Puncak miladeBlogger

Posted in Event, Komunitas, Kopdar
Blog Your Life
Tahun lalu, perkenalan komunitas blogger Depok (deBlogger) dihadiri oleh 124 blogger dari berbagai kalangan, mulai blogger newbie, blogger senior, sampai kalangan yang hanya tau blogger. Tahun ini? Dijamin lebih banyak lagi pesertanya karena kami pun mengundang komunitas-komunitas dari berbagai daerah.

Tahun lalu, Enda Nasution mengawal acara talkshow dan Adhitia Sofyan menghibur dengan tembang-tembang akustik. Tahun ini? Dijamin lebih menarik dan inspiratif karena semakin banyak lagi elemen masyarakat yang kami rangkul untuk memeriahkan acara.

Tahun lalu, kita stay di salah satu kafe hip kota Depok dengan elegansi venue yang membuat semua peserta betah menikmati acara. Tahun ini? Kami akan membawa peserta berkeliling Depok mengunjungi beberapa landmark kota sebelum kita berkumpul di rumah rakyat, Balaikota Depok.

Tahun lalu, teman-teman pelajar mendapat kesempatan mengikuti lomba menulis blog yang juara favoritnya dimenangi oleh pelajar SMAN 2 Depok, Aldo Moses. Tahun ini? Tidak hanya satu atau dua, kami akan adakan 5 lomba seperti live tweet contest, lomba blog dan photoblog, bahkan akan ada launching Lomba Blog berhadiah total Rp.22.500.000 yang diadakan oleh pemerintah kota Depok sendiri.

Jadi adakah alasan teman-teman blogger untuk tidak mengikuti acara puncak ulang tahun deBlogger ke-1 tanggal 29 Mei 2010 besok? Tidak ada!

Daftarkan diri kamu untuk mengikuti tour Depok dan puncak miladeBlogger sekarang! Gratis!



Informasi terkait:

30 Fast Facts of Amprokan Blogger 2010

Posted in Blogging, Komunitas, Kopdar, Reportase

Tidak mudah rasanya untuk mengulas event Amprokan Blogger 2010 sebagaimana yang pernah saya lakukan untuk Pesta Blogger 2009. Mungkin karena saya bertindak selaku panitia juga sehingga rangkaian acara yang disajikan sepenuhnya saya ketahui. Dan karena saya yakin banyak peserta yang sudah mengulas acara ini, saya akan menilik dari sudut pandang yang berbeda. Berikut adalah 30 fakta yang wajib diketahui tentang Amprokan Blogger 2010:

PERSIAPAN
ab2010-1

  1. Pertama kali pembentukan panitia Amprokan.
    18 Januari 2010imagine how superb we are to make this massive event in less than two months (worship) .
  2. Susunan panitia yang terlibat hingga acara Amprokan terlaksana.
    Aris Heru Utomo, Eko Eshape, Amril Taufik Gobel, Wijaya Kusumah, Yulyanto, Anggi Kusumah, Harun Al Rasyid, Komarudin Ibnu Mikam, Masim Sugianto, Raden Ajeng, Irfan ZJ, Rawi Wahyudiono, Ratu Sya, Dodi Mulyana, M. Syaifullah, Puti Karina Puar, Mira Sahid, Irma Susanti, Wisnu Dewobroto, Mila Said, Umi Kamilah, Yulef Dian Bustanudin, dan Ibnu Susilo.
  3. Perihal terdapat dua nama acara: Amprokan Blogger dan Temu Blogger.
    Di awal pemilihan nama acara, terjadi dispute untuk menggunakan kata Amprokan yang lebih membumi bekasi dengan kata Temu yang berskala nasional. Melalui diskusi intens yang dilakukan, disepakati menggunakan dua nama tersebut untuk publikasi daring. Sementara itu untuk official event menggunakan nama Amprokan Blogger yang mengedepankan kota penyelenggara acara, Bekasi.
  4. Alasan menggunakan tanggal 6-7 Maret sebagai waktu acara.
    Tanggal tersebut berada di pekan terakhir ulang tahun Kota Bekasi ke-13 pada tanggal 10 Maret 2010.
  5. Sponsor yang mendukung acara.
    Pemda Bekasi, Telkom Speedy, M2 Bekasi 88.2FM, Kompas, Dagdigdug, Sami kuring, Coklat Mentari, Prakom, Bahasa Please, XL, TOA, Dakta FM, Jengsri dan Rose Heart.

ANJANGSANA

  1. Tempat-tempat yang didatangi peserta.
    Tugu Bina Bangsa di area GOR Bekasi, TPST Sumur Batu dan UKM Boneka di Bantar Gebang, serta Kawasan Jababeka di Cikarang.
  2. Jumlah bis yang digunakan.
    Total 5 buah bis dengan pengawalan polisi sepanjang perjalanan.
  3. Komunitas blogger daerah yang hadir.
    Bblogger Balikpapan, Be-blog Bekasi, Blogger Cikarang, Bengawan Solo, Bertuah Pekanbaru, Blogger Ngalam Malang, TPC Surabaya, Blogkar Karawang, Kojaker Jakarta, Blogger Warok Ponorogo, Blogor Bogor, deBlogger Depok, Plat M Madura, Bawor Banyumas, Angingmammiri Makassar, Blogger Pontianak, Palanta Padang, Kayubaimbai Banjarmasin, Serayu Wonosobo, Seruit Lampung, dan Wongkito Palembang.
  4. Komunitas non-kedaerahan yang hadir.
    Jogloabang Yogyakarta, UIN Jakarta, Malhikdua Surabaya, dan Kompasiana.
  5. Ragam profesi peserta Amprokan.
    Analis media, blogpreneur, editor media online, entrepeneur, forex trader, freelance, web programmer, graphic designer, guru, jurnalis, LSM, pegawai swasta, PNS, Mahasiswa/i, operator warnet, pelajar, technopreneur, web master.

