Hari senin (21 Juni) kemarin, saya ikut menghadiri diskusi panel teknologi seluler next generation, Long Term Evolution (LTE) dari Telkomsel. Diskusi sekaligus demo teknologi ini dihadiri oleh pemain-pemain lama di bidang seluler (Nokia Siemens Network, Huawei, dan Ericcson), praktisi telekomunikasi, akademisi, dan surprisingly cukup banyak blogger diundang sebagai representasi pengguna internet di Indonesia.
Diskusi panel yang diadakan di ballroom Hotel Gran Melia ini menghadirkan empat panelis dari masing-masing bidang. Enda Nasution (blogger), Suhono H.S. (akademisi), Iwan Krisnadi (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia), dan Siswanto Dasijo (Telkomsel). Enda menyoroti pengguna internet di Indonesia yang demikian cepat menjadi salah satu negara teraktif di dunia. Beliau mengambil kasus kurang lebih 2.34% pengguna twitter berasal dari Indonesia (the twitter capital of Asia).
Sementara itu Suhono H.S., akademisi ITB, mengemukakan transformasi perkembangan zaman yang terjadi mulai dari agrikultur, industri, IT, sampai dengan creative economy. Internet di sini berperan sebagai killer technology dengan C-generationnya. Peralihan teknologi seluler dari GSM, GPRS, sampai ke HSPA saat ini akan membawa era baru di dunia telekomunikasi, broadband economy. Teknologi pengawal untuk era ini dipercayakan kepada LTE dan Wimax.
Iwan Krisnadi dari BRTI menyoroti regulasi penggunaan spektrum frekuensi yang akan diberikan untuk LTE. Mencermati pengembangan teknologi Wibro yang dianggap gagal di Korea, BRTI berharap agar nantinya perkembangan telekomunikasi yang berkesinambungan membawa Indonesia menjadi world class qualified industries pada tahun 2025.
Sesi terakhir digunakan oleh VP Technology and Master Plan Telkomsel, Siswanto Dasijo untuk menjelaskan teknologi terbaru yang dikembangkan dalam tajuk Inovasi untuk Negeri. Akhir tahun lalu, Telkomsel mendapatkan lisensi 1 carrier baru sehingga bisa menghasilkan kecepatan unduh 42Mbps dengan teknologi dual carrier HSPA (DC-HSPA). Sementara itu, teknologi LTE yang secara teoritis mampu menembus kecepatan 150Mbps, ketika diujicoba di Medan, Jakarta, dan Denpasar mencapai kecepatan 69.3Mbps di Jakarta.
Diproyeksikan teknologi ini baru akan diaplikasikan paling cepat pada tahun 2012 mempertimbangkan implementasi Wimax yang baru berjalan. Pada akhirnya, kedua implementasi di atas akan membuktikan bahwa broadband economy bukan sesuatu hal yang mustahil. Kita nantikan bagaimana kedua teknologi ini menembus jurang penyebaran informasi di pelosok-pelosok desa di Indonesia.
Quotes from panelists:
Rise of individual and entrepreneur… the picture of the future (Enda Nasution)
Internet is a killer technology (Suhono H.S.)
If operator gives us more bandwith, what killer applications you’ll provide for that? (Siswanto Dasijo)
Credit to Mba Rara, Syarif, Doni, Aksa, dan Luvie yang menemani sepanjang acara.
sip aja lah hehehe
keren kan? masih ujicoba di testbed, lagipula belum jelas di indonesia mau pake frek berapa 1.8 atau 2.6 GHz. Cuma buat dapet maksimum download rates nya harus pake bandwidth 20MHz dan 4×4 MIMO antena. Buat apaan sih data rates gede2 kang?
Mantap info tambahannya nih, bro. Data rates gede-gede untuk internet murah supaya penyebaran informasi ke pelosok-pelosok desa pun semakin terjangkau. Relatif lebih mudah menggunakan ini ketimbang membangun infrastruktur, kan?
