<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dhodie Weblog</title>
	<atom:link href="http://dhodie.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dhodie.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Apr 2012 04:33:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Meretas Partikel</title>
		<link>http://dhodie.com/2012/04/24/meretas-partikel/</link>
		<comments>http://dhodie.com/2012/04/24/meretas-partikel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 03:22:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhodie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[akar]]></category>
		<category><![CDATA[dee]]></category>
		<category><![CDATA[partikel]]></category>
		<category><![CDATA[petir]]></category>
		<category><![CDATA[supernova]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhodie.com/?p=1315</guid>
		<description><![CDATA[Perhatian. Tulisan di bawah ini mengandung spoiler! Teman baik saya pernah membelot Dee ketika ia mengetahui Supernova akan memiliki sekuel. Nyinyir, ia menyebut tokoh-tokohnya seperti Power Rangers. Pun saya sependapat, awalnya. Akan tetapi, ketika akhirnya saya terpaksa berkenalan dengan tiga &#8230; <a href="http://dhodie.com/2012/04/24/meretas-partikel/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perhatian. Tulisan di bawah ini mengandung <em>spoiler</em>!</strong></p>
<div style="text-align: center;"><a href="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2012/04/Partikel.jpg"><img src="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2012/04/Partikel.jpg" alt="" title="Partikel" width="324" height="243" class="alignleft size-full wp-image-1316" /></a></div>
<div style="text-align: justify;">Teman baik saya pernah membelot <strong>Dee</strong> ketika ia mengetahui <strong>Supernova</strong> akan memiliki sekuel. Nyinyir, ia menyebut tokoh-tokohnya seperti <em>Power Rangers</em>. Pun saya sependapat, awalnya. Akan tetapi, ketika akhirnya saya <em>terpaksa</em> berkenalan dengan tiga tokoh awal sekuelnya, <strong>Diva</strong>,  <strong>Bodhi</strong>, dan <strong>Elektra</strong>, saya malah makin jatuh hati pada tulisannya. <em>I’ve milked every moments in each sequel</em>.</p>
<p>Dan perlu delapan tahun untuk menunggu buku ini. Sedemikian patutkah? Menurut saya, iya. Dee memberikan pilihan tak biasa di tengah kerubutan buku-buku <em>sekali-lempar</em> (baca: <em>chicklit</em>). <strong>Supernova</strong> menggambarkan perjalanan spiritual seorang <strong>Dee</strong> seutuhnya. Sebagaimana sebagian besar kita yang sepanjang hidup mencari jati diri kehidupan, Dee menawarkan kita untuk meriset hidup bersama. Sebagaimana ia sampaikan di bagian akhir Partikel. <span id="more-1315"></span></p>
<p><strong>Garis Besar</strong><br />
Partikel sendiri bercerita tentang <strong>Zarah</strong>, tokoh ketiga dalam sempalan kedua Supernova, yang dididik untuk selalu berkomunikasi dengan alam oleh seorang ayah jenius dan pemberontak. Alih-alih menyekolahkan anaknya, Zarah belajar dengan berinteraksi langsung dengan materi yang diajarkan. </p>
<blockquote><p><strong>Questions are good. Questions move us forward</strong></p></blockquote>
<p>Metodologi pembelajarannya sederhana: <em>bertanya dan bertanya kembali</em>. Setiap pertanyaan baru yang muncul dikumpulkan di sebuah kantung belacu, yang akan menggembung setiap harinya. Ini berlanjut sampai remaja, hingga ia dan Firas, ayahnya, harus berhadapan langsung dengan orang-orang terdekat mereka. </p>
<p>Petualangan Zarah dimulai ketika ayahnya tiba-tiba menghilang. Ia yang dititipkan catatan-catatan ayahnya terkait pelariannya, harus bertabrakan dengan sistem kehidupan umumnya. Karena tidak tahan, ia pun melarikan diri ke belantara Kalimantan. </p>
<p>Dengan pengalamannya untuk senantiasa <em>berbicara</em> dengan alam, Zarah bertransformasi menjadi fotografer <em>wildlife</em> yang handal. Ia bisa berendam berjam-jam untuk mendapatkan foto mata buaya dalam jarak dekat. Dan hingga di suatu titik, ia diingatkan terkait tujuan pelariannya: mencari ayahnya. Mencoba meretas kepemilikan kamera yang dimilikinya, ia menerima tawaran untuk hijrah ke London.</p>
<p>Paparan yang mengasyikkan tentang superioritas jamur, <em>black hole, alien, eden, </em>dan kehidupan Tanjung Puting pun tiba-tiba berubah layaknya sinetron. Zarah bertemu dengan pangeran tampan, hidup bahagia dan akhirnya dikhianati pihak ketiga. Belum cukup sinetron? Tebak sendiri siapa yang menikam Zarah dari belakang. Dan selintas, saya melihat <em>Kugy</em>.</p>
<p>Gangguan ini akhirnya dikembalikan plotnya ketika Zarah bertemu dengan koneksi pertama ayahnya yang hilang. Perlahan-lahan, ia menelaah kembali salinan jurnal-jurnal ayahnya yang dititipkan ke Pak Simon. Dengan bantuan seorang <em>shaman</em>, ia pun kembali mencari ayahnya.</p>
<p><strong>Surat Misterius</strong><br />
Kaitan Zarah dengan tokoh-tokoh sebelumnya terwujud ketika ia menerima surat dari S. Penuh teka-teki, sebagaimana biasa. Ada yang menemukan  keganjilan dengan kontinuitas surat itu? <em>I mean, </em>Bodhi terima, Elektra tidak. Jika anda masih menyimpan <strong>Akar</strong>, coba amati baik-baik suratnya dan bandingkan dengan surat untuk Zarah.<br />
Banyak kata kunci yang bisa ditelusuri: <em>2,500 tahun, Asko, Matahari Kelima, Frekuensi Lepas Landas, Poros Keempat, Tujuh Gardu Bumi, Tiga Teman</em>. Tebakan saya, ini bercerita tentang banyak cerita-cerita besar dunia. Kita kembalikan lagi ke muasal benang merah buku ini: <strong>Supernova </strong>yang berarti <strong>Ledakan Besar</strong>. Mengasyikkan, bukan?</p>