SARASEHAN
Sarasehan

  1. Artis yang memeriahkan acara.
    Jelly Tobing (the stealer!) dan Iyeth Bustami.
  2. Blogger senior yang menghadiri acara.
    Enda Nasution, Iman Brotoseno, Paman Tyo.
  3. Lagu-lagu yang membuat beberapa blogger maju dan berjoget di depan panggung.
    Kehidupan-nya God Bless dan tentunya lagu dangdut.
  4. Bintang midnight show yang menjadi pembicara talkshow.
    Risa Amrikasari yang mengelola Rose Heart Writers bersama Jane Shalimar yang terlibat di dalamnya. Acara ini dipandu secara ciamik oleh Eko Eshape.
  5. Penanya yang membuat Risa excited dengan kualitas pertanyaannya.
    Andy MSE yang bertanya kaitan progres sebuah blog populer dengan kemungkinannya dibukukan.

SEMINAR
Seminar

  1. Pembicara dan moderator yang tampil di acara seminar.
    Seminar I mengetengahkan Budi Putra, perwakilan Menkominfo, dan Romi Satria Wahono yang dipandu oleh Amril Taufik Gobel. Sementara itu Seminar II menampilkan Nukman Luthfie dan Dwiyanto, perwakilan bupati Sragen, yang dipandu oleh Masim Vavai Sugianto. Pak Romi and Om Nukman definitely stealed the show (applause)
  2. Organisasi sejenis SeBUAI yang digalakkan oleh komunitas blogger lain.
    Hibah Sejuta Buku yang dikembangkan oleh Bertuah Pekan Baru dan SoloSinau oleh Bengawan Solo.
  3. Hadiah doorprize yang paling dihindari.
    Payung terbang yang salah satunya diraih oleh Ramadoni dari deBlogger. Padahal ia mengaku tidak pernah beruntung mendapatkan hadiah doorprize semacam ini (haha)
  4. Juri yang mengumumkan pemenang lomba.
    Paman Tyo dan Budi Putra untuk pengumuman Lomba Menulis dan Wisnu Dewobroto untuk Lomba Foto Aku Cinta Bekasi.
  5. Mars Blogger yang diciptakan spontan MC seminar, Om Ipul.
    Blogger tak kenal rintangan
    Meski jalan penuh halangan
    Kan hilang di dalam hati yang riang
    Blogger tak kenal rintangan

SERBA-SERBI

  1. Juara-juara Lomba Menulis dan Lomba Foto Aku Cinta Bekasi.
    Kahar Setyo Cahyono, Lutfi Setiyono, Ika Rahmawati (Lomba Menulis) dan Budi Winarno, Didik Harianto, Tody Maulifa (Lomba Foto).
  2. Anggota deBlogger yang mengikuti acara.
    Ferdias Ramadoni, Iman Sulaiman, Hadyan Taris Akbar, Abdul Malik Syadri, Bradley, Rachman.
  3. Jumlah donat KDB, hadiah dari Fajar, yang saya habiskan sewaktu anjangsana.
    Tiga buah yang dilahap secara membabi buta karena kelaparan (LOL)
  4. Pasangan blogger-onliner yang menghadiri acara.
    Tamacrea dan Pinkparis, Gajah Pesing dan Ajengkol.
  5. Beberapa kejadian menarik di luar acara Amprokan yang sempat dilakukan
    Car Free Day, Racing tengah malam mencari air mineral untuk peserta bareng Timi-nya Bang Komar, sama obrolan tengah malam bareng kontingen Banyumasan.

IN MY VIEWFINDER
ab2010-inmy

  1. Pendesain kartu nama saya.
    Dengan warna hijau cerah di atas kertas putih, kartu nama blogger saya didisain oleh sahabat saya, Imran Ramadhan.
  2. Foto saya yang sempat menjadi nominasi Lomba Foto Aku Cinta Bekasi.
    Dari ketiga foto yang saya kirimkan, City Light justru dikalahkan oleh dua foto yang lain: Menepi di Pantai Pakis (Juara V) dan Di Tepi Kali Bekasi (Juara VI). Ketiga potret tersebut dapat diamati di tautan ini.
  3. Total foto yang berhasil direkam dan yang dipublikasikan.
    307 total foto terekam dan terpublish 40 foto di Amprokan Blogger, Album Sudut Lain
  4. Foto yang paling berkesan untuk saya pribadi.
    Foto di atas adalah yang paling berkesan (Pradna, Cici, Ratu, Illa, Dodi). Kami adalah lima blogger yang akrab bersilaturahmi satu sama lain yang akhirnya bisa bertemu di acara ini. Saya memberinya judul 5 Blogger, 5 Kota, 5 Rasa, sementara iLLa menyebutnya Party of Five. Ratu menggambarkan definisi lima rasa sebagai berikut (dari kiri ke kanan): lebay, pendiam, berisik, bawel, dan misterius. Sementara saya menggambarkannya: linux-addicted, poem-addicted, kopdar-addicted, plurk-addicted, dan adventure-addicted.
  5. Hal-hal yang membuat saya bete selama acara.
    Provokator sok penting di rombongan terakhir anjangsana, musik yang too loud mengisi acara sarasehan, dan backsound lagu-lagu Wali sepanjang acara seminar.

Well, untuk acara kopdar blogger berskala nasional yang di-organized satu komunitas lokal seperti ini, acara ini bisa dibilang sukses. Amprokan Blogger membuka wacana baru silaturahmi antarblogger selain Pesta Blogger. Semakin banyak acara-acara silaturahmi seperti ini rasanya akan membuat dunia blogging Indonesia semakin dinamis. Long Live Blogger Indonesia!

Forum Diskusi Pengembangan Konten Lokal

Posted in Blogging, Komunitas
Selasa lalu, saya mendapat email dari staf Direktorat Aplikasi Telematika, Departemen Komunikasi dan Informatika, untuk mengikuti Forum Diskusi Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Konten Lokal pada tanggal 21 Januari 2010. Di sini, saya diundang sebagai wakil komunitas blogger Depok bersama praktisi konten lokal seperti perwakilan media online (Kompas, Detik, Vivanews, Okezone, Kapanlagi), praktisi/asosiasi (IMOCA, Indonesia Mobile and Online Content Association; MIKTI, Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia dan asosiasi lain), onliner konten lokal (Politikana, Ngerumpi, Bicara Film, FreSh), dan tentu saja perwakilan blogger (Blogfam, Anging Mammiri, Cahandong, deBlogger, Be-Blog, Kopdar Jakarta, anakUI).


