Your Job is not Your Career

Berawal ketika membaca tulisan blog Jerry Aurum, saya memutuskan untuk membeli buku ini impulsively hampir satu bulan yang lalu. Asumsi awal saya, buku ini akan seperti self-developing books lainnya: tebal, teoretis, dan banyak cerita berulang di dalamnya. Akan tetapi, tepat ketika membuka beberapa lembar pertama buku ini, asumsi itu gugur. Di halaman-halaman awal, buku ini seakan tidak peduli dengan pemborosan karena hanya menyertakan satu kalimat untuk menguatkan awal cerita.. THAT’s interesting.

Sesuai warna yang mendominasi lembaran buku setebal 160 halaman ini, yang sama sekali tak nampak setebal itu karena isinya yang ringan, Rene Suhardono membagi bukunya ke dalam tiga bagian utama:

  • mempertanyakan ulang definisi pekerjaan, karir, dan hidup itu sendiri.
  • membantu menemukan passion hidup (the strongest part).
  • merevitalisasi pengertian values, kontribusi, dan pada akhirnya arti kebahagiaan hidup.

Buku ini memiliki magnet yang kuat untuk dinikmati lembar demi lembarnya. Penuh ilustrasi yang menggemaskan sekaligus mencerahkan dan yang terpenting tepat sasaran. Saya sendiri akhirnya mempertanyakan apakah saya benar-benar berada di jalur karir yang tepat setelah membaca buku ini.

Dulu yang menjadi entitas pengukuran jalur karir saya selalu dikaitkan dengan apa yang terbaik yang bisa saya lakukan. Sebut tiga contoh berikut ini:

  • saya paling mahir mengerjakan soal-soal kimia, maka saya pernah bermimpi menjadi chemical engineer saat UMPTN.
  • saya suka planning and research, maka saya tidak menolak bekerja sebagai purchasing officer di perusahaan pertama saya.
  • saya selalu percaya saya dilahirkan untuk menjadi guru, maka saya berani ambil risiko menjadi guru tentor di sebuah sekolah meski dengan penghasilan yang tidak masuk di akal.

Pertanyaan yang kemudian diapungkan oleh ReneCC adalah apakah saya benar-benar menikmati pekerjaan-pekerjaan itu? Karena definisi passion sesungguhnya bukan hal-hal yang terbaik yang bisa kita lakukan, tetapi hal-hal yang paling kita nikmati ketika melakukannya. Dan setelah membaca buku ini, Rene berhasil menuntun saya untuk merangkai benang-benang merah antusiasme hidup saya.

Saya belum berani menggaransi I’ve already found my passion sebelum berkonsultasi dengan si empunya buku suatu saat kelak (my wish-list). Tetapi, tanpa ragu saya memasukkan buku ini sebagai salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. A must read book!

88 thoughts on “Your Job is not Your Career

  1. Pingback: berkesempitan « komuter jakarta raya

  2. salah satu buku favorit saya, apalagi bagian ‘rockstarnya’. buku ini sepertinya perlu dibaca lagi kapan-kapan, supaya mikir lagi apa kita sudah menemukan dan menjalankan passion kita atau belum :)

  3. Pingback: Tweets that mention Dhodie Weblog -- Topsy.com

    • Masalah selera meureun :-)) . Kalau saya tetap tertarik karena bisa belajar dari penulisnya bagaimana dia mencapai apa yang ditempatinya sekarang :-D

  4. Keknya menarik nih Dod…. Thanks ulasannya, sayangnya sekarang gua lagi ga mikirin kerjaan. Gua mikir nyelesaiin PR yang numpuk wakakakak

  5. Kalau saya, belum bisa menikmati pekerjaan saya. Sepertinya pekerjaan saya cuma rutinitas yang saya lakukan setiap hari senin sampai sabtu. pengen banget saya mendapatkan gairah lebih didalam bekerja. sampai sekarang, I still haven’t found what I’m looking for…*Mengutip judul lagu U2*..apakah saya berada dijalur yang tepat di karir saya apa tidak.Coba ahh..sabtu besok saya lihat-lihat buku tersebut di toko buku. Thanks for share om dhodie…

  6. Sebagai seorang yang bekerja sebagai karyawan, rasanya saya tertarik membeli dan membaca buku ini. Boleh tahu berapa harganya Mas Dhodie ??

  7. aku pernah ketemu ama Rene Suhardono, dan pernah terjebak ikutan talkshownya. menarik, dan dia memang sering banget bawain tema ini. :)

    sebuah komentar #gapenting :D

  8. terakhir ke Gramed
    rencana mau beli ini
    sayang aku lupa judulnya…
    karena cuma ingat covernya warna putihhh

    ahh
    gak jadi beli dehh
    yg aku beli my stupid bos

    :)

  9. bener banget. Job itu ga selalu karir. Saya sendiri berniat merintis usaha sendiri, tapi job yang sekarang saya kerjakan adalah batu lompatan untuk mengumpulkan modal :D

  10. Lebih sederhananya harus sesuai dengan “Bakat (kemampuan) dan Minat (kemauan/ passion)”. Sulit tp bukan berarti tdk bisa dicoba. Atau perlu konsul psikolog? :)

    • Gak melulu soal bakat kok, karena belum tentu yang terbaik yang kita kira karena sesuai dengan bakat kita, kita pun menikmatinya. Saya lebih setuju ini soal passion :-)

  11. setelahbergonta ganti jenis pekerjaan, dengan mantaf gw bisa bilang pekerjaan gw yang sekarang adalah karier gw, insya allah, bismilahirohmanirohim. amin

  12. pekerjaan apa pun itu, memang ketika kita menikmatinya akan terasa asyik dan nyaman sekali dalam mengerjakannya. namun, bagaimana jadinya ketika kita menikmati suatu pekerjaan itu dan ada hambatan dari lingkungan internal yang membuat kita ta nyaman dalam bekerja (doh) *but, itulah pekerjaan, baik buruknya ya hadapi saja.. ya nikmati sajahhh* (LOL)

    • Hambatan mah akan senantiasa ada, memang pekerjaan yang dilakukan tanpa hambatan akan enak dinikmati? Kalau saya mah malah boring. Tinggal gimana kita menyikapinya aja: mengeluh atau justru menjadikan itu batu loncatan untuk terus bersikap positif dan maju.

  13. Pingback: Bad Habits Can Be Good for Your Career | The Gombal Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>