<p><strong>Kegelisahan Dee</strong><br />
Membaca Partikel, terasa sekali ada banyak kegelisahan yang dialami penulis. Mulai dari ketidakpercayaannya terhadap sistem pendidikan, pemberontakannya untuk tidak manut apa-adanya akan ilmu keagamaan yang diberikan orang tua, sampai kritisinya terhadap manusia yang <em>memerkosa</em> alam demi materi duniawi. Dalam banyak hal, saya berada di sisi yang sama. </p>
<p><strong>Catatan Kecil</strong><br />
Buku ini cukup mengobati kerinduan kita pada Supernova. Buku Dee yang paling tebal (493 halaman) yang seharusnya bisa dipadatkan dengan membuang sebagian besar adegan sinetron di atas. Saya merasa, gaya penulisan <strong>Perahu Kertas</strong> masih terbawa-bawa di sini. Jika dibuku-buku sebelumnya saya terdorong untuk membaca lagi, untuk Partikel belum. Suatu hari, <em>mungkin</em>.</p>
<p>Terkait cetakan bukunya, saya kurang <em>sreg </em>dengan sampul buku dan pemilihan huruf di buku-buku Supernova yang dicetak ulang. Tidak sespesial Akar dan Petir.  </p>
<p><em>Anyway </em>Dee, kita harus menunggu berapa lama untuk bertemu <strong>Alfa </strong>di <strong>Gelombang</strong>? </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhodie.com/2012/04/24/meretas-partikel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Spirit 2012</title>
		<link>http://dhodie.com/2012/01/02/spirit-2012/</link>
		<comments>http://dhodie.com/2012/01/02/spirit-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 02:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhodie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhodie.com/?p=1306</guid>
		<description><![CDATA[“They have worries, they’re counting the miles, they’re thinking about where to sleep tonight, how much money for gas, the weather, how they’ll get there – and all the time they’ll get there anyway, you see.” (On the Road &#8211; &#8230; <a href="http://dhodie.com/2012/01/02/spirit-2012/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>“They have worries, they’re counting the miles, they’re thinking about where to sleep tonight, how much money for gas, the weather, how they’ll get there – and all the time they’ll get there anyway, you see.” (On the Road &#8211; Jack Kerouac)</p></blockquote>
<p>Tahun baru.<br />
Wajah blog yang baru.<br />
Spirit ngeblog <em>harusnya</em> baru.</p>
<p>Jenjang usia baru.<br />
Level karir yang baru.<br />
Remunerasi <em>inginnya</em> baru.</p>
<p><strong>Spirit 2012</strong> : To Be A Doer<br />
<strong>Resolusi 2012</strong> : 50 buku, 50 posting blog, 11 travel (<em>main goal to Mahameru</em>) + 1 travel ke luar negeri, Bisa setir mobil, Cicil rumah.</p>
<p><em>Apa resolusi tahun barumu, Sahabat?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhodie.com/2012/01/02/spirit-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>71</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pada Senja Ia Mengadu</title>
		<link>http://dhodie.com/2011/04/03/pada-senja-ia-mengadu/</link>
		<comments>http://dhodie.com/2011/04/03/pada-senja-ia-mengadu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 14:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhodie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[senja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhodie.com/?p=1271</guid>
		<description><![CDATA[Pada senja ia melirih Tentang waktu yang menghimpit Tentang luka yang tak pulih Pada senja ia mengadu Tentang dendam yang tak hilang Tentang hasutan yang tak padam Pada senja ia berdoa Tentang jiwa yang takluk Tentang hidup yang khusyuk (taken &#8230; <a href="http://dhodie.com/2011/04/03/pada-senja-ia-mengadu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2011/04/senja.jpg" alt="Senja" title="Senja" width="570" height="427" class="alignleft size-full wp-image-1270" /><br />
Pada senja ia melirih<br />
Tentang waktu yang menghimpit<br />
Tentang luka yang tak pulih<br />
<span id="more-1271"></span><br />
Pada senja ia mengadu<br />
Tentang dendam yang tak hilang<br />
Tentang hasutan yang tak padam</p>
<p>Pada senja ia berdoa<br />
Tentang jiwa yang takluk<br />
Tentang hidup yang khusyuk</p>
<p>(taken from album <a href="http://dhodie.posterous.com/plangis-sunset">Posterous: Plangi Sunset</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhodie.com/2011/04/03/pada-senja-ia-mengadu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>75</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Priyadi Ngeblog Lagi</title>
		<link>http://dhodie.com/2010/11/03/priyadi-ngeblog-lagi/</link>
		<comments>http://dhodie.com/2010/11/03/priyadi-ngeblog-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 02:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhodie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Photoblog]]></category>
		<category><![CDATA[fotoblog]]></category>
		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[PB2010]]></category>
		<category><![CDATA[priyadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhodie.com/?p=1261</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu sedang mempersiapkan banner Kopdar Rujakan untuk stand deBlogger di PB2010, saya iseng buat banner ini. Ini untuk menyanggupi tantangan Setiawan, tukang kompor PB2010 yang meminta kita sounding gerakan #priyadingebloglagi. Well done, tidak lebih dari sepuluh menit setelah banner ini &#8230; <a href="http://dhodie.com/2010/11/03/priyadi-ngeblog-lagi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2010/11/priyadi-ngeblog-lagi1.jpg" alt="Priyadi" title="Priyadi" width="565" height="521" class="alignleft size-full wp-image-1264" /></p>