Konten Lokal
Konten lokal itu sendiri merupakan aplikasi atau fitur yang dikreasikan anak bangsa agar konsumsi pengguna telematika di Indonesia tidak melulu berbasis luar negeri. Jika kita mengenal berbagai social media seperti Facebook, Twitter (mikroblog), atau WordPress dan Blogspot (blog) sebagai konten asing yang sering digunakan; konten lokal yang saat ini dikembangkan seperti film animasi lokal, fitur berita di handphone, citizen journalism yang digalakkan oleh komunitas blogger, atau komunitas berbasis interest seperti ngerumpi, bicara film, atau politikana.


Gelaran Diskusi
Freddy TulungDiskusi yang diadakan di Ruang Operasional Depkominfo di bilangan Medan Merdeka Barat ini menampilkan Kepala Badan Informasi Publik, Freddy Tulung sebagai perwakilan pemerintah. Diskusi dibuka dengan penjelasan tentang maksud dan tujuan diadakannya diskusi ini, yaitu kick off kerjasama pemerintah dengan stake holder ICT Indonesia. Pak Freddy kemudian menjelaskan program Desa Berdering—salah satu program 100 hari Menkominfo, Tifatul Sembiring. Keinginannya adalah ketika desa-desa tersebut sudah punya internet (desa pinter), konten sebagai ujung tombak informasi yang diakses masyarakat mampu dimanfaatkan oleh praktisi konten Indonesia semaksimal mungkin.


Setelah uraian panjang lebar yang disampaikan mantan Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (SKDI) ini, diskusi bergerak ke floor. Pemerintah mendengarkan gambaran usaha yang telah dilakukan oleh praktisi konten lokal, berikut hambatan yang dialami. Ivan Lanin (Wikimedia Indonesia) menggambarkan masih banyaknya orang Indonesia yang tidak pintar menulis, Donny BU (detik) mengungkapkan bahwa minat masyarakat kita pun akan turut berperan dalam pengembangan konten lokal, kemudian usulan virtual governance untuk memvalidasi akun-akun yang bertebaran di dunia online sempat disampaikan peserta diskusi.


Sementara itu, perwakilan komunitas blogger kampus, Ilman Akbar (anakUI) mengemukakan diperlukannya peningkatan penghargaan atas kreasi pengguna internet seperti Internet Sehat Awards untuk blogger. Suara komunitas berbasis daerah kali ini diwakili oleh Aris Heru Utomo yang menggambarkan perjuangan blogger dalam mengenalkan blog sebagai media komunikasi grass root dengan pemerintah daerah di Bekasi.


Meski jawaban-jawaban yang diberikan oleh perwakilan Depkominfo belum menyentuh substansi permasalahan, kita perlu mengapresiasi kick off ini. Setidaknya pemerintah mendapat gambaran secara menyeluruh permasalahan yang dialami oleh seluruh peserta diskusi. Hal terpenting dari poin diskusi kemarin ada di poin terakhir, di mana apakah feedback yang sudah/akan dilaporkan ini ada tindak lanjutnya oleh Depkominfo atau tidak. Mari kita buktikan bersama-sama.


Mingle
Secuplik mingle yang dilakukan oleh perwakilan blogger setelah diskusi berlangsung:
Mingle
[ki-ka]: Dhodie (deBlogger), Ratu (be-Blog), Ilman Akbar (anakUI), Mas Amril (Anging Mammiri), Tikabanget (Dagdigdug), Simbok Venus (Ngerumpi), Chic (Kopdar Jakarta). Gambar diambil oleh Pak Eko (Blogger Cikarang).

Potret Kumpul Blogger Muslim 2009

Posted in Blogging, Komunitas
KUBUSBerawal dari tawaran untuk mengisi salah satu sesi seminar FUKI Fair, Kumpul Blogger Muslim (KUBUS) 2009, saya akhirnya dipertemukan oleh teman-teman blogger baru pada hari sabtu, 21 November 2009. Mereka yang bermimpi untuk membangkitkan kembali salah satu komunitas blogger muslim yang sedang vakum saat ini, Indonesian Muslim Blogger (IMB).


Pada masanya, komunitas ini merupakan salah satu wadah komunitas yang bertujuan untuk menyuarakan sisi lain dunia blogging, yaitu sisi dakwah. Tercatat di agregator blog mereka, saia mengenal Iqbal (kakak kelas di kampus), Yons (deBlogger), Mas Vavai dan Mas Daus (Bloggerbekasi), atau pun mereka yang sudah dikenal luas kiprahnya di bidang masing-masing seperti Bayu Gawtama, Harry Sufehmi, Romi Satrio Wahono, dan Fatih Syuhud.


Kumpul Blogger Muslim 2009
Meski gaung promosinya masih belum optimal, wacana untuk membangkitkan kembali komunitas ini ke permukaan oleh panitia sepatutnya diapresiasi. Tercatat acara ini dihadiri oleh mahasiswa Universitas Indonesia dari beberapa fakultas, perwakilan milis KCB yang sedang semangat-semangatnya mengembangkan komunitas dakwah via film islami, komunitas blogger daerah seperti deBlogger dan bloggerbekasi, serta beberapa blogger luar Depok yang sangat bersemangat mengikuti acara sampai selesai. Sayang acara ini terlambat diketahui oleh Blogor (Komunitas Blogger Bogor) yang baru mengetahui acaranya pada hari H.
Pembicara
Acaranya sendiri dibagi menjadi tiga sesi seminar plus networking session. Di sesi seminar, tampil pertama blogger terbaik di Pesta Blogger 2009 untuk kategori Blog Bisnis Terbaik, Mada Azhari. Ia mempresentasikan bagaimana cara menciptakan sebuah brand melalui blog yang sangat antusias diikuti oleh peserta. Kemudian, seminar dilanjut oleh Suci `Leni` Lestarini (penggagas Indonesiaberprestasi dan Ladangbuku) yang menceritakan bagaimana proses membangun web indonesia berprestasi yang menceritakan profil-profil inspiratif anak-anak bangsa. Sesi seminar diakhiri oleh saya sendiri yang menceritakan bagaimana suka duka membangun komunitas blogger Depok bersama teman-teman saya. Di sini, saya menggunakan komunitas blogger lain yang saia ikuti, bloggerbekasi sebagai benchmarking.


