Hari senin (21 Juni) kemarin, saya ikut menghadiri diskusi panel teknologi seluler next generation, Long Term Evolution (LTE) dari Telkomsel. Diskusi sekaligus demo teknologi ini dihadiri oleh pemain-pemain lama di bidang seluler (Nokia Siemens Network, Huawei, dan Ericcson), praktisi telekomunikasi, akademisi, dan surprisingly cukup banyak blogger diundang sebagai representasi pengguna internet di Indonesia. Baca selengkapnya
Category Archives: Reportase
30 Fast Facts of Amprokan Blogger 2010
Posted in Blogging, Komunitas, Kopdar, ReportaseTidak mudah rasanya untuk mengulas event Amprokan Blogger 2010 sebagaimana yang pernah saya lakukan untuk Pesta Blogger 2009. Mungkin karena saya bertindak selaku panitia juga sehingga rangkaian acara yang disajikan sepenuhnya saya ketahui. Dan karena saya yakin banyak peserta yang sudah mengulas acara ini, saya akan menilik dari sudut pandang yang berbeda. Berikut adalah 30 fakta yang wajib diketahui tentang Amprokan Blogger 2010:
PERSIAPAN

- Pertama kali pembentukan panitia Amprokan.
18 Januari 2010… imagine how superb we are to make this massive event in less than two months
. - Susunan panitia yang terlibat hingga acara Amprokan terlaksana.
Aris Heru Utomo, Eko Eshape, Amril Taufik Gobel, Wijaya Kusumah, Yulyanto, Anggi Kusumah, Harun Al Rasyid, Komarudin Ibnu Mikam, Masim Sugianto, Raden Ajeng, Irfan ZJ, Rawi Wahyudiono, Ratu Sya, Dodi Mulyana, M. Syaifullah, Puti Karina Puar, Mira Sahid, Irma Susanti, Wisnu Dewobroto, Mila Said, Umi Kamilah, Yulef Dian Bustanudin, dan Ibnu Susilo. - Perihal terdapat dua nama acara: Amprokan Blogger dan Temu Blogger.
Di awal pemilihan nama acara, terjadi dispute untuk menggunakan kata Amprokan yang lebih membumi bekasi dengan kata Temu yang berskala nasional. Melalui diskusi intens yang dilakukan, disepakati menggunakan dua nama tersebut untuk publikasi daring. Sementara itu untuk official event menggunakan nama Amprokan Blogger yang mengedepankan kota penyelenggara acara, Bekasi. - Alasan menggunakan tanggal 6-7 Maret sebagai waktu acara.
Tanggal tersebut berada di pekan terakhir ulang tahun Kota Bekasi ke-13 pada tanggal 10 Maret 2010. - Sponsor yang mendukung acara.
Pemda Bekasi, Telkom Speedy, M2 Bekasi 88.2FM, Kompas, Dagdigdug, Sami kuring, Coklat Mentari, Prakom, Bahasa Please, XL, TOA, Dakta FM, Jengsri dan Rose Heart.
ANJANGSANA
- Tempat-tempat yang didatangi peserta.
Tugu Bina Bangsa di area GOR Bekasi, TPST Sumur Batu dan UKM Boneka di Bantar Gebang, serta Kawasan Jababeka di Cikarang. - Jumlah bis yang digunakan.
Total 5 buah bis dengan pengawalan polisi sepanjang perjalanan. - Komunitas blogger daerah yang hadir.
Bblogger Balikpapan, Be-blog Bekasi, Blogger Cikarang, Bengawan Solo, Bertuah Pekanbaru, Blogger Ngalam Malang, TPC Surabaya, Blogkar Karawang, Kojaker Jakarta, Blogger Warok Ponorogo, Blogor Bogor, deBlogger Depok, Plat M Madura, Bawor Banyumas, Angingmammiri Makassar, Blogger Pontianak, Palanta Padang, Kayubaimbai Banjarmasin, Serayu Wonosobo, Seruit Lampung, dan Wongkito Palembang. - Komunitas non-kedaerahan yang hadir.
Jogloabang Yogyakarta, UIN Jakarta, Malhikdua Surabaya, dan Kompasiana. - Ragam profesi peserta Amprokan.
Analis media, blogpreneur, editor media online, entrepeneur, forex trader, freelance, web programmer, graphic designer, guru, jurnalis, LSM, pegawai swasta, PNS, Mahasiswa/i, operator warnet, pelajar, technopreneur, web master.
