23 February 2010
Misterimu
Ditulis oleh dhodie dalam: puisi .

Jika dia mengutusmu agar aku patuh pada-Nya
Aku akan ikhlas menurutnya
Terlalu lama jejak ini tersesat di rimba tak berarah
Biarkanlah ia sejenak mendarat
Jika dia mewujudmu agar aku tunduk pada-Nya
Aku akan patuh mengikutnya
Terlalu berat langkah ini terjebak di jalan tak berpangkal
Izinkanlah ia sejenak istirahat
Hanya satu misteri yang ingin kuungkap
Apakah kamu hadir untuk mengakhiri penantian?
Tanjung Barat, 21-02-10
114 Opini so far...
mayasaridotnet berkomentar:
23 February 2010 at 09:52.
cuma bisa bilang: semua akan indah pada waktunya….
[rak nyambung babarblash]
icha berkomentar:
23 February 2010 at 10:03.
aiiihhhh…..amiiinn amiiinnn..semoga segera ya om..jangan lama-lama..
makin lama..makin sedikit waktu yg tersisa buat bersama..ukuran umur manusia kan cm sampai 60-65 hehehe semangaaattt..kenalin donk ama pilihannya :)
adelay berkomentar:
23 February 2010 at 10:25.
Kalau memang penunjukNya,
Dialah bagimu,
Kalau memang jodohnya,
Dirinya adalah untuk mu.
rara berkomentar:
23 February 2010 at 10:37.
ihiiiy..
patuhlah apa yang dikatakan oleh hati. segera terungkap satu misteri… :)
iman berkomentar:
23 February 2010 at 11:40.
Jadi … siapakah “dia” itu ya *gossip mode ON*
mandor tempe berkomentar:
23 February 2010 at 11:56.
sudah tanda-tandanya itu
artinya …
makan-makan, kapan traktir saya ?
senja berkomentar:
23 February 2010 at 11:58.
mungkin saja,…
kenapa tidak kau cari tahu ?
mungkin saja dia yang akan mengakhiri penantianmu selama ini…
* ehemmm….. ^_*
galihsatria berkomentar:
23 February 2010 at 13:58.
Sabar om dod… kalau sudah jodoh emang nggak bakalan kemana-mana kok
dian berkomentar:
23 February 2010 at 14:58.
puisinya bagus
rahasia hidup hanya akan terungkap setelah kita berada di ‘kehidupan yang sesungguhnya’
salam
budiono berkomentar:
23 February 2010 at 15:08.
misteri itu tidak akan pernah terkuak oleh siapapun..
Piecha berkomentar:
23 February 2010 at 17:22.
jiaaahhhh.. jadi puisi ini mengarah ke satu kata itu ya..
turut didoakan semoga mendapat yang terbaik..
quinie berkomentar:
23 February 2010 at 21:33.
prikitiiiiwwwww….. kemaren gua lupa nagih makan2 yang lu bilang ngejar setoran dapur…
jadi, kapan makan2nya???
ditunggu yaaa
Cipu berkomentar:
23 February 2010 at 21:41.
Dod, ehem ehem ehem (tersedak biji kedondong) prikitiwwwwwww
morishige berkomentar:
24 February 2010 at 01:02.
what a poem! sebagai manusia kita cuma bisa meyakini, mengimaniNya. perkara Dia akan menyambut di hari yang telah dijanjikan, siapa yang tahu?
ramadoni berkomentar:
24 February 2010 at 07:51.
Go.. Dhodie Go…
*pake kostum pom-pom boys* wkwkwkwk…
btw, aye bener2 tungguin nih undangannya… ayo bang, jangan ampe kebalap ama ane nih… =P
kips berkomentar:
24 February 2010 at 08:19.
Upami sabar tur tawakal, Insya Allah bakal norojol nu diantos-antos teh, yuk urang buleudkeun kayakinan sabuleud-buleudna
ambon kaart berkomentar:
24 February 2010 at 10:07.
tak jawab ahh:
aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(sapardi djoko damono)
icha menanggapi:
February 24th, 2010 at 12:00
@ambon kaart, puisi yang berapa kalipun ditulis ulang atau di bacakan bikin saya spikles meleleh gk karuan hahaha
ambon kaart menanggapi:
February 24th, 2010 at 13:39
jangan pake kata “meleleh” dong, saya jadi gelisah gimana gitu.
Good luck buat jodohnya ya!
dhodie menanggapi:
February 25th, 2010 at 08:53
@ambon kaart SDD masih menjadi penyair favorit saya. Sudah pernah mendengar musikalisasi Aku Ingin? Bikin merinding!