<div style="text-align: justify;">Sewaktu sedang mempersiapkan banner <strong>Kopdar Rujakan</strong> untuk stand <a href="http://deblogger.org">deBlogger</a> di PB2010, saya iseng buat banner ini. Ini untuk menyanggupi tantangan <a href="http://spss.wordpress.com/">Setiawan</a>, tukang kompor PB2010 yang meminta kita <em>sounding</em> gerakan <em>#priyadingebloglagi</em>.<br />
<span id="more-1261"></span><br />
<em>Well done</em>, tidak lebih dari sepuluh menit setelah banner ini dipasang oleh teman-teman deBlogger, semua blogger yang mengenal sosok yang satu ini segera menunjukkan ekspresi yang diharapkan. Sampai akhirnya <a href="http://priyadi.net">Priyadi</a> yang saat itu sedang asyik foto-foto di samping panggung mampir untuk melihat banner ini. Reaksinya? Sebagaimana yang pernah saya temui hampir dua tahun lalu sewaktu mempersiapkan acara grand launching: beliau hanya senyum-senyum.. tak tahu mesti komplain ke siapa <img src='http://dhodie.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/devil.gif' alt='(devil)' class='wp-smiley' /> .</p>
<blockquote><p><strong>Blog? Apa itu!</strong> &#8211; <em>Priyadi wrote on the banner</em></p></blockquote>
<p>Terhitung sejak 29 Oktober, Priyadi ngeblog lagi. Kalau dilihat dari mesranya dia dengan kamera baru *<em>yang sudah saya rasai pas di PB2010, meski harus gemetaran karena kelewat mahal</em>* <img src='http://dhodie.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/tongue.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> , semoga Mas Pri bisa menggalakkan tren fotoblog bareng Kang <a href="http://direktif.web.id">Amal</a>. Bener kan, om? <em>*disambit banner*</em> </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhodie.com/2010/11/03/priyadi-ngeblog-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nokia N8, Konvergensi Kualitas Dalam Genggaman</title>
		<link>http://dhodie.com/2010/10/20/nokia-n8-konvergensi-kualitas-dalam-genggaman/</link>
		<comments>http://dhodie.com/2010/10/20/nokia-n8-konvergensi-kualitas-dalam-genggaman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2010 02:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhodie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Carl Zeiss]]></category>
		<category><![CDATA[N8]]></category>
		<category><![CDATA[Nokia]]></category>
		<category><![CDATA[Smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Symbian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhodie.com/?p=1219</guid>
		<description><![CDATA[Nokia is back! Itulah kalimat penutup Niklas Savander, Executive Vice President Nokia, saat memperkenalkan smartphone super powerful, Nokia N8 di London (14/9). Pesan ini sengaja ditegaskan olehnya mengingat akhir-akhir ini dominasi Nokia terhadap pangsa pasar handphone cenderung menurun. Hal ini &#8230; <a href="http://dhodie.com/2010/10/20/nokia-n8-konvergensi-kualitas-dalam-genggaman/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Nokia is back! </strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Itulah kalimat penutup Niklas Savander, Executive Vice President Nokia, saat memperkenalkan <em>smartphone</em> super powerful, <strong><a href="http://www.nokia-asia.com/find-products/products/nokia-n8/">Nokia N8</a></strong> di London (14/9). Pesan ini sengaja ditegaskan olehnya mengingat akhir-akhir ini dominasi Nokia terhadap pangsa pasar <em>handphone</em> cenderung menurun. Hal ini terjadi karena rangsekan <em>Blackberry</em>, <em>iPhone</em>, dan <em>Android</em> ke market <em>handphone</em> konvensional. Kini dengan mengusung sistem operasi terbaru di kelasnya, Nokia mengklaim siap mengambil kembali pangsa pasar tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun lalu, saya masih ingat saat menantikan peluncuran sebuah produk kamera prosumer terbaru di Jakarta. Setiap hari saya mencari tahu kapan informasi masuknya kamera tersebut di beberapa situs. Bahkan saya sempat meng-<em>indent</em>-nya di salah satu toko kamera di Glodok. Strategi marketing? Bisa jadi. Tetapi penantian sebuah produk yang cukup lama ditunggu kadang-kadang membuat <em>interest</em> calon pembeli melonjak tajam.</p>
<p> <span id="more-1219"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini dialami oleh Nokia N8 yang gosip kemunculannya sudah beredar sejak April lalu. Banyak pembeli yang rela memesan untuk menjadi <em>first user gadget </em>ini. Terhitung sejak 20 September, jumlah pemesannya mencapai ratusan orang di Indonesia. Ini merupakan rekor pemesanan tertinggi dalam sejarah Nokia, sebut Ari Fadyl (Online Marketing Manager Nokia Indonesia).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Fitur Kelas Satu</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.nokia-asia.com/find-products/products/nokia-n8/gallery#videos"><img src="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2010/10/n8__theme-music1.jpg" alt="N8 Combiner" title="N8 Combiner" width="150" height="250" class="alignleft size-full wp-image-1242" /></a>Dengan agregasi sedemikian banyak fitur handal di kelas <em>handphone </em>pintar, N8 menjadi ujung tombak Nokia untuk bersaing dengan <em><em>Blackberry</em>, </em><em>iPhone</em>, atau <em>Android</em>. Kita amati fitur yang ditawarkan:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em>Smartphone </em>Nokia pertama yang didukung Symbian^3.</li>
<li>Lensa <strong>Carl Zeiss</strong> yang terkenal memiliki aperture yang lebar untuk menghasilkan gambar yang tajam.</li>
<li>Resolusi video 720p yang setaraf dengan iPhone 4.</li>
<li>Teknologi layanan HDTV, yakni <em>web streaming TV on demand </em>untuk saluran TV E!, CNN, dan Channel News.</li>