Sementara itu untuk networking session, MC acara Asad Fatchul, memberi kesempatan pada tiap-tiap peserta yang hadir untuk memperkenalkan diri dan menceritakan sejauh mana mengenal IMB dan harapan terhadapnya di masa datang. For your information, salah satu peserta yang paling bersemangat mengikuti acara ini, Akbar, diketahui belum memiliki blog. What a surprise!

After the show


























Di akhir acara, blogger-blogger yang menghadiri acara bersepakat untuk mencoba menghidupkan kembali Indonesian Muslim Blogger yang sedang mati suri. Diharapkan komunikasi tahap awal dilakukan melalui blog dan berbagai situs social network hingga akhirnya diluncurkannya (kembali) komunitas ini ke permukaan.

Semoga di sisa kesibukan saat ini, saia masih bisa berkontribusi. Amin.

Setahun Bersama Plurk

Posted in Curhat, Komunitas
PlurkDalam perjalanan saia di dunia online sejauh ini, Plurk menempati posisi yang istimewa dibandingkan social network lainnya. Plurk memberikan ruang yang sama kepada tiap-tiap orang berinteraksi sehingga kita merasa dihargai keberadaannya. Dan dibandingkan dengan Twitter yang cenderung dingin atau Facebook yang terlalu kaya fitur, tawaran kesederhanaan Plurk ditambah emoticon khas Plurk menjadikannya social network yang cukup setia dinikmati kalangan onliner.

Masa Pendekatan
Membuat akun Plurk pada tanggal 21 November ’08, lingkaran awal saia berkisar teman-teman kerja di Surabaya, Makasar, dan Banjarmasin. Merasa bahwa lingkarannya terlalu terbatas, di bulan Desember saia memutuskan untuk membuka keran komunikasi dengan semua plurker yang sudah eksis. It feels wow! Ternyata menjalin silaturahmi di dunia online tidak kalah hangat dengan di offline. Berkat plurk, saia bisa berkenalan dengan blogger-onliner yang memanfaatkan Plurk sebagai media promosi atau personal branding mereka.

Masa Bulan Madu
Saia menyebutnya masa bulan madu karena di masa-masa ini saia begitu menikmati menit-menit kegiatan ngeplurk saia. Yang paling menyenangkan tentu saja kopi darat (kopdar). Episode Plangi, Burger and Grill Depok, Warung Desa, Bumbu Desa, Pasar Festival, Pejaten Village, Lapangan Tembak Senayan, Bogor, Bandung, dan yang terakhir di Mbah Jingkrak, Blok M merupakan rangkaian kopi darat yang pernah saia ikuti.

Tak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan kopdar, bisa mengenal penampakan plurker dan mencoba mencari chemistry komunikasi yang telah terbangun di dunia online merupakan sesuatu yang selalu membuat saia semangat, somehow.
Kopdar plurker pertama di Plangi.. Gak kenal tapi tetap sayang :-PKopdar Pasar Festival... oh i remembered, it's my birthday party hehe
Kopdar Bandung... Once I'd no destination to go there :-DKopdar Mbah Jingkrak.. Buka Puasa Bersama :-D






















































































































Di masa ini pula, akhirnya saia bisa jalan-jalan ke Dieng bareng Amri, Novi, Aris, dan Kristian. Satu perjalanan yang sangat berkesan yang akan diikuti oleh perjalanan-perjalanan di tempat lainnya.

Masa Rehabilitasi

No plurk is a good plurk–blogger
Plurk itu tempat sampah–blogger

Sepanjang waktu, saia mencoba untuk mematahkan opini ini. Memang tidak ada yang bisa melarang sebuah opini, tetapi saia cukup yakin there’s something good in Plurk. Selain persahabatan, saia mempunyai beberapa teman plurker yang sangat informatif thread-nya. Entah itu informasi berita, postingan blog, atau pun kondisi faktual di tempatnya masing-masing.

Akan tetapi akhir-akhir ini, saia pribadi merasa memang ada benarnya dengan pendapat pertama di atas. Terlalu banyak informasi insignificant yang diberikan di Plurk—demi karma, yang pada akhirnya membuat saia lelah. Jangankan untuk plurkwalking, untuk membacanya saja kadang butuh energi yang tidak sedikit.

Yeah… maybe I’ve reached the saturation point right now.

Tips Ngeplurk
Anyway, saia beruntung bisa menikmati kegiatan ngeplurk sejauh ini. Terbukti sampai sekarang untuk ukuran lokasi di Depok, saia menempati peringkat pertama profile views-nya (siap dipentung):

How to enjoy your plurking? Here’s my tips:
Jangan alay!
Once alay detected, bersiaplah anda untuk diremove as friend atau yang paling beruntung timeline anda tidak akan diikuti. I still don’t understand why they enjoy alayisme. I still don’t!
Rajin plurkwalking
Terutama untuk plurker-plurker baru yang ingin menikmati thread-nya dikomentari orang lain, jangan mojok di thread sendiri. Gak ada asyiknya ngeplurk hanya untuk diri sendiri.
Balas respons
Saia termasuk plurker yang berprinsip untuk menjawab semua respons yang masuk se-insignificant apapun responsnya. Buat saia mereka wajib dihormati, terlepas dari kenal atau tidaknya saia terhadap mereka.
Add and approve friend
Jangan ragu untuk membuka keran komunikasi anda terhadap plurker-plurker baru. Tak ada yang lebih menyenangkan dibanding mendapatkan teman baru di dunia online ini.
Jangan terlalu banyak buat thread
Kalau bukan thread informasi, thread-thread semacam ini menunjukkan ketidakkonsistenan emosi anda.
Kopi darat
Ini yang paling menyenangkan. Anda tidak ingin hanya dikira plurker tanpa raga kan? Tidak ingin thread anda disebut thread hoax kan? Maka kopdar lah. Sepanjang ingatan saia, kopdar plurker biasanya lebih ramai dan rileks dibanding kopdar lainnya. Dan mereka punya kode-kode sendiri seperti: worship, lmao, doh untuk emoticon ini: (worship) , (lmao) , (doh) yang tentunya hanya eksis di dunia plurking.

