuh]
BERBAHAYA berkomentar:
24 February 2010 at 16:33.
terkadang hidup itu pilihan,
mereka bekerja begitu karena untuk bertahan hidup tentunya…
itempoeti berkomentar:
25 February 2010 at 13:27.
seringkali bukan pekerjaannya yg tidak adil… tapi penghasilan yg diperoleh yg tidak adil dan sepadan dgn resiko pekerjaan…














katakataku menanggapi:
February 18th, 2010 at 19:26
@morishige, di US pun katanya gaji pemadam kebakaran lebih gede daripada pns
Balas
dhodie menanggapi:
February 21st, 2010 at 13:06
@shige semoga demikian bro.. kalo di kita mah mungkin dikira pekerjaan kayak gini mengandalkan fisik, makanya gajinya pun tidak lebih tinggi dari pekerja kantoran.
@katakataku bagaimana dengan gaji pemadam kebakaran kita, die?
Balas