<li>16GB <em>Memory storage</em> untuk menyimpan ratusan file lagu di pemutar musik. </li>
<li>Navigasi 3D Gratis dengan Ovi Map.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Resolusi Plus, Zoom Minus</strong></p>
<p><img class="size-full wp-image-1223 aligncenter" title="N8 Sample" src="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2010/10/n8-sample-20.jpg" alt="N8 Sample" width="573" height="324" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Damn good</em>! Itu kesan pertama yang saya rasakan ketika mengamati beberapa sampel gambar yang diambil <em>smartphone </em>ini. Ketajaman gambar yang ditunjang oleh teknologi optik <strong>Carl Zeiss </strong>menjadikan hasil jepretannya setaraf dengan kamera digital. Teknologi optik dengan flash Xenon ini diklaim tidak bisa digunakan oleh ponsel-ponsel pintar lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Resolusi maksimum yang ditawarkan oleh N8 adalah <strong>12MP </strong>yang menyamai resolusi banyak kamera prosumer di pasaran. Yang patut disayangkan hanya kemampuan <em>zooming </em>yang belum maksimal untuk ukuran <em>camera-phone</em> kelas satu ini. Tercatat perbesaran digital kamera maksimumnya 2x dan video 3x. Buat pengguna <em>mobile </em>yang butuh ketajaman gambar dalam jarak dekat tidak ada masalah; Akan tetapi buat saya yang sering memerlukan dokumentasi perjalanan atau pekerjaan dalam radius jarak jauh, ini sedikit bermasalah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Konvergensi Kualitas </strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.nokia-asia.com/find-products/products/nokia-n8/gallery#demo"><img class="size-full wp-image-1222 aligncenter" title="N8 Foto" src="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2010/10/n8_theme-foto.jpg" alt="N8 Foto" width="150" height="125" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam peluncuran resmi N8 di Jakarta kemarin, Nokia menggandeng situs pembelian <em>online</em> lokal, <a href="http://belibarang.com">belibarang</a>. Dengan banderol <strong>Rp. 4,95juta </strong>Nokia membidik pasaran <em>middle-up class</em> yang mobile. Konvergensi teknologi <em>handphone, music player</em>, televisi, dan kamera digital dalam produk ini diakui membuat Nokia N8 mampu men-<em>deliver</em> sebuah <em>smartphone</em> idaman: kepraktisan dan kemudahan yang dipadu dengan kualitas yang mumpuni.</p>
<p style="text-align: justify;">Demo produk <em>smartphone </em>ini dapat dilihat di <a href="http://www.nokia-asia.com/find-products/products/nokia-n8/gallery#device-content">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhodie.com/2010/10/20/nokia-n8-konvergensi-kualitas-dalam-genggaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>71</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Spirit Muhammad</title>
		<link>http://dhodie.com/2010/09/10/spirit-muhammad/</link>
		<comments>http://dhodie.com/2010/09/10/spirit-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 17:50:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhodie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[fahd djibran]]></category>
		<category><![CDATA[menatap punggung muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[sang pencerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhodie.com/?p=1211</guid>
		<description><![CDATA[#pengakuan tahun ini adalah Ramadan terburuk saya. Saya malu. Itu bunyi twit saya dua hari lalu, a self-assesment. Saya memang merasa terlalu banyak melewatkan tarawih, terlalu sering meninggalkan tadarus, dan terlalu mudah mengulur waktu salat tahun ini. Ini yang terburuk. &#8230; <a href="http://dhodie.com/2010/09/10/spirit-muhammad/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: left;">#pengakuan tahun ini adalah Ramadan terburuk saya. Saya malu.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Itu bunyi <a href="http://twitter.com/dhodie">twit saya</a> dua hari lalu, <em>a</em> <em>self-assesment</em>. Saya memang merasa terlalu banyak melewatkan tarawih, terlalu sering meninggalkan tadarus, dan terlalu mudah mengulur waktu salat tahun ini. Ini yang terburuk.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Anyway</em>, akhir-akhir ini saya memang serasa masuk ke dalam lorong <em>pencarian</em>: tentang <em>self-acknowledgement</em>, tentang <em>tujuan hidup</em>, dan yang sedikit lebih berat: tentang <em>filosofi beragama</em>. Sebuah pertanyaan klasik: apa sebenarnya tujuan saya hidup di dunia? Oke, saya tahu jawaban populernya adalah <em>menjadi khalifah bagi semesta</em>. Akan tetapi, cabang pertanyaannya adalah apakah sama makna kekhalifahan bagi saya dan kamu? Saya dan tetangga saya? atau bahkan yang terdekat, saya dan saudara kandung saya? Buat saya seharusnya <em>tidak sama</em>. Setiap manusia diciptakan unik dan seharusnya dari keunikan ini kita menyadari di situlah posisi kekhalifahan yang dimaksud. Kita tidak mesti menjadi Obama untuk memercayai kita bisa mengubah dunia atau menjadi Madam Theresa untuk menyentuh hati terdalam manusia. Kita hanya perlu menjadi kita, <em>the truly ourselves</em>. Dan pertanyaan yang berkecamuk sekarang adalah sudahkah saya mengenal siapa saya sebenarnya? <em>Ini yang masih saya cari</em>.</p>
<p><span id="more-1211"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Terkait makna pencarian ini, saya membaca sebuah buku dan menonton film yang cukup menggugah di bulan Ramadan ini. Keduanya menceritakan spirit seorang manusia terbaik yang pernah dilahirkan ke bumi, <em>Muhammad</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menatap Punggung Muhammad</strong></p>