So do you enjoy your plurking, plurkind?

Keterangan gambar:
(1) Kopdar plurker pertama saia di Plangi – Sheed (2) Kopdar Ultah saia di Pasar Festival – Riky (3) Kopdar Bandung – Wenny (4) Kopdar Bukber Mbah Jingkrak – eskopidantipi

“Building deBlogger” in Kumpul Blogger Muslim 2009

Posted in Komunitas
KUBUS 2009
Officially, I will share the experiences of building deBlogger with my friends and the joy of participating be-Blog in Kumpul Blogger Muslim (KUBUS 2009) this saturday. In this seminar, I will introduce our very first year programme, focus on the social activities and network building. Meanwhile, Suci Lestarini, another deBloggeris, will share her experiences in building Indonesia Berprestasi and Ladang Buku one day before.

Join with us and wish us a luck!

Pesta Blogger 2009, Hope and Reality

Posted in Blogging, Komunitas, Reportase

The party was over on last Saturday. There were many hopes for the event and in the end, some of it still remain unfulfilled.

Buat saia pribadi, acara ini lebih cocok disebut kopdar akbar atau seminar akbar blogger ketimbang bayangan sebuah “pesta” yang ada di benak saia. Disebut kopdar akbar dikarenakan acara ini mampu mempertemukan kurang lebih 1.200 blogger, yang diantaranya terdapat blogger mancanegara semisal dari Australia, Singapura, dan Amerika Serikat. Disebut seminar akbar karena acara ini menyajikan banyak sesi break out yang dipandu blogger-onliner kenamaan Indonesia dan luar negeri. Dan tidak memilih disebut dengan “pesta” karena sepanjang acara, Pesta Blogger tidak mengesankan acara yang fun dan penuh keakraban khas komunitas.


Persiapan Mengikuti Pesta Blogger 2009
Meeting Point deBloggerBlogger-blogger Depok sendiri yang berada di titik terdekat dibanding kota-kota penyangga Jakarta lainnya, menuju SMESCO sebagai venue acara di Jl.Gatot Subroto dengan konvoi delapan motor pukul 8 pagi. Ketika sampai ke venue acara, belum apa-apa kami sudah dibuat kecewa dengan pemberian lokasi stand bazaar komunitas yang berlokasi di selasar kanan venue berjarak lebih dari 100 meter pintu masuk. Saia nda habis pikir kenapa menempatkan stand komunitas terpisah jauh dari venue acara sementara di dalam pun masih banyak ruangan yang kosong. Alhasil keinginan kami untuk memperkenalkan deBlogger ke pengunjung pun tidak kesampaian.


Sebelum acara pembukaan dimulai, saia pun bertemu muka dengan beberapa blogger-onliner yang sering saia lihat profilnya di internet. Sementara banyak blogger-blogger kenamaan yang banyak berkiprah di dunia blogging Indonesia justru pertama kali saia kenali wajahnya di acara Muktamar BHI, Blogging for Nothing sehari sebelumnya. Di sana saia berkenalan dengan Pak Nukman, Ndoro Kakung, Gajah Pesing, beberapa perwakilan komunitas TPC, Kayubaimbai, dan pasti yang punya Jakarta, BHI dan Kojaker.


Indonesia Informatif
Tifatul SembiringSalah satu yang menyelamatkan acara Pesta Blogger 2009 adalah acara ini dihadiri oleh Menkominfo terpilih Kabinet Indonesia Bersatu II, Tifatul Sembiring. Dalam pidato singkat penuh makna, Tifatul mempromosikan slogan Indonesia Informatif mengenai upaya menggunakan internet sebagai ujung tombak penyebaran informasi di Indonesia. Tidak seperti birokrat lain yang sering berpanjang lebar mengisi pidato pembukaan, Tifatul hanya memberikan janji penyebaran teknologi informasi dengan slogan: Komunikasi lancar, Informasi benar. As Pesta Blogger 2009’s chairman said, Iman Brotoseno, he was stealing the show.


Pesta Blogger sebagai Orangtua Komunitas Blogger
PB logoSebagai event tahunan yang paling diakui eksistensinya di Indonesia, sebenarnya sebagai pribadi atau pun ketua deBlogger, saia mengharapkan Pesta Blogger dapat berperan sebagai orang tua seluruh komunitas blogger yang ada di Indonesia. Orang tua tentunya akan merasa senang, bangga, dan bahagia ketika jabang bayi komunitas lahir ke permukaan. Coba saja telaah beberapa komunitas yang baru muncul setahun sebelum penyelenggaraan Pesta Blogger 2009: Bengawan, deBlogger, Cimart, dan terakhir Be-Blog.


Sadly to say, jangankan menceritakan bayi komunitas-komunitas tersebut kepada kepada keluarga besar Blogger Indonesia, pembawa acara hanya mengira-ngira komunitas mana yang hadir di acara kali ini. Kalau sampai panitia tidak tau seluruh komunitas yang hadir di acara ini, satu PR tidak dikerjakan dengan baik!


Sesi Break Out yang Memprihatinkan
Sedianya, acara ini yang paling saia harapkan untuk memberikan pencerahan dari aktivitas ngeblog saia selama ini, tapi apa lacur pembagian kelas break out dengan hanya sekat-sekat dalam sebuah hall menghancurkan semuanya. Bagaimana bisa sesi-sesi tersebut digabung dalam sebuah hall dengan mikrofon yang menyalak-nyalak dari tiap kelas? Jangan bayangkan gimana kecewanya Pak Nukman yang mengisi sesi break out Blogpreneur dengan mikrofon yang nyaris tak terdengar. Membaca gerak bibir beliau? you’re kidding me, right.


Hal yang tidak jauh berbeda dialami oleh sesi breakout yang saia ikuti, Leadership in New Era yang dipandu Budi Putra, Country Editor Yahoo! Indonesia.


Daripada stres mendengarkan multi input suara dari semua sesi, akhirnya saia pun memutuskan untuk nongkrong di depan venue acara, berdiskusi sengit dengan Mba Ajeng perihal Lomba Penulisan Blog-Photoblog yang sedang digodog oleh panitia be-Blog. Dan yang paling berkesan adalah ngobrol ringan dengan sesepuh blogger Bandung, Ikhlasul Amal seputar Baraya Blogger dan wacana pemindahan kota penyelenggara Pesta Blogger.