@dhodie, owwww… ini toh maksudnya… daritadi gua baca berulang2 tapi ga ngerti2 apa sih maksudnya… *agak sedikit mengerti*
@quinie, ini obrolan antarengineer loh, tu? Elo malah ngerti yak
EN lagi… EN lagi.. Memang top banget deh Babeh Blogger kita yang satu ntu… :)
Hahaha hail to mas Enda!
yang penting speednya…pokoknya di tunggu Jakarta, dan Denpasar mencapai kecepatan 69.3Mbps di Jakarta. kalau ngga awas ajah hehehe :)
Tunggu 3 tahun lagi ya bro
sob…kecepatannya bagus ga ya?? i hope so
Ada tuh, 69.3Mbps. What do you think?
ngiler banget deh liat speed seperti itu (69.3mbps) jadi kepengen
Buat donlot yang saru-saru pun cepet kan bro
wow, broadband economy…
Yup
saya suka yang long-term2 seperti itu…
para penyedia layanan silahkan bersaing!!!
nantinya konsumen yang menikmatinya
Tujuan akhirnya akan ke konsumen juga kan, kang. Ya semoga saja implementasinya tidak dihalang-halangi pemerintah
eh ini ya yg katanya tetemuan sama blog seleb itu?
wow!! broadband economy? 69,3 Mbps?
ditunggu..
Iya yang itu hehehe
Itu kenapa dah emot nya pake acara makan-makan
kapan itu 69,3 Mbps diterapkan? kan bisa murah internet di Indonesia dengan segitu
Tahun 2012 bro untuk LTE, sekarang kan sedang dimulai implementasi Wimax (40-50Mbps)
tetep aja, harga masih mencekik atas janji yang diberikan. hehe, semoga kedepannya lebih diperbaiki.
Memang sudah ada janji harga yang diberikan bro? Baru juga ujicoba. Kalau masih dirasa mahal, ya bandingkannya antara 3G/3.5G dengan 4G. Will you stay for the former?
Ck..Ck.. I can’t imagine..
69,3 Mbps + Cemplungin Kaleng = ….?
Sadis.. serem banget..
Kebanyakan Freq efeknya apa bagi manusia? :-/ tolong direview bang.. Secara ente TelcoMan hehehe…
Hahaha cemplungin kaleng. Bakal makin maknyos tuh
Ehm, tertarik juga dengan tantangan elo bro
infonya keren! salam kenal mas!
kenal salam juga
Hmmm, ini acara yang di Grand Melia itu kan Mas? Saya ngikutin dari twitter aja, tau kalo banyak blogger hadir di sana. tadi nggak ada yang ngajak saya… :sad:
Iya betul, wah nanti-nanti pasti si mba diajak.. Lah wong trafik blognya aja mencengangkan gitu
Nice article. Thanks
info bagus ne untuk referensi beli modem…
Nah lo saya enggak nyampein spek modem koq bro hehehe
mudah2an kecepatannya bukan hanya pada awal2nya saja seperti biasana … xixixi
Kalaupun akan penuh sesak seperti 3G/3.5G sekarang, teknologi pun akan terus berkembang kan bro hehehe.. Pada akhirnya harga internet akan semakin murah, itu yang kita harapkan bersama
wah,emang nih…wimax aja belum kelar udah keluar lagi aja LTE…semoga gadget lama g terlalu sulit untuk beradaptasi
Ada space 3 tahun antara keduanya bro. Patut dicoba kalau menurut saya sebelum berlari di LTE
pastinya kalau itu sudah di terapkan 100%
pastinya hasilnya akan luar biasa….,
Kita lihat saja implementasinya. Yang terakhir ini tidak pernah lebih smooth dibanding ujicobanya
Apa maksudnya pengguna Twitter sebanyak 2.3% berasal dari Indonesia? Saya sangka presentasenya lebih dari segitu. Sudah seminggu trending topic di Twitter adalah topik-topik yang Indonesia banget lho.
Data ini disampaikan juga oleh Jonathan Russell di bulan Januari 2010. You can check it on here
nah lho, kok gak ada futu saya di mari…
ngarep dipajang yak
Apa benar LTE awal dari generasi 4G, saya pernah membaca hal demikian dari berbagai berita yang berkembang akang Dhodie :)
~malah ada media yang menulis LTE atau WiMax, padahal itu ‘produk’ yang bedakan?
LTE dan Wimax bisa dibilang sebagai awal generasi 4G bro. Keduanya berbeda teknologi bro di mana Wimax kelanjutan dari Wifi dan LTE kelanjutan dari GSM
@dhodie, terima kasih kang atas penjelasannya :)
sebagain pelanggan tentu saja pinginnnya yangmurah dan speednya bagus…
betul bang, semakin cepat semakin kecil volume waktu yang terpakai. Otomatis semakin murah internet ke depannya
akumampir lagi baca baca sob….
okeee thank’s nice post
thanks infonya. Btw OOT, utk Wimax perlu modem baru gak niih?
Yupe, karena teknologinya beda bro sama teknologi yang udah ada. Info dari First Media mereka akan jual dalam paket bundling gitu
wahhh keren nuy
sepertinya
kalau udah resmi diluncurkan
jadi pingin nyobain nuy
penasaran