<p><img src="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2010/09/mpm.jpg" alt="MPM-Pembatas Buku" title="MPM-Pembatas Buku" width="561" height="155" class="aligncenter size-full wp-image-1212" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana dua buku sebelumnya, <a href="http://fahd-isme.blogspot.com/">Fahd Djibran</a> mengambil judul yang <em>ear-catching</em>. Saya tentu masih ingat <em>A Cat in Your Eyes</em> dan <em>Curhat Setan</em> yang menarik saya untuk menuntaskan buku tersebut dalam hitungan jam. Ternyata <em>adiktif</em> ini masih mujarab pada buku terbarunya, <strong>Menatap Punggung Muhammad</strong> (MPM). Pertanda bahwa tulisan-tulisannya punya magnet yang luar biasa untuk saya.</p>
<p style="text-align: justify;">MPM menceritakan pencarian seorang pemuda yang didatangi Nabi Muhammad dalam mimpinya. Meski hanya terjadi sekali, sebagaimana keistimewaan mimpi ini pada orang lain, ia pun mencari dan mencari maknanya melalui puluhan obrolan, ratusan buku, dan ribuan situs di internet. Mungkin terdengar sederhana, ada manusia-manusia yang beruntung bertemu Nabi Muhammad dalam mimpinya. Akan tetapi, ketika ia datang pada tokoh ini: <em>non muslim dan penganut liberal</em>, tentu menyeruakkan pertanyaan di kepala.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini tidak sekadar menceritakan pertemuan si tokoh dengan Nabi Muhammad, tetapi ada pesan tersembunyi yang ingin disampaikan penulis. Pesan itu adalah mempertanyakan kembali fungsi agama dalam hidup kita. Jika agama lahir sebagai rahmat bagi semesta, mengapa justru makin banyak oknum yang <em>merasa</em> punya kuasa untuk merusak atas nama agama? Atau mengapa makin sering kita dengar penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab di buku ini. Jawaban yang sepertinya sederhana saja, tetapi jika kita merenungkannya baik-baik, saya yakin kita akan tercerahkan. Baiknya kamu cari sendiri jawabannya dalam buku ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sang Pencerah</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2010/09/sangpencerah285b.jpg" alt="Sang Pencerah on Detikcom" title="Sang Pencerah on Detikcom" width="182" height="243" class="alignleft size-full wp-image-1213" />Film ini baru kemarin saya tonton di tengah hujan yang mengguyur Jakarta seharian. Sengaja dipaksakan karena saya ingin menonton premiernya. Dan benar dugaan saya, film ini memang layak dinikmati.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika spirit Muhammad hadir dalam buku MPM, spirit mengikuti tuntunan hidupnya digelorakan oleh seorang Ahmad Dahlan. Ia yang tidak pernah setuju dengan budaya-budaya mistik dalam kehidupan Islam di Kauman pada akhir abad ke-19, melahirkan sebuah gerakan sosial keagamaan baru dalam Islam: <strong>Muhammadiyah</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Pesan paling penting dalam film ini ada di adegan-adegan ketika mudahnya kata <em>kafir</em> terucap di antara pengikut Masjid Gede dan Langgar Kidoel—padahal kedua kubu merupakan penganut Islam yang ta’at. Sekarang, di tengah mudahnya banyak orang mengafirkan orang lain yang berseberangan, perlu rasanya kita merenungkan kembali pertanyaan ini: <em>punya hak apa kita mengafirkan seseorang?</em></p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang ditakutkan oleh banyak pihak bahwa film ini akan membawa perpecahan, menurut saya tidak akan terjadi. Bahwa perbedaan <em>perlu-tidaknya doa qunut</em>, <em>mesti-tidaknya tahlilan</em> dan lain-lain itu seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan. Menurut saya <a href="http://twitter.com/hanungbramantyo">Hanung Bramantyo</a> berhasil men-<em>deliver</em> pesan film ini dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sarankan buku dan film ini untuk dinikmati di waktu senggang. Dan selamat lebaran, maaf jika ada salah niat, ucap, dan perbuatan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhodie.com/2010/09/10/spirit-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesta Blogger 2010: Hope Less, Participate More</title>
		<link>http://dhodie.com/2010/08/23/pesta-blogger-2010-less-hope-more-participate/</link>
		<comments>http://dhodie.com/2010/08/23/pesta-blogger-2010-less-hope-more-participate/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 06:25:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhodie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[PB]]></category>
		<category><![CDATA[PB2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhodie.com/?p=1202</guid>
		<description><![CDATA[Tahun lalu, saya masih ingat begitu perhelatan PB2009 selesai diadakan di SMESCO building, saya beserta beberapa teman-teman komunitas blogger Depok langsung menyatakan ketidakpuasan atas event yang diselenggarakan lewat blog-blog pribadi kami. Reportase lengkap saya saat itu dapat dibaca di sini. &#8230; <a href="http://dhodie.com/2010/08/23/pesta-blogger-2010-less-hope-more-participate/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2010/08/deblogger-on-the-spot-300x225.jpg" alt="deblogger-on-the-spot" title="deblogger-on-the-spot" width="240" height="180" class="aligncenter size-medium wp-image-1203" />Tahun lalu, saya masih ingat begitu perhelatan PB2009 selesai diadakan di SMESCO building, saya beserta beberapa teman-teman komunitas blogger Depok langsung menyatakan ketidakpuasan atas event yang diselenggarakan lewat blog-blog pribadi kami. Reportase lengkap saya saat itu dapat dibaca di <a href="http://dhodie.com/2009/10/26/pesta-blogger-2009-hope-and-reality/">sini</a>.</p>