SARASEHAN

- Artis yang memeriahkan acara.
Jelly Tobing (the stealer!) dan Iyeth Bustami. - Blogger senior yang menghadiri acara.
Enda Nasution, Iman Brotoseno, Paman Tyo. - Lagu-lagu yang membuat beberapa blogger maju dan berjoget di depan panggung.
Kehidupan-nya God Bless dan tentunya lagu dangdut. - Bintang midnight show yang menjadi pembicara talkshow.
Risa Amrikasari yang mengelola Rose Heart Writers bersama Jane Shalimar yang terlibat di dalamnya. Acara ini dipandu secara ciamik oleh Eko Eshape. - Penanya yang membuat Risa excited dengan kualitas pertanyaannya.
Andy MSE yang bertanya kaitan progres sebuah blog populer dengan kemungkinannya dibukukan.
SEMINAR

- Pembicara dan moderator yang tampil di acara seminar.
Seminar I mengetengahkan Budi Putra, perwakilan Menkominfo, dan Romi Satria Wahono yang dipandu oleh Amril Taufik Gobel. Sementara itu Seminar II menampilkan Nukman Luthfie dan Dwiyanto, perwakilan bupati Sragen, yang dipandu oleh Masim Vavai Sugianto. Pak Romi and Om Nukman definitely stealed the show
- Organisasi sejenis SeBUAI yang digalakkan oleh komunitas blogger lain.
Hibah Sejuta Buku yang dikembangkan oleh Bertuah Pekan Baru dan SoloSinau oleh Bengawan Solo. - Hadiah doorprize yang paling dihindari.
Payung terbang yang salah satunya diraih oleh Ramadoni dari deBlogger. Padahal ia mengaku tidak pernah beruntung mendapatkan hadiah doorprize semacam ini
- Juri yang mengumumkan pemenang lomba.
Paman Tyo dan Budi Putra untuk pengumuman Lomba Menulis dan Wisnu Dewobroto untuk Lomba Foto Aku Cinta Bekasi. - Mars Blogger yang diciptakan spontan MC seminar, Om Ipul.
Blogger tak kenal rintangan
Meski jalan penuh halangan
Kan hilang di dalam hati yang riang
Blogger tak kenal rintangan
SERBA-SERBI
- Juara-juara Lomba Menulis dan Lomba Foto Aku Cinta Bekasi.
Kahar Setyo Cahyono, Lutfi Setiyono, Ika Rahmawati (Lomba Menulis) dan Budi Winarno, Didik Harianto, Tody Maulifa (Lomba Foto). - Anggota deBlogger yang mengikuti acara.
Ferdias Ramadoni, Iman Sulaiman, Hadyan Taris Akbar, Abdul Malik Syadri, Bradley, Rachman. - Jumlah donat KDB, hadiah dari Fajar, yang saya habiskan sewaktu anjangsana.
Tiga buah yang dilahap secara membabi buta karena kelaparan
- Pasangan blogger-onliner yang menghadiri acara.
Tamacrea dan Pinkparis, Gajah Pesing dan Ajengkol. - Beberapa kejadian menarik di luar acara Amprokan yang sempat dilakukan
Car Free Day, Racing tengah malam mencari air mineral untuk peserta bareng Timi-nya Bang Komar, sama obrolan tengah malam bareng kontingen Banyumasan.
IN MY VIEWFINDER

- Pendesain kartu nama saya.
Dengan warna hijau cerah di atas kertas putih, kartu nama blogger saya didisain oleh sahabat saya, Imran Ramadhan. - Foto saya yang sempat menjadi nominasi Lomba Foto Aku Cinta Bekasi.
Dari ketiga foto yang saya kirimkan, City Light justru dikalahkan oleh dua foto yang lain: Menepi di Pantai Pakis (Juara V) dan Di Tepi Kali Bekasi (Juara VI). Ketiga potret tersebut dapat diamati di tautan ini. - Total foto yang berhasil direkam dan yang dipublikasikan.
307 total foto terekam dan terpublish 40 foto di Amprokan Blogger, Album Sudut Lain - Foto yang paling berkesan untuk saya pribadi.