After Pesta Blogger 2009
deBlogger on the spot




































Satu big point yang saia harapkan dari acara ini sebenarnya adalah Pesta Blogger dapat menjadi orang tua semua komunitas yang hadir di Jakarta. Coba saja bayangkan berapa banyak blogger-blogger luar daerah yang bersemangat hadir di sini hanya untuk mendapatkan pencerahan dari kegiatan ini. Kalau tidak ada kesan yang panitia hadirkan kepada mereka, dari sekadar mengikuti upacara pembukaan dan mengikuti seminar, jangan terlalu banyak berharap mereka akan datang kembali di Pesta Blogger selanjutnya.


Di sisi lain, Pesta Blogger berhasil membuat saia berkenalan dan bersitatap dengan Kang Ikhlasul Amal (sesepuh BBV), Enggar, Ilman Akbar (Pencetus ayongeBlog dan anakUI.com), Satya Witoelar (Pendiri mikroblog Indonesia, Koprol), serta bertemu kembali dengan praktisi openSuse, Mas Vavai (who’s my senior at SMAN 2 Bekasi). Hal ini sedikit banyak mengobati kekecewaan saya terhadap penyelenggaraan Pesta Blogger kali ini.


Harapan Pesta Blogger Tahun Depan
Indonesia Raya
































Entah apakah acara ini akan ada lagi tahun depan dan entah apakah saia pun masih punya antusiasme yang tinggi seperti saat ini, saya hanya ingin memberikan masukan untuk penyelenggaraan Pesta Blogger selanjutnya:
• Pilih tempat yang lebih representatif dibanding venue acara sekarang. It’s totally big lose point dari penyelenggaraan Pesta Blogger tahun ini.
• Berikan apresiasi kepada semua komunitas blogger yang hadir untuk memperkenalkan daerahnya kepada semua audiens.
• Coba diubah rundown acara yang lebih seperti seminar akbar dengan acara-acara yang lebih fun dan berkesan. Meminta setiap komunitas untuk unjuk gigi di depan panggung, buat saia secara pribadi jauh lebih menarik dan berkesan. Seminar-seminar seperti itu bisa kami peroleh di lain waktu.


For what it’s worth, thank you panitia Pesta Blogger 2009 yang sudah mempertemukan saia dengan blogger-blogger dari seluruh Indonesia, big applause to you!

Sumber gambar dari album facebook: Eno, Tika, dan Doni.

Launching Be-Blog: Selamat Datang!

Posted in Blogging, Komunitas
Akhirnya resmi sudah Komunitas Blogger Bekasi (be-Blog) lahir dalam keluarga besar blogger Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2009. Bertempat di Bekasi Cyber Park yang sedang giat mempromosikan image Bekasi sebagai salah satu bagian dari cyber society, acara peresmian pun memadukan dukungan dari Pemerintah Daerah Kota Bekasi, blogger-blogger senior (Prayitno Ramelan, Budi Putra) dan rekan-rekan blogger luar daerah yang hadir untuk memberikan testimoni. Sebuah paduan acara peresmian komunitas yang komprehensif untuk komunitas blogger kota ini.


The Commitee

The Committee



































Launching ini sendiri sebenarnya sudah digagas sejak dua bulan yang lalu oleh pengurus inti be-Blog. Sampai akhirnya acara peresmian bisa hadir ke permukaan tentu tidak tanpa aral merintang. Mulai dari kepastian kehadiran walikota untuk meresmikan acara, pengurusan izin dari pihak Polsek Bekasi Selatan, sampai diskusi rundown acara yang penuh dinamika. Dalam kepanitiaan launching ini sendiri, saya bertindak sebagai seksi acara bersama dengan Mba Ajeng, Mas Vavai, dan Mas Uddin. Seru bekerjasama dengan mereka!


Sampai akhirnya Walikota Bekasi, H.Mochtar Muhammad hadir ke tempat acara pukul 11.30 WIB, acara peresmian pun resmi dimulai dipandu oleh Pak Ipul dan sang Istri Mba Iswahyuni.

The Show
The MajorAcara peresmian dibuka oleh Ketua be-Blog, Aris Heru Utomo, yang menceritakan bagaimana akhirnya gagasan beberapa blogger Kompasiana untuk mendirikan sebuah komunitas blogger di Bekasi terwujud. Acara inti yaitu peresmian be-Blog dilakukan oleh Walikota Bekasi, H.Muchtar Mohammad dengan menekan tombol sehingga portal komunitas ini pun resmi diaktivasi.




Setelah break untuk beristirahat, sholat, dan makan siang, acara talkshow pun digulirkan dengan menghadirkan tiga tokoh berlatar belakang berbeda: Marsekal (Purn) Chappy Hakim yang berasal dari kalangan militer, Paman Tyo yang merupakan blogger senior di keluarga besar blogger Indonesia, dan Kang Pepih Nugraha, seorang jurnalis senior di sebuah jurnalisme warga salah satu media online, Kompasiana. Dipandu oleh blogger senior Bekasi, Mas Vavai, acara diupayakan berjalan serileks mungkin di tengah-tengah udara panas yang menyengat venue acara.


Secara pribadi, saya sangat sangat tertarik dengan presentasi yang dilakukan oleh Paman Tyo, konsepnya untuk menjadikan komunitas ini sebagai salah satu gerbang informasi kota Bekasi, saya pikir sangat layak untuk diimplementasikan oleh be-Blog.
The Show
































Setelah dua acara serius itu selesai, panitia pun men-set up semua perwakilan blogger daerah yang hadir untuk memberikan testimoni dan mengucapkan selamat atas kehadiran be-Blog.

