26 July 2010
Your Job is not Your Career
Ditulis oleh dhodie dalam: Review .
Berawal ketika membaca tulisan blog Jerry Aurum, saya memutuskan untuk membeli buku ini impulsively hampir satu bulan yang lalu. Asumsi awal saya, buku ini akan seperti self-developing books lainnya: tebal, teoretis, dan banyak cerita berulang di dalamnya. Akan tetapi, tepat ketika membuka beberapa lembar pertama buku ini, asumsi itu gugur. Di halaman-halaman awal, buku ini seakan tidak peduli dengan pemborosan karena hanya menyertakan satu kalimat untuk menguatkan awal cerita.. THAT’s interesting.
Sesuai warna yang mendominasi lembaran buku setebal 160 halaman ini, yang sama sekali tak nampak setebal itu karena isinya yang ringan, Rene Suhardono membagi bukunya ke dalam tiga bagian utama:
- mempertanyakan ulang definisi pekerjaan, karir, dan hidup itu sendiri.
- membantu menemukan passion hidup (the strongest part).
- merevitalisasi pengertian values, kontribusi, dan pada akhirnya arti kebahagiaan hidup.
Buku ini memiliki magnet yang kuat untuk dinikmati lembar demi lembarnya. Penuh ilustrasi yang menggemaskan sekaligus mencerahkan dan yang terpenting tepat sasaran. Saya sendiri akhirnya mempertanyakan apakah saya benar-benar berada di jalur karir yang tepat setelah membaca buku ini.
Dulu yang menjadi entitas pengukuran jalur karir saya selalu dikaitkan dengan apa yang terbaik yang bisa saya lakukan. Sebut tiga contoh berikut ini:
- saya paling mahir mengerjakan soal-soal kimia, maka saya pernah bermimpi menjadi chemical engineer saat UMPTN.
- saya suka planning and research, maka saya tidak menolak bekerja sebagai purchasing officer di perusahaan pertama saya.
- saya selalu percaya saya dilahirkan untuk menjadi guru, maka saya berani ambil risiko menjadi guru tentor di sebuah sekolah meski dengan penghasilan yang tidak masuk di akal.
Pertanyaan yang kemudian diapungkan oleh ReneCC adalah apakah saya benar-benar menikmati pekerjaan-pekerjaan itu? Karena definisi passion sesungguhnya bukan hal-hal yang terbaik yang bisa kita lakukan, tetapi hal-hal yang paling kita nikmati ketika melakukannya. Dan setelah membaca buku ini, Rene berhasil menuntun saya untuk merangkai benang-benang merah antusiasme hidup saya.
Saya belum berani menggaransi I’ve already found my passion sebelum berkonsultasi dengan si empunya buku suatu saat kelak (my wish-list). Tetapi, tanpa ragu saya memasukkan buku ini sebagai salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. A must read book!
70 Opini so far...
aRai berkomentar:
26 July 2010 at 13:47.
your job is not your career … pekerjaan yg sesuai dengan hati adalah karir buat saya *gak nyambung*
eh eh PERTAMAX ya?
berkesempitan « komuter jakarta raya berkomentar:
26 July 2010 at 13:48.
[...] to work <– kerrrreeennnnn –> jalur tempuh : Parung - pengasinan - sawangan - parung bingung – limo/meruyung – cinere – pondok labu. jarak tempuh : -/+ 20 [...]
Matahari berkomentar:
26 July 2010 at 14:13.
kalo aku belum beli, pinjam donk.. *tergerak sebagai calon karyawan*
- H - berkomentar:
26 July 2010 at 14:15.
Oke saya juga penasaran sama nih produk, nanti saya cari balik dari kantor ke Gramed.
divardha berkomentar:
26 July 2010 at 14:20.
salah satu buku favorit saya, apalagi bagian ‘rockstarnya’. buku ini sepertinya perlu dibaca lagi kapan-kapan, supaya mikir lagi apa kita sudah menemukan dan menjalankan passion kita atau belum :)
Tweets that mention Dhodie Weblog -- Topsy.com berkomentar:
26 July 2010 at 14:35.
[...] This post was mentioned on Twitter by Dodi Mulyana, Dodi Mulyana, winer sampekalo, Wino, Reza WS and others. Reza WS said: Gw tambahin hashtag #CCBooks RT @dhodie: Your Job is not Your Career http://goo.gl/fb/Ay47B [...]
kang Abid berkomentar:
26 July 2010 at 17:11.
mesti belum kerja,.tapi pengen baca,.siapa tau buat bekel terjun di dunia kerja
neorenggana berkomentar:
26 July 2010 at 17:26.
wah.. kayanya saya juga harus baca nih.. thanks untuk ulasannya
enggar berkomentar:
26 July 2010 at 18:22.
Bawa donk di acara fresh (Datang kan?) mau lihat sekilas, syukur2 kalo boleh dipinjem :). Tukeran deh
cici silent berkomentar:
26 July 2010 at 18:51.
Wah, jd tersentil dgn tulisan ini.