Foto di atas adalah yang paling berkesan (Pradna, Cici, Ratu, Illa, Dodi). Kami adalah lima blogger yang akrab bersilaturahmi satu sama lain yang akhirnya bisa bertemu di acara ini. Saya memberinya judul 5 Blogger, 5 Kota, 5 Rasa, sementara iLLa menyebutnya Party of Five. Ratu menggambarkan definisi lima rasa sebagai berikut (dari kiri ke kanan): lebay, pendiam, berisik, bawel, dan misterius. Sementara saya menggambarkannya: linux-addicted, poem-addicted, kopdar-addicted, plurk-addicted, dan adventure-addicted. - Hal-hal yang membuat saya bete selama acara.
Provokator sok penting di rombongan terakhir anjangsana, musik yang too loud mengisi acara sarasehan, dan backsound lagu-lagu Wali sepanjang acara seminar.
Well, untuk acara kopdar blogger berskala nasional yang di-organized satu komunitas lokal seperti ini, acara ini bisa dibilang sukses. Amprokan Blogger membuka wacana baru silaturahmi antarblogger selain Pesta Blogger. Semakin banyak acara-acara silaturahmi seperti ini rasanya akan membuat dunia blogging Indonesia semakin dinamis. Long Live Blogger Indonesia!
Pesta Blogger 2009, Hope and Reality
Posted in Blogging, Komunitas, ReportaseThe party was over on last Saturday. There were many hopes for the event and in the end, some of it still remain unfulfilled.
Buat saia pribadi, acara ini lebih cocok disebut kopdar akbar atau seminar akbar blogger ketimbang bayangan sebuah “pesta” yang ada di benak saia. Disebut kopdar akbar dikarenakan acara ini mampu mempertemukan kurang lebih 1.200 blogger, yang diantaranya terdapat blogger mancanegara semisal dari Australia, Singapura, dan Amerika Serikat. Disebut seminar akbar karena acara ini menyajikan banyak sesi break out yang dipandu blogger-onliner kenamaan Indonesia dan luar negeri. Dan tidak memilih disebut dengan “pesta” karena sepanjang acara, Pesta Blogger tidak mengesankan acara yang fun dan penuh keakraban khas komunitas.
Persiapan Mengikuti Pesta Blogger 2009
Blogger-blogger Depok sendiri yang berada di titik terdekat dibanding kota-kota penyangga Jakarta lainnya, menuju SMESCO sebagai venue acara di Jl.Gatot Subroto dengan konvoi delapan motor pukul 8 pagi. Ketika sampai ke venue acara, belum apa-apa kami sudah dibuat kecewa dengan pemberian lokasi stand bazaar komunitas yang berlokasi di selasar kanan venue berjarak lebih dari 100 meter pintu masuk. Saia nda habis pikir kenapa menempatkan stand komunitas terpisah jauh dari venue acara sementara di dalam pun masih banyak ruangan yang kosong. Alhasil keinginan kami untuk memperkenalkan deBlogger ke pengunjung pun tidak kesampaian.
Sebelum acara pembukaan dimulai, saia pun bertemu muka dengan beberapa blogger-onliner yang sering saia lihat profilnya di internet. Sementara banyak blogger-blogger kenamaan yang banyak berkiprah di dunia blogging Indonesia justru pertama kali saia kenali wajahnya di acara Muktamar BHI, Blogging for Nothing sehari sebelumnya. Di sana saia berkenalan dengan Pak Nukman, Ndoro Kakung, Gajah Pesing, beberapa perwakilan komunitas TPC, Kayubaimbai, dan pasti yang punya Jakarta, BHI dan Kojaker.
Indonesia Informatif
Salah satu yang menyelamatkan acara Pesta Blogger 2009 adalah acara ini dihadiri oleh Menkominfo terpilih Kabinet Indonesia Bersatu II, Tifatul Sembiring. Dalam pidato singkat penuh makna, Tifatul mempromosikan slogan Indonesia Informatif mengenai upaya menggunakan internet sebagai ujung tombak penyebaran informasi di Indonesia. Tidak seperti birokrat lain yang sering berpanjang lebar mengisi pidato pembukaan, Tifatul hanya memberikan janji penyebaran teknologi informasi dengan slogan: Komunikasi lancar, Informasi benar. As Pesta Blogger 2009’s chairman said, Iman Brotoseno, he was stealing the show.
