
Apa ekspresi pertamamu ketika akhirnya melihat poster
Sang Pemimpi The Movie di samping yang diproduksi
Miles Production? Saya sendiri langsung tersenyum lebar melihat hasil pencarian bakat yang dilakukan oleh tim
Riri Riza terhadap ketiga tokoh utama di film ini:
Ikal,
Arai, dan
Jimbron.
It’s just nice!
Kemarin, berkat sebuah status di mikroblog teman blogger saia,
Pinkparis, saya tiba-tiba tersadar bahwa sudah lebih dari setahun film terlaris sepanjang sejarah perfilman Indonesia,
Laskar Pelangi dirilis. Sesuai janji Mira waktu itu, ia akan menyelesaikan sekuelnya,
Sang Pemimpi The Movie, di akhir tahun depan. Selidik punya selidik, Mira menepati janjinya dan ternyata kemarin adalah tanggal peluncuran poster film bersama trailer berdurasi 2 menit 31 detik.
Masterpiece Tetralogi Laskar Pelangi
Saia termasuk generasi pertama pencinta tetralogi ini. Jika buku Laskar Pelangi saia baca pada medio 2005, Sang Pemimpi saia beli langsung pada tanggal 26 Oktober 2006, tentu saja cetakan pertamanya. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan buku ini pun termasuk salah satu yang tercepat,
10 jam. Jadi saia mulai membaca selepas maghrib dan selesai ketika adzan subuh berkumandang. Tidak tidur tentu saja karena buku ini terlalu menarik untuk tidak dihabiskan sekali baca.
Di antara keempat novel Tetralogi
Andrea Hirata, saia menilai masterpiece-nya justru terletak di buku Sang Pemimpi. Belajar dari kekurangan Laskar Pelangi, Andrea mulai lebih teratur memainkan alur cerita, membumikan gaya bahasa hiperbolis, dan menipiskan jumlah halaman buku menjadi 292 halaman.
So all the packages he used were perfect!
Banyak kejadian mengharukan yang dirasakan ketika membaca buku ini. Saat ketika si Simpai Keramat dijemput Ikal dan ayahnya, ketika Ikal dihardik dan diberi wejangan oleh Pak Mustar, dan yang paling saia suka ketika ayah Ikal tetap bangga tak terperi mengambil raport mereka berdua meski saat itu Ikal mempermalukan ayahnya dengan rangking yang turun drastis dari rangking 3 ke 75.
Ah tak perlu lah kuceritakan semua di sini kawan, baiknya kau cari lah tuh toko buku dan baca sendiri ceritanya
Andrea sendiri mempersembahkan buku ini kepada ayahnya,
Seman Said Harun, yang telah memberikan keleluasaan lebih kepadanya untuk bersekolah.
Produksi Film

Film Sang Pemimpi sendiri berlatar di Manggar, Tanjung Pandan, Jakarta, dan Bogor. Menghabiskan dana
11 milyar, film ini diharapkan mengikuti kesuksesan kakaknya yang mampu menarik lebih dari empat juta penonton di akhir tahun 2008. Film ini tetap digawangi oleh duo ikal yang lain,
Riri Riza (sutradara) dan Mira Lesmana (produser).
Jika di Laskar Pelangi, duo artis Cut Mini dan Tora Sudiro mengisi cerita, maka di Sang Pemimpi justru didominasi duo penyanyi,
Nugie si Burung Gereja (
Pak Baila) dan
Nazril Ilham (
Arai dewasa). Nama terakhir adalah nama asli vokalis band papan atas Indonesia, Ariel
Peterpan. Alasan Mira menggunakan nama asli Ariel ketimbang nama panggungnya adalah karena di sini Ariel bertindak sebagai pelakon, bukan penyanyi.
Ketiga pemeran utama yang akan mendominasi cerita film ini diperankan oleh pemuda asli Belitong, Vikri Setiawan (
Ikal), Rendy Ahmad (
Arai), dan Azwir Fitrianto (
Jimbron). Sementara Ikal kecil dan Ikal dewasa masih akan diperankan pemeran yang sama di Laskar Pelangi, Zulfani dan aktor watak Lukman Sardi.
Ekspektasi Berbatas
Jujur, saia tidak mengikuti perkembangan film ini seperti yang saia lakukan untuk
Laskar Pelangi The Movie. Alasan utamanya adalah saia tidak ingin berpengharapan terlalu muluk film ini akan mentransformasikan bayangan-bayangan liar yang ada di benak saia terhadap bukunya. Jadi proses pencarian trio Vikri, Rendy, Azwir untuk pemeran utama film, cerita proses
shooting yang menyenangkan dari Mira, dan Ariel Peterpan yang lulus
casting saia ikuti seadanya.
Jangan sebut saia tidak cinta atau apa, tetapi saia mengharapkan sebuah kejutan indah dari
Riri dan Mira untuk visualisasi film ini. Apakah saia akan menonton
tiga kali seperti yang saia lakukan di film
Laskar Pelangi? Kita lihat saja nanti.
Trailer Sang Pemimpi The Movie
Untuk menghubungkan Sang Pemimpi dengan film pendahulunya,
Riri masih akan sekilas Ikal kecil dalam ceritanya
(yang tidak dilakukan Andrea di bukunya). Melihat peran-peran yang dipilih oleh sang sutradara, film ini saya kira lebih dekat dengan bukunya ketimbang film pendahulunya. Simak trailer film yang juga sudah diunggah di Youtube:
Film Pembuka JiFFest 2009
Film ini akan diputar secara terbatas sebagai film pembuka di Jakarta International Film Festival (JiFFest) pada tanggal 4 Desember 2009. Catatan prestasi yang membanggakan karena ini adalah film Indonesia pertama yang menjadi pembuka di festival berumur sepuluh tahun ini. Sementara itu, tanggal 17 Desember 2009 film ini akan ditayangkan serentak di bioskop-bioskop. Informasi lebih lanjut tentang seluk beluk film ini dapat diikuti di Page Facebook-nya.
Can I wait to watch till 17 December? Not so sure actually
.
Sumber gambar: flickmagazine, detik.