<p><span id="more-1202"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Gelombang ketidakpuasan banyak blogger terhadap perhelatan Pesta Blogger itu sendiri sebenarnya bukan cerita baru. Ini terjadi hampir di setiap tahun penyelenggaraan. Rata-rata suara yang dikemukakan adalah bahwa Pesta Blogger kurang membumi, tidak komunal, dan lebih bersifat seremonial. Bahwa komunitas-komunitas blogger yang hadir di acara puncak justru sebagian besar ternafikkan keberadaannya. Jika blogger berbasis komunitas saja merasakan kesan terabaikan seperti ini, terlebih lagi blogger yang datang atas inisiatif sendiri. Bayangkan bagaimana kesan ada atau tidak adanya mereka, Pesta Blogger tidak merugi sedikit pun.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir setahun setelahnya, saya mulai lebih intens mengikuti perkembangan persiapan Pesta Blogger selanjutnya melalui jejaring sosial. <strong>Irayani Queencyputri</strong> atau yang dikenal dengan <a href="http://i-rara.com">Rara</a>, akhirnya terpilih menjadi blogger wanita pertama yang menjadi Chairperson Pesta Blogger. Dengan latar belakang di luar reriuhan seleblog, Rara pun maju menerima tantangan dengan keinginan lebih mengakomodasi suara-suara negatif yang timbul selama ini. Mengambil tema <strong><em>“Merayakan Keberagaman”</em></strong>, panitia yang sebagian bermuka lama dan baru pun membuka posisi baru kepada blogger yang tertarik menjadi jembatan komunikasi antara panitia dengan komunitas blogger itu sendiri, <a href="http://pestablogger.com/?p=1643">Community Liaison</a> (CL). Saat itu, saya memutuskan untuk <em>menjemput bola</em> menjadi CL wilayah Depok bersama rekan saya dari komunitas koprol untuk memastikan bahwa suara blogger-blogger Depok dapat terdengar di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu timbul pertanyaan, jika memang tidak puas dengan penyelenggaraan Pesta Blogger kemarin, kenapa malah justru berpartisipasi lebih di perhelatan tahun ini? Begini, saya punya prinsip akan mendukung setiap acara-acara blogger yang bertujuan untuk lebih memasyarakatkan blogger sebagai media opini alternatif masyarakat Indonesia. Entah itu penyelenggaraannya formal atau tidak. Oleh karena itu, saya pun senang-senang saja ketika membantu perhelatan <a href="http://temublogger.com">Amprokan Blogger 2010</a> di Bekasi, atau ikut serta acara <a href="http://solo.bengawan.org">Sharing Online lan Offline (SOLO)</a>. Dan tentunya yang ada di depan mata, <a href="http://pestablogger.com">Pesta Blogger 2010</a>. Jika ada kekurangan yang terjadi yang saya dapatkan, ya tinggal saya sampaikan kepada pihak-pihak yang berwenang terhadap acara untuk kemudian jika memungkinkan diperbaiki bersama-sama. Dan kalau ternyata suara saya tidak didengarkan, ya saya akan gunakan prinsip saya ketika mengikuti sebuah acara: <em>less hope, more participate</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hope Less</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kurangi berharap yang muluk-muluk semisal ingin agar presenternya menyebutkan seluruh komunitas-komunitas yang hadir di acara atau keinginan agar bisa berkenalan dengan lebih dari seribu blogger yang hadir di sana. Kalau pada akhirnya, saya datang ke acara ya <em>karena ingin kopdar</em>. Sudah disebutkan berkali-kali kan kalau pesta blogger adalah ajang kopdar blogger terbesar di Indonesia? Jadi ya kopdar saja, kenalan dengan sebelah, ngobrol bareng komunitas lain saat makan siang, dan tentu nilai terpenting sebuah kopdar: foto-foto. Dengan meringankan niat seperti ini, saya enggak akan kecewa-kecewa amat ketika nanti misalnya nama <a href="http://deblogger.org">deBlogger</a> tidak disebutkan lagi oleh presenter meski yang hadir saat itu cukup signifikan jumlahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saran buat yang akan ikut Pesta Blogger pertama kalinya, mulai sekarang carilah teman blogger sebanyak-banyaknya di dunia online atau offline. Bisa melalui blogwalking, ber-social media, atau hadir di acara-acara komunitas seperti <strong>FreSh</strong>,<strong> Start up Lokal</strong>, atau kopdar regular komunitas. Setidaknya enggak mati gaya karena tidak kenal seorang pun di sana. Jauh lebih menyenangkan memiliki teman terlebih dahulu ketika menghadiri sebuah acara kan?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Participate More</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketimbang mengkritisi terus-menerus, saya ingin lebih berpartisipasi. Pengalaman ngeblog dan berorganisasi di deBlogger, mengajarkan saya bahwa membuat event itu tidak mudah, apalagi seperti Pesta Blogger yang berskala nasional. Apa yang kita lihat saat acara, sejatinya membutuhkan perjuangan yang berdarah-darah di baliknya. Tak jarang, emosi sulit dikontrol menjelang hari H penyelenggaraan. Jadi saya cukup memahami bahwa kerja panitia yang hanya berjumlah <a href="http://pestablogger.com/?p=1643">14 orang</a> itu selayaknya diapresiasi dengan dukungan dari rekan-rekan blogger itu sendiri. Kalau khawatir ternyata hasilnya sama saja atau justru lebih buruk dari sebelumnya, <em>ya tidak apa-apa tho</em>? Yang terpenting adalah kita mencoba untuk tidak bersikap apriori terhadap kekurangan dan kelemahan penyelenggaraan yang terjadi selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 6-7 Agustus kemarin, deBlogger diminta panitia untuk mengirimkan 2 perwakilannya mengikuti acara Roadtrip bersama XL (<em>#XLnetrally</em>) di Semarang, dan kami senang-senang saja menyanggupinya meski tidak dibayar. Jangan sebut segenap suvenir, akomodasi, dan transportasi itu bentuk bayaran karena di mana-mana yang namanya peserta undangan ya mendapatkannya gratis. Dan ternyata, salah seorang perwakilan kami, <a href="http://indobrad.web.id">Bradley Marlissa</a>, menjadi pemenang pertama lomba menulis berhadiah Netbook. Sebuah prestasi yang membanggakan dari deBlogger.