Hariez berkomentar:
24 February 2010 at 12:40.
hohohoho….ayolah..ayolah sob gw tunggu kabar-kabarnya deh
selamat beraktivitas
-salam hangat-
neng ucrit berkomentar:
24 February 2010 at 15:15.
Tuhan tahu, tapi menunggu :))
cuma bisa bilang `Amin.. Allahuma amin..`
iLLa berkomentar:
24 February 2010 at 18:45.
yayaya… turut mendoakan saja, insya Alloh diberikan yg terbaik oleh-Nya.
barusan di plurkville teh Desi bilang, kalo jodoh itu cerminan diri, jadi kalo mw diberikan yg baik, kita pun harus mempersiapkan diri untuk menjadi baik bagi seseorang itu.
Tidak perlu tergesa2, tapi menyegerakan
yaiks, kalo dah soal ginian pasti panjang komeng saia
Mukhtaruddin berkomentar:
25 February 2010 at 08:42.
lahh saya mah baru za ditinggal…[curhat mode : on]
itempoeti berkomentar:
25 February 2010 at 13:31.
sesungguhnya tak ada yg misteri bagi mereka yg mau mendengar suara hati…
dhodie menanggapi:
February 25th, 2010 at 15:04
ah komentar ini koq rasanya mengena banget yah. Hatur nuhun Kang
cici silent menanggapi:
February 28th, 2010 at 21:46
@itempoeti, subhanallah… komentar ini menghentak hati saya.
muhammad zakariah berkomentar:
25 February 2010 at 23:13.
weeww.. dalem bgt gan.. walau singkat padat dan jelas… saluut..
salam dan semoga sukses..
Joko Setiawan berkomentar:
26 February 2010 at 02:13.
Penampakan alam yang begitu indahnya selalu saja membuat kita ingin segera kembali menghadap -NYa dengan berjuta anugerah dan kebesaran-Nya
elia|bintang berkomentar:
26 February 2010 at 07:02.
oh tentang jodoh yah? jalanin aja, ntar jg dateng sendiri. cuma 3 laki2 yg ga berjodoh: pastor, gay, pengecut yg dikit2 trauma.
dhodie ga termasuk kan.. haha
cici silent berkomentar:
28 February 2010 at 21:32.
Jika ia diutus padamu
Agar engkau patuh padaNya
Kemanakah bait-bait Ilahi?
Jika ia mewujud
Agar engkau tunduk padaNya
Kemanakah nyanyian do’a?
Ia dicipta untukmu
Dari rusuk kirimu
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi
***
Memang, semua akan indah pada waktunya, kalaulah berjodoh takkan kemana. But, itu semua harus diperjuangkan, bro! Keep fight!!!
neo berkomentar:
2 March 2010 at 16:56.
open your heart, ‘dia’ mungkin ada disekitarmu *harus lebih peka lagi*
luvie berkomentar:
3 March 2010 at 16:58.
wishing you all the best in your life, dhod.. tetap sabar dan tawakal.. dan Allah akan membalasnya dengan hadiah terindah..
cinta berkomentar:
7 March 2010 at 16:02.
hahhaha.. kayaknya dari puisinya, bisa jadi detektif juga ;)
jangan lupa berkunjung juga ke http://www.areuok.info , forum budaya dan pariwisata indonesia. terimakasih.
Anisa berkomentar:
9 March 2010 at 08:21.
Apalah daya sebuah jiwa yang berada pada genggamanNya.. Tetapkanlah azzam untuk menjaga hati sampai tiba masa pertemuan kelak.. Semoga pada satu hati disana.. entah dimana..
salam kenal mas dhodie.. maaf jadi kebawa mellow..
sawali tuhusetya berkomentar:
10 March 2010 at 07:47.
sajak yang pendek, tapi indah dan reflektif. mantab, mas dhodhie.
Mechta berkomentar:
14 March 2010 at 10:32.
Saya suka untaian katanya..dan foto2nya ( sudah intip2 di blog fotonya…hehe..) Oya ini komen perdana tapi bkn kunjungan perdana…. Salam kenal ya…
dhodie menanggapi:
terima kasih sudah berkenan mampir
Aulia berkomentar:
15 March 2010 at 11:46.
sebuah pesan yang sarat makna untuk makhluk yang hidup di atas bumi-Nya
renungan nya mantap mas :)















Cipu menanggapi:
February 23rd, 2010 at 21:43
@mayasaridotnet, kalo mo nyambung…. kemarau setahun terhapus oleh hujan sehari
Balas