Benang Merah Buku, Multiply, dan Internet Sehat

Posted in Profil
Hari ini saya ingin bercerita tentang buku, multiply, dan internet sehat. Untuk yang biasa berselancar di ranah daring, saya yakin kita akan mengenali ketiganya: sebuah jendela dunia, layanan penyedia blog, dan yang terakhir gerakan penggunaan internet secara sehat oleh ICT Watch. Lantas adakah hubungan ketiganya? Mari kita telaah sejenak.

Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia
SeBUAIGerakan ini lahir dari keprihatinan masih banyaknya anak-anak yang kurang beruntung mendapatkan akses membaca di Bekasi. Sebenarnya, gerakan pengumpulan buku seperti ini bukan gerakan baru di ranah daring. Tercatat gerakan 1000 buku dan bloggers for bangsari adalah dua dari sekian gerakan yang pernah digagas. Akan tetapi pengkhususan kata anak dan Indonesia yang dipilih menciptakan energi tersendiri untuk bisa diterima luas.

Saat ini pun, beberapa komunitas blogger daerah di Indonesia memiliki keprihatinan yang sama. Sebut saja gerakan Hibah Sejuta Buku yang digagas komunitas blogger Pekanbaru (Bertuah) dan SoloSinau oleh komunitas blogger Solo (Bengawan). Saya berpikir jika ini dapat dijadikan gerakan setiap komunitas yang ada di Indonesia, it’s gonna be a massive movement!

Beberapa aksi nyata yang telah dilakukan oleh SeBUAI antara lain mendistribusikan sumbangan buku untuk anak-anak di pinggiran kali Bekasi dan berbaur bersama kelompok pengamen jalanan. Kabar terakhir, mereka telah membuka Perpustakaan Anak Jalanan di Gedung Joeang 45, Bekasi. Info lebih lanjut dapat diikuti di situs resmi dan fans page SeBUAI.

Helping Hands Project
HHP LogoDengan moto every little help counts, komunitas independen ini percaya bahwa satu perbuatan kecil oleh satu individu bila dilakukan secara kolektif akan menghasilkan sesuatu yang besar. Di tahun pertama, HHP berhasil mengumpulkan Rp 17.000.000 dana tunai dan berbagai barang lainnya untuk disumbangkan ke Panti Asuhan Murni Jaya, Cilincing. Oleh Panti Asuhan, sumbangan ini pun dikelola untuk membuat pemancingan/empang, merenovasi kamar-kamar, dan membayar uang sekolah anak-anak panti tersebut.

Project yang awalnya berasal dari reriungan komunitas multiply Indonesia ini ingin bergerak lebih luas lagi tahun ini. Oleh karena itu mereka akan melaunch situs resmi HHP yang berisi informasi lengkap kegiatan mereka dari awal perencanaan, survey, sampai laporan kegiatan. Adapun target tahun ini adalah memberikan bantuan pengadaan dan perbaikan infrastruktur sekolah di SDN Sukamanah, Desa Cigombong, Bogor dan membantu pembangunan rumah singgah untuk pasien kanker anak di RS Dharmais setelahnya. Informasi lebih lengkap tentang waktu pelaksanaan dan dana yang dibutuhkan dapat dilihat di Multiply HHP.

Follow-Donate Internet Sehat
follow-donateBerawal dari pemberian penghargaan khusus kepada para blogger, kampanye penggunaan internet secara sehat di Indonesia ini mencoba untuk lebih sosial tahun ini. Dengan menjadi follower Internet Sehat di Twitter, secara tidak langsung kita telah menyumbangkan Rp.100,- untuk kegiatan ini. Satu follower sama dengan Rp. 100,-. Target Internet Sehat adalah mendapatkan 50.000 follower untuk dikonversi menjadi sumbangan Rp. 5.000.000,- dari mitra kerjanya. Rencananya sumbangan ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di kawasan Pasar Minggu, Jakarta.

Just follow and you’ll already be involved in this campaign! Saya sudah ikuti twitternya dan ternyata mencerahkan. Selain pernah menjadi lucky follower ke-800, saya mendapat tips-tips berinternet sehat yang diberikan secara rutin.

Jadi benang merah cerita saya hari ini adalah gerakan-gerakan sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung. Saya kenal Adyanti Rahmarina (ketua SeBUAI), Ronn Ramadhan (pengurus HHP) dan pasti mengidolai beberapa blogger senior di Internet Sehat. Mengutip kalimat HHP, Together we can work to achieve something BIG!

