Intro

Andai aku bisa
Memutar kembali
Waktu yang tlah berjalan
Tuk kembali bersama, di dirimu slamanya

Lagu lama. Dari seorang maestro penyanyi Indonesia. Tapi saya suka lagunya, suka banget malah. Bukan, bukan karena video klipnya dibintangi Titi Kamal yang saat itu baru kerasa banget cantiknya (catatan: berarti sekarang udah enggak lagi hihi). Atau karena lirik yang menyatu dengan lagunya. Tetapi saya terkesan dengan intro lagu ini. Coba dengarkan awalan lagu ini ketika alm. Chrisye  bernyanyi. Menurut saya: megang banget.

Pada umumnya, kebanyakan lagu memang berintro pelan. Akan tetapi, saya paling suka dengan lagu-lagu yang menjaga kontinuitas kekerasan lagunya dari awal sampai akhir. Jadi, tidak tau-tau langsung teriak di awal atau monoton pelan dari awal sampai akhir. Menurut saya, lagu yang dikemas dengan intro yang pelan, semakin keras, dan mencapai tahap yang maksimum di overtune itu baru lagu yang benar-benar asyik. Jadi bukan seperti Hysteria yang di awal pelan terus langsung meledak di reff atau Karma Police yang pelan dari awal sampai akhir (catatan: saya penggemar berat Muse dan Radiohead). Saya lebih suka salah satu lagu Coldplay di album A Rush of Blood To The Head, Green Eyes. Di lagu ini, gumaman yang dilantunkan Chris Martin di intro bertransformasi menjadi teriakan di overtune terakhir. Selain dimainkan secara akustik, kekuatan lagu ini ada pada liriknya yang bagus banget (lagi-lagi menurut saya). Simak sebait liriknya:

I came here with a load
And it feels so much lighter since I’ve met you

Selalu dan selalu lagu ini bisa membuat saya mendetak kaki dan menggelengkan kepala ketika mendengarkannya. Fab!

44 thoughts on “Intro

  1. postingan teranyar kita sama om, tentang lagu. Saya pecinta coldplay loh :D. kalo muse dan radiohead beberapa lagu mereka saya suka terutama invicible dan thinking about you…

  2. Paling suka dengan lirik, “Dan aku tak hati, untuk menyakiti dirimu. Dan aku tak punya hati tuk mencintai dirimu yang selalu mencintai diriku…”

    ,,, mencintai yang tak bisa mencintai,,,,
    ,,, dicintai yang tak bisa dicintai,,,,

    *curcol* (dance)

  3. Musik sama dengan kecantikan wanita.. Sesuai seleranya masing-masing… Kalo telinga saya simpel saja.. Musik yang enak didengar (apapun jenisnya) itu pasti saya suka..

  4. Pingback: Tweets that mention Dhodie Weblog -- Topsy.com

  5. bener banget tuh.. gak semua lagu bisa berasa klimaks ya.. tapi emang susah bikin lagu yang bisa ‘naik’ dan klimaks. apalagi kalo lagu pop. biasa ya datar2 aja…

  6. Akhirnya update juga… *fyuuuuh*

    Musik memanglah sahabat jiwa. Intro mengawali kesan. Makna tersirat jatuh ke hati. Asal jangan pedih, itu saja.

    Kangen ngebales puisi dikau Dod, mana neeh postingan puisinyah? (bringit)

  7. Pingback: Tweets that mention http://dhodie.com/2010/06/16/intro/comment-page-1/#comment-12100?utm_source=pingback -- Topsy.com

  8. Memang bagus itu lagu dhod, saya jg suka.
    Dinamika sebuah lagu yang jelas itu akan lebih menyentuh saya untuk men-cap sebuah lagu itu keren :-D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>