Pesta Blogger sebagai Orangtua Komunitas Blogger
Sebagai event tahunan yang paling diakui eksistensinya di Indonesia, sebenarnya sebagai pribadi atau pun ketua deBlogger, saia mengharapkan Pesta Blogger dapat berperan sebagai orang tua seluruh komunitas blogger yang ada di Indonesia. Orang tua tentunya akan merasa senang, bangga, dan bahagia ketika jabang bayi komunitas lahir ke permukaan. Coba saja telaah beberapa komunitas yang baru muncul setahun sebelum penyelenggaraan Pesta Blogger 2009: Bengawan, deBlogger, Cimart, dan terakhir Be-Blog.
Sadly to say, jangankan menceritakan bayi komunitas-komunitas tersebut kepada kepada keluarga besar Blogger Indonesia, pembawa acara hanya mengira-ngira komunitas mana yang hadir di acara kali ini. Kalau sampai panitia tidak tau seluruh komunitas yang hadir di acara ini, satu PR tidak dikerjakan dengan baik!
Sesi Break Out yang Memprihatinkan
Sedianya, acara ini yang paling saia harapkan untuk memberikan pencerahan dari aktivitas ngeblog saia selama ini, tapi apa lacur pembagian kelas break out dengan hanya sekat-sekat dalam sebuah hall menghancurkan semuanya. Bagaimana bisa sesi-sesi tersebut digabung dalam sebuah hall dengan mikrofon yang menyalak-nyalak dari tiap kelas? Jangan bayangkan gimana kecewanya Pak Nukman yang mengisi sesi break out Blogpreneur dengan mikrofon yang nyaris tak terdengar. Membaca gerak bibir beliau? you’re kidding me, right.
Hal yang tidak jauh berbeda dialami oleh sesi breakout yang saia ikuti, Leadership in New Era yang dipandu Budi Putra, Country Editor Yahoo! Indonesia.
Daripada stres mendengarkan multi input suara dari semua sesi, akhirnya saia pun memutuskan untuk nongkrong di depan venue acara, berdiskusi sengit dengan Mba Ajeng perihal Lomba Penulisan Blog-Photoblog yang sedang digodog oleh panitia be-Blog. Dan yang paling berkesan adalah ngobrol ringan dengan sesepuh blogger Bandung, Ikhlasul Amal seputar Baraya Blogger dan wacana pemindahan kota penyelenggara Pesta Blogger.
After Pesta Blogger 2009

Satu big point yang saia harapkan dari acara ini sebenarnya adalah Pesta Blogger dapat menjadi orang tua semua komunitas yang hadir di Jakarta. Coba saja bayangkan berapa banyak blogger-blogger luar daerah yang bersemangat hadir di sini hanya untuk mendapatkan pencerahan dari kegiatan ini. Kalau tidak ada kesan yang panitia hadirkan kepada mereka, dari sekadar mengikuti upacara pembukaan dan mengikuti seminar, jangan terlalu banyak berharap mereka akan datang kembali di Pesta Blogger selanjutnya.
Di sisi lain, Pesta Blogger berhasil membuat saia berkenalan dan bersitatap dengan Kang Ikhlasul Amal (sesepuh BBV), Enggar, Ilman Akbar (Pencetus ayongeBlog dan anakUI.com), Satya Witoelar (Pendiri mikroblog Indonesia, Koprol), serta bertemu kembali dengan praktisi openSuse, Mas Vavai (who’s my senior at SMAN 2 Bekasi). Hal ini sedikit banyak mengobati kekecewaan saya terhadap penyelenggaraan Pesta Blogger kali ini.
Harapan Pesta Blogger Tahun Depan

Entah apakah acara ini akan ada lagi tahun depan dan entah apakah saia pun masih punya antusiasme yang tinggi seperti saat ini, saya hanya ingin memberikan masukan untuk penyelenggaraan Pesta Blogger selanjutnya:
• Pilih tempat yang lebih representatif dibanding venue acara sekarang. It’s totally big lose point dari penyelenggaraan Pesta Blogger tahun ini.
• Berikan apresiasi kepada semua komunitas blogger yang hadir untuk memperkenalkan daerahnya kepada semua audiens.
• Coba diubah rundown acara yang lebih seperti seminar akbar dengan acara-acara yang lebih fun dan berkesan. Meminta setiap komunitas untuk unjuk gigi di depan panggung, buat saia secara pribadi jauh lebih menarik dan berkesan. Seminar-seminar seperti itu bisa kami peroleh di lain waktu.
For what it’s worth, thank you panitia Pesta Blogger 2009 yang sudah mempertemukan saia dengan blogger-blogger dari seluruh Indonesia, big applause to you!