The Bloggerhood
Saya masih ingat ketika saya menjadi ketua panitia peresmian Komunitas Blogger Depok, saya dan Andri Nawawi bertemu dengan salah satu blogger senior Indonesia, Kang Andy MSE dan Mba Upik di Wetiga. Waktu itu, kami baru pertama kali bertemu secara offline, tapi keakraban yang tercipta di dunia blogging online ternyata membuat suasana pertemuan dan obrolan demikian akrab dan hangat. Oh iya, di sini saya pertama kali bertemu muka dan berkenalan dengan Paman Tyo :-D
The Bloggerhood
































Keakraban dan kebersamaan pula yang saya harapkan ketika be-Blog memberikan waktu khusus untuk semua perwakilan komunitas blogger luar daerah yang hadir untuk memberikan ucapan selamat. Tercatat dari Kompasiana, Riky dari Wong Kito (Palembang), Bahtiar dari BHI (Jakarta), Astri Diniyati dari Blogar (Garut), Kurnia Adhi Wibowo dari Bengawan (Solo), Novi dari TPC (Surabaya), Risna dari Blogger Ngalam (Malang), dan saia sendiri mewakili komunitas saia tercinta deBlogger (Depok). Senang rasanya bertemu mereka yang telah berjuang bersama memberikan kontribusi buat kotanya masing-masing dengan media blog. Salam bloggerhood Indonesia, kawan!

The Participant
The Participant
































Menurut informasi panitia, acara ini dihadiri oleh 141 pengunjung yang terdiri dari para sponsor, undangan, dan yang terpenting blogger-blogger Bekasi yang ingin menyaksikan bersama kelahiran komunitas tercinta mereka hadir ke permukaan. Sebagaimana yang saia ucapkan dalam acara pemberian testimoni, saia sangat merekomendasikan be-Blog menjadi wadah kreativitas blogger-blogger Bekasi untuk berkontribusi bagi kotanya.


Dari deBlogger sendiri, acara ini dihadiri oleh Ramadoni dan Gege, sementara Kang Iman dan Mba Isti tidak dapat hadir karena sesuatu hal. Thanks untuk kehadiran dan kebersamaannya, bro!
Doni, Gege, Dodi
































The Contest
Satu yang paling menarik dari kegiatan peresmian komunitas ini adalah kontes yang diadakan oleh panitia. Meminta Bapak Walikota untuk menginformasikan langsung Lomba Penulisan Blog dan Photoblog, pengunjung dibuat terperangah dengan hadiah yang dijanjikan:
Juara I : 10 juta
Juara II : 7,5 juta
Juara III : 5 juta
Untuk masing masing kategori dan para pemenang pun akan diberikan kehormatan dalam acara apel di Kantor Walikota.


Detail lebih lanjut tentang lomba ini saat ini sedang digodok oleh panitia yang diketuai oleh Daeng Amril, stay tune di portal Blogger Bekasi karena dalam minggu ini akan dilakukan sosialisasi dan pendaftaran lomba.

The Hope
Ketika sebuah komunitas blogger hadir, saya berharap ia tidak seperti bintang jatuh. Berpendar berkilauan sangat terang untuk kemudian hilang berpuluh tahun kemudian baru muncul kembali. Saya sangat berharap be-Blog pun bisa tetap semangat dan kompak dalam perjalanannya mengejar visi dan misi komunitasnya. Pun saia berharap be-Blog bersama-sama dengan deBlogger (Depok), Blogor (Bogor), BatagorBBV (Bandung), dan Blogar (Garut) bisa memberikan sinergi antarkomunitas blogger Provinsi Jawa Barat sebelum bersama-sama dengan semua komunitas di Indonesia menyuarakan Blogging for Society.


Semoga langgeng dan padu, be-Blog!

deBlogger Berbagi di Bulan Suci

Posted in Komunitas, Kopdar
Ketika membaca postingan teman-teman blogger tentang keprihatinan memudarnya nilai-nilai jati diri Indonesia sebagai sebuah bangsa, tiba-tiba saya dibekap rasa cemburu yang sangat. Saya iri bagaimana Pak Sawali, Mba Ajeng, Mas Itempoeti, dan blogger-blogger lain berusaha `think something` menyumbangkan ide dan pemikiran sesuai dengan bidang yang mereka geluti. Sampai di satu momen, saya berjanji dalam hati bahwa saya pun ingin menyumbang satu tulisan sebagai bentuk keprihatinan bersama.


Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Kembalikan Jati Diri BangsaMeski saya belum tertarik mengikuti secara langsung kontes SEO-nya, saya mensupport spirit yang digemakan oleh kontes ini di tengah carut-marutnya kehidupan kita sebagai bangsa yang pernah dianggap `akan berkembang besar`. Dan menemukan deBlogger sebagai wadah saya dan teman-teman blogger Depok untuk `do something`, saya berpikir inilah yang bisa kami tawarkan: membumikan kembali semangat berbagi masyarakat Indonesia. Dan sebagai langkah awal, 19 anggota deBlogger mengadakan bakti sosial di Panti Wreda Yayasan Usaha Mulia yang berlokasi di Jl. Rapi no.20, Pondok Petir, Sawangan Depok pada tanggal 5 September. Rangkaian kegiatan ini dikoordinasi oleh Mirma Yudha Firdausi.


Berbagi Cinta di Panti Wreda
Berbagi CintaPanti yang mengurusi 18 kakek dan nenek ini terletak cukup jauh dari pusat kota Depok. Pengurus panti yang telah kami informasikan kedatangan kami di sore hari menempatkan kakek-nenek tersebut di aula panti. Di awal acara, mereka seperti terpana melihat keramaian yang kami hadirkan di sana. Kegugupan mereka pun mulai mencair ketika Mas Eka bersama Nira melantunkan salah satu lagu populer Ebiet G.Ade, Titip Rindu Buat Ayah. Lagu yang masih menjadi favorit saya untuk mendermakan sujud hormat kepada ayah saya (selain Kenangan Bersama Ayah-nya Suara Persaudaraan).


Memasuki lagu-lagu lawas seperti Sepanjang Jalan Kenangan atau Sepasang Mata Bola beberapa kakek dan nenek mulai menunjukkan ingatan mereka terhadap lagu-lagu itu. Bahkan Oma Lastri yang berusia lebih dari 80 tahun dengan fasih dan merdunya menyanyikan lagu Jembatan Merah. Sungguh mengharukan ketika saya bertanya dalam hati kapan terakhir mereka bisa bernyanyi dan menari bersama sebebas ini.