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang, <strong>Pesta Blogger+ 2010</strong> sudah bergulir dengan resmi sejak tanggal 18 Agustus kemarin. Dalam agendanya, rangkaian Pesta Blogger+ 2010 ini akan mengadakan blogshop di 10 kota: Makassar, Padang, Manado, Pontianak, Banjarmasin, Aceh, Medan, Surabaya, Madura, dan Yogyakarta yang tidak hanya mengikutsertakan blogger sebagai peserta, tetapi juga netizen lainnya, semisal tweep, koproller, linuxer dan lainnya (makna <em>&#8216;+&#8217;</em> di judul acara).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi yuk ramaikan pestanya dan kurangi harapan muluk-muluknya. Yang penting kopdar!</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2010/08/logopb2010.jpg" alt="Merayakan Keragaman" title="Merayakan Keragaman" width="458" height="226" class="aligncenter size-full wp-image-1201" /></p>
<p></br><br />
</br><br />
</br><br />
</br><br />
</br><br />
</br></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhodie.com/2010/08/23/pesta-blogger-2010-less-hope-more-participate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Your Job is not Your Career</title>
		<link>http://dhodie.com/2010/07/26/your-job-is-not-your-career/</link>
		<comments>http://dhodie.com/2010/07/26/your-job-is-not-your-career/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 06:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhodie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[antusiasme]]></category>
		<category><![CDATA[career]]></category>
		<category><![CDATA[career coach]]></category>
		<category><![CDATA[jerry aurum]]></category>
		<category><![CDATA[passion]]></category>
		<category><![CDATA[rene]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhodie.com/?p=1189</guid>
		<description><![CDATA[Berawal ketika membaca tulisan blog Jerry Aurum, saya memutuskan untuk membeli buku ini impulsively hampir satu bulan yang lalu. Asumsi awal saya, buku ini akan seperti self-developing books lainnya: tebal, teoretis, dan banyak cerita berulang di dalamnya. Akan tetapi, tepat &#8230; <a href="http://dhodie.com/2010/07/26/your-job-is-not-your-career/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2010/07/Your-Job.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-729" title="Your Job" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2010/07/Your-Job.jpg" alt="" width="563" height="422" /></a>Berawal ketika membaca tulisan blog <a href="www.jerryaurum.com/blog/career-coach-book/ ">Jerry Aurum</a>, saya memutuskan untuk membeli buku ini <em>impulsively </em>hampir satu bulan yang lalu. Asumsi awal saya, buku ini akan seperti <em>self-developing books</em> lainnya:<em> </em>tebal, teoretis, dan banyak cerita berulang di dalamnya. Akan tetapi, tepat ketika membuka beberapa lembar pertama buku ini, asumsi itu gugur. Di halaman-halaman awal, buku ini seakan tidak peduli dengan pemborosan karena hanya menyertakan satu kalimat untuk menguatkan awal cerita.. <strong>THAT</strong><strong>’s interesting</strong>.</p>
<p><span id="more-1189"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sesuai warna yang mendominasi lembaran buku setebal 160 halaman ini, <em>yang sama sekali tak nampak setebal itu karena isinya yang ringan</em>, <a href="http://www.passionoutloud.com">Rene Suhardono</a> membagi bukunya ke dalam tiga bagian utama:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>mempertanyakan ulang definisi pekerjaan, karir, dan hidup itu sendiri.</li>
<li>membantu menemukan <strong>passion </strong>hidup (<em>the strongest part</em>).</li>
<li>merevitalisasi pengertian <em>values</em>, kontribusi, dan pada akhirnya arti kebahagiaan hidup.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Buku ini memiliki magnet yang kuat untuk dinikmati lembar demi lembarnya. Penuh ilustrasi yang menggemaskan sekaligus mencerahkan dan yang terpenting <strong>tepat sasaran</strong>. Saya sendiri akhirnya mempertanyakan apakah saya benar-benar berada di jalur karir yang tepat setelah membaca buku ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dulu yang menjadi entitas pengukuran jalur karir saya selalu dikaitkan dengan apa yang terbaik yang bisa saya lakukan. Sebut tiga contoh berikut ini:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>saya paling mahir mengerjakan soal-soal kimia, maka saya <em>pernah</em> bermimpi menjadi      <em>chemical engineer</em> saat UMPTN.</li>
<li>saya suka <em>planning      and research</em>, maka saya tidak menolak bekerja sebagai <em>p</em><em>urchasing      officer</em> di perusahaan      pertama saya.</li>
<li>saya selalu percaya saya dilahirkan      untuk menjadi guru, maka saya berani ambil risiko menjadi guru tentor di sebuah sekolah meski dengan penghasilan yang tidak masuk di akal.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan yang kemudian diapungkan oleh <a href="http://www.twitter.com/reneCC">ReneCC</a> adalah apakah saya benar-benar menikmati pekerjaan-pekerjaan itu? Karena definisi <em>passion</em> sesungguhnya <strong>bukan hal-hal yang terbaik yang bisa kita lakukan, tetapi hal-hal yang paling kita nikmati ketika melakukannya</strong>. Dan setelah membaca buku ini, Rene berhasil menuntun saya untuk merangkai benang-benang merah <em>antusiasme</em> hidup saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya belum berani menggaransi <strong><span style="color: #0000ff;">I’ve already found my passion</span></strong> sebelum berkonsultasi dengan si empunya buku suatu saat kelak (<em>my wish-list</em>). Tetapi, tanpa ragu saya memasukkan buku ini sebagai salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. <strong>A must read book!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhodie.com/2010/07/26/your-job-is-not-your-career/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>89</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stasiun Bumi Indosat</title>