*ntar searching di toko buku onlen ah…*
mel berkomentar:
26 July 2010 at 20:55.
reviewnya bikin saya pengen beli dan baca buku ini deh jadinya..
asepsaiba berkomentar:
27 July 2010 at 09:39.
Jujur saja, saya agak kurang tertarik dengan buku2 semacam ini, kenapa ya kang? Saya kok sukanya baca novel saja.. :)
Fenty berkomentar:
27 July 2010 at 15:21.
pernah mau ikut seminarnya di Surabaya, tapi karena halangan apa dulu itu akhirnya gak jadi, huhuhu
kaarsekar berkomentar:
27 July 2010 at 16:04.
salam kenal! :)
persis sekali dengan saya,, langsung “ngidam” beli gara2 review jerry aurum 
http://post.ly/mZkg
Cipu berkomentar:
28 July 2010 at 18:38.
Keknya menarik nih Dod…. Thanks ulasannya, sayangnya sekarang gua lagi ga mikirin kerjaan. Gua mikir nyelesaiin PR yang numpuk wakakakak
Harry Christian berkomentar:
28 July 2010 at 19:54.
Kalau saya, belum bisa menikmati pekerjaan saya. Sepertinya pekerjaan saya cuma rutinitas yang saya lakukan setiap hari senin sampai sabtu. pengen banget saya mendapatkan gairah lebih didalam bekerja. sampai sekarang, I still haven’t found what I’m looking for…*Mengutip judul lagu U2*..apakah saya berada dijalur yang tepat di karir saya apa tidak.Coba ahh..sabtu besok saya lihat-lihat buku tersebut di toko buku. Thanks for share om dhodie…
adelays berkomentar:
28 July 2010 at 20:02.
Sebagai seorang yang bekerja sebagai karyawan, rasanya saya tertarik membeli dan membaca buku ini. Boleh tahu berapa harganya Mas Dhodie ??
mechta berkomentar:
29 July 2010 at 18:47.
hm…kaya nya menarik tuh…layak utk dicari nih… thx infonya Dhodie
montoq berkomentar:
30 July 2010 at 07:23.
hmm…
ada yang mau bacain buat gua ga? 
*disambit pake rak buku*
zam berkomentar:
4 August 2010 at 02:26.
aku pernah ketemu ama Rene Suhardono, dan pernah terjebak ikutan talkshownya. menarik, dan dia memang sering banget bawain tema ini. :)
sebuah komentar #gapenting
faiza berkomentar:
4 August 2010 at 17:13.
Jadi penasaran sama isinya tuh buku,
ente dapet komisi gak bang setelah postingan ini ehehehehe…
rusabawean berkomentar:
9 August 2010 at 00:03.
terakhir ke Gramed
rencana mau beli ini
sayang aku lupa judulnya…
karena cuma ingat covernya warna putihhh
ahh
gak jadi beli dehh
yg aku beli my stupid bos
:)
Tira berkomentar:
10 August 2010 at 17:06.
bener banget. Job itu ga selalu karir. Saya sendiri berniat merintis usaha sendiri, tapi job yang sekarang saya kerjakan adalah batu lompatan untuk mengumpulkan modal
Pradna berkomentar:
14 August 2010 at 08:13.
ngg…ini bukan buku Piksi, nya?
pantes blm pernah liat… (blush)
Andy MSE berkomentar:
18 August 2010 at 10:46.
wah, aku malah bingung mas!
job nggak punya, karir apalagi…
*yang penting rejeki lancarrr*
Adith berkomentar:
21 August 2010 at 14:43.
Lebih sederhananya harus sesuai dengan “Bakat (kemampuan) dan Minat (kemauan/ passion)”. Sulit tp bukan berarti tdk bisa dicoba. Atau perlu konsul psikolog? :)
fai berkomentar:
21 August 2010 at 19:13.
setelahbergonta ganti jenis pekerjaan, dengan mantaf gw bisa bilang pekerjaan gw yang sekarang adalah karier gw, insya allah, bismilahirohmanirohim. amin
addiehf berkomentar:
23 August 2010 at 01:01.
pekerjaan apa pun itu, memang ketika kita menikmatinya akan terasa asyik dan nyaman sekali dalam mengerjakannya. namun, bagaimana jadinya ketika kita menikmati suatu pekerjaan itu dan ada hambatan dari lingkungan internal yang membuat kita ta nyaman dalam bekerja
*but, itulah pekerjaan, baik buruknya ya hadapi saja.. ya nikmati sajahhh*
dhodie menanggapi:
August 23rd, 2010 at 09:51
Hambatan mah akan senantiasa ada, memang pekerjaan yang dilakukan tanpa hambatan akan enak dinikmati? Kalau saya mah malah boring. Tinggal gimana kita menyikapinya aja: mengeluh atau justru menjadikan itu batu loncatan untuk terus bersikap positif dan maju.
… Blessing in disguise dong om, awalnya terjebak tapi akhirnya jadi tertarik














dhodie menanggapi:
July 29th, 2010 at 10:44
Bener juga tuh, tanyakan pada hatimu, mana yang benar-benar menjadi passionmu
Waw pertamax! Selamaat!
Balas