They do it, how about us?

Suci Lestarini, Penggagas Ladangbuku.com

Posted in Profil, Wirausaha
29 Juli 2009 merupakan salah satu hari bersejarah bagi kehidupan Suci Lestarini, yang akrab dipanggil Leni. Bersejarah karena pada hari itu usahanya untuk mewujudkan sebuah persewaan buku di ranah daring terwujud. Mengambil tempat di aplikasi note facebook, Leni pun memperkenalkan sejarah persewaan buku ini ke ranah daring Indonesia.


Ladangbuku
ladangbukuIde dan konsep tentang bisnis persewaan buku online terbetik dua tahun yang lalu ketika ia sadar bahwa bisnis persewaan buku konvensional yang ia kelola dengan saudaranya di bilangan Cipete berjalan di tempat. Mencermati bahwa bisnis perbukuan di dunia online mulai marak belakangan ini, seperti kutukutubuku, membuka idenya untuk memperkenalkan usahanya ke dunia maya. Bersama-sama dengan Sindayu Annisa, Aprilia Hartami, Toni Dermawan, Big Zaman, dan Famella R, mereka membentuk sebuah tim yang solid bernama Garuda Di Dadaku untuk pengembangan usaha ini. Konsep bisnis persewaan buku online ini pun pernah diajukan dalam Lomba Pekan Ilmiah tingkat Nasional.


Tujuan usaha ini adalah untuk memberikan akses membaca buku yang lebih mudah bagi masyarakat. Dengan menyewa buku, dengan biaya yang lebih murah dibandingkan membeli, diharapkan ke depannya timbul gerakan gemar membaca buku. Sebelum peluncuran bisnis ini ke ranah daring, Leni telah memiliki 100 anggota yang terdiri dari berbagai kalangan seperti istri pak satpam, abege sampai kakek-kakek, eksekutif muda, sampai tukang jualan donat. Leni pun berkomitmen untuk menyediakan buku-buku yang berkualitas dengan tidak memfokuskan genre komik dalam usahanya seperti bisnis persewaan buku lain.


Meski secara ide usaha persewaan buku online diakuinya ide pertama yang ada di Indonesia saat itu, dalam hal kelahirannya ladangbuku didahului oleh usaha sejenis di Surabaya, bookoomoo. Usaha terakhir ini bahkan sudah mulai menyediakan layanan antar jemput buku ke rumah masing-masing se-Surabaya. Hal inilah yang diimpikannya dalam jangka waktu satu tahun ke depan.


Mensupport her role model

Semangat untuk berwirausaha sejak dini dilakukan oleh Leni mempertimbangkan kondisi keuangan keluarganya yang pas-pasan. Ibunya, yang merupakan role model nomer satu dalam hidupnya, merupakan orang tua tunggal yang berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga ke bangku kuliah bermodalkan mesin fotokopi dan pernak-pernik alat tulis kantor. Maka ide untuk menciptakan uang pun mulai ia kembangkan sejak SMP dengan memulai usaha gantungan kunci.

Mimpi untuk Indonesia
leni-malaysiaPerempuan berjilbab yang suka berpikir ini pernah mengikuti program pertukaran pelajar, ASEAN University Network, di University Malaya selama empat bulan. Prosesi bertukar budaya di negeri tetangga menyadarkan Leni bahwa bangsa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi bangsa yang besar. Ia berharap bahwa anak muda Indonesia tidak lesu, kreatif, berdaya juang tinggi, dan selalu bersyukur.

Saat ini ia aktif mengikuti program sosial, Indonesia International Workcamp (IIWC) yaitu program untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung di pelosok-pelosok. Sementara itu di ranah daring, bersama-sama dengan rekannya ia pun sedang giat membangun situs Indonesia Berprestasi untuk menginformasikan anak-anak muda yang mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Harapannya kelak situs ini akan menjadi inspirasi bagi pemuda Indonesia untuk tetap berjuang dan berkarya bagi Indonesia.

Menutup sesi wawancara online, Leni mengutip satu kalimat yang menjadi pemantik semangat dalam hidupnya: “lihatlah langit untuk menggapai mimpi, lihatlah bumi untuk bersyukur atas apa yang telah diberi”. Selamat berjuang untukmu, Len!

Informasi lebih lengkap tentang persewaan buku ini dapat dilihat di situs ladangbuku.