		<link>http://dhodie.com/2010/07/15/stasiun-bumi-indosat/</link>
		<comments>http://dhodie.com/2010/07/15/stasiun-bumi-indosat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 07:56:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhodie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Photoblog]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[privatisasi]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun bumi]]></category>
		<category><![CDATA[STT]]></category>
		<category><![CDATA[Studek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhodie.com/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini, tiba-tiba teman semasa kuliah saya men-tag sebuah foto saat kami melakukan kegiatan kampus, studi ekskursi (studek) ke Stasiun Bumi Indosat di Jatiluhur tahun 2003. Kunjungan yang cukup mencerahkan mencermati bagaimana salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia ini &#8230; <a href="http://dhodie.com/2010/07/15/stasiun-bumi-indosat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;"><img src="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2010/07/menolak-indosat.jpg" alt="Menolak Privatisasi" title="Menolak Privatisasi" width="556" height="371" class="alignleft size-full wp-image-1181" /><br />
Pagi ini, tiba-tiba teman semasa kuliah saya men-<em>tag</em> sebuah foto saat kami melakukan kegiatan kampus, studi ekskursi (studek) ke <strong>Stasiun Bumi Indosat</strong> di Jatiluhur tahun 2003. Kunjungan yang cukup mencerahkan mencermati bagaimana salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia ini menyediakan layanannya. Saya masih ingat saat tiba-tiba sebuah satelit parabola sebesar rumah bergerak sangat cepat untuk menangkap sinyal satelit. <em>Simply amazing</em>.<span id="more-1182"></span><br />
</br><br />
Ada pun gambar di atas adalah saat kami diminta oleh karyawan <strong>PT. Indosat </strong>untuk ikut serta mendukung penolakan privatisasi Indosat kepada <strong>Singapore Technologies Telemedia (STT)</strong>. Saat itu, isu privatisasi menjadi <em>bola yang sangat panas </em>menggoyang pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Karena kami pun tidak menyetujui langkah <em>keblinger</em> pemerintah ini, dengan senang hati kami berfoto membentang spanduk pernyataan protes mereka. <em>A nice memory</em>.<br />
</br><br />
<em>Anyway</em>, ada yang tau di mana saya di foto itu?</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhodie.com/2010/07/15/stasiun-bumi-indosat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Tahun Pertama</title>
		<link>http://dhodie.com/2010/07/08/satu-tahun-pertama/</link>
		<comments>http://dhodie.com/2010/07/08/satu-tahun-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 09:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhodie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[review blog]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhodie.com/?p=1171</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya blog ini berulang tahun juga. Sebutlah ia voice recorder, buku agenda, diari, atau kamera hidup saya karena selama setahun hidup saya banyak terekam di sini. Tidak berputar di kisah pribadi&#8211;biarlah ia menjadi cerita pribadi&#8211;melainkan belajar bercerita dalam konteks atau &#8230; <a href="http://dhodie.com/2010/07/08/satu-tahun-pertama/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://dhodie.com/wp-content/uploads/2010/07/one-150x150.jpg" alt="One" title="One" width="100" height="100" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1170" />
<div style="text-align: justify;">Akhirnya blog ini berulang tahun juga. Sebutlah ia <em>voice recorder</em>, buku agenda, diari, atau kamera hidup saya karena selama setahun hidup saya banyak terekam di sini. Tidak berputar di kisah pribadi&#8211;<em>biarlah ia menjadi cerita pribadi</em>&#8211;melainkan belajar bercerita dalam konteks atau sudut pandang yang lebih umum.<br />
<span id="more-1171"></span><br />
Beberapa <em>niche</em> atau tematis tulisan pernah saya coba untuk mengeksplorasi <em>feel</em> menulis yang paling membuat saya nyaman. Dan pada akhirnya saya serahkan <em>proses </em>itu kepada waktu. </p>
<p>Teman, bolehkah saya meminta bantuan kepadamu untuk menjawab sedikit pertanyaan di bawah:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Apa komentar teman-teman tentang blog ini? Di mana letak kekurangannya?</strong></p>
</blockquote>
<p>Jangan khawatir, setiap jawaban yang diberikan di kolom komentar (<em>minus</em> atau <em>plus</em>) akan saya terima dengan senang hati. Yakinlah bahwa itu semua akan memotivasi saya untuk lebih bersemangat lagi dalam menulis. </p>
<p>Ucapan terima kasih tulus saya ucapkan atas kesediaan menjawab pertanyaan ini.<strong></strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhodie.com/2010/07/08/satu-tahun-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>64</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