Jika kawan bertanya-tanya adakah hal-hal tak terduga yang dilakukan oleh mereka, jawabannya tentu ada. Ada Opa Jenggot dan Oma Lastri yang mengaku musuh bebuyutan tapi duduk berdempetan dan terlihat tak terpisahkan (denial :-P ), Oma Amoy yang di awal hanya merengut tapi tiba-tiba menceracau dan bernyanyi dalam bahasa Cina, atau seorang Opa yang tiba-tiba mengajak seluruh anggota deBlogger menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa meski acara sudah ditutup. Ah mereka masih hebat-hebat, kawan! (rock)


Setelah acara kunjungan selesai, seluruh anggota deBlogger pun beriringan pulang menuju markasnya di KedaiQu. Di sini kami pun bertemu dengan beberapa deBlogger lain untuk mengadakan acara buka puasa bersama.


Kebersamaan ala deBlogger
Mencermati bahwa deBlogger memiliki seorang anggota yang terbiasa untuk mendokumentasikan acara pernikahan, Ramadoni, kami pun mendaulatnya untuk membingkai seluruh frame acara ke dalam format video. Mengusung semangat kebersamaan sebagai sebuah keluarga besar, video berukuran 27MB ini pun digunakan dalam postingan seluruh anggota deBlogger dengan tajuk deBlogger Berbagi di Bulan Suci secara serentak pada hari Selasa, 8 September jam 22.00:



Bagaimana kawan, tertarik untuk ikut berbagi bersama opa dan oma di tempat lain? Atau berbagi sembako untuk tukang becak di pinggiran Jalan Nusantara? Atau membantu anak usia sekolah yang berprestasi namun tidak mampu untuk membiayai sekolahnya? Jangan ragu untuk bergabung bersama kami, Keluarga Besar Blogger Depok.

BBC, Komunitas Blogger Bekasi

Posted in Blogging, Komunitas

UPDATE INFO:
Mendasari BBC sudah digunakan oleh stasiun penyiaran di Inggris, dan juga oleh beberapa komunitas blogger lain di Indonesia, akhirnya pengurus komunitas ini memutuskan untuk mengganti nama komunitasnya menjadi Be Blog yang merupakan akronim Bekasi Blogger dan ajakan untuk ngeblog. Terima kasih untuk konfirmasi balik pengurus Be Blog: Mas Yul, Mas Irfan, dan Pak Aris Heru.

Blogger BekasiAkhirnya akronim Jabodetabek di dunia blogging Indonesia terlengkapi juga. Setelah munculnya komunitas-komunitas BHI dan Bloggerjakarta (Jakarta), Blogor (Bogor), deBlogger (Depok), dan Benteng (Tangerang), Bekasi pun melakukan pre-launching komunitas blogger mereka pada tanggal 17 Agustus kemarin. Dengan mengambil nama Bekasi Blogger dot Com (BBC), komunitas ini diharapkan mampu menangkap aspirasi blogger-blogger yang memiliki keterikatan dengan kota ini. Saat ini, pengurus BBC sedang giat-giatnya mensosialisasikan komunitas ini ke dunia blogging Indonesia dengan motonya: Menembus Tapal Batas.


BBC dan Kompasiana
Meski komunitas bloggernya berusia paling muda di antara kota-kota penyangga Jakarta lainnya, fondasi BBC tidak bisa dibilang main-main. Jajaran pengurusnya terdiri dari blogger-blogger senior yang malang melintang di dunia blogging seperti Pak Amril Taufiq Gobel yang blognya baru-baru ini memenangkan perhargaan Internet Sehat, Mas Yulyanto yang aktif di Asian Blogging Network atau Mas Rawi yang aktif di komunitas Tangan Di Atas (TDA). Tercatat pengurus paling muda adalah Puty Karina, mahasiswi tingkat 3 Teknik Geologi ITB. Adapun Ketua BBC, Aris Heru Utomo, aktif berkarir di Deplu dan Kompasiana. Diversifikasi latar belakang yang menjanjikan sinergi komunitas yang mantap.


Salah satu kelebihan BBC dibanding komunitas lainnya adalah dukungan penuh dari salah satu citizen journalism berskala nasional, Kompasiana. Hal ini dikarenakan beberapa pengurusnya, termasuk Kang Pepih Nugraha (jurnalis senior Kompas.com), aktif mengisi tulisan-tulisan di sana. Dengan jangkauan nasional yang dicakupnya, diharapkan gaung BBC bisa dikenal oleh komunitas-komunitas blogger lain di Indonesia.


Rencana Launching
Pre Launching BBC


























Sebagaimana komunitas blogger lain di Indonesia, BBC pun berharap dapat menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat. Diharapkan sinergi yang baik antara masyarakat yang salah satunya diwakili oleh blogger dengan pemerintah selaku pengelola kota Bekasi dapat terjalin ke depannya. Saat ini pengurus BBC pun gencar mensosialisasikan komunitas ini ke pemkot setempat. Keinginan pengurus acara grand launching BBC bisa dihadiri dan diresmikan oleh walikota Bekasi, H.Mochtar Mohamad. Nantikan saja tanggal peresmian komunitas ini di portal bloggerbekasi.


Sinergi BBC dan deBlogger
deBlogger | Komunitas Blogger DepokSetelah ikut berhuru-hara di portal mereka, saya mencermati ada fenomena menarik dari komunitas ini dengan komunitas blogger yang saya aktif di dalamnya, deBlogger. Jika di deBlogger hampir semua pengurus yang aktif adalah dari kalangan blogger-blogger muda, maka di BBC didominasi oleh blogger-blogger senior. Selaku anggota di dunia komunitas yang sedang menggeliat ini, saya berharap dapat menjadi interface untuk sinergi yang baik antarkomunitas: saling mensupport dan saling mempengaruhi guna mewujudkan harapan bahwa blog menjadi salah satu media komunikasi alternatif yang dapat diandalkan dalam pembangunan di kota masing-masing.


Pertanyaan yang mengemuka di benak saya adalah mengapa mengambil nama BBC? Sementara nama ini sudah dipakai oleh beberapa komunitas blogger seperti BBC Bali, BBC Borneo, dan BBC Batam.